Connect with us

HEADLINE

Wali Kota Larang ASN Pemkot Pontianak Mudik

Published

on

Wali Kota Larang ASN Pemkot

Wali Kota Larang ASN Pemkot Pontianak Mudik – Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak dilarang untuk melakukan perjalanan mudik.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan pihaknya sudah melarang ASN di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak untuk mudik.

Bila masih ada yang tetap mudik, maka akan dijatuhi sanksi. “Sanksinya sangat berat sampai pencopotan dari jabatan, dan penurunan gaji berkala dan penundaan kenaikan pangkat,” ujarnya di kediaman dinas, Minggu (17/5/2020).

Menurutnya, edaran terkait larangan mudik juga sudah dikeluarkan pemerintah pusat, sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 46/2020 tentang Perubahan Atas SE Menteri PANRB Nomor 36/2020 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian Ke Luar Daerah dan/atau Kegiatan Mudik Bagi ASN dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Sementara terkait sanksi bagi ASN itu sendiri diterangkan dalam Surat Edaran (SE) Nomor 11/SE/IV/2020 Tentang Pedoman Penjatuhan Hukuman Disiplin Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang Melakukan Kegiatan Bepergian ke Luar Daerah dan/atau Kegiatan Mudik pada Masa Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Jadi sudah jelas ada larangannya dan bagi yang masih nekat, tanggung risikonya,” tegasnya.

Diakuinya, saat ini dengan adanya kelonggaran dalam penerbangan, ada kecenderungan masyarakat yang ingin mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri. Meskipun jumlahnya tidak begitu banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Apalagi Pontianak menjadi kota perlintasan daerah lain di Kalbar sebab Bandara Supadio berada di Kabupaten Kubu Raya yang berbatasan dengan Kota Pontianak.

“Mereka turun (mendarat di Supadio) pasti masuk Pontianak, kita harapkan mereka langsung dan tidak menginap atau mukim di Pontianak,” tuturnya.

Ia menerangkan Pemkot Pontianak tidak mempunyai otoritas untuk menahan mereka.

Hanya sebatas memantau lalu lintasnya dan koordinasi dengan otoritas bandara serta Dishub Provinsi untuk memastikan kemana tujuan dan asal warga yang melakukan perjalanan tersebut.

“Maskapai yang melayani perjalanan penumpang harus melengkapi dokumen persyaratan kesehatan,” pungkasnya. 

HEADLINE

Jangan Sepelekan 4 Manfaat Air Tebu Untuk Jaga Kesehatan Kulit

Published

on

Air tebu yang menyegarkan juga punya manfaat lain yang tak kalah besar? Anda bisa mendapatkan air tebu dengan mudah hampir di setiap sudut jalan. Rasa manis dan segar ternyata sebanding dengan manfaatnya.

Jangan Sepelekan 4 Manfaat Air Tebu Untuk Jaga Kesehatan Kulit

Jangan Sepelekan 4 Manfaat Air Tebu Untuk Jaga Kesehatan Kulit

Meski rasanya manis, Anda tidak perlu takut dengan masalah gigi yang bakal muncul. Sebab, ternyata, air tebu justru bisa melindungi gigi dari pembusukan.

Minuman segar ini juga bisa menjadi senjata melawan kanker, mengeliminasi racun tubuh, serta menguatkan organ dalam tubuh.

Manfaat lainnya adalah untuk menjaga kesehatan kulit. Apa saja itu? Simak beberapa diantaranya berikut ini:

Mengatasi Masalah Jerawat

Tebu yang memiliki nama latin Saccharum officinarum bisa membantu seseorang mengatasi jerawat. Untuk mengatasi jerawat, ternyata tanaman ini sangat ampuh lho. Bagi pemilik kulit yang cenderung berjerawat, cukup gunakan air tebu untuk dijadikan masker. Campur dengan pepaya untuk menghasilkan kulit halus bebas jerawat.

Melindungi Kulit Dari Penuaan Dini

Seiring bertambahnya usia, tentu kulit wajah akan menunjukkan tanda-tanda penuaan. Seperti, kerutan di sekitar netra, juga garis senyum di wajah. Anda tidak perlu khawatir, sebab, penanganannya ternyata mudah. Anda cukup menggunakan air tebu untuk menunda tanda-tanda penuaan dini.

Hal ini dikarenakan adanya kandungan antioksidan, komponen fenolik, serta flavonoid. Kandungan tersebut juga bisa membuat kulit tampak lembut, lembab dan bercahaya.

Eksfoliator

Tanaman yang tumbuh di berbagai negara Asia Selatan dan Tenggara ini juga bisa dimanfaatkan sebagai eksfoliator atau scrub. Bahan alami ini bisa menjadi scrub yang tidak menimbulkan efek samping seperti iritasi dan alergi. Kandungan asam glikolat mampu membantu pengangkatan sel kulit mati, minyak, dan kotoran yang bisa menyumbat pori-pori.

Menjaga Kelembaban Kulit

Kandungan Alpha Hydroxy Acids (AHAs) dalam tanaman tebu mampu menjaga kelembaban alami kulit. Selain itu, juga bisa melawan bakteri penyebab jerawat serta menghambat penuaan dini. Oleskan saja air tebu pada wajah, biarkan hingga kering. cara lain untuk mendapatkan manfaatnya adalah cukup tambahkan air tebu pada masker dan scrub favorit Anda.

Ternyata mudah, bukan, untuk mendapatkan kulit wajah yang sehat. Hanya dengan bahan alami air tebu, kulit Anda bisa lebih bercahaya dan tampak terawat, ditambah lagi tanpa perlu memikirkan resiko berbahaya.

Continue Reading

Gaya Hidup

Madu Memiliki Banyak Manfaat Untuk Kecantikan

Published

on

Madu Memiliki Banyak Manfaat Untuk Kecantikan
Madu Memiliki Banyak Manfaat Untuk Kecantikan
Madu Memiliki Banyak Manfaat Untuk Kecantikan

Madu Memiliki Banyak Manfaat Untuk Kecantikan-Madu juga memiliki banyak khasiat bagi tubuh yaitu menjaga kelembutan dan kekenyalan kulit. Ahli kecantikan alami Kim Wallace, pendiri kimberlyloc  mengatakan bahwa “Madu mentah Anda bisa menjadi  antibakteri dan antioksidan untuk kulit ”

Untuk mendapatkan wajah yang mulus seperti Cleopatra, gunakan masker madu secara teratur yang akan membantu kamu mendapatkan kulit yang lebih kencang dan cerah. Bersihkan wajah lalu oleskan madu pada kulit muka sebagai masker selama 10 sampai 15 menit lalu bilas dengan air hangat. penggunaan masker madu juga cocok untuk segala jenis kulit, bahkan untuk pemilik kulit sensitif sekalipun.

Berikut  adalah beberapa manfaat utama madu untuk kecantikan

1. Menjadikan masker madu

Oleskan tipis-tipis madu mentah ke kulit yang sedikit lembab menggunakan gerakan memutar. Biarkan masker wajah madu setidaknya selama 30 menit dan kemudian bilas dengan air hangat lakukan ini setiap minggu nya untuk memberikan kelembaban pada wajah anda,

2. lulur Madu

Setelah Anda mulai berurusan dengan kulit yang kering, gosok dan balur lah madu ke bada anda sebagai ganti lulur untuk melembutkan tubuh yang kering . diamkan sejenak selama 30 menit dan bersihkan tubuh anda dengan air lalu dan sabun anda.

 3. kondisioner rambut menggunakan Madu 

Madu merupakan kondisioner alami yang sangat kaya akan pelembab.
Untuk keramas dengan madu campurkan 1 sdm madu mentah dan 1/2 cangkir air hangat. Basahi rambut dan tuangkan campuran tersebut pada rambut. Pijat-pijat sampai rata selama kurang lebih 1 menit dan bilas. untuk beberapa hari pertama rambut akan kering karena masih dalam tahap penyesuaian dengan madu. Namun, lama kelamaan rambut akan jadi lebih lembut dan sehat

4. Masker bibir madu

Cukup ambil 1 sdt madu dan 1/2 sdt air lemon segar. Lalu Oleskan masker pada bibir dan diamkan selama 10-15 menitSetelah itu bersihkan dengan air hangat, dan akhiri dengan melapisi bibir dengan lip balm.

Seperti yang kita tahu, madu merupakan pelembap alami yang bisa membantu melembapkan bibir kering secara intensif. sementara lemon dipercaya sebagai bahan pencerah alami yang bisa membantu kita membuat bibir hitam menjadi merah merona.

Continue Reading

Gaya Hidup

Awal Mula Interaksi Kucing dan Manusia

Published

on

Jauh sebelum kucing jadi kesayangan di Facebook dan YouTube, mereka telah berinteraksi dengan manusia sejak jaman purba.

Sebuah studi DNA yang menjangkau masa ribuan tahun yang lalu untuk melacak interaksi tersebut dan menemukan dua bukti penyebaran yang utama dari kawasan Timur Tengah, dimana orang terbukti membawa kucing bersama mereka. Jejak genetik kucing ditemukan dalam perjalanan itu dan masih tampak pada jenis kucing yang ada pada zaman modern.

Para peneliti menganalisa DNA dari 209 kucing purba yang berasal dari zaman setua 9.000 tahun yang lalu yang berasal dari Eropa, Afrika, dan Asia, termasuk beberapa mumi kucing purba asal Mesir.

“Mereka saksi langsung tentang situasi di masa lampau,” ujar Eva-Maria Geigl dari the Jacques Monod Institute di Paris. Ia bersama koleganya yang juga meneliti 28 kucing liar modern dari Bulgaria dan Afrika bagian timur.

Ini adalah indikasi terkini dari kisah yang rumit tentang kucing-kucing yang sudah dijinakkan. Mereka keturunan dari kucing-kucing liar yang belajar untuk hidup di tengah manusia dan jadi lumayan jinak – meskipun beberapa pemilik kucing saat ini mengatakan, mereka tampaknya tidak begitu suka berada di lingkungan manusia.

Proses penjinakkan kemungkinan berawal dari masa 10.000 tahun yang lalu ketika orang mulai menetap di kawasan Bulan Sabit Subur, kawasan berbentuk lengkungan yang mencakup pantai timur Laut Mediterranea dan daratan sekitar sungai Tigris dan Eufrat. Mereka menyimpan gandum, sehingga menarik hewan pengerat, yang akhirnya menarik kucing-kucing liar. Hewan-hewan yang ada di tumpukan sampah tampaknya telah menarik mereka juga. Seiring dengan berjalannya waktu, kucing-kucing liar ini beradaptasi pada lingkungan yang dibangun oleh manusia dan membiasakan diri untuk berkeliaran di sekitar manusia.

Studi sebelumnya menemukan seekor kucing yang dimakamkan di samping manusia sekitar 9.500 tahun yang lalu di Siprus, dimana tidak ada kucing yang asli berasal dari pulau itu. Ini adalah indikasi bahwa kucing dibawa dengan perahu dan hewan itu memiliki ikatan khusus dengan orang itu, ujar para peneliti.

Kucing jelas-jelas sudah dijinakkan pada masa sekitar 3.500 tahun yang lalu, dimana pada lukisan tampak kucing ditempatkan di bawah kursi. Ini menunjukkan bahwa saat itu, “kucing sudah jadi bagian dari rumah tangga,” ujar Geigl.

Namun secara keseluruhan proses penjinakkan sulit dilacak oleh para ilmuwan, sebagian karena tengkorak fosil tidak menunjukkan apabila kucing tersebut kucing liar atau sudah dijinakkan.

Lebih mudah untuk membedakan anjing, hewan yang pertama kali kita jinakkan, dari nenek moyang serigalanya. Anjing berevolusi dari serigala dan mulai berinteraksi dengan manusia bahkan sebelum adanya budaya bertani, kemungkinan tertarik oleh sisa-sisa makanan yang ditinggalkan manusia.

Studi baru melacak penyebaran penanda DNA kucing yang bersifat spesifik yang menembus jarak waktu yang panjang, sebuah tanda bahwa orang telah membawa kucing bersama mereka. Hasilnya dirilis hari Senin oleh jurnal Nature Ecology & Evolution.

Studi ini “memperkuat dan menyempurnakan hasil karya sebelumnya,” ujar Carlos Driscoll dari the Wildlife Institute of India. Pengambilan sampel yang bersifat ekstensif dari DNA kucing yang melacaknya hingga ke jaman kuno belum pernah dilakukan, ujarnya.

Para peneliti juga mengamati varian genetik yang menghasilkan bulu dengan pola yang tidak teratur khas kucing modern yang sudah jinak, ketimbang garis-garis menyerupai harimau yang ada pada sepupunya yang masih liar. Pola ini muncul lebih sering pada sampel-sampel yang berasal dari masa sesudah tahun 1300 ketimbang masa sebelumnya, yang sesuai dengan bukti lain bahwa tanda garis-garis pada bulu kucing menjadi sesuatu yang biasa mulai tahun 1700 dan orang mulai mengembang biakkan kucing untuk penampilannya mulai tahun 1800-an.

Berbeda dengan kuda, usaha untuk menjinakkan kucing termasuk terlambat, yang dikembang biakkan untuk tampilannya sejak awal, ujar Geigl.

Fokus sebagian besar studi adalah pada penyebaran kucing pada zaman purba. Pada sampel DNA yang dianalisa, satu jejak genetik yang pertama kali adalah di Turki sisi Asia – dan kemungkinan dahulunya dibawa oleh kucing yang berasal dari kawasan Bulan Sabit Subur – muncul lebih dari 6.000 tahun yang lalu di Bulgaria.

Ini adalah indikasi bahwa kucing telah dibawa kesana dengan perahu ketika para petani pertama melakukan kolonisasi benua Eropa, ujar Geigl. Indikasi ini juga tampak pada masa lebih dari 5.000 tahun yang lalu di Rumania, juga pada masa sekitar 3.000 tahun yang lalu di Yunani.

Jejak genetik kedua, pertama kali muncul di Mesir, telah mencapai Eropa antara abad ke satu dan kelima, sebagaimana ditunjukkan oleh sampel yang berasal dari Bulgaria. Jejak yang berasal dari bandar perdagangan Viking di Eropa utara berasal dari abad ketujuh, dan sampel yang berasal dari Iran berasal dari abad ke delapan.

Menyebarnya kucing di sepanjang Mediterranea kemungkinan dipicu oleh manfaatnya dalam mengendalikan hama pengerat dan hama lainnya di kapal, ujar para peneliti. [ww]

Continue Reading

TRENDING