Pemkot Pontianak Segel 5 Lokasi Lahan Yang Terbakar
Connect with us

Kota Pontianak

Pemkot Pontianak Segel 5 Lokasi Lahan Yang Terbakar

Published

on

Pemkot Pontianak Segel 5 Lokasi Lahan Yang Terbakar

Gencil News – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menyegel lima lokasi lahan yang terbakar. Bentangan spanduk yang bertuliskan ‘Lokasi Ini Dalam Pengawasan’ terpasang di depan lahan yang terbakar berdasarkan Peraturan Wali Kota nomor 55 tahun 2018.

Dalam perwa tersebut, disebutkan, lahan yang terbakar dalam arti tidak disengaja, tidak boleh ada aktivitas pemanfaatan di lahan tersebut selama tiga tahun.

Sedangkan lahan yang sengaja dibakar, selain tidak diperkenankan memanfaatkan lahan, juga tidak diberikan perizinan dalam bentuk apapun selama lima tahun sejak awal terjadi kebakaran.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menerangkan, pihaknya akan menindak tegas terhadap pemilik lahan maupun pembakar lahan yang mengakibatkan kerugian banyak pihak. Oleh sebab itu, pihaknya menyegel lahan yang terbakar tersebar di Kecamatan Pontianak Tenggara dan Selatan. Sementara ada lima lokasi yang disegel. P

ihaknya bekerjasama dengan Kantor Pertanahan Kota Pontianak untuk menelusuri status kepemilikan lahan-lahan yang terbakar. Bahkan, dari beberapa lokasi lahan yang terbakar, ada yang dipersiapkan untuk dibangun perumahan.

“Dilihat dari lokasi yang disegel, jelas akan dibangun perumahan, harus ada tindakan hukum supaya memberikan efek jera tidak membakar lahan dan tidak lalai,” tegasnya saat menyegel lahan yang terbakar di Jalan Perdana Pontianak Tenggara, Sabtu (27/2/2021).

Saat ini, lanjut Edi, sudah ada dua orang yang diamankan oleh pihak Polresta Pontianak Kota sepanjang terjadinya kebakaran lahan di Pontianak. Dua orang itu adalah pemilik lahan dan warga yang membakar lahan. Pihaknya tengah melakukan penelusuran terhadap lahan-lahan yang terbakar.

“Yang pasti tanah-tanah yang sudah dipetakan oleh BPN akan dibekukan sementara hingga kurun waktu tiga sampai lima tahun sesuai Perwa nomor 55 tahun 2018,” katanya.

Ia menambahkan, tidak menutup kemungkinan jumlah orang yang diamankan terkait kebakaran lahan bisa bertambah. Dirinya memperkirakan luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 40 hektar. Oleh karena Pontianak sudah masuk darurat asap, ia berharap semua pihak saling bersinergi. Pemkot Pontianak dalam hal ini juga dibantu TNI/Polri serta pemadam kebakaran swasta dalam menangani kebakaran lahan yang terjadi.

” Lahan gambut yang terbakar ini kan merembet, sehingga kita terus mengisolir titik-titik kebakaran agar tidak meluas,” tutur Edi.

Menurutnya, kualitas udara yang kian menurun akibat dari asap kebakaran lahan, harus segera ditangani dengan memadamkan api di titik-titik wilayah yang ada di Kota Pontianak. Hal ini untuk mengurangi tebalnya asap yang menyelimuti sebagian besar wilayah Kota Pontianak. Terlebih, asap yang ada tidak hanya berasal dari Kota Pontianak saja, namun juga asap dari kabupaten sekitar seperti Kabupaten Kubu Raya dan lainnya.

“Langkah pertama, kita lakukan pemadaman secara sporadis supaya tidak ada lagi titik api. Kedua, bagi warga tetap menggunakan masker apabila keluar rumah dan mengurangi aktivitas di luar rumah,” imbaunya.

Kapolresta Pontianak Kota Kombes Pol Leo Joko Triwibowo menyatakan, hingga saat ini sudah ada dua orang yang dijadikan tersangka, yakni satu pemilik dan satu lagi pekerja yang disuruh untuk membakar. Pihaknya akan mendalami perkembangan apabila ada saksi dan bukti lainnya, tidak menutup kemungkinan akan bertambah lagi jumlah tersangka yang membakar lahan.

“Terhadap dua tersangka hingga kini sudah masuk dalam proses tahap penyidikan,” sebutnya.

Ia mengatakan, pihaknya akan melakukan penyelidikan terhadap lahan-lahan yang terbakar disertai dengan dua alat bukti dan saksi serta bukti-bukti lainnya. Kendala yang kerap dihadapi, para pembakar lahan ini melakukannya secara sembunyi-sembunyi.

“Kami akan upayakan mendapatkan bukti-bukti tersebut,” katanya.

Selain pembekuan lahan, para pemilik dan pembakar lahan terancam sanksi sebagaimana yang diatur dalam Perwa nomor 55 tahun 2018 tentang larangan pembakaran lahan. Pemilik lahan yang lahannya sengaja dibakar, wajib mengganti seluruh biaya pemadaman yang besarnya ditetapkan oleh instansi terkait. Kemudian setiap orang dan atau badan hukum yang melakukan pembakaran lahan dapat diberikan hukuman pidana sesuai dengan peraturan perundangan.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kota Pontianak

Wako Edi Ajak Belanja Takjil, Sebagai Upaya Bangkitkan Ekonomi

Published

on

By

Wako Edi Ajak Belanja Takjil, Sebagai Upaya Bangkitkan Ekonomi

Gencil News – Wako Edi Kamtono mengajak kepada masyarakat yang memiliki rezeki yang lebih, untuk belanja takjil. Wako Edi ajak belanja takjil adalah sebagai bentuk kampanye Wako untuk mendorong perekonomian rakyat agar lebih baik.

 Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memanfaatkan waktu luang setiap sore menjelang berbuka puasa untuk berburu takjil.

Aksi berburu takjil yang dilakukannya ini dengan memborong kue-kue yang dijual pedagang juadah. Takjil yang diborongnya tidak hanya untuk dirinya sekeluarga, tetapi juga dibagi-bagikan kepada masyarakat.

Edi mengajak masyarakat untuk membeli takjil yang dijual oleh para pedagang juadah. Ia berharap dengan banyaknya masyarakat yang membeli kue-kue yang dijual oleh para pedagang kecil, bisa membangkitkan semangat mereka untuk berjualan takjil demi meningkatkan pendapatan mereka.

“Para pedagang kecil seperti penjual takjil ini perlu kita support, caranya dengan membeli dagangan mereka,” ujarnya, Minggu (18/4/2021).

Menurutnya, hampir sebagian besar masyarakat merasakan dampak pandemi Covid-19. Tak terkecuali para pedagang kecil yang berjualan kue.

Betapa tidak, pendapatan mereka drastis menurun akibat daya beli masyarakat yang kian merosot. Oleh sebab itulah, ia mengajak masyarakat yang mempunyai rejeki lebih untuk membeli takjil lebih banyak, kemudian takjil-takjil tersebut bisa dibagikan ke masjid-masjid atau orang-orang yang ditemui.

Namun bila tidak, cukup membeli untuk kebutuhan sekeluarga. “Insha Allah para pedagang takjil merasa terbantukan dengan kita membeli dagangan mereka,” ucapnya.

Continue Reading

Kota Pontianak

Wako Edi Kenang Almarhumah Ibu Djaedah Sebagai Sosok “Ngemong”

Published

on

Wako Edi Kenang Almarhumah Ibu Djaedah Sebagai Sosok "Ngemong"
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono hadir pada pemakaman Ibunda Gubernur Kalbar

Gencil News – Wako (Wali Kota) Pontianak Edi Rusdi Kamtono kenang almarhumah ibu Djaedah, ibu dari Gubernur Sutarmidji adalah sebagai sosok yang “Ngemong”. Ngemong berasal dari bahasa Jawa yang artinya “Segala sesuatu yang berkaitan dengan pola asuh anak, berupa kebaikan-kebaikan”.

 Ketika Wako Edi bertemu Hj Djaedah binti Said Lajim semasa hidup, ia melihat tipikal seorang ibu yang menjaga dan melindungi keluarga.

 “Ketika saya bertemu, kelihatan sekali beliau tipikal ibu yang ngemong,” kata Wako Edi kenang almarhumah.

“Saya atas nama pribadi dan sekeluarga beserta Pemerintah Kota Pontianak mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya ibunda Djaedah,” ujarnya saat diwawancarai usai pemakaman jenazah almarhumah di Gang Tengah.

Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan ini. “Semoga beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah,SWT,” tutupnya.

Continue Reading

Kota Pontianak

Antisipasi Siklon Surigae, Kodim 1207 Siagakan Pasukan

Published

on

Antisipasi Siklon Surigae, Kodim 1207 Siagakan Pasukan
📷"Pasukan Pemukul Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PPRCPB) Kodim 1207/BS ini disiapsiagakan dalam rangka mengantisipasi kemungkinan terjadinya potensi bencana Alam Siklon Tropis Surigae," Kata Dandim.

Gencil News – Dalam rangka antisipasi dampak Siklon Tropis Surigae, Kodim 1207/BS melaksanakan apel gelar Pasukan Pemukul Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PPRCPB) di Makodim Jl. Gusti Sulung Lelanang, Kota Pontianak.

Dalam sambutannya Dandim 1207/BS, Kolonel Inf Jajang Kurniawan, S.I.P., M.M., mengatakan, menurut analisa BMKG per 16 April 2021 pukul 19.00 Wib dan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BPBN) tentang dampak terhadap cuaca di Indonesia (Siklon Tropis Surigae) khususnya Kalimantan Barat.

“Pasukan Pemukul Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PPRCPB) Kodim 1207/BS ini disiapsiagakan dalam rangka mengantisipasi kemungkinan terjadinya potensi bencana Alam Siklon Tropis Surigae,” Kata Dandim.

Selanjutnya Dandim menyampaikan, Siklon Tropis Surigae memberikan dampak terhadap cuaca di Indonesia khususnya di wilayah Kota Pontianak dan Kab. Kubu Raya. Dalam 24 jam ke depan di wilayah Kalimantan Barat potensi hujan dengan intesitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir serta angin kencang.

“Masyarakat harus mewaspadai dampak bencana siklon tropis surigae. Mudah-mudahan bencana siklon tropis surigae ini tidak terjadi di Kota Pontianak dan Kab. Kubu Raya,” harap Dandim mengakhiri.

Continue Reading

Kota Pontianak

Wako Minta Warga Waspada Perubahan Cuaca Yang Ekstrem

Published

on

Wako Minta Warga Waspada Perubahan Cuaca Yang Ekstrem

Gencil News – Wako Edi Kamtono minta kepada warganya untuk waspada dengan adanya perubahan cuaca yang ekstrem di Kota Pontianak. Wako juga minta kepada warga untuk melakukan persiapan dini guna menghadapi cuaca yang ekstrem.

Adanya badai tropis surigae itu berpotensi menyebabkan meningkatnya potensi hujan lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang dan gelombang tinggi. Hal tersebut sebagaimana yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

“Masyarakat kita imbau agar mewaspadai apabila terjadi tanda-tanda alam seperti awan gelap, angin kencang dan lainnya,” ujarnya

Edi mengimbau masyarakat untuk mewaspadai dampak yang dipicu cuaca ekstrem, seperti hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang.

Angin kencang berpotensi mengakibatkan tumbangnya pohon, kerusakan atap rumah dan sebagainya.

“Kita berharap warga mengantisipasi apabila kondisi cuaca demikian,” imbaunya.

Selain mengingatkan warga untuk waspada, Edi juga minta jajaran instansi terkait, terutama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak untuk terus memonitor dan berkoordinasi dengan BMKG terkait kondisi cuaca secara berkala.

Ia juga meminta BPBD sudah mempersiapkan segalanya sebagai antisipasi menghadapi cuaca ekstrim.

“Saya minta BPBD Kota Pontianak bergerak cepat dan tanggap apabila terjadi bencana akibat cuaca ekstrem,” tuturnya.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

TRENDING