Pemkot Pontianak Wujudkan Kota Ramah Sepeda Untuk Kurangi Polusi
Connect with us

Kota Pontianak

Pemkot Pontianak Wujudkan Pontianak Ramah Sepeda Kurangi Polusi

Published

on

Pemkot Pontianak Wujudkan Pontianak Ramah Sepeda Kurangi Polusi

Gencil NewsWali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menerima kunjungan pengurus Bike to Work (B2W) Indonesia. Dalam kunjungan itu, pengurus B2W mengapresiasi kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak yang berkomitmen mewujudkan Pontianak sebagai kota yang ramah sepeda.

Salahsatunya menyediakan jalur sepeda di beberapa ruas jalan serta taman sepeda.

”Tentunya dengan bersepeda, selain baik bagi kesehatakan, juga untuk meningkatkan kualitas lingkungan karena mengurangi polusi udara,” ujarnya usai menerima kunjungan di ruang tamu VIP Wali Kota, Senin (11/1/2021).

Ia juga berharap pengurus B2W Kota Pontianak berkoordinasi dengan Pemkot Pontianak dengan memberikan ide, saran dan masukan terkait mewujudkan Pontianak sebagai kota yang ramah sepeda. Misalnya adanya masukan untuk membuat rumah sepeda di taman sepeda.

Rumah sepeda itu sebagai sekretariat tempat berkumpulnya para penggemar sepeda untuk berdiskusi.

“Untuk taman sepeda kita targetkan tahun 2021 selesai,” katanya.

Ketua B2W Indonesia Putut Sudaryanto menerangkan, kedatangan pihaknya dari Jakarta ke Pontianak untuk menyampaikan secara langsung apresiasi kepada Pemkot Pontianak yang dalam beberapa waktu terakhir betul-betul memberikan perhatian kepada pengguna sepeda dalam rangka penggunaan sepeda sebagai transportasi sehari-hari.

“Apalagi mengajak masyarakat luas untuk mengurangi ketergantungan dalam penggunaan kendaraan bermotor khususnya pribadi,” terangnya.

Taman Sepeda

Menurutnya, pembangunan taman sepeda oleh Pemkot Pontianak sebagai ide yang luar biasa. Demikian pula penyediaan jalur sepeda pada beberapa ruas jalan di Pontianak. Hal itu sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan nomor 59 tahun 2020.

Untuk itu, kata Putut, pihaknya memberikan apresiasi kepada Pemkot Pontianak yang mulai menunjukkan perhatian. Terhadap keselamatan pengguna sepeda yang harus terwujud dengan menyediakan jalur sepeda.

Meskipun jalur sepeda tersebut jumlahnya belum banyak, akan tetapi semua itu menurutnya sebagai bagian dari proses.

“Kami sadari segala sesuatu tidak bisa kami lakukan secara instan. Saya kira ini langkah baik yang Pemkot Pontianak lakukan,” imbuh Putut.

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan rencana kegiatan bertajuk Srikandi Bike to Work Indonesia. Jika memang event tersebut mendapat persetujuan dari Satgas Covid-19 serta kondisi pandemi Covid-19 sudah membaik. Rencananya akan terlaksana pada Juni 2021.

“Namun apabila kondisi pandemi belum juga membaik. Maka akan menunda sesuai kondisi karema bagaimanapun kita harus bersama untuk ikut mencegah penyebaran Covid-19,” ucapnya.

Ia menjelaskan, untuk Srikandi Bike to Work Indonesia, kegiatan yang dilakukan adalah menjelajah dari Banjarmasin menuju Kota Pontianak oleh 16 perempuan dengan bersepeda bersama.

Tujuannya untuk mengkampanyekan penggunaan sepeda sebagai alat transportasi, mendukung lingkungan hidup sekaligus sport tourism yang ada di sepanjang perjalanan.

Rencananya, dari 16 pesepeda tersebut, 6 orang salahsatunya berasal dari Kalimantan, mulai dari Kalteng, Kalsel dan Kalbar dengan masing-masing dua orang perwakilan. Selebihnya akan mengambil dari berbagai pulau yang ada di Indonesia.

“Sehingga ada keberagaman peserta mewakili semua daerah di Indonesia,” pungkasnya. 

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kota Pontianak

Canangkankan Vaksinasi, Edi Sebut Pentingnya Divaksin

Published

on

Canangkankan Vaksinasi, Edi Sebut Pentingnya Divaksin

Gencil News – Sebanyak 22 calon peserta vaksinasi Covid-19 hadir pada pencanangan vaksinasi Covid-19 di halaman Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak Jalan Ahmad Yani, Kamis (21/1/2021). Sebanyak 22 peserta tersebut terdiri dari Forkopimda Kota Pontianak, pejabat, ASN, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, komunitas dan jurnalis.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para peserta vaksinasi Covid-19 yang telah bersedia diimunisasi vaksin Sinovac. Pencanangan vaksinasi ini tujuannya sebagai role model bagi masyarakat Kota Pontianak pentingnya diimunisasi vaksin Covid-19 dalam melindungi diri dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Kita terus mensosialisasikan vaksinasi kepada masyarakat secara luas,” ujarnya.

Bagi mereka yang telah menjalani vaksinasi, akan menerima lembaran bukti vaksinasi Covid-19 sebagai data bagi yang bersangkutan untuk berbagai keperluan. “Setelah menjalani vaksinasi yang pertama ini, mereka akan kembali lagi untuk divaksin dalam waktu 14 hari ke depan,” katanya.

Dijelaskannya, saat ini sebanyak 725 tenaga kesehatan (nakes) sudah divaksin. Jumlah itu akan terus bertambah. Selanjutnya vaksinasi juga ditujukan kepada TNI, Polri maupun ASN, terutama pejabat dan guru. Guru perlu mendapatkan vaksin supaya pembelajaran tatap muka bisa dilakukan. “Kemudian juga bagi masyarakat yang rentan terhadap penularan Covid-19,” ungkap Edi.

Menurut Edi, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak akan terus melihat perkembangan vaksinasi Covid-19. Proses vaksinasi ditujukan bagi mereka yang belum pernah terpapar dan tidak ada penyakit bawaan atau komorbid. Sehingga untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 harus melewati proses screening. “Jika hasil screeningnya membolehkan baru dilakukan vaksinasi,” terang dia.

Sementara itu, lanjutnya, apabila ada yang menolak untuk divaksin, pihaknya akan menelusuri terlebih dahulu latar belakang atau alasan penolakannya. Namun dirinya yakin warga Kota Pontianak sudah memahami ikhtiar pentingnya vaksinasi Covid-19. “Karena selain melindungi diri, vaksin juga untuk melindungi orang-orang di sekitar kita,” imbuhnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu menerangkan, memang pada awalnya jumlah calon peserta vaksinasi sebanyak 22 orang. Namun dalam proses pelaksanaannya, terutama pada saat screening, ada beberapa diantaranya ditunda vaksinasinya karena beberapa sebab. “Misalnya ada beberapa yang saat discreening ternyata tekanan darahnya naik sehingga ditunda vaksinasi terhadap bersangkutan,” paparnya.

Terhadap mereka yang belum bisa divaksin tersebut akan didaftarkan dan dimasukkan pada periode vaksinsi selanjutnya. Setelah pencanangan vaksinasi ini, sambung Sidiq, selanjutnya vaksinasi menyasar kepada TNI, Polri dan ASN, dalam hal ini diprioritaskan bagi guru atau tenaga pendidik. Hal tersebut bertujuan agar proses pendidikan bisa berjalan kembali karena selama ini menjadi permasalahan yang dihadapi semua pihak. “Jika guru telah diimunisasi maka keyakinan pendidikan bisa bergerak dan anak-anak bisa belajar dengan baik,” jelasnya.

Continue Reading

Kota Pontianak

Pemkot Pontianak Canangkan Vaksinasi Sebagai Role Model Masyarakat

Published

on

By

Pemkot Pontianak Canangkan Vaksinasi Sebagai Role Model Masyarakat
Pencanangan Vaksinasi Covid-19 Di Pontianak

Gencil News – Sebanyak 22 calon peserta vaksinasi Covid-19 hadir pada pencanangan vaksinasi Covid-19 di halaman Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak Jalan Ahmad Yani, Kamis (21/1/2021).

Ke-22 peserta tersebut terdiri dari Forkopimda Kota Pontianak, pejabat, ASN, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, komunitas dan jurnalis.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para peserta vaksinasi Covid-19 yang telah bersedia menjalani imunisasi vaksin Sinovac.

Pencanangan vaksinasi ini tujuannya sebagai role model bagi masyarakat Kota Pontianak pentingnya imunisasi vaksin Covid-19 dalam melindungi diri dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Kita terus mensosialisasikan vaksinasi kepada masyarakat secara luas,” ujarnya.

Bagi mereka yang telah menjalani vaksinasi, akan menerima lembaran bukti vaksinasi Covid-19 sebagai data bagi yang bersangkutan untuk berbagai keperluan.

“Setelah menjalani vaksinasi yang pertama ini, mereka akan kembali lagi untuk divaksin dalam waktu 14 hari ke depan,” katanya.

Ia menjelaskan, saat ini sebanyak 725 tenaga kesehatan (nakes) sudah mendapat vaksin. Jumlah itu akan terus bertambah. Selanjutnya vaksinasi juga tujuannya kepada TNI, Polri maupun ASN, terutama pejabat dan guru. Guru perlu mendapatkan vaksin supaya pembelajaran tatap muka bisa terlaksana.

“Kemudian juga bagi masyarakat yang rentan terhadap penularan Covid-19,” ungkap Edi.

Menurut Edi, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak akan terus melihat perkembangan vaksinasi Covid-19. Proses vaksinasi tujuannya bagi mereka yang belum pernah terpapar dan tidak ada penyakit bawaan atau komorbid.

Sehingga untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 harus melewati proses screening.

“Jika hasil screeningnya membolehkan baru dilakukan vaksinasi,” terang dia.

Sementara itu, lanjutnya, apabila ada yang menolak untuk divaksin, pihaknya akan menelusuri terlebih dahulu latar belakang atau alasan penolakannya. Namun dirinya yakin warga Kota Pontianak sudah memahami ikhtiar pentingnya vaksinasi Covid-19.

“Karena selain melindungi diri, vaksin juga untuk melindungi orang-orang di sekitar kita,” imbuhnya.

Continue Reading

Kota Pontianak

Gedung Kapuas Indah Akan Jadi Lokasi Mal Pelayanan Publik

Published

on

By

Gedung Kapuas Indah Akan Jadi Lokasi Mal Pelayanan Publik
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono Survei Lokasi Yang Akan Dijadikan Mal Pelayanan Publik

Gencil News – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak berencana membangun mal pelayanan publik. Lokasinya di Gedung Kapuas Indah lantai tiga. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyatakan pembangunan mal pelayanan publik ini pengerjaannya secara multiyears pada perubahan anggaran mendatang.

Keberadaan mal pelayanan publik nantinya melayani bermacam jenis pelayanan.

“Mulai dari dokumen kependudukan seperti KTP elektronik, Kartu Keluarga, surat nikah, akta kematian dan lainnya,” ujarnya saat meninjau Gedung Kapuas Indah, Rabu (20/1/2021).

Selain dokumen kependudukan, lanjutnya, mal pelayanan publik juga melayani perizinan. Meskipun sebagian besar pelayanan perizinan sudah melalui Online Single Submission (OSS) tetapi administrasinya bisa masyarakat lakukan di mal pelayanan publik.

Sebut saja Izin Mendirikan Bangunan (IMB), izin usaha, pelayanan SIM, SKCK, paspor dan instansi lainnya. Dengan demikian pelayanan publik menjadi terpusat pada mal pelayanan publik.

“Untuk bangunan mal pelayanan publik akan kita renovasi, ini juga bagian dari penataan secara keseluruhan,” tuturnya.

Untuk kios-kios yang menempati lantai satu dan dua tetap dipertahankan dan beraktivitas seperti biasanya. Penataan dimulai dari sekarang secara bertahap. Dengan penataan kawasan ini akan menunjang aktivitas ekonomi.

Konsepnya modern tetapi tetap mempertahankan konsep tradisional dengan ciri khas masyarakat dan budaya Kota Pontianak.

“Sehingga aktivitas ekonomi bisa berjalan optimal dengan ciri khas ketradisionalan yang ada,” pungkasnya.

Continue Reading

TRENDING