Hasil Rapat Bersama, Perayaan Cap Go Meh Singkawang Ditiadakan
Connect with us

Kota Singkawang

Perayaan dan Festival Cap Go Meh Singkawang Ditiadakan

Published

on

Perayaan dan Festival Cap Go Meh Singkawang Ditiadakan
Perayaan dan Festival Cap Go Meh Singkawang Ditiadakan (2013) - Foto istimewa

Gencil News SINGKAWANG – Hasil rapat bersama antara Wali Kota Singkawang dengan sejumlah pihak telah menetapkan bahwa perayaan dan festival cap go meh Kota Singkawang ditiadakan. Hasil keputusan bersama ini dilaksanakan pada senin (21/02/2021).

Rapat yang diselenggarakan pada kediaman Wali Kota Singkawang, melahirkan beberapa keputusan penting.

Keputusan untuk meniadakan acara ini berkaitan dengan kondisi pandemi covid-19. Dimana pada saat ini Pemkot Singkawang memberlakukan beberapa aturan ketat guna mencegah penyebaran virus corona.

Adapun hasil keputusan rapatnya adalah:

  1. Hari pelaksanaan Cap Go Meh jatuh pada tanggal 25 Februari 2021. Untuk itu Kota Singkawang meniadakan kegiatan perayaan dan festival Cap Go Meh seperti pada masa sebelum terjadinya pandemi Covid-19.
  2. Tidak ada kegiatan konvoi tatung, barongsai dsb. Yang dapat mengundang keramaian.
  3. Ritual keagamaan tetap diizinkan untuk dilaksanakan oleh para rohaniawan/tatung, khususnya mulai tanggal 25 Februari 2021/tanggal 14 bulan 1 tahun 2572 di Altar/Shin Than/Klenteng/Cetia/Vihara masing-masing dengan mematuhi protokol kesehatan (Prokes).
  4. Pelaksanaan Ritual pada hari Cap Go Meh oleh apra Rohaniawan/Tatung pada tanggal 26 Februari 2021/tanggal 15 bulan 1 tahun 2572 dilaksanakan di Altar/Shin Than/Klenteng/Cetia/Vihara masing-masing dengan mematuhi Prokes.
  5. Mengimbau kepada umat untuk melakukan doa dari rumah.

Wali Kota Singkawang juga mengajak masyarakat untuk dapat melakukan doa bersama, agar pandemi covid-19 cepat berakhir.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kota Singkawang

Kota Singkawang Sambut Ramadhan Dengan 1.442 Obor Menghiasi Jalan

Published

on

By

Kota Singkawang Sambut Ramadhan Dengan 1.442 Obor Menghiasi Jalan
Suasana Kota Singkawang dengan hiasan obor disepanjang jalan

Gencil News – Pemerintah Kota Singkawang mulai menghias kota Singkawang dengan 1.442 obor dalam rangka menyambut dan menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1442 Hijriah atau tahun 2021 Masehi.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie menegaskan kepada panitia untuk menyelesaikannya sebelum masuk bulan suci Ramadhan. Agar semarak bulan suci Ramadhan meriah.

“Saat ini panitia sudah mulai bekerja untuk menghias Kota Singkawang. Saya tekankan kepada panitia, pekerjaan menghias kota untuk menargetkan selesai sebelum masuk bulan suci Ramadhan,” kata Tjhai Chui Mie, Minggu (11/4/2021)

Tjhai Chui Mie memaparkan beberapa titik yang menjadi sasaran hiasan obor di kota Singkawang. Seperti Bundaran 1001 Sakok, median Jalan Diponegoro, segi tiga simpang VIT, Tugu Tangan Roban dan Beringin Corner.

“Selain obor, juga ada replika pohon kurma, gerbang dan lain-lain. Yang jelas akan kelihatan indah nantinya,” katanya.

Namun, kata Wali Kota, yang terpenting dalam menyambut bulan suci Ramadhan adalah rasa kebersamaan, bahagia dan senang meskipun saat ini masih dalam pandemi COVID-19.

“Kepada masyarakat Kota Singkawang saya imbau untuk tetap memerhatikan protokol kesehatan. Itu yang paling penting dalam menyambut bulan suci Ramadan. Saya berharap umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya,” kata Tjhai Chui Mie.

