Bakwan Juwarak Khas Kota Pontianak Terkenal Di Jakarta
Connect with us

Kota Pontianak

Bakwan Juwarak Khas Kota Pontianak Terkenal Di Jakarta

Published

on

Bakwan Juwarak Khas Kota Pontianak Terkenal Di Jakarta
Bakwan Juwarak terkenal di jakarta

Gencil NewsKota Pontianak, Kalimantan Barat, terkenal dengan kekayaan kulinernya. Bahkan beberapa kuliner asal daerah berjuluk Kota Khatulistiwa ini sudah banyak merambah di Ibu Kota. Sebut saja kwetiau, pisang goreng, dan sebagainya.

Bakwan Juwarak menjadi satu di antara jajanan asal Pontianak yang cukup terkenal di Jakarta beberapa waktu belakangan. Jajanan ini terkenal, khususnya di kalangan konsumen layanan jasa titip (jastip) jajanan. 

Salah satu bakwan yang autentik berasal dari Pontianak. Bakwan Pontianak mempunyai bentuk dan rasa yang khas. Beberapa bahan bakunya juga berasal dari Pontianak. Wijy Wijaya warga pontianak sendiri yang memproduksi bakwan ini di Jakarta.

Founder Bakwan Juwarak Wijy Wijaya mengatakan, dalam setahun terakhir, bakwan buatannya mulai terkenal di Jakarta. Wijy menjelaskan Bakwan Juwarak merupakan bakwan premium yang proses pembuatannya dengan standar kebersihan dan kesehatan yang tinggi.

“Seluruh bahannya terbuat dari bahan pilihan berkualitas. Dalam proses pembuatannya, menggunakan bahan baku air distilasi,” kata Wijy dalam keterangan tertulisnya.

Wijy juga menyebutkan tepung yang ia gunakan adalah tepung berkualitas tinggi dan minyak goreng sekali pakai. Sambal asamnya juga dari jeruk dan cabai, bukan dari cuka atau sambal botolan. 

“Kami mengutamakan menjaga kualitas dengan menggunakan bahan baku premium. Untuk prosesnya, kami lakukan dengan standar kebersihan tinggi, dan pastinya 100 persen halal,” jelas Wijy.

Kurangi sampah plastik

Ciri khas Bakwan Juwarak lain adalah menggunakan besek untuk mengurangi limbah plastik.

Bakwan Juwarak sukses masuk dalam Top 14 Digitarasa. Melalui Digitarasa, para pelaku usaha kuliner mendapat bimbingan dalam mengembangkan bisnis. Pelatihan yang diberikan di antaranya memanajemen operasional bisnis, pemasaran lewat branding dan marketing, pengembangan produk hingga riset pasar.

Saat ini Bakwan Juwarak dapat diperoleh melalui platform Gofood dan Grabfood maupun Instagram @bakwanjuwarak.id untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya. Bakwan Juwarak ajang promosi Pontianak sebagai destinasi wisata kuliner Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi dengan adanya warga asal Pontianak yang berhasil mengangkat kuliner khas Pontianak di Ibu Kota.

Apalagi Bakwan Juwarak sudah masuk dalam Top 14 Digitarasa. Digitarasa merupakan sebuah akselerator bisnis kuliner yang bertujuan mendorong pertumbuhan para pelaku usaha dan startup makanan dan minuman serta ekosistem kuliner di Indonesia.

“Ini merupakan suatu kebanggaan bagi Kota Pontianak karena kuliner kita sudah merambah hingga ke ibukota Jakarta,” ujar Edi.

Kehadiran Bakwan Juwarak asal Kota Pontianak ini menurutnya secara tidak langsung juga ikut mempromosikan Pontianak sebagai destinasi wisata kuliner. Ia berharap tidak hanya Bakwan Juwarak, tetapi kuliner-kuliner lainnya juga bisa mengikuti jejak kesuksesan yang dilakukan Wijy Wijaya.

“Sehingga Pontianak dikenal dengan kekayaan kulinernya dan ini akan menarik minat orang untuk berkunjung ke Pontianak,” ungkap Edi.

Tidak hanya itu, Bakwan Juwarak dikemas tanpa menggunakan plastik, tetapi besek sebagai wadahnya. Hal ini tentu saja mendapat sambutan positif dari Wali Kota Edi Kamtono. Sebab, kata dia, dengan mengurangi penggunaan plastik berarti ikut mendukung program pengurangan sampah plastik sebagai sumber penghasil sampah.

“Mudah-mudahan ini bisa menyadarkan masyarakat untuk berusaha mengurangi dampak dari penggunaan sampah kantong plastik,” harap Edi.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kota Pontianak

Setelah Pejabat Pemkot, Tokoh Agama Dan Jurnalis Yang Akan Divaksin

Published

on

By

Setelah Pejabat Pemkot, Tokoh Agama Dan Jurnalis Yang Akan Divaksin
Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan saat melalui pemeriksaan kelayakan disuntik vaksin covid-19

Gencil News – Selain pejabat pemkot Pontianak yang telah menjalani vaksin Covid-19. Para tokoh agama dan jurnalis yang juga banyak beraktivitas dan bertemu banyak orang harus disuntik vaksin Covid-19.

Pada kamis,21 Januari 2021 kemarin jajaran pejabat setingkat eselon dua di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak menjalani vaksinasi. Yang terselenggara di Dinas Kesehatan Kota Pontianak.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, setelah vaksinasi kepada pejabat eselon dua. Selanjutnya akan menyasar Aparatur Sipil Negara (ASN) lainnya yang ada di lingkungan Pemkot Pontianak.

“Karena untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 harus melakukan pendaftaran di aplikasi,” ujarnya,

Edi mengatakan, vaksinasi terhadap para tenaga kesehatan (nakes) masih terus berjalan. Meskipun masih ada nakes yang berhalangan hadir.

Menurutnya bukan karena menghindar namun banyak nakes yang memang pernah terpapar Covid-19 sehingga mereka tidak memenuhi kriteria untuk divaksin.

“Bagi mereka yang terpapar Covid-19 tidak disarankan untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu mengungkapkan, penyuntikan vaksinasi Covid-19. Tidak hanya menyasar pada pejabat di Pemkot Pontianak, akan tetapi ada beberapa unsur yang juga terlibat dalam vaksinasi ini.

“Bukan hanya pejabat, ada tokoh masyarakat, tokoh agama, jurnalis dan lain-lain. Untuk jumlah nya 20 orang,” terangnya.

Continue Reading

Kota Pontianak

Canangkankan Vaksinasi, Edi Sebut Pentingnya Divaksin

Published

on

Canangkankan Vaksinasi, Edi Sebut Pentingnya Divaksin

Gencil News – Sebanyak 22 calon peserta vaksinasi Covid-19 hadir pada pencanangan vaksinasi Covid-19 di halaman Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak Jalan Ahmad Yani, Kamis (21/1/2021). Sebanyak 22 peserta tersebut terdiri dari Forkopimda Kota Pontianak, pejabat, ASN, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, komunitas dan jurnalis.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para peserta vaksinasi Covid-19 yang telah bersedia diimunisasi vaksin Sinovac. Pencanangan vaksinasi ini tujuannya sebagai role model bagi masyarakat Kota Pontianak pentingnya diimunisasi vaksin Covid-19 dalam melindungi diri dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Kita terus mensosialisasikan vaksinasi kepada masyarakat secara luas,” ujarnya.

Bagi mereka yang telah menjalani vaksinasi, akan menerima lembaran bukti vaksinasi Covid-19 sebagai data bagi yang bersangkutan untuk berbagai keperluan. “Setelah menjalani vaksinasi yang pertama ini, mereka akan kembali lagi untuk divaksin dalam waktu 14 hari ke depan,” katanya.

Dijelaskannya, saat ini sebanyak 725 tenaga kesehatan (nakes) sudah divaksin. Jumlah itu akan terus bertambah. Selanjutnya vaksinasi juga ditujukan kepada TNI, Polri maupun ASN, terutama pejabat dan guru. Guru perlu mendapatkan vaksin supaya pembelajaran tatap muka bisa dilakukan. “Kemudian juga bagi masyarakat yang rentan terhadap penularan Covid-19,” ungkap Edi.

Menurut Edi, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak akan terus melihat perkembangan vaksinasi Covid-19. Proses vaksinasi ditujukan bagi mereka yang belum pernah terpapar dan tidak ada penyakit bawaan atau komorbid. Sehingga untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 harus melewati proses screening. “Jika hasil screeningnya membolehkan baru dilakukan vaksinasi,” terang dia.

