Connect with us

Kota Pontianak

Pemerintah Kota Pontianak “Tekor” Hingga Rp 470 Miliar

Published

on

Pemerintah Kota Pontianak "Tekor" Hingga Rp 470 Miliar

GENCIL NEWS – Pemerintah Kota Pontianak (Pemkot) “Tekor” Hingga Rp 470 Miliar. Anggaran Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak mengalami defisit dari total anggaran Rp 1.8 Triliyun.

Walikota Pontianak Edi Kamtono penyebab defisit anggaran Pemkot karena Pandemi Covid-19.

Untuk menangani hal ini, Edi Kamtono akan bertemu dengan DPRD Kota Pontianak.

Mengatasi masalah defisit anggaran. Edi telah menginstruksikan agar Pemkot melakukan penghematan anggaran.

Seperti perjalanan dinas bagi Kepala Organisasi Perangkat Daerah dan akan menghitung ulang APBD Perubahan.

Walikota optimistis semoga defisit ini tidak memberikan dampak yang besar karena sektor usaha perlahan mulai bergerak.

“Mudah-mudahan dengan mulai bergeraknya sektor perhotelan, restoran dan rumah makan, maka pajak mulai meningkat,” ucap Edi.

Dia berharap, dengan normal baru ini, maka ekonomi mulai bergerak, sehingga Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga mengalami peningkatan, seperti di sektor pajak hotel, restoran, parkir dan lainnya, sehingga bisa mengurangi defisit anggaran tersebut.

Edi berharap dengan dimulainya normal baru ekonomi akan terus bergerak. Dan berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah.

Diharapkan mampu meraup pemasukan dari sektor pajak hotel. Restoran. Parkir dan lainnya.

Pandemi Covid -19 membuat pemasukan Pemkot Pontianak anjlok. Dalam kurun waktu tiga bulan pendapatan dari sektor pajak nyaris tidak ada.

Edi mencontohkan. Biasanya setiap bulan, penerimaan daerah Pontianak dari sektor pajak hiburan, bisa mendapat sekitar Rp 2 miliar.

Namun, akibat pandemi pada Maret 2020 hanya mendapat Rp100 juta saja dan April nol rupiah.

“April 2020 tidak ada sama sekali pemasukan di sektor pajak hiburan tersebut, sektor lain juga berdampak yang sama,” ungkap Edi.

Pemkot Pontianak akan melakukan penghematan di semua sektor, seperti tidak ada perjalanan dinas, belanja infrastruktur, dan belanja barang dan jasa yang dilakukan pengurangan masing-masing sebesar 50 persen.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Kota Pontianak

Pemkot Pontianak Lampaui Target Pendapatan Pada 2019

Published

on

Pemkot Pontianak Lampaui Target Pendapatan Pada 2019
Pemkot Lampaui Target Pendapatan Tahun Anggaran 2019 foto Pemkot Pontianak

GENCIL NEWS – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak melampaui target pendapatan pada tahun anggaran 2019 lalu.

Dari sisi pendapatan, target yang ditetapkan senilai Rp1,74 triliun, sedangkan realisasinya sebesar Rp1,76 triliun atau 101,04 persen.

“Rata-rata target di atas 100 persen walaupun ada beberapa yang di bawah target tapi sebagian besar di atas 100 persen,” ujarnya saat menyampaikan pidato terhadap penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kota Pontianak tahun anggaran 2019 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Pontianak, Senin (13/7/2020).

Selain itu, pihaknya juga berhasil melakukan penghematan-penghematan. Dari realisasi pendapatan, belanja dan pembiayaan, Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) tahun anggaran 2019 sebesar Rp185,92 miliar.

“Alhamdulillah hasil audit dari BPK, kita mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” ungkapnya.

Ia memaparkan, laporan keuangan berbasis akrual yang disajikan Pemkot Pontianak pada tahun anggaran 2019 sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 71 tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan mencakup tujuh komponen laporan keuangan.

“Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih, Laporan Arus Kas, Laporan Operasional, neraca, Laporan Perubahan Ekuitas dan Catatan atas Laporan Keuangan,” pungkasnya.(pemkot pontianak)

Continue Reading

Kota Pontianak

Walikota Ingatkan Warga Tetap Waspada, Pontianak “Zero” Covid-19

Published

on

Walikota Ingatkan Warga Tetap Waspada, Pontianak Zero Covid-19

GENCIL NEWS – Walikota Pontianak Edi Kamtono ingatkan warga agar tetap waspada, walaupun pada saat ini Kota Pontianak nihil pasien covid-19, setelah satu pasien yang dirawat di rumah sakit dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Data terakhir yang dilansir dari https://covid19.pontianakkota.go.id, kasus konfirmasi positif Covid-19 di Pontianak berjumlah 118 kasus.

Dari jumlah tersebut lima diantaranya meninggal dunia dan sisanya dinyatakan sembuh. Edi mengingatkan seluruh masyarakat agar tetap waspada dengan tetap menjalankan protokol kesehatan sebagai bentuk adaptasi kebiasaan baru.

Nihil kasus konfirmasi baru positif maupun pasien Covid-19 yang dirawat di Kota Pontianak saat ini, lanjut dia, tidak serta merta membuat pihaknya terburu-buru untuk menentukan status sebagai zona hijau.

“Kita jangan terlalu over confidence dengan kondisi tidak adanya kasus positif Covid-19 yang baru saat ini sebab virus masih ada dan mobilitas warga masih tinggi,” tutur Edi.

Menurutnya, hal itu perlu diterapkan sebab mobilitas masyarakat saat ini masih tinggi. Terlebih dari daerah pandemi seperti di Jakarta dan Pulau Jawa yang masih tinggi kasus positif Covid-19.

“Oleh sebab itu, kita masih harus tetap waspada agar jangan sampai kasus positif Covid-19 meningkat lagi,” pesannya. 

Continue Reading

Kota Pontianak

Walikota Kota Pontianak Siap Buka-bukaan Penggunaan Anggaran Covid-19

Published

on

Walikota Kota Pontianak Siap Buka-bukaan Penggunaan Anggaran Covid-19

GENCIL NEWS – Walikota Pontianak Edi Kamtono menyatakan siap buka-bukaan penggunaan anggaran Covid-19. Walikota Pontianak Edi Kamtono juga memastikan bahwa penggunaan anggaran selama Covid-19 siap dipublikasikan.

Dilansir dari tribunnews Walikota mengatakan bahwa untuk penggunaan anggaran ini masih dinamis.

“Sementara untuk urusan anggaran, semuanya masih dinamis. Anggaran ini bergerak, nanti akan kami publikasikan, seperti bedah APBD tiap tahun akan dibuka,” ujarnya, Jumat (10/7/2020). 

Pemkot menganggarkan biaya sebesar Rp 114 Miliar untuk penanganan Covid-19. Edi menyampaikan walaupun Pemerintah Pusat memberikan kelonggaran dalam penggunaan anggaran penanganan Covid-19. Pihaknya mengaku semua penggunaan anggaran ini dalam pantauan lembaga pengawas.

“Instansi seperti KPK, BPK, BPKP dan APIP turun langsung melakukan pengawalan. KPK juga memantau kami, BPKP juga melakukan uji petik,” ujarnya seperti dilansir dari Tribunkalbar.

“Yang pasti setiap proses pengeluaran ada mekanisme karena kita sudah biasa dengan akuntabilitas,” ujarnya

Anggaran sebesar Rp 114 Miliar ini digunakan untuk penanganan pandemi Covid-19, dana ini tidak semua digunakan. Karena Pemkot berhasil mengendalikan penyebarannya.

Pemkot Pontianak saat ini melakukan penghematan dan cermat menggunakan anggaran karena dikhawatirkan, munculnya kluster baru Covid-19 di Pontianak. Apalagi semenjak adaptasi kebiasaan baru diterapkan, masih ada masyarakat yang tidak patuh pada protokol pencegahan Covid-19.

“Jika tak ada lagi tambahan kasus, anggaran yang berhasil dihemat tersebut akan direalokasikan dalam perubahan anggaran untuk pemulihan ekonomi.” pungkasnya.

Continue Reading

TRENDING