Continue Reading

Kota Singkawang

MIdji Bilang Merampot Soal Pemberitaan Masuk Singkawang Wajib PCR

Published

on

MIdji Bilang Merampot Soal Pemberitaan Masuk Singkawang Wajib PCR
Lewat media sosial facebook, Sutarmidji mengklarifikasi pemberitaan soal dirinya mengatakan bahwa wisatawan ke Singkawang diwajibkan PCR

Gencil News- Gubernur Sutarmidji membantah pemberitaan yang menyatakan bahwa dirinya mewajibkan para wisatawan yang ke Singkawang wajib kantongi negatif SWAB berbasis PCR.

Lewat media sosial facebook, Sutarmidji mengklarifikasi pemberitaan soal dirinya mengatakan bahwa wisatawan ke Singkawang diwajibkan PCR

“Assalamu’alaikum wr wb, Saya perlu meluruskan berita, tidak pernah saya katakan wisatawan ke Singkawang diwajibkan PCR” tulis Gubernur.

Menurut Gubernur berita tersebut tidak benar. Yang benar adalah untuk masuk Kalbar wajib menggunakan swab berbasis PCR.

“Itu berita ngarang-ngarang atau ngerampot. Yang benar itu kalau masuk Kalbar tetap dengan PCR iya, Kalau ke Singkawang tidak, apalagi Singkawang zona kuning” jelas Midji.

tangkapan layar : Facebook Bang Midji ( Dikutip pada 19:20 wib) (09/04/2021)

Banyak Yang Marah Soal SWAB PCR, Dengar Dulu Alasan Gubernur

Sebagian masyarakat mungkin banyak yang marah dan kesal dengan soal wajib negatif SWAB PCR untuk masuk ke wilayah Kalbar. Apa alasan Gubernur Sutarmidji memberlakukan aturan, yang menurut sebagian masyarakat terkesan memberatkan?

Mengacu pada Peraturan Gubernur Kalimantan Barat No. 30 Tahun 2021 dan SE Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Nomor 7 tahun 2021, bagi penumpang yang akan memasuki wilayah Kalimantan Barat harus mengikuti ketentuan sebagai berikut:

  • Bertanggung jawab atas kesehatan masing – masing, serta tunduk dan patuh terhadap syarat dan ketentuan yang berlaku
  • Penumpang wajib menunjukan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan, dan mengisi e-HAC Indonesia.
  • Selama masih berada di Kalimantan Barat wajib memiliki surat keterangan hasil negatif uji swab PCR dengan masa berlaku selama 7 hari sejak tanggal pemeriksaan.
  • Bagi penumpang dalam negeri yang berangkat dari Kalimantan Barat, surat keterangan hasil uji swab PCR yang masih berlaku dapat digunakan untuk perjalanan kembali ke Kalimantan Barat
  • Anak-anak dibawah usia 5 tahun tidak diwajibkan untuk menunjukkan hasil negatif uji swab berbasis PCR, uji Rapid Test Antigen ataupun uji Rapid Test Antibodi (tidak memerlukan surat keterangan bebas COVID-19)
  • Ketentuan yang sudah disebutkan di atas berlaku mulai 1 Maret – 23 Mei 2021.

Gubernur Sutarmidji memiliki alasan yang kuat, kenapa ia mempertahankan aturan ini. Menurutnya, SWAB PCR adalah satu-satunya perangkat tes yang paling mumpuni guna mendektsi virus corona.

Kenapa, Sutarmidji tidak ingin mengunakan rapid tes antigen? Menurutnya ini bisa digunakan, tetapi hasilnya tidak akurat seperti SWAB berbasis PCR. Antigen hanya bisa membaca sebagian Cycle Treshold (CT Value ) atau  jumlah siklus yang dihasilkan dalam mencari materi genetik virus dari sampel lendir atau hasil swab pasien COVID-19.

“Pakai Antigen, ini masih bisa lolos. Tentu ini sangat berbahaya. Sementar Genose boleh digunakan tetapi untuk yang bersifat massal, seperti pada anak sekolah dan lain-lain” jelas Gubernur.

Selanjutnya, menurut Gubernur SWAB PCR adalah golden standart atau standar tertinggi yang digunakan untuk mendeteksi virus corona dalam tubuh manusia.

“Kita jangan banyak basa-basilah. Kita semua sudah pada mengerti dan mengetahui, bahwasanya SWAB PCR adalah alat deteksi yang paling efektif. Kalau seseorang negatif ya sudah pasti negatif, begitu pula sebaliknya” tegas Sutarmidji

“Rapid antigen hanya bisa membaca CT value pada 5 – 29, selebihnya antigen tidak dapat membaca, apabila CTnya berada di 30-40.”

