Connect with us

Kota Pontianak

Razia Masker di Pontianak, Selama Sepekan 51 Orang Terjaring

Published

on

Razia Masker di Pontianak, Selama Sepekan 51 Orang Terjaring

Gencil News – Razia Masker di Pontianak terus digalakan oleh Pemkot Pontianak bersama berbagai unsur. Razia Masker di Pontianak kali ini menyambangi  sejumlah warung kopi (warkop) di kawasan Jalan Suprapto, Gajah Mada dan Hijas, Sabtu (12/9/2020) malam.

Kepala Satpol PP Kota Pontianak Syarifah Adriana menyebut, bagi para pelaku usaha yang melanggar ketentuan protokol kesehatan langsung ditindak dengan sanksi denda Rp1 juta.

Sementara warga yang tidak mengenakan masker, dijatuhi sanksi yakni sanksi sosial membersihkan fasilitas umum atau membayar denda Rp200 ribu.

“Sejak sepekan lalu, ada 51 orang pelanggar, 23 diantaranya memilih kerja sosial, selebihnya memilih membayar denda,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu mengatakan dalam rangka penegakan Perwa Nomor 58 Tahun 2020 tentang disiplin penerapan protokol kesehatan maka tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 melakukan kegiatan pembinaan dan penegakan disiplin.

“Mereka yang tidak mengenakan masker selain dikenakan denda juga langsung diswab,” jelasnya.

Para pelanggar protokol kesehatan tersebut, termasuk pemilik usaha juga akan dikenakan denda. Apabila ditemukan hasil konfirmasi positif di lokasi itu, maka tempat usaha tersebut akan disterilisasi dan ditutup sementara.

“Dari hasil kegiatan selama ini tidak ditemukan hasil yang positif,” ungkap Sidiq.

Untuk itu dirinya mengimbau kebiasaan atau perilaku jalan-jalan keluar harus dikurangi. “Jadi ada tiga variabel yang sangat penting dalam rangka pencegahan pandemi Covid-19 selain memakai masker, yakni jaga jarak, waktu berkerumun dan ventilasi,” imbuhnya.

Selain menggunakan masker, menurutnya, ada situasi saat ini yang harus diingat yakni jangan berkerumun untuk aktivitas apapun. Baik dalam rangka ekonomi, ibadah atau lainnya. “Kita harus mengurangi kerumunan atau menghilangkan kerumunan,” kata Sidiq.

Pihaknya akan melakukan evaluasi dengan melihat perkembangan kasus, baik di Kota Pontianak maupun di luar Kota Pontianak.

Bila ditemukan kasus yang peningkatannya cukup signifikan, bukan tidak mungkin gugus tugas akan menerapkan pembatasan sosial seperti yang sudah pernah dilakukan sebelumnya.

“Oleh karena itu kita mengajak masyarakat bersama-sama, jangan sampai kita kembali kepada pembatasan sosial lagi,” pungkasnya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Kota Pontianak

Edi Kamtono Berlakukan Pembatasan Aktivitas Masyarakat Malam Hari

Published

on

By

Edi Kamtono Berlakukan Pembatasan Aktivitas Masyarakat Malam Hari

Gencil News – Edi Kamtono Berlakukan Pembatasan kegiatan masyarakat pada malam hari selama 14 hari kedepan. Kebijakan pembatasan aktivitas malam hari ini ditetapkan setelah dilakukannya rapat bersama tim Gugus Tugas COVID-19.

Pembatasan ini dilakukan karena semakin melonjaknya kasus Covid 19 dan minimnya tingkat kepatuhan penerapan protokol kesehatan masyarakat kota pontianak.

Wali Kota Pontianak menerangkan bahwa warung kopi, mall, dan taman harus tutup pada pukul 21.00 WIB. “Yang intinya kembali akan membatasi aktivitas masyarakat pada malam hari, yakni maksimal hingga pukul 21.00 WIB,” Ujarnya pada awak media Rabu (23/09/2020).

Selain itu Edi Kamtono juga akan gencarkan razia diberbagai tempat agar tertib kenakan masker dan menjaga jarak.

Untuk beberapa kantor juga akan dilakukan pemberlakuan work from home serta pembatasan pelayanan.

Pembatasan aktivitas malam kali ini akan diberlakukan selama 14 hari kedepan yang kemudian akan di evaluasi.

Dukungan penuh dari ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin kepada Wali Kota Pontianak dan tim Gugus Tugas Covid 19 dalam memberantas mata rantai penyebaran kasus Covid 19. ia juga menghimbau agar masyarakat tetap patuhi protokol kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu menyebut berdasarkan hasil survei tingkat kepatuhan protokol kesehatan masih dibawah 70%.

Hal ini berdasarkan survei dibeberapa tempat keramaian diseluruh kecamatan kota pontianak khususnya pasar tradisional.

Kepala dinas kesehatan Kota Pontianak juga menerangkan penggunaan masker bukan hanya satu-satunya cara protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Tetapi waktu berkumpul juga dan jaga jarak, serta cuci tangan dan tak diperkenankan menyentuh sekitaran wajah jika tangan belum steril.

Untuk dua hari ini belum ada penambahan kasus covid 19. berdasarka data terakhir di Pontianak sebanyak 229 orang dan sembuh sebanyak 184 orang.

Sedangkan yang masih di rawat sebanyak 38 orang, 15 orang dirawat di rumah sakit dan 15 orang diisolasi di Rusunawa, sementara 8 orang lainnya isolasi secara mandiri.

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan umumkan Kota Pontianak hingga saat ini telah dinyatakan zona orange.  Upaya pembatasan aktivitas masyarakat pada malam hari ini tidak lain juga untuk keselamatan bersama guna meminimalisir jumlah kasus Covid 19.



Continue Reading

Kota Pontianak

Kulminasi Matahari Dimasa Pandemi Di Tugu Khatulistiwa Kota Pontianak

Published

on

By

Kulminasi Matahari Dimasa Pandemi Di Tugu Khatulistiwa Kota Pontianak

Gencil News – Kulminasi Matahari Dimasa Pandemi covid 19 tahun ini sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. dimasa pandemi ini tidak ada festival kulminasi yang biasanya dirayakan selama seminggu. fenomena kulminasi matahari ini lazimnya terjadi dua kali dalam setahun, yaitu setiap tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September.

Tugu Khatulistiwa terletak tiga kilomer dari pusat kota, tepatnya di Jalan Khatulistiwa, Kecamatan Pontianak Utara, Kalimantan Barat. Dibutuhkan waktu tempuh sekitar 30 menit untuk tiba di sini dari pusat kota.

kulminasi matahari sendiri merupakan peristiwa matahari berada tepat diatas kepala kita, hingga terjadi hilangnya bayangan pada benda dipermukaan bumi.

Kulminasi matahari juga merupakan tanda awal perubahan iklim di indonesia. Pada moment ini biasanya pengunjung mencoba mendirikan telur mentah di area tugu khatulistiwa yang dapat beridir tegak tanpa penyanggah apapun.

Di garis lintang 0 derajat seperti di tugu khatulistiwa ini telur memang gampang berdiri. telur dapat dengan mudah berdiri lantaran kuatnya gaya gravitasi di sekitar Tugu. Gaya gravitasi akan semakin kuat saat hari kulminasi Matahari terjadi. Telur pun akan semakin cepat berdiri tegak.

Selain hilangnya bayangan manusia dan benda lainnya saat kulminasi matahari. event tahunan kota pontianak ini biasanya di isi dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya serta peneropongan langsung di sekitar tugu khatulistiwa.
 
Kegiatan unik lainnya bisa dilakukan di Tugu Khatulistiwa adalah bermain arah putaran air. Arah putaran air di dua lintang berbeda. Di lintang utara, arah putaran air searah jarum jam. Sementara dilintang selatan berlawanan jarum jam.
 
Untuk bisa membuktikan ini, bawalah seember air, batang korek api dan sumpit atau lidi. Letakkan ember air di lintang utara. Putarlah air dengan sumpit atau lidi dengan kencang.
 
Masukkan korek api ke dalam air. Maka korek api akan berputar searah jarum jam. Lalu pergilah ke sisi satunya. Korek api akan berputar berlawanan arah dengan jarum jam.

kulminasi matahari di tugu khatulistiwa kota pontianak merupakan event tahunan kota Pontianak yang menarik kedatangan wisatawan. sampai hari ini di puncak terjadinya kulminasi tidak terlihat event apapun yang diadakan.

Bahkan tempat wisata yang menjadi icon kota pontianak ini ditutup sejak masa pandemi untuk menghindari terjadinya kerumunan. hanya ada petugas yang menjaga tugu khatulistiwa saja yang stay dilokasi tersebut.

Continue Reading

Kota Pontianak

KPLT Terbentuk, Inventarisir dan Memetakan Bidang Tanah di Pontianak

Published

on

KPLT Terbentuk
rapat koordinasi (rakor) pembentukan Tim KPLT di Aula Sultan Syarif Abdurrahman Kantor Wali Kota Pontianak, Jumat (18/9/2020). Foto - Pemkot Pontianak

Gencil News – KPLT atau Tim Kota Pontianak Lengkap Terdaftar  tahun 2020-2021 terbentuk. KPLT Terbentuk berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Nomor 729 Tahun 2020. Pembentukan Tim KPLT di Aula Sultan Syarif Abdurrahman Kantor Wali Kota Pontianak, Jumat (18/9/2020).

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan pembentukan tim ini untuk menginventarisir dan memetakan bidang tanah yang ada di wilayah Kota Pontianak.

“Artinya setiap bidang tanah itu jelas milik siapa. Ukurannya berapa, bersertifikat atau tidak, ada bangunannya atau tidak, dan seterusnya,” ujar Edi Kamtono.

Kota Pontianak lengkap terdaftar ini bertujuan supaya bidang-bidang tanah yang ada terpetakan seluruhnya, baik yang sudah bersertifikat maupun yang belum. Selain itu juga informasi-informasi setiap bidang tanah tersedia.

Edi berharap terbentuknya tim ini bisa membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak dalam optimalisasi pendapatan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Di samping itu pula untuk mempermudah pengadaan tanah, percepatan pemetaan dan pensertifikatan tanah aset pemerintah.

“Pembaharuan Surat Penguasaan Tanah (SPT) dan Surat Keterangan Tanah (SKT) menjadi lebih cepat dan akurat serta mempertegas batas kelurahan,” ungkapnya.

Menurutnya, meskipun luas wilayah Kota Pontianak tidak luas, namun bukan berarti tidak ada permasalahan terkait status tanah. Misalnya, tanah yang bersengketa status kepemilikannya, masih belum jelasnya batas tanah antara satu dengan lainnya dan sebagainya.

Dalam rakor pembentukan Tim KPLT yang diantaranya terdiri dari Pemkot Pontianak. Kantor Pertanahan serta seluruh camat dan lurah ini dalam rangka menyamakan persepsi agar terdapat keseragaman dan kesinambungan dalam menjalankan tugasnya.

“Sehingga yang tergabung dalam tim ini mengerti dan memahami tugas dan fungsinya,” sebutnya.

Continue Reading

TRENDING