Sementara itu, lanjutnya, apabila ada yang menolak untuk divaksin, pihaknya akan menelusuri terlebih dahulu latar belakang atau alasan penolakannya. Namun dirinya yakin warga Kota Pontianak sudah memahami ikhtiar pentingnya vaksinasi Covid-19. “Karena selain melindungi diri, vaksin juga untuk melindungi orang-orang di sekitar kita,” imbuhnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu menerangkan, memang pada awalnya jumlah calon peserta vaksinasi sebanyak 22 orang. Namun dalam proses pelaksanaannya, terutama pada saat screening, ada beberapa diantaranya ditunda vaksinasinya karena beberapa sebab. “Misalnya ada beberapa yang saat discreening ternyata tekanan darahnya naik sehingga ditunda vaksinasi terhadap bersangkutan,” paparnya.

Terhadap mereka yang belum bisa divaksin tersebut akan didaftarkan dan dimasukkan pada periode vaksinsi selanjutnya. Setelah pencanangan vaksinasi ini, sambung Sidiq, selanjutnya vaksinasi menyasar kepada TNI, Polri dan ASN, dalam hal ini diprioritaskan bagi guru atau tenaga pendidik. Hal tersebut bertujuan agar proses pendidikan bisa berjalan kembali karena selama ini menjadi permasalahan yang dihadapi semua pihak. “Jika guru telah diimunisasi maka keyakinan pendidikan bisa bergerak dan anak-anak bisa belajar dengan baik,” jelasnya.

Continue Reading

Kota Pontianak

Pemkot Pontianak Canangkan Vaksinasi Sebagai Role Model Masyarakat

Published

on

By

Pemkot Pontianak Canangkan Vaksinasi Sebagai Role Model Masyarakat
Pencanangan Vaksinasi Covid-19 Di Pontianak

Gencil News – Sebanyak 22 calon peserta vaksinasi Covid-19 hadir pada pencanangan vaksinasi Covid-19 di halaman Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak Jalan Ahmad Yani, Kamis (21/1/2021).

Ke-22 peserta tersebut terdiri dari Forkopimda Kota Pontianak, pejabat, ASN, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, komunitas dan jurnalis.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para peserta vaksinasi Covid-19 yang telah bersedia menjalani imunisasi vaksin Sinovac.

Pencanangan vaksinasi ini tujuannya sebagai role model bagi masyarakat Kota Pontianak pentingnya imunisasi vaksin Covid-19 dalam melindungi diri dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Kita terus mensosialisasikan vaksinasi kepada masyarakat secara luas,” ujarnya.

Bagi mereka yang telah menjalani vaksinasi, akan menerima lembaran bukti vaksinasi Covid-19 sebagai data bagi yang bersangkutan untuk berbagai keperluan.

“Setelah menjalani vaksinasi yang pertama ini, mereka akan kembali lagi untuk divaksin dalam waktu 14 hari ke depan,” katanya.

Ia menjelaskan, saat ini sebanyak 725 tenaga kesehatan (nakes) sudah mendapat vaksin. Jumlah itu akan terus bertambah. Selanjutnya vaksinasi juga tujuannya kepada TNI, Polri maupun ASN, terutama pejabat dan guru. Guru perlu mendapatkan vaksin supaya pembelajaran tatap muka bisa terlaksana.

“Kemudian juga bagi masyarakat yang rentan terhadap penularan Covid-19,” ungkap Edi.

Menurut Edi, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak akan terus melihat perkembangan vaksinasi Covid-19. Proses vaksinasi tujuannya bagi mereka yang belum pernah terpapar dan tidak ada penyakit bawaan atau komorbid.

Sehingga untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 harus melewati proses screening.

“Jika hasil screeningnya membolehkan baru dilakukan vaksinasi,” terang dia.

Sementara itu, lanjutnya, apabila ada yang menolak untuk divaksin, pihaknya akan menelusuri terlebih dahulu latar belakang atau alasan penolakannya. Namun dirinya yakin warga Kota Pontianak sudah memahami ikhtiar pentingnya vaksinasi Covid-19.

“Karena selain melindungi diri, vaksin juga untuk melindungi orang-orang di sekitar kita,” imbuhnya.

Continue Reading

TRENDING