“Ini adalah masalah, Temuan kasus sebanyak 34 kasus positif yang berakhir dengan kematian, 23nya terpapar dari luar Kalbar, dengan jumlah kandungan virus yang sangat besar” paparnya

“Kemudian, Laboratorium Untan pernah kehilangan tiga dokter dalam 1 minggu, mereka terpapar Covid-19. Usai mengikuti seminar diluar Kalbar”

“Nah pada saat itu kita menggunakan antigen. Belajar dari kejadian ini, maka Provinsi Kalimantan Barat menetapkan penggunaan wajib SWAB PCR atau negatif PCR untuk memasuki wilayah Kalbar. Dengan dasar inilah penggunaan swab pcr adalah wajib. Dan bisa anda lihat, Kalbar mampu mengendalikan itu, liat hasilnya yang efektif” Kata Sutarmidji

Sebelum memutuskan, Ia mengaku pihaknya melakakukan serangkaian uji coba. Bahwa keterjangkitan bisa menjadi lebih tinggi, apabila tidak melewati tes swab PCR.

“Saya tidak mau banyak berteori, kita bicara real dan fakta saja. Saya mempertaruhkan kredibilitas untuk hal ini. Saya hanya ingin melindungi masyarkat Kalbar”

“Aturan soal PCR sudah jelas, berapa harinya. Cukup pakai surat hasil PCR sekali yang berlaku selama 7 hari. Saya tidak mau hanya untuk kepentingan segelintir orang, lalu malah mengorbankan jutaan warga Kalbar” tegasnya

“Tolong jangan lihat beratnya, tapi lihat apa yang coba kita selamatkan. Dan Orang yang bisa menumpang pesawat itu memiliki ekonomi menengah keatas. Kalau memang terasa berat, silahkan naik kapal laut saja, itu cukup pakai antigen” pungkas Sutarmidji

Continue Reading

Kota Singkawang

Siswa dan Guru SMKN IV SPP-SPMA Singkawang Positif Covid-19

Published

on

Siswa dan Guru SMKN IV SPP-SPMA Singkawang Positif Covid-19

Gencil News – Sebanyak 39 siswa, 2 guru dan 2 staf SMKN IV SPP- SPMA Singkawang terkonfirmasi positif covid-19. Kadiskes Pemko Singkawang, Barita Ompusunggu mengatakan kondisi dari semuanya baik-baik saja.

“Semua baik-baik saja” ujar Barita kepada media (08/04/2021).

Barita mengatakan semuanya masuk kedalam kateogori, orang tanpa gejala (OTG). Untuk para siswa yang terkonfirmasi positif, saat ini sedang menjalani isolasi pada satu asrama.

Sementara untuk guru dan staf SMKN IV SPP-SPMA Singkawang yang terkonfirmasi positif, menjalani isolasi mandiri pada rumah masing-masing.

“Sampai tanggal 16 april 2021, semua siswa yang menjalani isolasi tidak diperbolehkan keluar dari komplek” kata Barita

Saat ini pihak Dinkes Singkawang tengah menelusuri awal dari penyebaran kepada siswa dan guru Siswa dan Guru SMKN IV SPP-SPMA Singkawang. Dugaan awal penyebaran, berasal dari siswa kepada siswa.

Continue Reading

Kota Singkawang

Alhamdulillah Berkat Donasi Warga, Beduk Akbar Singkawang Terwujud

Published

on

Alhamdulillah Berkat Donasi Warga, Beduk Akbar Singkawang Terwujud

Gencil News – Alhamdulillah berkat upaya swadaya POM (Persatuan Orang Melayu) dan donasi dari berbagai pihak. Beduk Akbar berdiameter 3 meter dan memiliki panjang 7, 2 meter berdiri kokoh didepan Masjid Raya Singkawang.

Aksi penggalangan donasi untuk pembangunan Bedug Akbar ini mendapatkan sambutan yang luar biasa dari semua pihak. Termasuk anggota POM (Persatuan Orang Melayu) yang berada diluar Kota Singkawang.

Dengan jumlah donasi sebesar Rp33 juta, pembuatan Beduk Akbar dibuat menggunakan kayu, dan material lainnya, serta dilukis sesuai dengan tema Ramadhan.

Beduk yang berdiameter 3 meter dan memiliki panjang 7, 2 meter ini dapat dikatakan sebagai replika bedug terbesar di Kalimantan Barat.

Pembuatan replika beduk ini merupakan salah satu wujud nyata, dan semangat dari masyarakat Melayu, khususnya yang ada di Kota Singkawang. Dalam rangka untuk memeriahkan bulan suci ramadhan 1442 Hijriah.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

TRENDING