Kekurangan Tabung Oksigen, RSUD Kota Pontianak Tolak Pasien Baru
Connect with us

Kota Pontianak

Kekurangan Tabung Oksigen, RSUD Kota Pontianak Tolak Pasien Baru

Published

on

Kekurangan Tabung Oksigen, RSUD Kota Pontianak Tolak Pasien Baru
RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie

Gencil News – RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak sempat umumkan menolak pasien baru lantaran kehabisan stok oksigen pada sabtu 03 Juli 2021.

Dalam keterangan pengumuman tertulis bahwa pihak RSUD tidak menerima dan merawat pasien baru karena stok oksigen yang tersedia habis.

“Mohon maaf untuk sementara RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie tidak bisa menerima dan merawat pasien baru sampai batas waktu yang tidak dapat ditentukan karena oksigen tidak tersedia,” pada keterangan pengumuman

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harisson mengungkapkan hal tersebut merupakan kesalahan komunikasi antara pihak Direktur Rumah Sakit dengan perawat IGD.

“Mereka menulis pengumuman ini tanpa perintah Direktur karena pada waktu itu stok oksigen hampir habis. Jadi mereka (perawat IGD) khawatir esok harinya tidak ada stok oksigen,” kata Harisson, Minggu (04/07/2021)

Sementara menurutnya, Direktur RSUD Kota Pontianak terus bergerak mencari oksigen ke perusahaannya karena memang ada keterlambatan pengiriman dari pihak perusahaan.

Kemudian pada Minggu pagi pihak perusahaan sudah mengirim oksigen ke RSUD Kota Pontianak dan perawat IGD langsung mencabut pengumuman sebelumnya.

“Tapi saat ini stok oksigen sudah aman,” terangnya

Ia menerangkan bahwa stok oksigen yang dikirim sebanyak 10 tabung. Menurutnya jumlah ini sudah cukup lantaran 1 tabung bisa untuk 75 tabung oksigen ukuran besar.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kota Pontianak

Program Kolaborasi Penataan Kawasan Kumuh Diharapkan Berlanjut

Published

on

By

Program Kolaborasi Penataan Kawasan Kumuh Diharapkan Berlanjut

Gencil News – Beberapa proyek penataan kawasan kumuh yang ditangani Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah rampung dikerjakan.

Wako Edi Rusdi Kamtono menerangkan Pembangunan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian PUPR dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak.

Dalam hal ini, pihaknya menyiapkan lahan dan program bedah rumah, sementara Kementerian PUPR menata infrastrukturnya.

“Mudah-mudahan program-program ini berkelanjutan, selanjutnya kita berharap masyarakat ikut mendukung pemeliharaannya, menjaga keamanan dan ketertiban,” ujarnya usai penandatanganan serah terima kegiatan penyediaan air minum dan Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) dari tahun 2017 sampai dengan 2019 dari Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR kepada Pemkot Pontianak di Kapal Wisata Hotel Grand Kartika, Kamis (23/9/2021).

Ia menambahkan, penataan kawasan tidak hanya mencakup infrastruktur jalan dan drainase, tetapi bedah rumah tak layak huni dan fasilitas pendukung lainnya juga harus dibenahi termasuk air bersih dan sanitasi. Satu diantaranya penataan Teras Parit Nanas yang berlokasi di tepian Sungai Landak yang merupakan bagian dari program pengentasan kawasan kumuh melalui program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU).

Kata Edi, kawasan kumuh di Kota Pontianak dari awalnya seluas 74 hektar pada tahun 2013, kini pada tahun 2021 tersisa 4 hektare yang masih dikategorikan kawasan kumuh berat. Sedangkan untuk kawasan kumuh ringan sekitar 12 hektar. 

“Program khusus untuk menangani kawasan-kawasan kumuh seperti Gang Semut, kawasan Tanjung Hulu, Sungai Beliung dan lainnya menjadi bagian dari program penanganan kawasan kumuh (KOTAKU),” katanya.

“Masih banyak potensi yang bisa ditingkatkan kualitas lingkungan dan permukiman yang ada di Kota Pontianak,” ungkapnya.

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Diana Kusumastuti menuturkan, Kementerian PUPR telah banyak melakukan kegiatan-kegiatan untuk penanganan kawasan kumuh di Kota Pontianak, termasuk bedah rumah tak layak huni.

Dalam penanganan persoalan pengentasan kemiskinan dan penanganan kawasan kumuh, pihaknya melakukan kolaborasi dengan pemerintah daerah, dalam hal ini Pemkot Pontianak.

“Kami akan mencoba mensinergikan dengan pemerintah daerah sehingga nanti hasilnya harus lebih masif dan terlihat,” ucapnya.

Dalam hal pengentasan kawasan kumuh, Diana menyebut bahwa penataan tersebut tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, tetapi harus ada kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah bahkan stakeholder yang lainnya termasuk swasta dan masyarakat.

Secara nasional, pencanangan gerakan 100-0-100, yakni 100 persen akses air bersih, nol persen permukiman kumuh dan 100 persen akses sanitasi layak.

“Penanganan kawasan kumuh di tahun 2024 secara nasional kita targetkan menangani 10 ribu hektare lagi,” pungkasnya.

Continue Reading

Kota Pontianak

Beberapa Proyek Penataan Kawasan Kumuh Kota Pontianak Sudah Usai

Published

on

By

Beberapa Proyek Penataan Kawasan Kumuh Kota Pontianak Sudah Usai

Gencil News- Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menjelaskan beberapa proyek penataan kawasan kumuh yang Ditjen Cipta Karya Kementrian PUPR tangani sudah usah pekerjaannya.

Pembangunan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian PUPR dengan Pemkot Pontianak.

Ia mengatakan bahwa pada hal ini pihaknya telah menyiapkan lahan serta program bedah rumah. Sementara untuk Kementerian PUPR adalah menata infrastrukturnya.

“Mudah-mudahan program-program ini berkelanjutan, selanjutnya kita berharap masyarakat ikut mendukung pemeliharaannya, menjaga keamanan dan ketertiban,” kata Edi. Pada hari Kamis (23/9/2021).

Ia mengungkapkan bahwa penataan kawasan tidak hanya mencakup infrastruktur jalan dan drainase saja. Akan tetapi bedah rumah tak layak huni dan fasilitas pendukung lainnya juga harus dibenahi termasuk air bersih dan sanitasi.

Salah satunya adalah penataan Teras Parit Nanas yang berada pada tepian Sungai Landak yang merupakan bagian dari program pengentasan kawasan kumuh melalui program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU).

“Masih banyak potensi yang bisa ditingkatkan kualitas lingkungan dan permukiman yang ada di Kota Pontianak,” ujarnya

Ia memaparkan bahwa saat ini kawasan kumuh pada Kota Pontianak dari awalnya seluas 74 hektar pada tahun 2013. Kini pada tahun 2021 tersisa 4 hektare yang masih dikategorikan kawasan kumuh berat. Sedangkan untuk kawasan kumuh ringan sekitar 12 hektar. 

“Program khusus untuk menangani kawasan-kawasan kumuh seperti Gang Semut, kawasan Tanjung Hulu, Sungai Beliung dan lainnya menjadi bagian dari program penanganan kawasan kumuh (KOTAKU),”tuturnya

Penanganan Kawasan Kumuh Di Kota Pontianak

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Diana Kusumastuti mengatakan bahwa Kementerian PUPR telah banyak melakukan kegiatan-kegiatan dalam penanganan kawasan kumuh di Kota Pontianak

Salah satunya adalah bedah rumah tak layak huni. Ia menjelaskan bahwa pihaknya kini melakukan kolaborasi dengan Pemkot Pontianak.

“Kami akan mencoba mensinergikan dengan pemerintah daerah sehingga nanti hasilnya harus lebih masif dan terlihat,” ungkap Diana

Ia mengungkpan bahwa dalam hal pengentasan kawasan kumuh sudah terlaksana penataan dan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri

Maka dari itu pihaknya harus ada kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah bahkan stakeholder yang lainnya termasuk swasta dan masyarakat.

Ia memaprkan bahwa secara nasional untuk pencanangan gerakan 100-0-100. Yaitu 100 persen akses air bersih, nol persen permukiman kumuh dan 100 persen akses sanitasi layak.

“Penanganan kawasan kumuh di tahun 2024 secara nasional kita targetkan menangani 10 ribu hektare lagi,” pungkasnya.

Continue Reading

Kota Pontianak

Polresta Kota Pontianak Gelar Operasi Patuh Kapuas 2021

Published

on

By

Polresta Kota Pontianak Gelar Operasi Patuh Kapuas 2021
Polresta Kota Pontianak Gelar Operasi Patuh Kapuas 2021/Humas Polresta Kota Pontianak

Gencil News- Operasi Patuh Kapuas 2021 terus digalakkan di berbagai wilayah Kalimantan Barat. Hal ini agar pengendara tertib dalam berlalu lintas serta bisa disiplin akan protokol kesehatan.

Tak ketinggalan pula Polresta Pontianak Kota juga menggelar Operasi Patuh Kapuas 2021 yang dilaksanakan wilayah hukum Polresta Pontianak Kota. Pada hari Kamis (23/9/2021) dengan sasaran Pasar Flamboyan Kota Pontianak

Kapolresta Pontianak Kota, Kombes Pol. Andi Herindra, S.I.K melalui Kasat Lantas AKP. Sigal Hasibuan, S.H., S.I.K menjelaskan bahwa pada pelaksanaan Operasi Patuh kapuas 2021 kali ini para personel harus mengedepankan upaya yang bersifat premtif dan preventif.

Khususnya dalam rangka mengedukasi masyarakat terkait kepatuhan protokol kesehatan (Prokes) serta keselamatan berlalu lintas di jalan.

“Prioritas kita tetap pada pencegahan penyebaran Covid-19. Khususnya pada wilayah Kota Pontianak. Kedepan pelaksanaan pendekatannya lebih humanis terkait edukasi hingga penegakan disiplin protokol kesehatan ke masyarakat,” kata Sigal

Sebab sasaran adanya operasi ini antara lain merupakan bentuk kegiatan masyarakat yang berpotensi dalam menyebabkan klaster baru terhadap penyebaran Covid-19

“Yang mana sasarannya tersebut adalah pada titik-titik kerumunan masyarakat, masyarakat yang tidak patuh protokol kesehatan, masyarakat yang tidak disiplin berlalu lintas, dan Lokasi rawan pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas. Juga menjadi sasaran Operasi Patuh Kapuas2021,” pungkasnya

Continue Reading

Kota Pontianak

Teknologi Semakin Maju, Dekranasda Beri Pelatihan Bagi Pelaku Kriya

Published

on

By

Teknologi Semakin Maju, Dekranasda Beri Pelatihan Bagi Pelaku Kriya

Gencil News- Perkembangan terknologi yang terus maju membuat masyarakat harus bisa segera beradaptasi. Sebab dari teknologi sendiri kini masyarakat bisa lebih mendapatkan sesuatu dengan mudah.

Salah satunya dengan melakukan jual beli pada media sosial. Namun pengaruh konsumen terhadap penjual banyak dilihat dari berbagai sisi

Antara lain adalah bagaimana penjual dapat menjual produk dengan branding yang mereka buat sebelumnya.

Hal itulah yang membuat Dekranasda Kota Pontianak menggelar sebuah pelatihan fotografi produk bagi para pelaku kriya Kota Pontianak. Tujuan pelatihan ini adalah membantu pelaku kriya agar bisa mengembangkan produknya.

Ketua Dekranasda Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie menjelaskan bahwa dengan adanya pelatihan kriya ini para pelaku kriya bisa belajar untuk memahami perilaku konsumen selama pandemi, cara memotret gambar produk, cara membangun branding pada dunia digital, mengembangkan pemasaran digital, mengembangkan rencana bisnis digital serta mendatangkan penjualan.

“Produk akan menarik bila difoto dengan baik, kalau hanya memfoto saja tanpa ada ilmunya nggak kelihatan cantiknya, maka kita bantu pelaku kriya dengan melaksanakan pelatihan ini,” kata Yanieta di Gedung UMKM Center. Pada hari Selasa (21/09/2021).

Munculnya tren baru pada era new normal saat ini yang menjadikan sektor dalam jual beli melalui marketplace sangat penting khususnya dalam mempromosikan dan memasarkan produk

“Selain dengan pelatihan fotografi produk, Dekranasda Kota Pontianak dalam waktu dekat juga akan menjalin kerjasama dengan Bukalapak, Dana dan Tokopedia,” ujarnya

Pelaku kriya pada bidang fashion, Nina Kartanineka mengungkapkan bahwa selama pandemi omzet penjualannya turun sebesar 50 persen tiap bulannya.

Kini Nina sendiri sudah mulai merambah ke marketplace. Yang mana sebelunya ia berjualan secara offline seperti pada pameran ataupun galeri

“Mau atau nggak mau kita harus masuk marketplace, kalau marketplace itu kan fotonya harus menarik,” tutur Nina.

Ia mengatakan bahwa dalam berjualan untuk memfoto produk sendiri perlu ilmu bukan hanya sekedar foto saja. Akan tetapi bagaimana mengambil foto yang menarik sehingga bisa menjadi daya tarik pembeli untuk melaksanakan transaksi

“Kalau sekedar foto pasti bisa, tapi perlu ilmu bagaimana foto itu menarik pembeli, perlahan lahan harus terus belajar karena kesempatan untuk kita ikut pelatihan juga ada, salah satunya dengan pelatihan ini dan sangat penting untuk pemasaran produk di marketplace,” pungkasnya.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING