Penyandang Disabilitas Pontianak, Dapat Beras Bantuan Presiden
Connect with us

Kota Pontianak

Penyandang Disabilitas Pontianak, Dapat Beras Bantuan Presiden

Published

on

Penyandang Disabilitas Pontianak, Dapat Beras Bantuan Presiden

Gencil News – Muhammad Lutfi (49 tahun) tak dapat menutup kegembiraannya setelah mendapatkan beras bantuan Presiden RI, yang disalurkan melalui Pemkot Pontianak.

Sebanyak 300 paket berupa beras masing-masing 10 kilogram bantuan dari Presiden RI Joko Widodo.

Penerima beras bantuan Presiden adalah  104 orang penyandang disabilitas dan 196 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyerahkan secara simbolis sebanyak 300 paket berupa beras.

Masing-masing 10 kilogram bantuan dari Presiden RI Joko Widodo di Halaman Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pontianak, Rabu (22/9/2021).

 Muhammad Lutfi (49) yang juga Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Pontianak, menyampaikan terima kasihnya atas batuan beras dari Presiden.

“Mudah-mudahan dengan bantuan ini sebagai awal mula perhatian pemerintah terhadap penyandang disabilitas,” ujarnya.

Baca juga   Pembalap Senior Kalbar Ajak Masyarakat Bentengi Diri Dengan Vaksin

Meskipun tidak semua penyandang disabilitas menerima bantuan ini, namun ia berharap kedepan mereka yang bisa mendapatkan bantuan pada periode selanjutnya.

“Kita juga menjelaskan kepada teman-teman mungkin ini untuk tahap sekarang dulu,” katanya.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menerangkan, bantuan beras dari Presiden ini merupakan wujud kepedulian pemerintah terhadap rakyatnya. Sebab masih banyak warga yang masih membutuhkan bantuan seperti ini.

“Kita berharap ini bisa memberikan semangat kepada masyarakat untuk melaksanakan kehidupan sehari-hari ditengah pandemi Covid-19,” imbuhnya.

Dikatakannya, pemerintah pusat dan daerah senantiasa memperhatikan rakyatnya sehingga jangan sampai ada warga yang mengalami masalah kesehatan maupun sosial.

“Kemudian manfaatkan fasilitas pemerintah seperti pengobatan gratis dan pendidikan gratis hingga SMA,” pesan Edi.

Baca juga   Kunci Jawaban Buku Tematik Tema 1 Kelas 2 SD Subtema 1

Ia meminta camat dan lurah untuk bisa memediasi warga yang memang sudah seharusnya mendapatkan haknya. Selain bantuan beras, ada juga bantuan lainnya seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Sosial Tunai (BST) dan bantuan yang bersifat parsial serta stimulan.

“Baik dari pemerintah provinsi, kota, BUMN, BUMD dan masyarakat yang langsung membantu warga lainnya,” tuturnya.

Kepada Dinsos Kota Pontianak, Edi meminta agar Dinsos bisa menyajikan data yang akurat dan faktual. Misalnya ada klaster penduduk yang sangat miskin dan hampir miskin. 

“Saya berharap jangan ada satupun warga Kota Pontianak yang tidak diperhatikan, petugas Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) di lapangan saya harap bisa memetakan serta melihat kondisi masyarakat,” ucapnya.

Baca juga   Tahun 2020 Pemkot Pontianak Bakal Terapkan Tukin Bagi ASN

Kepala Dinsos Kota Pontianak Darmanelly menjelaskan, berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) tercatat 22.854 rumah tangga. Dari jumlah tersebut yang sudah mendapatkan Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 9.536 KK, program BPNT sebanyak 18.608 KK serta yang mendapatkan Bantuan Sosial Tunai sebanyak 9.000 KK.

“Memang masih ada yang belum mendapatkan bantuan tetapi itu kita sesuaikan dengan desilnya,” terangnya.

Menurutnya, warga yang terkategori miskin dan sangat miskin dipastikan sudah mendapatkan bantuan. Misalnya yang mendapatkan bantuan PKH rumahnya diperbaiki, jika listrik dan air bersihnya tidak ada maka difasilitasi, anaknya bersekolah, terus kesehatannya ditanggung BPJS. 

“Jadi banyak sekali bantuan yang kita arahkan kepada masyarakat yang masuk kategori sangat miskin sehingga diharapkan dengan bantuan tersebut mereka bisa keluar dari kemiskinan,” pungkasnya. 

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kota Pontianak

Sambut HUT Ke 250 Pontianak, HMI Tanam 250 Pohon

Published

on

Sambut HUT Ke 250 Pontianak, HMI Tanam 250 Pohon

Gencil News – Dalam rangka hari jadi ke 250 Kota Pontianak. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melakukan gerakan penanaman sebanyak 250 pohon di Gang Usaha Baru I Kelurahan Sungai Bangkong Kecamatan Pontianak Kota, Rabu (20/10/2021).

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendukung aksi yang dilakukan organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam HMI Cabang Pontianak ini. Ia menilai aksi yang dilakukan oleh kaum muda ini sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan kecintaan mereka akan Kota Pontianak. 

“Kita menanam pohon harus seperti mengurus anak bayi, harus dirawat, disiram dan bila perlu dipupuk,” pesannya.

Dalam menanam pohon, lanjutnya, jangan berpikir hasilnya, tetapi bagaimana pohon itu bisa tumbuh bagus dan subur. Seperti pohon lengkeng, mempunyai karakter bisa tumbuh tinggi sekaligus berfungsi sebagai peneduh. 

Baca juga   Bantuan Oxygen Concentrator Akan Disalurkan Ke RS Swasta Di Kalbar

Edi yakin hampir semua orang setuju dengan banyaknya pepohonan. Memang diakuinya masih ada titik-titik lokasi yang belum ditanami pohon. Untuk itu pihaknya terus berupaya memperbanyak pepohonan di penjuru Kota Pontianak. 

“Dari 100 orang yang ditanya dengan adanya pohon-pohon, dipastikan 90 persen diantaranya menyatakan lebih nyaman ada pohon, makanya setiap orang yang datang ke Pontianak mereka apresiasi karena banyaknya pepohonan,” tukasnya.

Baca juga   Libur Tahun Baru Islam 1443 Hijriah Bergeser ke 11 Agustus

Ketua Umum HMI Cabang Pontianak Hefni Maulana menuturkan aksi penanaman 250 pohon yang digelar ini sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan. Ia menilai,semaju apapun sebuah kota, ketika lingkungannya tidak terjaga dengan baik, maka itu akan mereduksi kemajuan kota tersebut. 

“Makanya seiring berkembangnya infrastruktur dan kemajuan kota, keberadaan lingkungan hidup di tengah-tengah kita, kesuburannya, penghijauan itu harus selalu ada,” imbuhnya.

Tujuannya adalah untuk menjaga ekosistem terutama kehidupan anak cucu mendatang. Hefni menambahkan, kegiatan hari ini tidak hanya sebatas ini saja, ada beberapa titik di Kota Pontianak yang sudah disurvey pihaknya untuk ditanami pohon. Untuk di lokasi ini hanya 250 bibit pohon saja. Kemudian untuk di kelurahan-kelurahan lain sudah dibagi.

Baca juga   Tahun 2020 Pemkot Pontianak Bakal Terapkan Tukin Bagi ASN

“Insya Allah, bukan hanya seribu, kalau dapat sejuta pohon kita tanam di Kota Pontianak, tentunya  bersinergi dengan Pemerintah Kota Pontianak,” pungkasnya. 

Continue Reading

Kota Pontianak

Wako Edi: Rakornas Kali Ini Menjadi Sarana Komunikasi Dan Informasi

Published

on

By

Wako Edi: Rakornas Kali Ini Menjadi Sarana Komunikasi Dan Informasi

Gencil News- Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyampaikan terimakasih kepada ICCN yang sudah memilih Kota Pontianak sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraan rakornas

Ia mengharapkan rakornas kali ini bisa menjadi sarana komunikasi dan bertukar informasi antara kota-kota yang sudah tergabung dalam kota kreatif se-Indonesia.

“Rakornas ini menitikberatkan pada kolaborasi bersama penggiat kreativitas sehingga mampu mendorong terciptanya ekosistem ekonomi kreatif di Pontianak khususnya dan di Kalbar umumnya,” kata Wako Edi. Pada hari Kamis (21/10/2021).

Ia menjelaskan bahwa Pemkot Pontianak terus melaksanakan giat membangun dan mengembangkan kawasan wisata lokal yang memiliki potensi dalam meningkatkan ekonmi masyarakat

Salah satunya dengan memanfaatkan perkembangan ekonomi kreatif. Seperti kampung wisata yang tidak bisa lepas dari kearifan lokal serta budaya masyarakat setempat.

Baca juga   Libur Tahun Baru Islam 1443 Hijriah Bergeser ke 11 Agustus

“Sehingga menjadikan kampung-kampung wisata ini unik dengan identitasnya masing-masing,” ujarnya

Ketua Umum ICCN, Fiki Satari juga meyampaikan terima kasihnya kepada Pemerintah Provinsi Kalbar serta Pemkot Pontianak dan Singkawang yang sudah memfasilitasi hingga terselenggaranya rakornas di kedua kota yang ada di Kalbar.

Sebagai informasi, ICCN merupakan forum lintas komunitas kreatif yang ada di 220 kabupaten/kota se-Indonesia, yang tujuannya mendorong pembangunan Indonesia dari potensi kreativitasnya.

Ia menjelaskan bahwa pada rakornas kali ini pihaknya juga sudah menyelesaikan verifikasi jejearing yang berada di Kalbar

Baca juga   Bantuan Oxygen Concentrator Akan Disalurkan Ke RS Swasta Di Kalbar

“Menariknya, dari Kalbar sudah ada Forum Lintas Komunitas Kreatif di 14 kabupaten/kota di Kalbar.  Ini luar biasa, kami apresiasi sebab untuk bisa mensinergikan forum jejaring lintas ini tidak mudah,” pungkasnya

Continue Reading

Kota Pontianak

PT SRD Sebagai Desk Collection, Maksudnya Apa? Begini Penjelasanya

Published

on

PT SRD Sebagai Desk Collection, Maksudnya Apa? Begini Penjelasanya
PT SRD Sebagai Desk Collection, Maksudnya Apa? Begini Penjelasanya 📸 PPID Polda Kalbar

Gencil News – Polda Kalbar berhasil membongkar praktik ilegal yang dilakukan oleh PT.SRD ( PT. Sumber Rejeki Digital).  PT. Sumber Rejeki Digital diduga sebagai tempat praktik Pinjaman Online (Pinjol) ilegal di Kota Pontianak.

Kemudian dari hasil pengembangan kasus, 14 karyawan PT SRD dimintai keterangannya, setelah itu Polisi melakukan gelar perkara, naik ke penyidikan dan selanjutnya menetapkan status.

Dari ke 14 karyawan PT. SRD 2 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Keduanya bertindak sebagai “Kapten” atau orang yang bertugas untuk mengawasi para desk collection atau penagih hutang.

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go menjelaskan, perkembangan hasil pemeriksaan bahwa PT. SRD tidak menyelenggarakan pinjaman online melainkan lebih fokus melaksanakan Desk Collection (Descoll).

Baca juga   Atta Halilintar Tepis Kabar Keluarga Tidak Taat Prokes di Malaysia

“Desk Collection itu hampir sama seperti Debt Collector, di dunia nyata disebutnya Debt Collector, kalau di dunia maya disebutnya Desk Collection,” jelas Kabid Humas, pada Selasa (19/10/2021).

Tugas mereka melakukan penagihan terhadap nasabah yang bekerjasama atau melakukan peminjaman dengan 14 aplikasi pinjol yang posisinya tidak berada di Pontianak. Sehingga ada 22.530 orang yang menjadi nasabah di perusahaan tersebut.

Jumlah personil di perusahaan ini beserta pimpinannya sebanyak 65 orang, kemarin yang kita amankan baru 14 orang dengan berbagai posisi masing-masing.

Sebelum bekerja, mereka akan diberi akses berupa username dan password yang digunakan untuk melihat data-data nasabah yang melakukan pinjaman dari 14 aplikasi pinjaman online.

Baca juga   Razia Masker di Pontianak, Selama Sepekan 51 Orang Terjaring

Mereka memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing, HRD dan assiten HRD yang bertugas melakukan perekrutan karyawan. Kapten yang bertugas melakukan pengawasan kepada Desk Collection dan Desk Collection yang bertugas melakukan penagihan kepada nasabah yang menunggak pembayaran.

Menurut Donny, ada beberapa cara pihak Desk Collection melakukan penagihan terhadap nasabahnya.

Pertama, Reminder 2 (mengingatkan nasabah tahap 1), yaitu melakukan penagihan dengan cara menelpon langsung dan mengirimkan pesan template whatsapp yang isinya hanya mengingatkan.

Kedua, Reminder 1 (mengingatkan nasabah tahap 2), yaitu menghubungi nasabah dengan cara menelpon langsung dan mengirimkan pesan template whatsapp yang isinya penekanan kepada nasabah untuk segera melakukan pembayaran.

Ketiga, S0 (jatuh tempo), yaitu menghubungi nasabah dengan menelpon langsung dan mengirimkan pesan yang sifatnya lebih mengarah kepada ancaman seperti mengirimkan foto KTP dan selfie bahkan sampai memaki dan mengancam agar nasabah menjadi malu dan kemudian melakukan pembayaran.

Baca juga   Pembalap Senior Kalbar Ajak Masyarakat Bentengi Diri Dengan Vaksin

“Emang saat ini untuk pinjolnya tidak ditemukan disini, posisinya emang berada di luar Pontianak, yang kita temukan hanya badan hukum yang bergerak sebagai Desk Collection,” ucap Kabid Humas.

Continue Reading

Kota Pontianak

Polisi Menetapkan 2 Orang Tersangka Kasus PINJOL Ilegal di Pontianak

Published

on

Polisi Menetapkan 2 Orang Tersangka Kasus PINJOL Ilegal di Pontianak
Polisi Menetapkan 2 Orang Tersangka Kasus PINJOL Ilegal di Pontianak 📸 Humas Polda Kalbar

Gencil News – Dari hasil pengembangan kasus yaitu pemeriksaan dari pihak Polda Kalbar terhadap ke 14 karyawan PT. Sarana Rejeki Digital (SDI). Pihak Kepolisian Kalbar telah menetapkan 2 orang sebagai tersangka pada kasus ini.

Pada tahap pemeriksaan awal, ke 14 karyawan PT.SDI masih berstatus saksi. Ketika pemeriksaan semakin intensif, akhirnya Pihak Kepolisian melakukan gelar perkara kemudian menjadi penyidikan, dan pada akhirnya menetapkan status tersangka.

“Kedua tersangka adalah SS dan Y. Kedua tersangka di PT SDI bertindak sebagai Kapten yang berperan melakukan pengawasan kepada desk collection atau penagih pinjaman” jelas Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Donny Charles Go.

Kemudian Donny juga menjelaskan, Pihak Polda Kalbar, akan melakukan pengejaran kepada sejumlah pelaku, yang saat ini namanya sudah dikantongi dan sudah masuk kedalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Baca juga   Kunci Jawaban Buku Tematik Tema 1 Kelas 2 SD Subtema 1

Donny menambahkan orang-orang yang akan diburu oleh Polisi, berada di luar Kalbar, pada saat penggerebekan.

Kabid Humas Polda Kalbar juga memastikan, pada saat ini pihaknya masih terus melakukan pengembangan kasus, dan mengejar sejumlah pelaku yang masuk dalam daftar pencarian orang.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING