Pontianak Zona Merah, Instruksi Mendagri Tempat Umum Tutup Jam 17.00
Connect with us

Kota Pontianak

Pontianak Zona Merah, Instruksi Mendagri Tempat Umum Tutup Jam 17.00

Published

on

Pontianak Zona Merah,
Pontianak Zona Merah

Gencil News – Pemerintah membatasi jam operasional pusat perbelanjaan, mal, pusat perdagangan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro di luar Jawa dan Bali.

Pembatasan jam operasional tersebut tertuang dalam dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 17 Tahun 2021. Isinya yang mengatur tentang perpanjangan panjangan PPKM berbasis mikro sejak 6 hingga 20 Juli 2021.

Dalam Inmendagri menyebutkan jam operasional pusat perbelanjaan, mal, pusat perdagangan dibatasi sampai pukul 17.00 waktu setempat

“Makan atau minum di tempat sebesar 25 persen dari kapasitas. Jam operasional dibatasi sampai dengan Pukul 17.00 waktu setempat,” demikian isi dalam Inmendagri tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono yang saat ini tengah menangani Kota Pontianak yang masuk kategori zona merah dalam dua pekan terakhir. Ia mengatakan masih akan mempelajari lebih lanjut terkait Inmendagri Nomor 17 Tahun 2021 itu.

“Kita akan rapat dengan Satgas Covid-19 Kota Pontianak untuk mengecek kembali aturan terbaru tersebut,” ujar Edi Kamtono

Edi mengungkapkan, sampai saat ini pihaknya masih menggunakan Surat Edaran Nomor 445/19/UMUM/TAHUN 2021 tanggal 10 Juni 2021. Kemudian diperpanjang 14 hari kedepan. Yang mana hal ini merujuk terhadap Instruksi Mendagri nomor 14 tahun 2021 dan Keputusan Gubernur Kalimantan Barat nomor 711 tahun 2021.

Melihat kondisi Kota Pontianak yang sudah dua pekan berada pada zona merah. Wako Pontianak ini mengatakan bisa saja Pontianak berpotensi menerapkan PPKM Darurat sebagaimana Jawa dan Bali.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kota Pontianak

Beberapa Proyek Penataan Kawasan Kumuh Kota Pontianak Sudah Usai

Published

on

By

Beberapa Proyek Penataan Kawasan Kumuh Kota Pontianak Sudah Usai

Gencil News- Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menjelaskan beberapa proyek penataan kawasan kumuh yang Ditjen Cipta Karya Kementrian PUPR tangani sudah usah pekerjaannya.

Pembangunan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian PUPR dengan Pemkot Pontianak.

Ia mengatakan bahwa pada hal ini pihaknya telah menyiapkan lahan serta program bedah rumah. Sementara untuk Kementerian PUPR adalah menata infrastrukturnya.

“Mudah-mudahan program-program ini berkelanjutan, selanjutnya kita berharap masyarakat ikut mendukung pemeliharaannya, menjaga keamanan dan ketertiban,” kata Edi. Pada hari Kamis (23/9/2021).

Ia mengungkapkan bahwa penataan kawasan tidak hanya mencakup infrastruktur jalan dan drainase saja. Akan tetapi bedah rumah tak layak huni dan fasilitas pendukung lainnya juga harus dibenahi termasuk air bersih dan sanitasi.

Salah satunya adalah penataan Teras Parit Nanas yang berada pada tepian Sungai Landak yang merupakan bagian dari program pengentasan kawasan kumuh melalui program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU).

“Masih banyak potensi yang bisa ditingkatkan kualitas lingkungan dan permukiman yang ada di Kota Pontianak,” ujarnya

Ia memaparkan bahwa saat ini kawasan kumuh pada Kota Pontianak dari awalnya seluas 74 hektar pada tahun 2013. Kini pada tahun 2021 tersisa 4 hektare yang masih dikategorikan kawasan kumuh berat. Sedangkan untuk kawasan kumuh ringan sekitar 12 hektar. 

“Program khusus untuk menangani kawasan-kawasan kumuh seperti Gang Semut, kawasan Tanjung Hulu, Sungai Beliung dan lainnya menjadi bagian dari program penanganan kawasan kumuh (KOTAKU),”tuturnya

Penanganan Kawasan Kumuh Di Kota Pontianak

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Diana Kusumastuti mengatakan bahwa Kementerian PUPR telah banyak melakukan kegiatan-kegiatan dalam penanganan kawasan kumuh di Kota Pontianak

Salah satunya adalah bedah rumah tak layak huni. Ia menjelaskan bahwa pihaknya kini melakukan kolaborasi dengan Pemkot Pontianak.

“Kami akan mencoba mensinergikan dengan pemerintah daerah sehingga nanti hasilnya harus lebih masif dan terlihat,” ungkap Diana

Ia mengungkpan bahwa dalam hal pengentasan kawasan kumuh sudah terlaksana penataan dan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri

Maka dari itu pihaknya harus ada kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah bahkan stakeholder yang lainnya termasuk swasta dan masyarakat.

Ia memaprkan bahwa secara nasional untuk pencanangan gerakan 100-0-100. Yaitu 100 persen akses air bersih, nol persen permukiman kumuh dan 100 persen akses sanitasi layak.

“Penanganan kawasan kumuh di tahun 2024 secara nasional kita targetkan menangani 10 ribu hektare lagi,” pungkasnya.

Continue Reading

Kota Pontianak

Polresta Kota Pontianak Gelar Operasi Patuh Kapuas 2021

Published

on

By

Polresta Kota Pontianak Gelar Operasi Patuh Kapuas 2021
Polresta Kota Pontianak Gelar Operasi Patuh Kapuas 2021/Humas Polresta Kota Pontianak

Gencil News- Operasi Patuh Kapuas 2021 terus digalakkan di berbagai wilayah Kalimantan Barat. Hal ini agar pengendara tertib dalam berlalu lintas serta bisa disiplin akan protokol kesehatan.

Tak ketinggalan pula Polresta Pontianak Kota juga menggelar Operasi Patuh Kapuas 2021 yang dilaksanakan wilayah hukum Polresta Pontianak Kota. Pada hari Kamis (23/9/2021) dengan sasaran Pasar Flamboyan Kota Pontianak

Kapolresta Pontianak Kota, Kombes Pol. Andi Herindra, S.I.K melalui Kasat Lantas AKP. Sigal Hasibuan, S.H., S.I.K menjelaskan bahwa pada pelaksanaan Operasi Patuh kapuas 2021 kali ini para personel harus mengedepankan upaya yang bersifat premtif dan preventif.

Khususnya dalam rangka mengedukasi masyarakat terkait kepatuhan protokol kesehatan (Prokes) serta keselamatan berlalu lintas di jalan.

“Prioritas kita tetap pada pencegahan penyebaran Covid-19. Khususnya pada wilayah Kota Pontianak. Kedepan pelaksanaan pendekatannya lebih humanis terkait edukasi hingga penegakan disiplin protokol kesehatan ke masyarakat,” kata Sigal

Sebab sasaran adanya operasi ini antara lain merupakan bentuk kegiatan masyarakat yang berpotensi dalam menyebabkan klaster baru terhadap penyebaran Covid-19

“Yang mana sasarannya tersebut adalah pada titik-titik kerumunan masyarakat, masyarakat yang tidak patuh protokol kesehatan, masyarakat yang tidak disiplin berlalu lintas, dan Lokasi rawan pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas. Juga menjadi sasaran Operasi Patuh Kapuas2021,” pungkasnya

Continue Reading

Kota Pontianak

Teknologi Semakin Maju, Dekranasda Beri Pelatihan Bagi Pelaku Kriya

Published

on

By

Teknologi Semakin Maju, Dekranasda Beri Pelatihan Bagi Pelaku Kriya

Gencil News- Perkembangan terknologi yang terus maju membuat masyarakat harus bisa segera beradaptasi. Sebab dari teknologi sendiri kini masyarakat bisa lebih mendapatkan sesuatu dengan mudah.

Salah satunya dengan melakukan jual beli pada media sosial. Namun pengaruh konsumen terhadap penjual banyak dilihat dari berbagai sisi

Antara lain adalah bagaimana penjual dapat menjual produk dengan branding yang mereka buat sebelumnya.

Hal itulah yang membuat Dekranasda Kota Pontianak menggelar sebuah pelatihan fotografi produk bagi para pelaku kriya Kota Pontianak. Tujuan pelatihan ini adalah membantu pelaku kriya agar bisa mengembangkan produknya.

Ketua Dekranasda Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie menjelaskan bahwa dengan adanya pelatihan kriya ini para pelaku kriya bisa belajar untuk memahami perilaku konsumen selama pandemi, cara memotret gambar produk, cara membangun branding pada dunia digital, mengembangkan pemasaran digital, mengembangkan rencana bisnis digital serta mendatangkan penjualan.

“Produk akan menarik bila difoto dengan baik, kalau hanya memfoto saja tanpa ada ilmunya nggak kelihatan cantiknya, maka kita bantu pelaku kriya dengan melaksanakan pelatihan ini,” kata Yanieta di Gedung UMKM Center. Pada hari Selasa (21/09/2021).

Munculnya tren baru pada era new normal saat ini yang menjadikan sektor dalam jual beli melalui marketplace sangat penting khususnya dalam mempromosikan dan memasarkan produk

“Selain dengan pelatihan fotografi produk, Dekranasda Kota Pontianak dalam waktu dekat juga akan menjalin kerjasama dengan Bukalapak, Dana dan Tokopedia,” ujarnya

Pelaku kriya pada bidang fashion, Nina Kartanineka mengungkapkan bahwa selama pandemi omzet penjualannya turun sebesar 50 persen tiap bulannya.

