Wali Kota Pontianak Resmikan TPS3R Serasan Solusi Tangani Sampah
Connect with us

Kota Pontianak

Wali Kota Pontianak Resmikan TPS3R Serasan Solusi Tangani Sampah

Published

on

Wali Kota Pontianak Resmikan TPS3R Serasan Solusi Tangani Sampah
Wali Kota Pontianak Edi Kamtono Saat meresmikan TPS3R Di Banjar Serasan

Gencil News – Wali Kota Pontianak Edi Kamtono resmikan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse Recycle (TPS3R) milik warga Banjar Serasan. TPS3R ini menjadi salah satu solusi dalam menangani sampah setiap harinya.

TPS3R adalah sistem pengolahan sampah dengan inovasi teknologi mesin pencacah sampah dan pengayak kompos yang lebih efektif dan efisien. Untuk Pontianak sendiri produksi sampah tercatat mencapai 400 ton per hari.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menerangkan, TPS3R ini merupakan sistem pengolahan sampah. Pada awalnya sampah dianggap sebagai bahan yang tidak berguna, menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Harapan keberadaan TPS3R dapat mengurangi sampah terutama yang sulit terurai. Misalnya dengan mengurangi penggunaan kantong plastik, kaleng dan lain sebagainya.

Selain itu memanfaatkan barang bekas juga bagian dari upaya mengurangi sampah.

“Misalnya memanfaatkan botol plastik bekas minuman menjadi pot bunga, kaleng bekas cat menjadi kursi dan masih banyak lagi,” terang Edi usai resmikan infrastruktur dan serah terima TPS3R Borneo di Jalan Tanjung Harapan Kelurahan Banjar Serasan Kecamatan Pontianak Timur, Rabu (18/11/2020).

Ia menambahkan, langkah lainnya untuk memanfaatkan sampah plastik yakni dengan sistem cacah untuk bahan baku atau biji plastik. Sedangkan untuk sampah organik sebagai pupuk kompos atau gas metan.

“Dengan demikian sampah yang awalnya tidak berguna menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujarnya.

Menurut Edi, masih banyak inovasi yang bisa dilakukan terutama pemanfaatan sampah rumah tangga dan pasar. Misalnya untuk memelihara maggot yang bisa menghabiskan sampah organik.

“Maggot juga bisa menjadi pakan ternak dan ikan,” tuturnya.

Ia berharap masyarakat sekitar khususnya warga Kelurahan Banjar Serasan, Parit Mayor dan Saigon memanfaatkan keberadaan TPS3R Borneo. Sehingga kedepan akan ada pembangunan TPS3R serupa pada lokasi-lokasi lainnya.

“Harapan saya setiap kelurahan minimal memiliki satu bank sampah, kemudian setiap sekolah juga memiliki bank sampah,” kata Edi.

Kemudian ia mengajak seluruh pihak untuk tidak pesimis dan jangan pernah ada kata bosan dalam menangani persoalan sampah. Ia juga berharap jajaran kecamatan dan kelurahan tak henti-hentinya mengedukasi warganya.

Untuk bersama-sama memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat.

“Jika ada rasa kebersamaan, saya yakin tidak ada lagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan,” imbuhnya.

Edi menyebut harus melakukan banyak tugas untuk mengedukasi masyarakat dan mewujudkan Pontianak menjadi kota yang bersih dan sehat. Apalagi target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2023 adalah meraih Adipura.

Hal itu menurutnya mustahil bisa tercapai apabila hanya Pemkot Pontianak saja yang melakukan tanpa adanya peran masyarakat. Ia yakin jika semua elemen masyarakat turut bergerak dalam mewujudkan kota yang bersih maka semakin mudah untuk meraih Adipura.

Apabila berhasil meraih Adipura, maka Kota Pontianak akan menerima insentif yang cukup besar. “Kemudian insentif tersebut nantinya akan kembali lagi kepada pengelolaan sampah,” pungkas Wali Kota Pontianak

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kota Pontianak

Kota Pontianak Dua Kali Juara Umum Lomba PKK-KKBPK-KES

Published

on

By

Kota Pontianak Dua Kali Juara Umum Lomba PKK-KKBPK-KES
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie

Gencil News – Kota Pontianak memiliki tiga kelurahan yang memenangkan lomba dengan merebut juara satu. Tiga kelurahan tersebut bersaing dengan keluraha lain se-Kalbar. Pada ajang Kesatuan Gerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga, Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga Kesehatan (PKK-KKBPK-KES). Selasa (1/12/2020).

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie melalui menyampaikan hal tersebut. Adapun lomba yang mendapatkan juara satu kategori kota adalah pelaksana terbaik Lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Oleh Kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara.

Kemudian Pelaksana terbaik Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS) oleh Kelurahan Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara.

“Pelaksana Terbaik Posyandu oleh Posyandu Berdikari Kelurahan Pal Lima Kecamatan Pontianak Barat juga mendapatkan juara satu,” kata Yanieta.

Ia mengatakan sehubungan dengan musibah pandemi Covid-19, pengumuman pemenang lomba pelaksanaannya secara virtual oleh Ketua Tim Juri dari Provinsi Kalbar.

Dengan memperoleh tiga penghargaan maka Kota Pontianak menjad juara umum. Pada lomba Kesatuan Gerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga. Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga Kesehatan (PKK-KKBPK-KES) tingkat Provinsi Kalimantan Barat tahun 2020.

Ini merupakan juara umum ke dua kali yang diraih oleh Kota Pontianak. Sebelumnya telah meraih juara umum juga pada tahun 2019 juga meraih juara umum di Kabupaten Sambas.

Ia berharap, Penghargaan ini memotivasi kader Tim Penggerak PKK Kota Pontianak memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

“Jadikan ini sebagai penyemangat untuk berinovasi, lebih peduli dan berbuat yang terbaik untuk masyarakat, ” ujar Yanieta.

Pemenang lomba merupakan hasil penilaian secara berjenjang mulai dari tingkat Kelurahan, Kecamatan kemudian mewakili Kota Pontianak di tingkat Provinsi

Continue Reading

Kota Pontianak

Wali Kota Minta PDAM Tingkatkan Kualitas Layanan dan Tekan Kebocoran

Published

on

By

Wali Kota Minta PDAM Tingkatkan Kualitas Layanan dan Tekan Kebocoran

Gencil News – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono melantik dua orang direktur jajaran Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Khatulistiwa. Wawan Hari Purnomo A menjalani pelantikan sebagai Direktur Pelayanan dan Sasmita sebagai Direktur Administrasi dan Keuangan.

Edi mengatakan, dengan adanya pelantikan ini maka jajaran direksi telah terisi sesuai dengan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) yang baru.

“Saya berharap dengan dilantiknya dua direktur ini menjadi semangat jajaran PDAM dalam meningkatkan kualitas pelayanan terhadap pelanggannya,” ujarnya usai melantik dua orang direktur. Rabu (2/12/2020), Aula Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa.

Selain itu, lanjut dia, pembenahan dan upaya pengurangan kebocoran akibat hal teknis seperti pipa-pipa yang sudah tua. Tentu perlu adanya penggantian sebagai investasi. Namun ia tak memungkiri terjadinya kebocoran karena pencurian air dengan merusak pipa PDAM oleh oknum.

“Kemudian kebocoran administrasi juga bisa terjadi kalau ada pemborosan,” sebutnya.

Kapasitas produksi PDAM Kota Pontianak saat ini telah mencapai 2.250 liter per detik. Edi menilai, jumlah tersebut sudah mencukupi untuk kapasitas penduduk Pontianak saat sekarang ini.

“Tetapi saya minta jaringan PDAM masih perlu penyempurnaan dan perbaikan,” ungkapnya.

Menurutnya, kualitas air PDAM sampai sekarang masih baik, tergantung musim yang terjadi. Jika kemarau maka rasanya agak payau, tergantung air baku. Saat ini masyarakat dapat dengan mudah dalam mendapatkan pelayanan air bersih. Masyarakat cukup mengajukan permohonan sepanjang lokasinya terdapat pipa tersier.

“Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), maka mereka mendapatkan sambungan gratis,” imbuhnya.

Direktur Pelayanan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Wawan Purnomo A, mengungkapkan, pihaknya akan berupaya melakukan peningkatan percepatan pelayanan. Termasuk penanganan gangguan, baik terkait suplai maupun hal-hal lainnya.

“Kami berupaya untuk berinovasi bagaimana pelayanan sambungan baru dipercepat dengan memangkas birokrasi dan penanganan pelayanan lebih cepat,” ucapnya.

Ia menerangkan, saat ini jumlah pelanggan PDAM mencapai 135 ribu pelanggan. PDAM menargetkan tahun depan akan meningkatkan jumlah pelanggan melalui program MBR.

“Melalui permohonan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),” terang Wawan.

Dalam upaya menekan angka kebocoran, pihaknya akan membentuk tim reaksi cepat. Setiap ada persoalan di lapangan yang diterima dari aduan masyarakat maupun melalui kegiatan rutin pengawasan, maka akan ditangani secepatnya.

“Sehingga tingkat kebocoran yang terjadi bisa diminimalisir sekecil mungkin,” jelas dia.

Di masa pandemi Covid-19 yang dihadapi saat ini, sambung Wawan, dari sisi kualitas pelayanan dipastikan tidak ada pengurangan. Untuk pelayanan sambungan baru dilakukan secara digitalisasi berbasis teknologi.

Tak terkecuali dalam melakukan survei sambungan baru pun telah memanfaatkan sistem aplikasi. “Tujuannya untuk mempermudah dan mempercepat permohonan pelayanan dari masyarakat kepada PDAM,” pungkasnya.

Continue Reading

Kota Pontianak

Edi Kamtono : Jangan Ada Lagi Diskriminasi Terhadap ODHA

Published

on

Edi Kamtono
Momentum Hari AIDS Sedunia yang diperingati setiap tanggal 1 Desember ini, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengingatkan warga bahwa virus Human Immunodeficiency Virus (HIV) juga sangat berbahaya. Foto pemkot Pontianak

Gencil News – Hari AIDS Sedunia di Kota Pontianak diperingati dengan membagikan masker gratis bagi masyarakat di Tugu Digulis Untan, Selasa (1/12/2020).

Momentum Hari AIDS Sedunia yang diperingati setiap tanggal 1 Desember ini, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengingatkan warga bahwa virus Human Immunodeficiency Virus (HIV) juga sangat berbahaya.

Hingga tahun 2020, berdasarkan data yang ada tercatat 107 warga Kota Pontianak yang terpapar virus HIV. Hingga saat ini memang belum ditemukan obat untuk menyembuhkan virus HIV.

“Sehingga masyarakat harus terus-menerus menjaga kesehatannya dan jangan sampai tertular virus tersebut,” katanya.

Ia tak ingin masyarakat lalai dengan kesehatan dirinya masing-masing karena virus HIV masih ada di sekitar kita. Berbagai cara yang bisa dilakukan untuk menghindari penularan virus HIV. “Misalnya tidak bergonta-ganti pasangan dan tidak melakukan seks bebas,” sebut Edi.

Dirinya juga mengimbau masyarakat tidak mengucilkan mereka yang terinfeksi virus HIV atau Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Sebab stigma negatif dan perlakuan diskriminatif  dari masyarakat tentunya berdampak buruk pada psikologis ODHA. “Oleh sebab itu jangan ada lagi diskriminasi dan stigma negatif terhadap ODHA,” imbaunya.

Edi menilai, dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS, dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak dan stakeholder. “Dengan sinergitas semua pihak, maka penanggulangan HIV/AIDS bisa optimal,” tuturnya.

Continue Reading

TRENDING