Pemkot Sediakan Fasilitas Olahraga Di Taman Alun-Alun Kapuas
Connect with us

Kota Pontianak

Pemkot Sediakan Fasilitas Olahraga Di Taman Alun-Alun Kapuas

Published

on

Pemkot Sediakan Fasilitas Olahraga Di Taman Alun-Alun Kapuas

Gencil News – Fasilitas Olahraga di Taman Alun-Alun Kapuas kini dapat dirasakan oleh masyarakat Kota Pontianak. Pemkot sudah sediakan fasilitas olahraga agar fungsi Taman Alun-Alun Kapuas dapat dinikmati selain sebagai tempat rekreasi juga sebagai tempat berolahraga.

Pemerintah Kota ( Pemkot ) Pontianak sediakan fasilitas olahraga seperti gym tapi dalam bentuk sederhana namun dengan fungsi yang sama.

“ Dibeberapa taman kota pemkot sediakan fasilitas olahraga seperti alat gym sderhana agar pengunjung merasa nyaman “ Kata Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono

Taman Alun-Alun Kapuas sendiri selain terdapat miniatur Tugu Khatulistiwa sebagai icon Kota Pontianak dilengkapi pula dengan fasilitas belajar seperti perpustakaan, kursi-kursi, joging track, dan kini fasilitas alat olahraga gym.

“ Kita akan melengkapi alat olahraga gym di beberapa taman di Kota Pontianak “ ujar Edi

Pemkot akan sediakan alat gym di beberapa taman seperti Taman Sepeda, Taman Akcaya, dan daerah pinggiran waterfront. Hal ini merupakan upaya pemkot Pontianak dalam memfasilitasi alat olahraga umum untuk warga Kota Pontianak.

Sekretaris Komisi II DPRD Kota Pontianak Husin mendukung Pemkot Pontianak menambah fasilitas olahraga di beberapa taman di Kota Pontianak. agar masyarakat yang datang ke lokasi tersebut dapat menikmati fasilitas sesuai keinginan.

“ Semakin baik fasilitas yang ada di taman Kota Pontianak tentu masyarakat semakin banyak refrensi pilihan lokasi untuk dikunjungi “ ujar Husin

Ketersediaan fasiltas olahraga yang disediakan pemkot ini tentunya juga diharapkan dapat dijaga dan dipergunakan dengan baik oleh masyarakat. Sehingga fasilitas yang telah disediaka pemkot dapat dimanfaatkan dalam waktu yang lama.  

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kota Pontianak

Edi Kamtono : Duplikasi Jembatan Landak Perlu Diperbaiki

Published

on

By

Edi Kamtono : Duplikasi Jembatan Landak Perlu Diperbaiki
Edi Kamtono : Duplikasi Jembatan Landak Perlu Diperbaiki

Gencil News – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meminta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XX untuk segera memperbaiki duplikasi Jembatan Landak. Seperti yang kita ketahui, duplikasi Jembatan Landak terjadi penurunan pada oprit (jalan pendekat).

“Karena jembatan tersebut saat ini masih dalam masa pemeliharaan. Maka kami minta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional untuk segera memperbaikinya,” ujarnya, Kamis (3/12).

Saat ini, lanjutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak tengah menyempurnakan geometrik di sisi utara. Menurutnya, kondisi jembatan itu mengalami penurunan oprit karena kepadatan yang belum optimal. Untuk itu perlu melakukan overlay atau pelapisan aspal. 

“Nanti bisa lakukan pelapisan aspal dan peninggian sehingga masih aman untuk dipergunakan masyarakat,” tuturnya.

Sebelumnya masyarakat sangat menunggu kehadiran duplikasi Jembatan Landak sepanjang 504 meter . Karena akan mengurangi kemacetan akibat tingginya volume lalu lintas.

Pembangunan duplikasi Jembatan Landak sendiri melalui proses kolaborasi antara Kementerian PUPR, Pemerintah Provinsi Kalbar dan Kota Pontianak.

Terkait pembangunan jembatan ini bermulai= sejak Desember 2016. Secara resmi mulai dengan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Kementerian PUPR dan Pemerintah Kota Pontianak.

Dalam perjanjian tersebut disepakati bahwa Kementerian PUPR akan membuat Detail Engineering Design (DED) dan selanjutnya melaksanakan pembangunan. Konstruksi fisik duplikasi Jembatan Landak dimulai pada tahun 2017 dengan kontrak tahun jamak 2017-2019 senilai Rp89,71 miliar.

Sementara pihak Pemkot Pontianak telah membuat Feasibility Study (FS) dan Amdal pada tahun 2015. Kemudian melakukan pembebasan lahan dan pembangunan jalan akses sepanjang 800 meter sejak tahun 2017.

Continue Reading

Kota Pontianak

Edi Kamtono Suport Pasien Usia 95 Tahun Yang Sembuh Dari Covid-19

Published

on

By

Edi Kamtono Suport Pasien Usia 95 Tahun Yang Sembuh Dari Covid-19
Edi Kamtono Suport Pasien Usia 95 Tahun Yang Sembuh Dari Covid-19

Gencil News – Edi Kamtono sambangi pasien yang sembuh dari Covid-19 sebagai bentuk suport kepada pasien yang telah berhasil sembuh. Salah satu pasien Covid-19 yang berhasil sembuh dan menjadi sorotan adalah pasien lansia yang berusia 95 tahun.

Tadjeri Soelaiman kini berusia 95 merupakan satu dari tujuh pasien yang sembuh dan mendapat ijin untuk pulang ke rumah. Ia menjalani perawatan dan isolasi di Rusunawa Nipah Kuning sejak dua pekan lalu.

Sebelum kepulangan mereka ke rumah masing-masing, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyempatkan diri untuk memberikan bingkisan dan dukungan moril kepada mereka yang baru sembuh dari Covid-19.

“Kesembuhan tidak hanya bagi pasien yang berusia muda, bahkan yang berusia lanjut seperti Bapak Tadjeri bisa sembuh,” ujarnya saat berkunjung ke Rusunawa, Kamis (3/12/2020).

Saat ini tercatat sebanyak 40 pasien yang menjalani perawatan dan isolasi. Sebagian besar pasien menjalani isolasi antara 10 hingga 14 hari, terkecuali bagi mereka yang bergejala.

“Kita harapkan mereka yang telah sembuh ini bisa menjadi duta dalam menyampaikan pentingnya menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

Ia berharap tingkat kesembuhan lebih cepat. Dengan memberikan perawatan yang teratur, mulai dari pengobatan, menu makanan, olahraga seperti senam dan berjemur di bawah sinar matahari pagi.

Edi mengimbau warga agar tetap semangat bahwa virus ini bisa dilawan dengan menerapkan protokol kesehatan dan meningkatkan imunitas tubuh.

“Saya harapkan warga Kota Pontianak tetap waspada dan patuh pada protokol kesehatan supaya tidak muncul klaster-klaster baru,” ucapnya.

Kunci Kesembuhan Pasien Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu mengatakan kunci kesembuhan pasien Covid-19 adalah daya tahan tubuh atau imunitas. Pikiran itu dapat berpengaruh terhadap daya tahan tubuh Sehingga jika tidak stres. Selalu bergembira dan tidak pernah takut maka bisa menjadi faktor terbesar terjadinya kesembuhan.

“Tentunya dengan pikiran yang baik maka perilaku seperti makan dan aktivitas lainnya tidak terganggu,” tuturnya.

Ia menerangkan, saat pertama kali datang, pasien berusia 95 tahun itu dengan kondisi lemah. Kemudian meminta untuk dijemput di rumah untuk dirawat di Rusunawa Nipah Kuning hingga kondisi terus membaik.

“Pada saat masuk ke Rusunawa, pasien berbaring kurang lebih dua pekan yang lalu,” jelas Sidiq.

Ia menambahkan, faktor usia memang menjadi penting terhadap risiko. Akan tetapi bila faktor usia tersebut tidak terdapat komorbid, misalnya penyakit kegemukan, kencing manis dan hipertensi, maka risikonya rendah.

“Pasien ini jika dari aspek fisik tidak gemuk, bapak ini (pasien sembuh) sepertinya dia enjoy aja, jadi tidak stres dan tidak takut,” imbuhnya.

Salah satu penyebab menurunnya daya tahan tubuh adalah pikiran. Sidiq menyebut dari aspek pencegahan, setiap pasien terkonfirmasi positif Covid-19 harus melakukan isolasi.

“Kemudian bagi yang menjalani karantina baik mandiri maupun tempat isolasi maka yang harus menjadi perhatian adalah tidak boleh stres,” pesannya.

Menurutnya selama belum ada vaksin untuk mencegah virus corona, maka yang paling kuat untuk melawan adalah daya tahan tubuh.

“Karena dengan imunitas maka akan timbul kekebalan untuk melawan virus,” pungkasnya

Continue Reading

Kota Pontianak

Pontianak Raih Terbaik I Manajemen ASN Penghargaan BKN Regional V

Published

on

By

Pontianak Raih Terbaik I Manajemen ASN Penghargaan BKN Regional V
Terbaik I Manajemen ASN, Pemkot Pontianak Raih Penghargaan BKN Regional V

Gencil News – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak kesekian kalinya menerima penghargaan. Kali ini penghargaan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) Kantor Regional V Jakarta sebagai Terbaik Pertama.

Pemkot menerima penghargaan tersebut dalam Pengelolaan Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN), Implementasi Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian (SAPK). Dan Pemanfataan Computer Assisted Test (CAT) BKN kategori kota yang diterima di Jakarta pada Rabu, 2 Desember 2020. 

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menilai penganugerahan ini sebagai bentuk bahwa Pemkot Pontianak sudah melaksanakan petunjuk BKN dalam tata kelola manajemen ASN. Termasuk penerimaan CPNS yang baru saja terlaksana.

“Kita benar-benar memfasilitasi mereka terutama pada saat penerimaan CPNS, mulai dari pendaftaran, kemudian tes dan pengurusan administrasi,” ujarnya, Kamis (3/12/2020).

Dalam manajemen ASN, Edi mengatakan pihaknya memanfaatkan teknologi informasi berbasis aplikasi untuk mempermudah dan mempercepat pelayanan. Bahkan, untuk pengurusan administrasi ASN baru maupun yang akan memasuki pensiun prosesnya secara cepat dan tepat waktu sesuai aturan yang ada.

“Sehingga manajemen ASN bisa tetap lebih baik sebagai pelayanan internal,” ucapnya.

Edi menilai, segala bentuk penghargaan menjadi bagian dalam memotivasi jajarannya untuk lebih meningkatkan kinerja. Namun demikian, ia menyatakan bahwa bukan penghargaan yang menjadi tujuan utama dalam bekerja.

“Akan tetapi yang paling utama adalah kepuasan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan, itu yang terpenting,” sebutnya.

Hal itu tentu akan berdampak pada sektor-sektor lainnya. Dengan memberikan pelayanan yang cepat, prima, mudah dan ikhlas, maka seluruh aspek kehidupan juga akan lebih mudah.

“Warga juga akan merasakan kemudahan dan kenyamanan dalam pelayanan yang kita berikan,” imbuhnya.

Edi juga menilai percepatan dalam pelayanan memberikan dampak yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, peradaban dan lainnya.

“Sehingga jika kita mendapat penghargaan tentu ini menjadi bukti bahwa yang telah kita lakukan itu telah sesuai dengan koridornya,” tutur Edi.

Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Pontianak

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Pontianak, Multi Juto Bhatarendro menjelaskan. Dalam mengelola manajemen ASN, Pemkot Pontianak memanfaatkan aplikasi dari BKN, yakni SAPK.

Melalui aplikasi itu Pemkot Pontianak terus mengupdate data keseluruhan pegawai. Selain itu pula, terjalin koordinasi dan kerjasama dengan BKN melalui beberapa kegiatan salah satunya adalah penerimaan CPNS.

Ia menilai penghargaan tersebut membanggakan bagi Kota Pontianak sebab dari tiga provinsi yang menjadi wilayah kerja BKN Regional V, yakni DKI Jakarta, Lampung dan Kalimantan Barat, Kota Pontianak menduduki peringkat terbaik pertama.

“Penghargaan ini patut kita syukuri karena kita bisa meraih terbaik pertama di Regional V ini,” ungkapnya.

Pemkot Pontianak berkomitmen mewujudkan ASN yang profesional, mulai dari jabatan fungsional, struktural, administrasi umum hingga staf. Dengan komposisi ASN yang profesional dan memahami tugas pokok dan fungsinya, akan berdampak terhadap pembangunan bagi Kota Pontianak.

Hal itu sejalan dengan keinginan Wali Kota Pontianak yang menginginkan ASN di lingkungan Pemkot Pontianak menuju indeks profesional baik.

“Penghargaan ini untuk Wali Kota Pontianak sebenarnya, karena Wali Kota bisa memanage seluruh ASN dengan baik,” kata Multi.

Continue Reading

TRENDING