Satpol PP Goes to Campus, Ajak Mahasiswa Pahami Tentang Trantib

Satpol PP Goes to Campus
Satpol PP Goes to Campus, Ajak Mahasiswa Pahami Tentang Trantib

Satpol PP Goes to Campus, Ajak Mahasiswa Pahami Tentang Trantib – Satpol PP Provinsi Kalbar kembali menyambangi kampus dengan tujuan memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat khususnya mahasiswa tentang penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum di Provinsi Kalbar.

Kali ini, kegiatan Satpol PP Goes to Campus berkesempatan hadir dan bertemu mahasiwa Prodi Seni Musik dan Tari FKIP UNTAN, Pontianak, Kamis (13/06/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Syarif Ardiman, S.Sos., M.AP. selaku Plt. Kasat Pol PP Provinsi Kalbar menyampaikan tentang keberadaan serta tugas dan fungsi Satpol PP kepada mahasiwa.

“Selama ini, telah terjadi salah pandang masyarakat terhadap Satpol PP. Satpol PP dianggap tukang gusur, musuhnya PKL, arogan, kasar, dan lain sebagainya. Padahal Satpol PP tidak lah demikian sehingga citra negatif tersebut lah yang mau dihilangkan,” ujar Ardiman.

“Satpol PP itu melaksanakan 3 tugas penting dalam penyelenggaraan pemerintahan yaitu menegakkan Perda dan Perkada, menyelenggarakan ketertiban umum dan ketentraman, serta memberikan perlindungan masyarakat,” katanya.

Dijelaskan oleh Ardiman bahwa masyarakat yang tidak mau tertib dan teratur ditambah melanggar aturan itu sendiri lah yang sebenarnya arogan.

“Sudah diperingatkan untuk tidak berjualan di bahu jalan masih saja tetap berjualan sehingga mau tidak mau yang seperti ini kita tertibkan. Tujuannya agar kota (wilayah) yang menjadi tempat kita tinggal ini bersih, tidak kumuh dan lain sebagainya,” tambahnya lagi.

Baca juga   Komisi A DPRD Kota Pontianak menggelar rapat bersama camat dan lurah se-Kota Pontianak, Rabu (21/3).

Dalam kegiatan Satpol PP Goes to Campus, turut hadir Satpol PP Kota Pontianak yang secara khusus memberikan pembinaan dan penyuluhan tentang penyelenggaraan trantibum dan trantibmas di Kota Pontianak.

Abusamah, S.STP. selaku Kabid Operasi dan Ketertiban Umum Kota Pontianak menyampaikan bahwa saat ini Pemerintah Kota Pontianak melalui Satpol PP untuk membuat kota menjadi tentram dan tertib. Untuk itu, berbagai upaya dan inovasi terus dilakukan.

“Satpol PP Kota Pontianak punya inovasi CHIPS yang merupakan akronim dari Cegah Kumuh Melalui Penertiban Subuh. CHIPS adalah program kegiatan penertiban lapak/rak/gerobak/bangunan liar yang ditinggalkan atau berada di atas fasilitas umum/sosial atau di atas saluran air yang dilaksanakan pada subuh hari mulai Pukul 05.00 – 08.00 WIB,” ungkap Abusamah.

Menurutnya, CHIPS ini bukan melarang PKL untuk berjualan. Siapa saja dipersilahkan untuk berjualan tetapi setelah berjualan lapak/gerobak dan lain-lain mesti dirapikan kembali. “Kalau tidak, Satpol PP Kota Pontianak akan ambil tindakan dengan memberikan surat peringatan hingga diberikan tindak pidana ringan,” jelasnya.

Selain CHPS, dikatakan oleh Kabid Operasi dan Ketertiban Umum ini bahwa Satpol PP juga punya inovasi lainnya yaitu SICEPOY yang merupakan akronim dari Sidang Cepat Operasi Yustisi dan GEMPA yang merupakan akronim dari Gerakan Masyarakat Pemadam Api.

Baca juga   Pemkot Pontianak Siapkan Program Kreatif Untuk Anak Muda

“SICEPOY dilakukan untuk memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat atas operasi yustisi yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Pontianak dengan waktu 3 jam tuntas hingga putusan sidang pengadilan dengan membayar denda atau kurungan. Sementara GEMPA merupakan bentuk kerjasama dan partisipasi masyarakat dalam hal menangani pemadaman kebakaran di Kota Pontianak,” demikian jelasnya.

Adapun Ismunandar, S.H., S.Sn., M.Pd. selaku Ketua Prodi Seni Musik dan Tari FKIP UNTAN Pontianak menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas diselenggarakannya kegiatan Satpol PP Goes to Campus.

Menurutnya, kegiatan ini dapat mendekatkan diri antara Pemerintah khususnya Satpol PP kepada pihak kampus.

“Kami berharap, dengan kegiatan ini komunikasi dan koordinasi antara kampus dan Satpol PP terjalin lebih baik lagi,” ujarnya.

“Kita tahu juga, mahasiswa Prodi Seni Musik dan Tari ini juga berasal dari daerah yang tinggal di kos atau kontrakan sehingga kegiatan-kegiatan pembinaan dan penyuluhan ini sangat besar sekali manfaatnya,” tambah Ismunandar.

Selain itu, Ismunandar pun berharap bahwa kegiatan tidak hanya berhenti saat ini saja, perlu dilanjutkan agar hubungan yang baik ini dapat terus terjalin.

Penulis : Gencil News
Editor : Gencil News
Sumber : Gencil News