Gubernur Sutarmidji Minta Penggunaan Data Sebagai Perencanaan Kerja
Connect with us

Kota Singkawang

Gubernur Sutarmidji, Minta Penggunaan Data Sebagai Perencanaan Kerja

Published

on

Gubernur Sutarmidji, Minta Penggunaan Data Sebagai Perencanaan Kerja
Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) H. Sutarmidji S.H., M.Hum., menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Singkawang Tahun 2022, di Aula Hotel Mahkota Kota Singkawang, Rabu (3/3/2021).
Loading...

Gencil News – Gubernur Sutarmidji menyampaikan bahwa setiap pekerjaan harus berdasarkan data. Menurut Gubernur Sutarmidji saat ini, penggunaan data belum sepenuhnya baik dalam merencanakan pembangunan daerah, terutama dalam melayani masyarakat.

“Tanpa data yang baik percuma merencanakan pembangunan itu dan tidak dapat menghasilkan yang baik, karena apa, pertama bisa sia-sia pembangunan itu. Kedua sekala prioritas kita (Pemerintah) tidak jelas yang mana. Sehingga data satu-satunya alat ukur untuk keberhasilan satu pembangunan,” ungkap Gubernur Kalbar H. Sutarmidji dalam sambutannya pada (Musrenbang) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Singkawang Tahun 2022.

Sutarmidji pun memberikan contoh dalam sektor pertanian, ia mendapatkan data pertanian tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Karena luas pertanian di Kalbar tidak sebanding dengan hasil pertanian yang didapatkan.

“Begitu saya jadi gubernur saya kumpulkan orang-orang yang berkaitan dengan pertanian, karena data yang kita dapat dari data penerimaan jabatan, bahwa luas lahan tanam 512 ribu hektar sampai 529 ribu hektar lahan dengan target hasil 1,7 juta ton gabah kering giling itu setara 1,2 juta ton beras. Sedangkan kebutuhan konsumsi di Kalbar itu sekitar 600 ribu ton beras. Lalu saya tanyakan ke Bulog jumlah mereka beli beras sama petani sekitar 48 ton gabah kering giling. Kemudian saya tanya bea cukai tidak ada beras yang keluar dari Kalbar dan mereka mengatakan ke saya beras masuk ke Kalbar sebanyak 97 ribu ton. Bayangkan seharusnya surplus 600 ribu ton beras di Kalbar tapi tidak ada, berartikan datanya tidak valid,” tegasnya.

Tak hanya itu saja Gubernur juga menyoroti beberapa perihal di Kota Singkawang diantaranya terkait kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan Banjir.

“Seharusnya Kota Singkawang sudah bebas Karhutla dan Banjir. Masyarakat harus dilibatkan sebanyak mungkin untuk mencegah banjir kembali terjadi,” tuturnya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kota Singkawang

Satreskrim Ressing Singkawang Ringkus Pencuri Helm, Bukti 54 Helm

Published

on

By

Satreskrim Ressing Singkawang Ringkus Pencuri Helm, Bukti 54 Helm
Barang bukti pencurian helm di Singkawang
Loading...

Gencil News -Satreskrim Ressing Singkawang berhasil meringkus pencuri helm handal di Singkawang. Unit Buser telah berhasil mengamankan pelaku spesialis pencurian helm, Kamis (15/09/2021).

Pada laman akun facebook @Satreskrimressingsingkawang menuliskan bahwa kasus pencurian ini cukup meresahkan warga Kota Singkawang.

Barang bukti yang dikumpulkan sebanyak 54 helm dengan berbagai merk.

Kolom komentar ramai dengan beragam tanggapan masyarakat yang pernah kehilangan helm. Ternyata wajah pelaku juga pernah tertangkap camera CCTV sebuah toko.

Warganet dengan akun @Jarr menuliskan “Channel mu dah ku subscribe bang,” tulisnya

Tak hanya itu, komentar nyeleneh juga ditulis pada kolom komentar.

@Erry E Litz menuliskan “Buat apa dia ambil banyak-banyak helm,kepala nya cuma 1 doang,” tulis @Erry E Litz

Continue Reading

Kota Singkawang

Teras Aswaja PCNU Kota Singkawang Tuai Pujian Dari Wali Kota

Published

on

By

Teras Aswaja PCNU Kota Singkawang Tuai Pujian Dari Wali Kota
PCNU Kota Singkawang menggelar teras aswaja
Loading...

Gencil News – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kota Singkawang menggelar kegiatan Teras Aswaja di rumah jabatan Wali Kota.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengatakan kegiatan Teras Aswaja; Istighosah dan Doa Bersama ini tak hanya mempererat silaturahmi. Tapi juga dapat meningkatkan wawasan kebangsaan.

Ia mengapresiasi kegiatan yang digelar PCNU. Belum genap sebulan pelantikan pada Agustus lalu, PCNU mampu menghadirkan tokoh intelektual dari pusat di Singkawang.

“Apresiasi dan terima kasih pemerintah ucapkan kepada Pengurus NU Cabang Singkawang. Baru menjalani pelantikan bulan Agustus, tapi pada hari ini sudah bisa mendatangkan pembicara dari pusat,” katanya, Sabtu (11/9/2021).

Pada kegiatan sebelumnya, PCNU Kota Singkawang sempat menghadirkan KH. Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq), Direktur Aswaja Center PWNU Jatim KH. Ma’ruf Khozin, dan Pengasuh Pesantren Luhur Baitul Hikmah Malang Gus Ach. Dhofir Zuhry.

“Harapan kita kegiatan ini bisa melaksanakannya dengan rutin. Saya sudah katakan, silakan gunakan rumah dinas ini. Bisa per dua minggu. Yang penting bisa menyesuaikan dengan kedinasan rumah dinas ini,” ujarnya.

Seperti yang kita ketahui, Singkawang mendapat predikat kota tertoleran di Indonesia. Semua ini tidak terlepas peran serta PCNU dan warga nahdliyyin.

“Predikat kota tertoleran ini tidak terlepas dari sumbangsih warga NU Kota Singkawang,” katanya.

“Selama ini kita tahu bahwa NU bersama-sama dengan pemerintah, mulai dari pusat bahkan ke tingkat RT,” tambahnya.

Sementara itu, kegiatan Teras Aswaja ini menghadirkan Ketua Pengurus Pusat (PP) NU Care-LAZISNU KH. Muhammad Wahib. Sebagai pembicara Ngaji Kebangsaan, Muhammad Wahib memaparkan sejarah perjuangan dan peran NU terhadap bangsa Indonesia.

Kemudian hadir pula Sekretaris Tanfidziyah PWNU Kalbar Hasyim Hadrawi, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Singkawang Edy Purwanto Achmad, Pengasuh Pondok Pesantren Ash-Shomadiyah Kiai Muhammad Yani, pengurus PCNU dan Badan Otonom (Banom) NU serta puluhan warga NU Kota Singkawang.

Continue Reading

Kota Singkawang

DMI Kalbar Janji Bantu Pembangunan Masjid Agung Singkawang

Published

on

By

DMI Kalbar Janji Bantu Pembangunan Masjid Agung Singkawang
Wagub Kalbar, Ria Norsan didampingi Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie
Loading...

Gencil News – Wagub Kalbar, Ria Norsan sekaligus sebagai Ketua DMI Provinsi Kalbar bertandang ke Kota Singkawang. Untuk melakukan silaturahmi dan pembinaan kepada masjid-masjid di Kota Singkawang.

Ria Norsan juga meninjau progres renovasi Masjid Agung Kota Singkawang yang rencananya akan rampung pada November 2022.

Ia menyambut baik usaha Pemerintah Kota Singkawang yang sedang mengadakan proses renovasi Masjid Agung Singkawang.  Ria Norsan juga mengatakan Pemprov Kalbar akan membantu pembiayaan masjid pembiayaan melalui APBD Kalbar.

Orang nomor dua di Kalbar ini meminta agar kepada seluruh masyarakat Kota Singkawang mendukung niat baik Pemkot Singkawang. Terutama untuk memperindah tempat ibadah.

“Tentunya kita berharap masjid tersebut nantinya bisa menjadi tempat ibadah yang lebih representatif. Bisa meningkatkan ibadah masyarakat, dan menjadi tempat yang memberikan manfaat untuk warga,” ungkapnya.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengucapkan terima kasih kepada Wakil Gubernur Kalbar yang telah memberikan atensi atas pembangunan Masjid Agung Kota Singkawang.

Ia mengatakan, bahwa desain yang digunakan sebagai pedoman pembangunan Masjid Agung adalah hasil dari pemenang Lomba oleh Pemkot Singkawang. Dengan target pembangunan Masjid ini diharapkan dapat selesai bulan November Tahun 2022.

Ia juga meminta kepada seluruh pemangku kepentingan agar mengawal dan mendukung pembangunan Masjid Agung ini agar dapat selesai tepat waktu.

“Karena niat utama dari Pemkot Singkawang untuk membangun Masjid Agung adalah untuk memberikan kenyamanan bagi umat untuk beribadah dan membuat tempat ibadah yang khas dan indah serta dapat menjadi ikon baru yang memiliki daya tarik untuk Kota Singkawang,” ungkapnya.

Continue Reading

Kota Singkawang

PTM Terbatas Di Singkawang Tenaga Pendidik Harus Vaksin Minimal 80%

Published

on

By

PTM Terbatas Di Singkawang Tenaga Pendidik Harus Vaksin Minimal 80%
Loading...

Gencil News – Menyambut pembelajaran tatap muka (PTM), Pemkot Singkawang mempersiapkan ketentuan dan standar persiapan sekolah untuk siswa.

Salah satu upayanya yaitu dengan membentuk Satgas Covid-19 lingkungan sekolah. Kemudian tenaga pendidik dan pegawai sekolah capaian vaksinasi lebih dari 80 persen, dan standar protokol kesehatan di lingkungan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang, Asmadi mengatakan pihak sekolah harus memperhatikan segala kebersihan lingkungan sekolah.

“Setiap sekolah wajib memperhatikan standar protokol kesehatan yang ada. Seperti, menjaga kebersihan WC, kebersihan ruangan belajar, alat cuci tangan, penyemprotan disinfektan, memakai masker, dan cek suhu tubuh,” ujar, Kamis (9/9/2021).

Asmadi menambahkan terlaksananya pembelajaran tatap muka di sekolah ini pun juga harus melibatkan persetujuan dari orang tua murid. Kegiatan pembelajaran tatap muka hanya dilakukan 2 hari dalam seminggu.

“Kalau ternyata orang tua murid suatu sekolah tidak menyetujui PTM, itu kita serahkan kembali kepada mereka. Karena mereka punya hak untuk memberikan perlindungan kepada anak. Anak murid yang bersangkutan akan tetap belajar di rumah secara daring. Kalau setuju, ya harus ikuti dan taati ketentuan protokol kesehatan selama PTM di sekolah.” ujarnya.

Selain PTM sekolah, Asmadi mengungkapkan PTM di tempat bimbingan belajar juga harus menerapkan prokes.

Prokes tempat les

“Untuk tempat les juga boleh melakukan pembelajaran tatap muka. Tentunya dengan memperhatikan ketentuan standar protokol kesehatan 5M. Jadi, kita tidak hanya mengedukasi anak terkait materi pembelajaran sekolah saja. Tenaga pengajar juga perlu mengedukasi anak-anak terkait penerapan pola hidup bersih dan sehat.” terangnya.

Ia juga menegaskan bahwa tidak ada waktu istirahat sekolah pada pelaksanaan pembelajaran tatap muka ini. Hal ini untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 agar tidak timbul klaster-klaster Covid-19 di lingkungan sekolah.

“Kami meniadakan waktu istirahat. Jadi, tidak ada kantin sekolah yang buka. Selesai anak-anak mengikuti PTM terbatas, anak-anak diarahkan langsung untuk pulang ke rumah. Kita akan terus monitoring ke sekolah supaya jangan sampai lengah terhadap kemungkinan timbulnya klaster Covid-19 di sekolah.” tegasnya.

Adapun data sekolah yang boleh dan siap untuk melaksanakan PTM, antara lain Tempat Penitipan Anak (TPA) se-kota Singkawang sebanyak 40 persen, Kelompok Bermain (KB) se-kota Singkawang sebanyak 18 persen, Taman Kanak-kanak (TK) sebanyak 56 persen, Sekolah Dasar se-kota Singkawang sebanyak 86 persen, dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-kota Singkawang sebanyak 86 persen.

“Untuk TPA, sebanyak 2 sekolah dari 5 sekolah. KB sebanyak 8 sekolah dari 47 sekolah. TK sebanyak 24 sekolah dari 43 sekolah. SD sebanyak 89 sekolah dari 103 sekolah. Kemudian, SMP se-kota Singkawang sebanyak 31 sekolah dari 36 sekolah.” ujarnya.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING