Masyarakat Keluhkan Pita Penggaduh Di Jalan Ahmad Yani Terlalu Tinggi
Connect with us

Kota Pontianak

Masyarakat Keluhkan Pita Penggaduh Di Jalan Ahmad Yani Terlalu Tinggi

Published

on

Masyarakat Keluhkan Pita Penggaduh Di Jalan Ahmad Yani Terlalu Tinggi
Penampakan Pita Penggaduh Di Jalan Ahmad Yani Kotaa Pontianak

Gencil News – Keberadaan tiga unit pita penggaduh dengan delapan gundukan yang cukup tinggi menuai beragam keluhan masyarakat. Garis pengurang kecepatan atau speed trap itu tersebut terpasang mulai dari depan Kantor Kejaksaan Tinggi Kalbar, hingga persimpangan Jalan Palapa.


Forum Lalu Lintas Kota Pontianak, melakukan evaluasi. Kasat Lantas Polresta Pontianak, Kompol Rio Sigal Hasibuan, menjelaskan jika ketinggian pita penggaduh itu hanya 100-120 milimeter dan itu masih jauh dari batas maksimal pita penggaduh dalam peraturan Menteri Perhubungan.

“Ketinggiannya sekitar 100 hingga 120 milimeter. Dan ini masih jauh dari batas ketinggian maksimal rumble strip yang tertera dalam Peraturan Menteri Perhubungan,” kata Rio, usai meninjau lokasi.

Sementara, menurut Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 82 Tahun 2018 tentang Alat Pengendali dan Pengaman Pengguna Jalan. Pasal 51 menyebutkan pita penggaduh ditempatkan dan dipasang sebelum perlintasan sebidang kereta api, sekolah, pintu tol, atau tempat-tempat berbahaya.

Dalam sebuah postingan masyarakat menanggapi pita penggaduh selain terlalu tebal, pita penggaduh juga tidak cocok untuk area tersebut.

keluhan warganet menanggapi pita penggaduh

Masyarakat menilai area tersebut bukanlah pintasan kereta api, sekolah, pintu tol, atau tempat-tempat berbahaya sebagaimana Perhub Nomor 82 Tahun 2018.




Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kota Pontianak

Luas Area Karhutla Pontianak Mencapai 40 Hektar

Published

on

Luas Area Karhutla Pontianak Mencapai 40 Hektar
Wali Kota Pontianak beserta Kapolres dan Dandim dalam kegiatan memadamkan api pada hari minggu 28 februari 2021 - Foto dok Edi Kamtono

Gencil News – Luas area akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada wilayah Kota Pontianak mencapai 40 hektar. Wali Kota Edi Kamtono mengakui sudah mengantongi nama pemilik lahan, dan Edi Kamtono sudah menyiapkan sanksi tegas akibat kebakaran ini.

Edi Kamtono mengatakan bahwa pemilik lahan ada yang memang berdomisili di Pontianak, ada juga yang di luar Pontianak sehingga tidak tahu kalau lahannya terbakar.

Saat ini pihak Pemkot Pontianak melakukan penyegelan terhadap sejumlah lokasi lahan yang terbakar. Selanjutnya Wali Kota Edi akan menindak tegas pelaku pembakaran dan pemilik lahan.

“Harus ada tindakan hukum terhadap mereka supaya ada efek jera tidak membakar lahan dan tidak lalai,” jelasnya

 status Kota Pontianak saat ini sudah masuk darurat asap sehingga perlu melakukan penanganan darurat terhadap kebakaran lahan. Penanganan kebakaran lahan sebagian sudah diatasi namun hal ini tidak bisa hanya sesaat tetapi harus secara sporadis.

“Hanya hujan yang bisa efektif memadamkan api secara total. Tetapi hujannya harus deras, kalau hujannya tidak deras, tidak terlalu signifikan,” ungkap Edi.

Dengan ditetapkannya status Pontianak darurat asap, dirinya meminta seluruh pihak bersinergi dalam menanggulangi kebakaran lahan yang terjadi. Pihaknya juga mengalokasikan anggaran untuk menangani kebakaran lahan melalui dana yang tersedia di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak.

“Selain itu pula kita ada dana tidak terduga untuk penanganan kebakaran lahan ini,” ucapnya.

Continue Reading

Kota Pontianak

Kualitas Udara Pontianak Berbahaya, Warga Diminta Kurangi Aktivitas

Published

on

Kualitas Udara Pontianak Berbahaya, Warga Diminta Kurangi Aktivitas

Gencil News – Kualitas udara di Kota Pontianak menunjukan kondisi yang berbahaya. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono minta kepada warga untuk dapat mengurangi aktivitas luar rumah.

Indeks Kualitas Udara Kota Pontianak hari ini (02/03/2021) menunjukan tingkat polusi udara masuk dalam kategori tidak sehat. Sedangkan Indeks Kualitas udaranya menunjukan angka pada 161.

Sejak tanggal 28 februari hingga 1 maret 2021, angka  indeks kualitas udara (AQI) Kota Pontianak sangat fluktuatif, namun angka-angka tersebut masih menunjukan kondisi yang tidak sehat bagi pernafasan.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengimbau masyarakat untuk tetap mengenakan masker serta mengurangi aktivitas di luar rumah.

Hal ini menyikapi kondisi terkini kualitas udara di Kota Pontianak yang memburuk dan membahayakan bagi kesehatan akibat asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Melihat kondisi udara demikian, kita minta masyarakat tetap menggunakan masker apabila keluar rumah dan mengurangi aktivitas di luar rumah,” ujarnya

Saat ini pihaknya bersama TNI/Polri beserta petugas pemadam kebakaran swasta berupaya memadamkan api pada titik-titik wilayah yang terjadi kebakaran lahan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi asap yang kian tebal dan mempengaruhi kualitas udara.

Apalagi kondisi yang ada diperparah dengan asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di kabupaten sekitar seperti Kubu Raya dan lainnya.

“Pemadaman kita lakukan secara sporadis supaya tidak ada lagi titik api karena lahan gambut ini rawan api bisa menyala kembali,” sebutnya.

Dikatakannya, status Kota Pontianak saat ini sudah masuk darurat asap sehingga perlu melakukan penanganan darurat terhadap kebakaran lahan.

Penanganan kebakaran lahan sebagian sudah diatasi namun hal ini tidak bisa hanya sesaat tetapi harus secara sporadis.

“Hanya hujan yang bisa efektif memadamkan api secara total. Tetapi hujannya harus deras, kalau hujannya tidak deras, tidak terlalu signifikan,” ungkap Edi.

Dengan ditetapkannya status Pontianak darurat asap, dirinya meminta seluruh pihak bersinergi dalam menanggulangi kebakaran lahan yang terjadi. Pihaknya juga mengalokasikan anggaran untuk menangani kebakaran lahan melalui dana yang tersedia di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak.

“Selain itu pula kita ada dana tidak terduga untuk penanganan kebakaran lahan ini,” ucapnya.

Edi menambahkan, luas areal lahan yang terbakar hampir mencapai 40 hektar. Sebagian lahan yang terbakar, ada yang sudah dikantongi nama pemiliknya.

Pemilik lahan ada yang memang berdomisili di Pontianak, ada juga yang di luar Pontianak sehingga tidak tahu kalau lahannya terbakar. Pihaknya melakukan penyegelan terhadap sejumlah lokasi lahan yang terbakar.

“Harus ada tindakan hukum terhadap mereka supaya ada efek jera tidak membakar lahan dan tidak lalai,” jelasnya.

Continue Reading

Kota Pontianak

Pemkot Pontianak Siapkan Dana Tak Terduga Untuk Atasi Karhutla

Published

on

Pemkot Pontianak Siapkan Dana Tak Terduga Untuk Atasi Karhutla
Pemkot Pontianak Siapkan Dana Tak Terduga Untuk Atasi Karhutla - Foto BNPB Kota Pontianak

Gencil News – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak sudah menyiapkan dana tak terduga untuk atasi karhutla yang melanda wilayah Kota Pontianak. Wali Kota Edi Kamtono akui pihaknya sudah mengalokasikan sejumlah dana untuk menangani kebakaran hutan dan lahan di Kota Pontianak.

Dengan ditetapkannya status Pontianak darurat asap, dirinya meminta seluruh pihak bersinergi dalam menanggulangi kebakaran lahan yang terjadi.

Pihaknya juga mengalokasikan anggaran untuk menangani kebakaran lahan melalui dana yang tersedia di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak.

“Selain itu pula kita ada dana tidak terduga untuk penanganan kebakaran lahan ini,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kota Pontianak per 1 Maret 2021 pukul 13.00 WIB, terpantau kualitas udara Particulate Matter (PM)2,5 dengan angka 411 atau masuk kategori berbahaya.

Sedangkan berdasarkan PM10 mencapai angka 261 atau sangat tidak sehat. Saat ini pihaknya bersama TNI/Polri beserta petugas pemadam kebakaran swasta berupaya memadamkan api pada titik-titik wilayah yang terjadi kebakaran lahan.

Hal ini bertujuan untuk mengurangi asap yang kian tebal dan mempengaruhi kualitas udara. Apalagi kondisi yang ada diperparah dengan asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di kabupaten sekitar seperti Kubu Raya dan lainnya.

“Pemadaman kita lakukan secara sporadis supaya tidak ada lagi titik api karena lahan gambut ini rawan api bisa menyala kembali,” sebutnya.

Continue Reading

Advertisement

KORAN GENCIL NEWS

TRENDING