Kini Nina sendiri sudah mulai merambah ke marketplace. Yang mana sebelunya ia berjualan secara offline seperti pada pameran ataupun galeri

“Mau atau nggak mau kita harus masuk marketplace, kalau marketplace itu kan fotonya harus menarik,” tutur Nina.

Ia mengatakan bahwa dalam berjualan untuk memfoto produk sendiri perlu ilmu bukan hanya sekedar foto saja. Akan tetapi bagaimana mengambil foto yang menarik sehingga bisa menjadi daya tarik pembeli untuk melaksanakan transaksi

“Kalau sekedar foto pasti bisa, tapi perlu ilmu bagaimana foto itu menarik pembeli, perlahan lahan harus terus belajar karena kesempatan untuk kita ikut pelatihan juga ada, salah satunya dengan pelatihan ini dan sangat penting untuk pemasaran produk di marketplace,” pungkasnya.

Continue Reading

Kota Pontianak

Penyandang Disabilitas Pontianak, Dapat Beras Bantuan Presiden

Published

on

Penyandang Disabilitas Pontianak, Dapat Beras Bantuan Presiden

Gencil News – Muhammad Lutfi (49 tahun) tak dapat menutup kegembiraannya setelah mendapatkan beras bantuan Presiden RI, yang disalurkan melalui Pemkot Pontianak.

Sebanyak 300 paket berupa beras masing-masing 10 kilogram bantuan dari Presiden RI Joko Widodo.

Penerima beras bantuan Presiden adalah  104 orang penyandang disabilitas dan 196 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyerahkan secara simbolis sebanyak 300 paket berupa beras.

Masing-masing 10 kilogram bantuan dari Presiden RI Joko Widodo di Halaman Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pontianak, Rabu (22/9/2021).

 Muhammad Lutfi (49) yang juga Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Pontianak, menyampaikan terima kasihnya atas batuan beras dari Presiden.

“Mudah-mudahan dengan bantuan ini sebagai awal mula perhatian pemerintah terhadap penyandang disabilitas,” ujarnya.

Meskipun tidak semua penyandang disabilitas menerima bantuan ini, namun ia berharap kedepan mereka yang bisa mendapatkan bantuan pada periode selanjutnya.

“Kita juga menjelaskan kepada teman-teman mungkin ini untuk tahap sekarang dulu,” katanya.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menerangkan, bantuan beras dari Presiden ini merupakan wujud kepedulian pemerintah terhadap rakyatnya. Sebab masih banyak warga yang masih membutuhkan bantuan seperti ini.

“Kita berharap ini bisa memberikan semangat kepada masyarakat untuk melaksanakan kehidupan sehari-hari ditengah pandemi Covid-19,” imbuhnya.

Dikatakannya, pemerintah pusat dan daerah senantiasa memperhatikan rakyatnya sehingga jangan sampai ada warga yang mengalami masalah kesehatan maupun sosial.

“Kemudian manfaatkan fasilitas pemerintah seperti pengobatan gratis dan pendidikan gratis hingga SMA,” pesan Edi.

Ia meminta camat dan lurah untuk bisa memediasi warga yang memang sudah seharusnya mendapatkan haknya. Selain bantuan beras, ada juga bantuan lainnya seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Sosial Tunai (BST) dan bantuan yang bersifat parsial serta stimulan.

“Baik dari pemerintah provinsi, kota, BUMN, BUMD dan masyarakat yang langsung membantu warga lainnya,” tuturnya.

Kepada Dinsos Kota Pontianak, Edi meminta agar Dinsos bisa menyajikan data yang akurat dan faktual. Misalnya ada klaster penduduk yang sangat miskin dan hampir miskin. 

“Saya berharap jangan ada satupun warga Kota Pontianak yang tidak diperhatikan, petugas Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) di lapangan saya harap bisa memetakan serta melihat kondisi masyarakat,” ucapnya.

Kepala Dinsos Kota Pontianak Darmanelly menjelaskan, berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) tercatat 22.854 rumah tangga. Dari jumlah tersebut yang sudah mendapatkan Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 9.536 KK, program BPNT sebanyak 18.608 KK serta yang mendapatkan Bantuan Sosial Tunai sebanyak 9.000 KK.

“Memang masih ada yang belum mendapatkan bantuan tetapi itu kita sesuaikan dengan desilnya,” terangnya.

Menurutnya, warga yang terkategori miskin dan sangat miskin dipastikan sudah mendapatkan bantuan. Misalnya yang mendapatkan bantuan PKH rumahnya diperbaiki, jika listrik dan air bersihnya tidak ada maka difasilitasi, anaknya bersekolah, terus kesehatannya ditanggung BPJS. 

“Jadi banyak sekali bantuan yang kita arahkan kepada masyarakat yang masuk kategori sangat miskin sehingga diharapkan dengan bantuan tersebut mereka bisa keluar dari kemiskinan,” pungkasnya. 

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING