MIdji Bilang Merampot Soal Pemberitaan Masuk Singkawang Wajib PCR
Connect with us

Kota Singkawang

MIdji Bilang Merampot Soal Pemberitaan Masuk Singkawang Wajib PCR

Published

on

MIdji Bilang Merampot Soal Pemberitaan Masuk Singkawang Wajib PCR
Lewat media sosial facebook, Sutarmidji mengklarifikasi pemberitaan soal dirinya mengatakan bahwa wisatawan ke Singkawang diwajibkan PCR

Gencil News- Gubernur Sutarmidji membantah pemberitaan yang menyatakan bahwa dirinya mewajibkan para wisatawan yang ke Singkawang wajib kantongi negatif SWAB berbasis PCR.

Lewat media sosial facebook, Sutarmidji mengklarifikasi pemberitaan soal dirinya mengatakan bahwa wisatawan ke Singkawang diwajibkan PCR

“Assalamu’alaikum wr wb, Saya perlu meluruskan berita, tidak pernah saya katakan wisatawan ke Singkawang diwajibkan PCR” tulis Gubernur.

Menurut Gubernur berita tersebut tidak benar. Yang benar adalah untuk masuk Kalbar wajib menggunakan swab berbasis PCR.

“Itu berita ngarang-ngarang atau ngerampot. Yang benar itu kalau masuk Kalbar tetap dengan PCR iya, Kalau ke Singkawang tidak, apalagi Singkawang zona kuning” jelas Midji.

tangkapan layar : Facebook Bang Midji ( Dikutip pada 19:20 wib) (09/04/2021)

Banyak Yang Marah Soal SWAB PCR, Dengar Dulu Alasan Gubernur

Sebagian masyarakat mungkin banyak yang marah dan kesal dengan soal wajib negatif SWAB PCR untuk masuk ke wilayah Kalbar. Apa alasan Gubernur Sutarmidji memberlakukan aturan, yang menurut sebagian masyarakat terkesan memberatkan?

Mengacu pada Peraturan Gubernur Kalimantan Barat No. 30 Tahun 2021 dan SE Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Nomor 7 tahun 2021, bagi penumpang yang akan memasuki wilayah Kalimantan Barat harus mengikuti ketentuan sebagai berikut:

  • Bertanggung jawab atas kesehatan masing – masing, serta tunduk dan patuh terhadap syarat dan ketentuan yang berlaku
  • Penumpang wajib menunjukan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan, dan mengisi e-HAC Indonesia.
  • Selama masih berada di Kalimantan Barat wajib memiliki surat keterangan hasil negatif uji swab PCR dengan masa berlaku selama 7 hari sejak tanggal pemeriksaan.
  • Bagi penumpang dalam negeri yang berangkat dari Kalimantan Barat, surat keterangan hasil uji swab PCR yang masih berlaku dapat digunakan untuk perjalanan kembali ke Kalimantan Barat
  • Anak-anak dibawah usia 5 tahun tidak diwajibkan untuk menunjukkan hasil negatif uji swab berbasis PCR, uji Rapid Test Antigen ataupun uji Rapid Test Antibodi (tidak memerlukan surat keterangan bebas COVID-19)
  • Ketentuan yang sudah disebutkan di atas berlaku mulai 1 Maret – 23 Mei 2021.

Gubernur Sutarmidji memiliki alasan yang kuat, kenapa ia mempertahankan aturan ini. Menurutnya, SWAB PCR adalah satu-satunya perangkat tes yang paling mumpuni guna mendektsi virus corona.

Kenapa, Sutarmidji tidak ingin mengunakan rapid tes antigen? Menurutnya ini bisa digunakan, tetapi hasilnya tidak akurat seperti SWAB berbasis PCR. Antigen hanya bisa membaca sebagian Cycle Treshold (CT Value ) atau  jumlah siklus yang dihasilkan dalam mencari materi genetik virus dari sampel lendir atau hasil swab pasien COVID-19.

“Pakai Antigen, ini masih bisa lolos. Tentu ini sangat berbahaya. Sementar Genose boleh digunakan tetapi untuk yang bersifat massal, seperti pada anak sekolah dan lain-lain” jelas Gubernur.

Selanjutnya, menurut Gubernur SWAB PCR adalah golden standart atau standar tertinggi yang digunakan untuk mendeteksi virus corona dalam tubuh manusia.

“Kita jangan banyak basa-basilah. Kita semua sudah pada mengerti dan mengetahui, bahwasanya SWAB PCR adalah alat deteksi yang paling efektif. Kalau seseorang negatif ya sudah pasti negatif, begitu pula sebaliknya” tegas Sutarmidji

“Rapid antigen hanya bisa membaca CT value pada 5 – 29, selebihnya antigen tidak dapat membaca, apabila CTnya berada di 30-40.”

“Ini adalah masalah, Temuan kasus sebanyak 34 kasus positif yang berakhir dengan kematian, 23nya terpapar dari luar Kalbar, dengan jumlah kandungan virus yang sangat besar” paparnya

“Kemudian, Laboratorium Untan pernah kehilangan tiga dokter dalam 1 minggu, mereka terpapar Covid-19. Usai mengikuti seminar diluar Kalbar”

“Nah pada saat itu kita menggunakan antigen. Belajar dari kejadian ini, maka Provinsi Kalimantan Barat menetapkan penggunaan wajib SWAB PCR atau negatif PCR untuk memasuki wilayah Kalbar. Dengan dasar inilah penggunaan swab pcr adalah wajib. Dan bisa anda lihat, Kalbar mampu mengendalikan itu, liat hasilnya yang efektif” Kata Sutarmidji

Sebelum memutuskan, Ia mengaku pihaknya melakakukan serangkaian uji coba. Bahwa keterjangkitan bisa menjadi lebih tinggi, apabila tidak melewati tes swab PCR.

“Saya tidak mau banyak berteori, kita bicara real dan fakta saja. Saya mempertaruhkan kredibilitas untuk hal ini. Saya hanya ingin melindungi masyarkat Kalbar”

“Aturan soal PCR sudah jelas, berapa harinya. Cukup pakai surat hasil PCR sekali yang berlaku selama 7 hari. Saya tidak mau hanya untuk kepentingan segelintir orang, lalu malah mengorbankan jutaan warga Kalbar” tegasnya

“Tolong jangan lihat beratnya, tapi lihat apa yang coba kita selamatkan. Dan Orang yang bisa menumpang pesawat itu memiliki ekonomi menengah keatas. Kalau memang terasa berat, silahkan naik kapal laut saja, itu cukup pakai antigen” pungkas Sutarmidji

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kota Singkawang

CATAT! Berikut Tiga Pos Checkpoint di Singkawang

Published

on

By

CATAT! Berikut Tiga Pos Checkpoint di Singkawang

Gencil News – Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Singkawang, Adi Haryadi mengatakan Pihak Pemko Singkawang beserta unsur terkait menggelar pencegahan masyarakat melakukan mudik dan pencegahan penyebaran Covid-19.

“Kami bersama TNI, Polri, Dinas Kesehatan, Satpol PP dan BPBD melaksanakan pengetatan peniadaan mudik lebaran tahun 2021 dengan melakukan pemeriksaan suhu terhadap pengunjung yang masuk ke Kota Singkawang. Pemeriksaan Checkpoint ini mulai diberlakukan mulai 6-17 Mei 2021,” kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Singkawang, Adi Haryadi.

Adi mengatakan untuk di Kota Singkawang terdapat tiga Pos Checkpoint, yaitu di Pasir Panjang Kecamatan Singkawang Selatam, Bagak Sahwa Kecamatan Singkawang Timur dan Jalan Ratu Sepudak (Simpang Vit) Kecamatan Singkawang Utara.

Setiap pengunjung yang masuk ke Kota Singkawang, akan diperiksa suhu tubuhnya sesuai dengan SOP.  “Apabila suhu tubuhnya melebihi 37,5 derajat Celcius, maka kita lakukan rapid antigen. Dan apabila hasilnya reaktif jika warga Singkawang di karatina terpusat dan masyarakat luar akan dikoordinasikan ke daerah asal untuk dikembalikan,” tuturnya.



Dalam kegiatan Check Point yang digelar, pihaknya hanya fokus kepada kendaraan luar yang ingin masuk ke Kota Singkawang.


“Apabila didapati banyak barang-barang dan jumlah penumpangnya banyak, maka kami indikasikan sebagai pemudik. Sehingga kita lakukan pemeriksaan suhu tubuh secara acak,” katanya.


Kapolsek Singkawang Utara AKP Harsoyo mengatakan, dalam operasi penyekatan ini pihaknya bersama stakeholder lainnya siap melakukan pemeriksaan selama 24 jam. “Kami akan full melakukan penjagaan dan pemeriksaan sesuai perintah pimpinan,” tuturnya.

Continue Reading

Kota Singkawang

BPIP Kunjungi Singkawang, Bahas Intoleransi Dan Radikalisme

Published

on

By

BPIP Kunjungi Singkawang, Bahas Intoleransi Dan Radikalisme
Kunjungan BPIP Ke Kota Singkawang Disambut Baik Oleh Wali Kota Singkawang

Gencil NewsKota Singkawang pernah mendapatkan penghargaan sebagai Kota Toleransi se-Indonesia karena kemajemukan etnis dan budaya. Singkawang juga telah menghidupi nilai toleransi dan keberagaman.

Terkait predikat tersebut, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila melakukan pertemuan dengan Wali Kota Singkawang beserta jajaran. Dalam rangka mencegah intoleransi dan radikalisme masyarakat. Selasa (4/5/2021).

Sebagaimana arahan presiden, Kepala Sub Direktorat Pengendalian II BPIP, Riswan mengatakan hukum di Indonesia harus berasaskan pada nilai-nilai Pancasila. Ia berharap dengan pertemuan ini memberikan masukan terkait kebijakan yang bernilai Pancasila.

“Bahwa seyogyanya hukum di Indonesia harus berasaskan pada nilai-nilai pancasila. Nantinya, akan mengadakan pertemuan untuk memperoleh masukan-masukan terkait kebijakan yang bernilai Pancasila. Saya melihat kota Singkawang sudah menerapkan nilai Pancasila. Semoga kota-kota lainnya dapat menerapkan hal ini.” katanya.

Selain itu, audiensi BPIP ini bertujuan untuk koordinasi pengendalian Pancasila di daerah-daerah. BPIP berkoordinasi dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik kota Singkawang terkait pelaksanaan ideologi Pancasila di kota Singkawang.

“Kami mencoba untuk mematok koordinasi pengendalian pancasila daerah, khususnya yang selama ini Singkawang lakukan. Pada penerapannya, kami akan berkoordinasi dengan kesbangpol kota Singkawang terkait pelaksanaan ideologi Pancasila di kota Singkawang. Niatannya supaya upaya pembinaan oleh emerintah pusat selaras dengan Pemerintah Daerah.” ujarnya.

Sementara, Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengapresiasi kunjungan BPIP dalam meningkatkan penerapan ideologi Pancasila di kota Singkawang.

Menilik jejak proklamator Indonesia, Tjhai Chui Mie mengungkapkan inspirasi dari upaya Presiden pertama Indonesia. Yang membesarkan dan menjadikan negara Indonesia sebagai negara yang besar dan kuat.

Ideologi pancasila

Baginya, masyarakat yang menerapkan ideologi pancasila di kehidupan sehari-hari memiliki rasa persatuan yang kokoh terhadap provokasi yang memecah-belah bangsa.

“Kunjungan BPIP ini adalah suatu bentuk perhatian di tengah situasi pandemi. Untuk masyarakat Kota Singkawang agar dapat meningkatkan ideologi pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Predikat kota Toleran ini harus kita pertahankan dan terus perjuangkan. Karena masyarakat yang memiliki ideologi Pancasila tidak mudah untuk digoyahkan dengan berbagai bentuk provokasi yang memecah-belah bangsa.” ujarnya.

Ia berharap agar masyarakat Indonesia bisa mengamalkan ideologi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengungkapkan pengamalan ideologi pancasila ini dapat dilihat dari berbagai macam bentuk perayaan agama dan kebudayaan di kota Singkawang. Seperti Imlek dan Cap Go Meh, Idul Fitri dan Natal.

“Jika ideologi Pancasila ini bisa diterapkan di seluruh Indonesia, segala bentuk perpecahan dapat ditangkis dengan adanya persatuan bangsa. Khususnya pada bulan suci Ramadan ini, sedemikan rupa kota Singkawang dihiasi ornamen-ornamen simbolis. Untuk memeriahkan dan menyambut bulan suci Ramadan dan Idul FItri 1442 H.” ujarnya.

Continue Reading

Kota Singkawang

Jelang Lebaran, Harga Bahan Pokok di Singkawang Aman

Published

on

Jelang Lebaran, Harga Bahan Pokok di Singkawang Aman

Gencil News – Stabilitas harga dan ketersedian bahan pokok (Bapok) di Kota Singkawang masih terbilang aman. Hal ini perhatian bagi Pemerintah kota Singkawang dalam menjaga kebutuhan masyarakat kota Singkawang.

Kepala Dinas Perdangangan. Perindustiran, Koperasi dan UKM kota Singkawang, Muslimin mengatakan bahwa harga bahan pokok pada H-7 sebelum Idulfitri masih terbilang stabil. Menurutnya, ada beberapa komoditi pasar yang merupakan salah satu kebutuhan masyarakat Kota Singkawang mengalami penurunan harga, seperti cabe rawit.

Ia menuturkan sebelumnya harga cabe rawit mencapai harga diatas Rp100 ribu per kg dan sekarang sudah mengalami penurunan harga Rp60 ribu per kg. Selain itu, harga komoditas bawang merah dan bawang putih berkisar antara Rp30 ribu – Rp32 ribu per kg.

“Untuk saat ini, harga minyak goreng masih berkisar Rp14 ribu per kg dan terbilang cukup tinggi. Namun kenaikan harga ini sudah berlaku semenjak Januari 2021 yang lalu. Kabar gembiranya, yang menjadi kebutuhan pokok selain beras, menjelang Idul Fitri harga gula pasir berkisar Rp14 ribu – Rp16 ribu per kg. Namun, terjadi penurunan harga dimana harga eceran tertinggi (HET) gula pasir ini berada pada harga Rp12.500/kg.” Ujar Muslimin, usai rapat membahas stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok kota Singkawang di kantor Wali Kota, Rabu (5/5/2021).

Selain membahas stabilitas harga, Pemerintah Kota Singkawang juga membahas tentang ketersediaan bahan pokok untuk tiga bulan mendatang dan menjelang Idul Adha mendatang di BULOG dan distributor masih tercukupi.

“Stok beras, gula pasir dan bahan pokok lainnya, kami perkirakan masih tercukupi untuk memenuhi kebutuhan pasar hingga menjelang Idul Adha.” ujarnya.

Sementara, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah kota Singkawang, Sutiarno mengatakan bahwa rapat ketersediaan barang dan stabilitas harga bahan pokok kota Singkawang memang rutin dilakukan. Selain aspek-aspek tersebut, yang menjadi perhatian dan pembahasan adalah kualitas barang.

Ia mengatakan perekonomian pada kuartal I 2021, pada bulan maret berada pada posisi deflasi. Deflasi ini menggambarkan perekonomian kota Singkawang yang kurang bagus yang diakibatkan oleh penurunan daya beli masyarakat.

“Daya beli masyarakat yang menurun berdampak pada kondisi harga ikut menurun, karena pemintaan yang menurun. Inilah yang kita dorong untuk tidak terjadi. Sehingga pada rapat infrastruktur di bulan Maret, Pemerintah kota Singkawang melakukan percepatan untuk realisasi belanja Pemerintah.” ujarnya.

Ia menambahkan stabilitas harga pada bulan April 2021 mengalami inflasi yang masih terkendali. Namun, di sisi lain yang menjadi masalah adalah kekurangan ketersediaan daging beku sebagai pilihan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Alhamdullilah, pada bulan April 2021 ini terjadi inflasi yang masih tergolong terkendali. Tadi disampaikan oleh BULOG, ketersediaan daging beku ini sedang kosong. Hal ini dikarenakan oleh efek pandemi COVID-19 yang terjadi pada agen-agen penyuplai daging beku di India. Solusinya, ketersediaan daging ayam untuk memenuhi kebutuhan pasar dengan harga yang masih cukup terkendali yaitu Rp38.000/kg.” Ujarnya.

Terlepas dari kekurangan ketersediaan daging beku tersebut, kebutuhan pasar terhadap ketersediaan telur untuk menghadapi perekonomian kota Singkawang tahun 2021 menjelang Idul Fitri masih terbilang aman.

Continue Reading

Kota Singkawang

PPKM Mikro Singkawang, Optimalkan Satgas Kecamatan dan Kelurahan

Published

on

By

PPKM Mikro Singkawang, Optimalkan Satgas Kecamatan dan Kelurahan
Pemerintah kota Singkawang menggelar Rapat Anev (Analisis dan Evaluasi) Pelaksanaan PPKM berbasis Mikro di Kota Singkawang di Balairung kantor Wali Kota, Jumat (30/4/2021). Turut hadir pada pada rapat anev, Wali Kota Singkawang, Forkopimda, Sekda, Satgas Penanganan Covid-19 Singkawang, Kepala OPD terkait serta Lurah dan Camat se Kota Singkawang.

Gencil News – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Singkawang, Sumastro mengatakan dari hasil patroli dan penegakan hukum pada pelaksanaan PPKM Mikro didapatkan korelasi yang sangat positif dalam penanganan Covid-19 di Kota Singkawang.

Catatan saat ini, kata Sekda, beberapa kecamatan di Kota Singkawang masih terdapat zona PPKM mikro dengan status oranye dan merah yaitu Kecamatan Singkawang Tengah, Barat dan Selatan. Sedangkan yang zona PPKM nihil adalah Kecamatan Singkawang Utara dan Timur.

“Ini tentu menginstruksikan kerja yang ekstra lagi untuk mengkonsolidasikan PPKM mikro di tangan camat dan lurah. Terutama pada Lurah yang mempunyai zona PPKM mikronya oranye dan merah,” kata Sekda.

Ia juga meminta BPBD Singkawang untuk terus bersinergi melakukan penyemprotan disinfektan terutama di wilayah dengan zona PPKM Mikro dengan status oranye dan merah.

“Terus lakukan sinergitas dalam penyemprotan disinfektan terutama di wilayah PPKM mikor status oranye dan merah,” ujarnya.

Sementara, Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie menilai dari paparan data tiap kecamatan dan kelurahan sudah memiliki langkah-langkah yang maju dalam mengangani penyebaran COVID-19.

“Dengan adanya data di tiap kecamatan/kelurahan, akhirnya bisa diketahui zona-zona di tingkat RT. Dengan pemaparan yang detail hingga ke tingkat bawah ini, maka lebih gampang penanganan dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19.” ujarnya.

Namun, masih ada Satgas Kecamatan yang tidak menampilkan data dan informasi lengkap. Ia berharap Satgas Kecamatan dapat menyampaikan informasi yang jelas sesuai data dan fakta yang ada dan prosedur kerja yang terstruktur.

Dengan data tersebut, Ia mengatakan akan terus berupaya melakukan tracing dan tracking dimana sumber paparan COVID-19 gelombang kedua di kota Singkawang. Ia juga mengatakan pelaksanaan PPKM Mikro di kota Singkawang akan diteruskan dan mengoptimalisasi Satgas penanganan COVID-19 di tingkat Kecamatan/Kelurahan.

“PPKM Mikro diteruskan dan patroli akan dilaksanakan pada malam hari. Sekaligus menghimbau masyarakat untuk memperketat protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di kota Singkawang.” ujarnya.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING