Kota Pontianak

Atasi Kelangkaan Minyak Goreng, Pemkot Pontianak Jual 6000 Liter

Atasi Kelangkaan Minyak Goreng, Pemkot Pontianak Jual 6000 Liter
Operasi Pasar Murah Minyak Goreng Sawit Curah di Kecamatan Pontianak Kota

Gencil News – Mengatasi keluhan masyarakat terkait mahalnya minyak goreng, pemkot pontianak menggelar operasi pasar murah. Pemkot menjual sebanyak 6000 liter minyak goreng curah dengan harga Rp11.500 per liter.

Pasar murah kali ini menyasar ke kelurahan dan kecamatan di Pontianak. Kali ini pemkot membagikan 1.200 kupon, masing-masing kupon mendapat jatah 5 liter.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Pontianak, Junaidi menuturkan pasar murah ini dikhususkan bagi masyarakat di Kecamatan Pontianak Kota.

“Operasi ini kita bagi ke enam kecamatan, untuk hari ini di Kecamatan Pontianak Kota kemudian nanti kecamatan lainnya. Minyak goreng curah ini juga dikhususkan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah itu,” ujarnya, Senin (14/03/2022).

Baca juga   Poltekkes Kemenkes dan TPPKK Kota Pontianak Sebar 1200 Masker Gratis

Terkait kelangkaan minyak goreng yang terjadi di Kota Pontianak, Junaidi menjelaskan, kebutuhan minyak goreng di Kota Pontianak mengacu pada data yang dimilikinya, berada di kisaran 550.000 liter per bulan.

Ia mengatakan, jika dilihat dari suplai minyak goreng di Kota Pontianak, kemudian dibandingkan dengan kebutuhan rumah tangga, seharusnya keberadaan minyak goreng cukup tersedia di masyarakat.

“Suplai kita dipasok dari provinsi sekitar 30 persen dari total suplai di Kalbar, hasilnya cukup. Namun di lapangan masih ditemukan kelangkaan. Kita coba gencarkan untuk mengawasi rantai distribusi, karena seharusnya tersedia, bahkan surplus,” sebutnya.

Dia menyampaikan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar dan penyedia minyak goreng. Ia menilai langkah tepat untuk mengatasi kelangkaan ini adalah melalui pengawasan tata niaga yang ketat.

Baca juga   Edi Mengajak Masyarakat Bangkitkan Kesadaran Menjaga Lingkungan

“Mekanisme pasar ini kan harus diawasi, masyarakat juga harus mengawasi dan melaporkan,” jelasnya.

Ia menyebut, pihaknya hanya mengawasi saja karena kewenangan terkait industri minyak ada Pemerintah Pusat dan Pemprov Kalbar.

Ia menambahkan, apabila ada dugaan penimbunan, harus ada laporan, dan kewenangannya pun berada di Pemprov serta pihak kepolisian.

“Sesuai Instruksi Gubernur, nanti minyak goreng ini langsung disebar saja ke pedagang, kemudian kita mengawasi, harganya sesuai atau tidak dengan yang ditetapkan Pemerintah Pusat,” tutupnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

TERPOPULER

To Top