Kota Singkawang

Butuh Waktu 24 Jam Petugas Untuk Membekuk Eka dan Tora

Butuh Waktu 24 Jam Petugas Membekuk Eka dan Tora

Eka dan Tora adalah nama dari dua harimau singkawang yang lepas dari kandang Sinka Zoo. Eka dan Tora berhasil dilumpuhkan, dengan peluru tajam dan peluru obat bius.

Butuh Waktu 24 Jam Petugas Membekuk Eka dan Tora - Foto Ilustrasi (rajan sigh) - Disclaimer - Foto pada cover bukan menunjukan harimau singkawang yang lepas dari kandang sinka zoo

Gencil News – Petugas membutuhkan waktu selama 24 jam untuk melakukan pencarian terhadap kedua harimau yang lepas kemudian melarikan diri dari kandangnya.

Kedua harimau betina yang berusia sekitar 18 bulan itu, lepas dari Kebun Binatang Sinka di kota Singkawang, Kalimantan Barat pada Jumat (5/2) malam.

Hujan lebat berhari-hari menyebabkan tanah longsor dan membuka sebuah terowongan yang memungkinkan mereka keluar dari kandang.

Seorang pawang berusia 47 tahun bernama Fery Darmawan ditemukan tewas dengan luka cakaran dan gigitan pada tubuhnya.

 Kapolres Singkawang, AKBP Prasetiyo Adhi Wibowo mengatakan upaya keras dari semua pihak selama 24 jam membuahkan hasil.

Baca juga   Memperkenalkan Efektivitas Alat Deteksi Covid-19 GeNose

Perburuan terhadap dua harimau, eka dan tora dilakukan dengan cara yang berbeda. Harimau yang bernama Eka menunjukan sikap agresif. Dan siap menyerang para petugas yang akan melakukan penangkapan.

“Eka sudah memberikan tanda-tanda agresif kepada kami yang berpotensi membahayakan baik bagi dirinya maupun petugas yang berusaha untuk menangkapnya,” ujarnya.

Penembakan pertama dilakukan dengan peluru bius, tetapi peluru tidak berhasil masuk ke dalam tubuhnya.

Baca juga   Jalan Semai Singkawang Rusak, Pemkot Anggarkan Rp400 Juta

Kemudian petugas memberikan tembakan dengan peluru tajam untuk mengurangi potensi membahayakan petugas maupun masyarakat lainnya.

Tim Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat yang turut dalam perburuan tersebut juga menyampaikan kejadian ini.

“Ditembak dengan obat bius tidak mempan. Terpaksa ditembak dengan peluru tajam, perilakunya sudah muncul sifat liarnya,” kata Sadtata Noor Adirahmanta, Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.

Harimau yang kedua bernama Tora, menurutnya masih bisa diajak berkomunikasi oleh petugas. Sewaktu dipanggil, Tora masih diam. Kemudian tim gabungan melakukan penembakan dengan peluru bius.

Baca juga   Perebakan Covid-19 Mulai Landai, Edi Kamtono Ingatkan Tetap Disiplin

Selanjutnya obat bius tersebut sudah bereaksi. Kemudian tim gabungan baru bisa mengamankan harimau tersebut.

“Kendala cukup banyak, disamping medannya yang sulit, tingkat kerapatan antara semak-semak dan batang pohon sehingga menyusahkan kami untuk mencari dan melakukan proses penembakan obat biusnya,” ujar Prasetiyo.

Medan yang berupa hutan membuat tim gabungan kesulitan melacak Eka dan Tora. Selain itu, luas wilayah Sinka Zoo yang mencapai sekitar 20 hektar juga menyulitkan pencarian. Untuk memperluas jangkauan pencarian tim gabungan menggunakan drone.

“Kami kesulitan sekali untuk bisa menemukan mereka,” ungkap Prasetio.

Saat ini, harimau bernama Tora telah dikembalikan ke dalam kandangnya dan tengah berada dalam pengawasan tim medis Sinka Zoo.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERPOPULER

To Top