Connect with us

Kota Pontianak

Edi Kamtono Tidak Akan Terapkan PSBB di Pontianak

Published

on

Edi Kamtono Tidak Akan Terap PSBB di Pontianak
Edi Kamtono Tidak Akan Terap PSBB di Pontianak - Foto Pemkot Pontianak

Gencil.News – Wali Kota Pontianak Edi Kamtono menyatakan tidak akan memberlakukan PSBB di Kota Pontianak. Edi Kamtono berharap masyarakat Kota Pontianak disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya minta warga Kota Pontianak tetap bersabar dan tetap bisa menahan diri serta patuh terhadap protokol kesehatan,” ungkapnya.

Edi minta masyarakat agar mengenakan masker, karena ini merupakan kebiasaan baru dalam setiap aktivitas di tengah pandemi. Dirinya tidak menginginkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan di Kota Pontianak sebagaimana yang terjadi di Jakarta.

Wali Kota berharap pengendalian Covid-19 ini menjadikan Kota Pontianak berada pada zona yang aman.

Perkembangan kasus Covid-19 di Kota Pontianak saat ini terdapat 15 orang yang masih menjalani proses isolasi. Pemerintah Kota Pontianak masih terus melakukan swab dan razia masker di seluruh wilayah Kota Pontianak serta menerapkan sanksi.

“Kita berharap kasus pandemi Covid-19 di Pontianak bisa dikendalikan,” pungkasnya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Kota Pontianak

KPLT Terbentuk, Inventarisir dan Memetakan Bidang Tanah di Pontianak

Published

on

KPLT Terbentuk
rapat koordinasi (rakor) pembentukan Tim KPLT di Aula Sultan Syarif Abdurrahman Kantor Wali Kota Pontianak, Jumat (18/9/2020). Foto - Pemkot Pontianak

Gencil News – KPLT atau Tim Kota Pontianak Lengkap Terdaftar  tahun 2020-2021 terbentuk. KPLT Terbentuk berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Nomor 729 Tahun 2020. Pembentukan Tim KPLT di Aula Sultan Syarif Abdurrahman Kantor Wali Kota Pontianak, Jumat (18/9/2020).

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan pembentukan tim ini untuk menginventarisir dan memetakan bidang tanah yang ada di wilayah Kota Pontianak.

“Artinya setiap bidang tanah itu jelas milik siapa. Ukurannya berapa, bersertifikat atau tidak, ada bangunannya atau tidak, dan seterusnya,” ujar Edi Kamtono.

Kota Pontianak lengkap terdaftar ini bertujuan supaya bidang-bidang tanah yang ada terpetakan seluruhnya, baik yang sudah bersertifikat maupun yang belum. Selain itu juga informasi-informasi setiap bidang tanah tersedia.

Edi berharap terbentuknya tim ini bisa membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak dalam optimalisasi pendapatan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Di samping itu pula untuk mempermudah pengadaan tanah, percepatan pemetaan dan pensertifikatan tanah aset pemerintah.

“Pembaharuan Surat Penguasaan Tanah (SPT) dan Surat Keterangan Tanah (SKT) menjadi lebih cepat dan akurat serta mempertegas batas kelurahan,” ungkapnya.

Menurutnya, meskipun luas wilayah Kota Pontianak tidak luas, namun bukan berarti tidak ada permasalahan terkait status tanah. Misalnya, tanah yang bersengketa status kepemilikannya, masih belum jelasnya batas tanah antara satu dengan lainnya dan sebagainya.

Dalam rakor pembentukan Tim KPLT yang diantaranya terdiri dari Pemkot Pontianak. Kantor Pertanahan serta seluruh camat dan lurah ini dalam rangka menyamakan persepsi agar terdapat keseragaman dan kesinambungan dalam menjalankan tugasnya.

“Sehingga yang tergabung dalam tim ini mengerti dan memahami tugas dan fungsinya,” sebutnya.

Continue Reading

Kota Pontianak

Edi Kamtono Tebar Benih Ikan Nila di Sungai Jawi, Kok Bisa?

Published

on

Edi Kamtono Tebar Benih Ikan Nilai di Sungai Jawi, Kok Bisa?
Edi Kamtono Tebar Benih Ikan Nilai di Sungai Jawi - foto/data : Pemkot Pontianak

Gencil News – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menebar 100 benih indukan ikan nila di parit Sungai Jawi Kelurahan Pal Lima Kecamatan Pontianak Barat, Jumat (18/9/2020).

Selain menebar ikan nila, juga dilakukan penanaman pohon tabubuya. “Kita akan melakukan penataan parit sungai jawi ini menjadi kawasan ekowisata baru di Pontianak,” ujarnya.

Penataan ekowisata di sepanjang alur parit ini sebagai upaya mempercantik dan menjaga ekosistem lingkungan.

Menurut Edi Kamtono, Kota Pontianak memiliki potensi dimana karakteristik alamnya dibelah dengan sungai dan memiliki banyak parit.

Potensi tersebut harus dimaksimalkan dengan menatanya menjadi kawasan ekowisata. “Kalau sungai dan parit terawat dan terjaga kebersihannya, saya yakin akan menjadi daya tarik kota,” ungkapnya.

Mewujudkan parit dan sungai yang bersih bukanlah tugas yang mudah. Sebab, dibutuhkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan tetap bersih.

Persoalan limbah dan pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), baik itu dari kegiatan usaha maupun rumah tangga.

“Untuk itu peelu ada pengawasan dalam penataan dan kebersihan parit yang ada ini,” ucap Edi.

Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak Bintoro menyebut, penataan kawasan ini menjadi ekowisata salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan normalisasi parit.

Seperti penebaran indukan ikan nila yang dilakukan hari ini sebagai upaya agar ekosistem ekowisata bisa berjalan baik. “Jika parit bersih maka habitat dan ekosistem juga ikut terjaga,” tuturnya.

Penataan kawasan parit Sungai Jawi sebagai kawasan ekowisata nantinya diharapkan bisa menjadi daya tarik wisata.

Selain penebaran benih, juga akan disiapkan tanaman-tanaman peneduh dan berbuah sehingga bisa dinikmati wisatawan. “Kita berharap rencana ini bisa terlaksana dan tuntas,” imbuh Bintoro.

Continue Reading

Kota Pontianak

Rancangan Awal RPJMD 2020-2024 Diteken Wali Kota Pontianak

Published

on

Rancangan Awal RPJMD 2020-2024 Diteken Wali Kota Pontianak
Rancangan Awal RPJMD 2020-2024 Diteken Wali Kota Pontianak - Foto/Data Pemkot Pontianak

Gencil News – Rancangan Awal Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2020-2024 ditanda tangani Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono. Rancangan Awal RPJMD 2020-2024 Diteken Wali Kota Pontianak di di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Pontianak, Kamis (17/9/2020).

 Ada beberapa hal mendasar yang menjadi pertimbangan dilakukannya perubahan. Diantaranya, perlu adanya penyelarasan dengan RPJMN yang telah ditetapkan dengan Peraturan Presiden tentang RPJMN 2020-2024.

 Hal tersebut sebagaimana tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 7 tahun 2019. “Dalam implementasinya yang berjalan satu tahun ternyata telah terjadi dinamika yang mengakibatkan perlunya dilakukan perubahan dan penyesuaian terhadap dokumen tersebut,” ujarnya

Kemudian, lanjut Edi, perlu dilakukannya penyelarasan dengan dokumen RPJMD Provinsi Kalbar yang telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah Provinsi Kalbar Nomor 2 Tahun 2019 tentang RPJMD Provinsi Kalbar 2018-2023.

Selanjutnya, perlu dilakukan penyesuaian terhadap peraturan menteri dalam negeri nomor 90 tahun 2019 tentang klasifikasi, kodefikasi, dan nomenklatur perencanaan pembangunan dan keuangan daerah.

“Serta perlu dilakukan restrukturisasi dan penyesuaian terhadap tujuan, sasaran dan indikator RPJMD,” jelasnya.

Edi menilai, dengan adanya kondisi darurat menghadapi pandemi Covid-19 ini, baik di tingkat pusat maupun daerah mengakibatkan perlu dilakukan penyesuaian terhadap target kinerja, kebijakan keuangan, rencana program dan hal lainnya yang dianggap perlu.

Secara umum setelah pembahasan rancangan awal bersama DPRD, rancangan awal ini juga akan dikonsultasikan ke Gubernur Kalbar. Kemudian dilanjutkan dengan musrenbang rancangan RPJMD.

“Selanjutnya rancangan akhir perubahan RPJMD ini akan dibahas kembali di DPRD Kota Pontianak dalam pembahasan Raperda Perubahan RPJMD,” pungkasnya.

Continue Reading

TRENDING