Wali Kota Pontianak Gerah, Minta Polresta Proses Hukum Pembakar
Connect with us

Kota Pontianak

Wali Kota Pontianak Gerah, Minta Polresta Proses Hukum Pembakar

Published

on

Wali Kota Pontianak Gerah, Minta Polresta Proses Hukum Pembakar

Gencil News – Wali Kota Pontianak Edi Kamtono mulai gerah dengan aktivitas pembakaran lahan yang terjadi pada Kota Pontianak. Wali Kota Pontianak minta kepada pihak Polresta untuk dapat menindak tegas pembakar lahan.

Kota Pontianak yang tidak pernah hujan selama hampir dua minggu terakhir ini. Menyebabkan aktivitas pembakaran lahan kembali marak.

Dalam kurun waktu tiga hari kebelakangan ini, kabut asap mulai menyeruak pada Kota Pontianak, terutama akan terasa pengap pada malam hari.

Kejadian ini membuat gerah Edi Kamtono, disaat Kota Pontianak tengah berjuang keras menghadapi Covid-19, muncul aktivitas yang dapat memperparah pernafasan warga Kota Pontianak.

Menurut Edi Kamtono, ada pihak yang diduga dengan sengaja melakukan pembakaran lahan. Untuk itu pihaknya tengah melakukan penyelidikan dan investigasi pada lokasi-lokasi tersebut.

 “Ada beberapa yang sudah agak jelas pelaku yang membakar dan yang menyuruh membakar. Kita minta Polresta Pontianak Kota untuk memproses secara hukum,” tegasnya.

Ia menambahkan, para pemilik lahan yang lahannya terbakar, baik secara sengaja maupun tidak sengaja, akan dikenakan sanksi sesuai dengan Peraturan Wali Kota (Perwa) nomor 55 tahun 2018 tentang Larangan Pembakaran Lahan.

Sanksinya, lahan yang terbakar dalam arti tidak disengaja, tidak boleh ada aktivitas pemanfaatan lahan itu selama tiga tahun sejak awal terjadi kebakaran sebagaimana tertuang dalam pasal 9 ayat 1.

Masih di pasal yang sama pada ayat 2 disebutkan, seluruh kegiatan di lahan yang dengan sengaja dibakar.

Maka akan tidak diberikan izin untuk semua bentuk perizinan selama lima tahun sejak awal terjadi kebakaran. Penetapan lahan terbakar atau dibakar berdasarkan berita acara yang ditetapkan.

“Kita tidak akan memberikan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) selama tiga tahun bagi lahan yang terbakar tidak disengaja, dan lima tahun bagi yang sengaja membakarnya,” ucap Edi.

Menurutnya, berdasarkan investigasi yang dilakukan, memang ada indikasi pemilik lahan memerintahkan warga setempat membersihkan lahan.

Pembersihan lahan dengan cara dibakar. Semestinya, kata dia, tidak demikian caranya, pembersihan lahan bisa dilakukan tanpa membakar. Misalnya dengan cara menebas semak belukar yang ada di lahan tersebut.

“Seharusnya mereka tidak harus membakar, membersihkan lahan boleh-boleh saja tetapi tidak harus membakar,” tuturnya.

Edi menambahkan, lahan yang dibakar tersebut kemungkinan difungsikan untuk berbagai macam diantaranya untuk membangun perumahan ataupun bercocok tanam.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak telah melakukan penyemprotan pada lahan yang terbakar.

Selain itu, sosialisasi juga dilakukan di setiap kecamatan dan kelurahan terhadap warga agar menjaga lahan-lahan yang rentan terjadi kebakaran.

“Kita sedang mengkaji untuk penetapan status siaga Karhutla Kota Pontianak,” pungkasnya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kota Pontianak

Panduan Protokol Kesehatan, Salat Ied Depan Kantor Wako Pontianak

Published

on

Panduan Protokol Kesehatan, Salat Ied Depan Kantor Wako Pontianak

Gencil News – Wako Pontianak Edi Kamtono memberikan lampu hijau pelaksanaan salat Ied Idul Fitri di Kota Pontianak. Tak lupa Wako Edi mengingatkan kepada warganya, untuk tetap disiplin portokol kesehatan.

PHBI Pontianak bersama Satgas Covid-19 Kota Pontianak telah mempersiapkan rencana pelaksanaan Salat Id yang akan dipusatkan di halaman depan Kantor Wali Kota Pontianak, Jalan Rahadi Usman.

Dalam pelaksanaan Salat Id di lapangan yang berlokasi di Jalan Rahadi Usman ini, pihaknya akan berupaya mencegah adanya kerumunan dengan diback-up petugas Satpol PP Kota Pontianak, Polresta Pontianak Kota serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

“Hasil koordinasi dengan Satgas Covid-19 Kota Pontianak mereka juga akan menurunkan tim untuk membantu panitia dalam rangka penerapan protokol kesehatan,” ungkap Ketua PHBI Yaya Maulidia yang juga menjabat sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kota Pontianak.

Pada saat pelaksanaan Salat Id nantinya, jamaah diwajibkan mengenakan masker. Selaku panitia Salat Id depan Kantor Wali Kota, pihaknya juga akan memfasilitasi dengan mempersiapkan fasilitas untuk mencuci tangan, hand sanitizer, masker cadangan serta thermogun atau alat pengukur suhu tubuh.

“Bahkan untuk saf salat juga akan menggunakan jarak sehingga pelaksanaan Salat Id tetap menerapkan protokol kesehatan,” ucap dia.

Continue Reading

Kota Pontianak

Alhamdulillah, PHBI Pontianak Gelar Salat Ied Depan Kantor Wali Kota

Published

on

By

Alhamdulillah, PHBI Pontianak Gelar Salat Ied Depan Kantor Wali Kota

Gencil News – Panitia Hari Besar Islam Kota Pontianak menyatakan siap untuk menggelar salat ied Idul Fitri 1422H, dari depan Kantor Wali Kota Pontianak. Untuk lokasi Salat ied Idul Fitri 2021, akan dimulai dari depan Kantor Pos Lama hingga ke Bank BNI, Pontianak.

 “PHBI bersama Satgas Covid-19 telah merancang pelaksanaan di lapangan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” ujar  Yaya Maulidia Ketua PHBI Pontianak.

Adapun khatib yang akan menyampaikan ceramah adalah KH Jalaluddin Ahmad dan Imam Muhammad Ali. Untuk pembuatan garis pembatas saf akan dilakukan H-1 Idulfitri.

“Penyemprotan disinfektan juga dilakukan sebelum dan setelah pelaksanaan Salat Id,” jelas dia.

Berkaca dari pengalaman pelaksanaan Salat Idul aAdha 1441H yang lalu di tengah pandemi, pihaknya akan menerapkan prosedur yang sama sesuai protokol kesehatan. Panitia penyelenggara Salat Id akan mengatur jarak jamaah.

“Saya juga mengimbau masyarakat terutama kelompok usia lansia, anak-anak dan yang merasa kurang enak badan, sebaiknya tidak datang ke lapangan,” imbaunya 

Selanjutnya kejadian ini diselesaikan secara mediasi, dan tangani oleh pihak Polsek Pontianak Selatan.
Continue Reading

Kota Pontianak

Bayar Pakai Uang Tak Laku, Pelayan Warkop dan Pembeli “Betekak”

Published

on

Bayar Pakai Uang Tak Laku
Bayar Pakai Uang Tak Laku, Pelayan Warkop dan Pembeli "Betekak" foto/data : Enggang Khatulistiwa

Gencil News – Pelayan Kopi dan Pembeli “Betekak” (gaduh) soal uang tak laku. Pembeli kopi tersebut membelanjakan uang tak laku, saat ia berada di Warung Kopi.

Persoalan ini terjadi pada satu Warkop di Jalan Imam Bonjol Pontianak, ketika akan ditagih untuk pesanan yang dilakukan, pembeli ini membayar dengan uang yang dianggap tidak laku oleh pelayan warkop.

Gaduh pun terjadi diantara mereka. Kemudian informasi ini pun masuk ke Pihak Kepolisian. Atas laporan masyarakat. Polisi pun mendatangi tempat kejadian perkara,

Tim Jatanras Pontianak dan Reskrim Polsek Pontianak Selatan, datang untuk meredahkan situasi gaduh tersebut.

Pihak Kepolisian pun melakukan pendekatan humanis, mengajak kedua belah pihak yang gaduh untuk musyawarah menyelesaikan persoalan. Selanjutnya kejadian ini diselesaikan secara mediasi, dan tangani oleh pihak Polsek Pontianak Selatan.

Selanjutnya  kejadian ini diselesaikan secara mediasi, dan tangani oleh pihak Polsek Pontianak Selatan.



Continue Reading

Kota Pontianak

Wahai Pencuri Kabel di Imam Bonjol, Motor Anda Tertinggal

Published

on

Wahai Pencuri Kabel di Jalan Imam Bonjol, Motor Anda Tertinggal!

Gencil News – Kejahatan pencurian kabel masih marak terjadi di Kota Pontianak. Seorang pemuda berjibaku dengan pelaku untuk menghentikan tindak pencurian kabel tersebut.

Kejadian ini terjadi di jalan Imam Bonjol Pontianak. Pihak Kepolisian yang mendapatkan laporan langsung mendatangi TKP.

Pada TKP (Tempat Kejadian Perkara), Polisi dari Tim Enggang Khatulistiwa menemukan seorang pemuda tidak mengenakan pakaian.

Dan kondisi tubuh dari pria tersebut, penuh dengan lumpur. Polisi pun menanyakan kronologi perkara kepada pria ini.

Pria tersebut menjelaskan bahwa , ia menegur seorang pria yang diduga akan memotong dan mengambil kabel pada tepi parit di lokasi tersebut.



Kemudian pria yang ditegur tidak terima, selanjutnya terjadi perkelahian di lokasi tersebut. Mendengar kedatangan petugas, pria yang diduga mencuri kabel itu melarikan diri, dan motor miliknya tertinggal di lokasi.

Tim Enggang Khatulistiwa pun membawa motor diduga pelaku ke markas Polresta Pontianak Kota guna ditahan, dan menunggu pemilik mengambil motornya. Pihak Kepolisian menyarankan pemilik kendaraan ini melaporkan diri ke kantor polisi terdekat

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING