Connect with us

Kota Singkawang

Pemkot Singkawang Siapkan Control Room

Published

on

diskominfo singkawang

Pemerintah (pemkot) Kota Singkawang melalui Dinas Komunikasi da Informatika (Kominfo) Kota Singkawang saat ini sedang mempersiapkan ruang Control Room untuk dijadikan sebagai ruang telematika atau ruang gabungan data satu kota yang cerdas dan dilengkapi dengan sistem Network dan informasi yang bersifat e-Goverment.   


“Ruang Control Room ini terletak di Kantor Wali Kota Singkawang dan saat ini sedang dalam pengerjaan,” kata Kepala Bidang e-Goverment dan Telematika Diskominfo Singkawang, Evan Ernanda, saat memantau pekerjaan pembangunan ruang Control Room, Senin (2/12/2019). 

Menurutnya, data seluruh Kota Singkawang, baik CCTV maupun komunikasi antara Pemkot Singkawang dengan Kementerian bisa didapatkan di ruangan ini.  

“Saya berharap, pembangunan ruang control room segera selesai, sehingga memudahkan Pemkot Singkawang untuk melakukan proses pemantauan, analisa suatu kegiatan, data dan informasi yang ada pada satu organisasi pemerintahan,” ujarnya.  

 Dikatakan dia, bahwa pembangunan ruang Control Room membutuhkan dana sebesar Rp258 juta lebih.  Dana tersebut berasal dari APBD Kota Singkawang tahun anggaran 2019 dan ditargetkan akan selesai pada bulan Desember 2019. 

 “Ruangan ini akan dilengkapi dengan petugas pengelola data dan informasi guna memantau kota baik secara data maupun visual,” ungkapnya. 

 Terlebih, ruangan ini juga nantinya akan dilengkapi dengan jaringan Intranet yang bisa mengakomodir seluruh aplikasi yang ada di Pemkot Singkawang.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Kota Singkawang

Pemkot Singkawang Akan Bentuk Tim Penertiban PAD

Published

on

Pemkot Singkawang Akan Bentuk Tim Penertiban PAD
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, memberikan jawaban pandangan umum (PU) fraksi-fraksi DPRD Singkawang terhadap Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2019, pada Rapat Paripurna DPRD Singkawang, Rabu (8/7/2020). foto : Pemkot Singkawang

GENCIL NEWS – Pemkot Singkawang dalam waktu dekat akan membentuk Tim Intensifikasi Pendapatan Daerah yang unsurnya melibatkan berbagai perangkat daerah teknis.  Pemkot Singkawang Akan Bentuk Tim Penertiban PAD ini dalam upaya pencapaian target PAD.

“Pemkot Singkawang juga akan membentuk Tim Penertiban PAD dan melakukan pelayanan berbasis IT, karena memasuki New Normal dengan tujuan menjaga protokol kesehatan dan peningkatan PAD,” ujar Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie.

Dia mengatakan, berkenaan dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Singkawang, beberapa yang masih menjadi hambatan adalah sebagai berikut, pertama, berkaitan dengan pajak sarang burung walet dan pajak mineral bukan logam dan batuan. 

“Hal ini terjadi, karena sebagian urusan perizinan masih menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi,” kata Tjhai Chui Mie.

Kedua, kepatuhan dan kesadaran wajib pajak yang memiliki kewajiban untuk memungut, melaporkan serta menyetorkan pajak yang dipungutnya masih minim. 

“Hal ini sama terjadi pada wajib retribusi sehingga kedepan perlu dilakukan sosialisasi yang lebih intensif guna membangkitkan kesadaran bahwa pajak dan retribusi daerah yang mereka bayarkan adalah untuk mewujudkan pembangunan di Kota Singkawang,” ujarnya. 

Selain itu, terjadi penurunan pendapatan lain-lain PAD yang sah pada sektor pendapatan BLUD yang hanya sebesar Rp84.151 Miliyar dari target yang ditetapkan sebesar Rp107.765 Miliyar. 

“Hal itu dikarenakan sebagian piutang BLUD tahun 2019 belum dibayarkan oleh BPJS,” ungkapnya. 

Tetapi berkaitan dengan upaya untuk meningkatkan PAD, katanya, bahwa Pemkot bersama DPRD Singkawang pada bulan yang lalu sudah bersama-sama menyetujui tiga Raperda, antaralain, Raperda tentang Perubahan Atas Perda Nomor 3 tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum, Raperda tentang Perubahan Perda Nomor 2 tahun 2013 tentang Retribusi Jasa Usaha dan Raperda tentang Perubahan atas Perda Nomor 3 tahun 2013 tentang Retribusi Perizinan Tertentu untuk ditetapkan menjadi Perda. 

“Saat ini tiga Raperda yang kita setujui tersebut masih menunggu hasil evaluasi dari Gubernur Kalbar,” jelasnya.

Continue Reading

Kota Singkawang

Disindagkop UKM Singkawang Gencarkan Sosialisasi New Normal

Published

on

Disindagkop UKM Singkawang Gencarkan Sosialisasi New Normal
Disindagkop UKM Singkawang Gencarkan Sosialisasi New Normal - Media Centre Singkawang

GENCIL NEWS – MC SINGKAWANG – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disindagkop UKM) Kota Singkawang gencar melakukan sosialisasi new normal di pasar tradisional, Minggu (5/7/2020).

Kepala Disindagkop UKM, Muslimin mengatakan sosialisasi dilakukan dengan memasang spanduk di beberapa pasar tradisional dan Modern di Kota Singkawang.

“Sosialisasi ini diperuntukkan bagi pedagang dan pembeli di pasar tradisional dan modern,” kata Muslimin.

Dalam menghadapi kehidupan normal baru pedangang dan pembeli diwajibkan untuk menggunakan masker, cuci tangan ditempat yang disediakan dan menjaga jarak.

“Pedagang juga harus menyiapkan handsanitizer di lokasi berjualan,” ujarnya.

Pemasangan spanduk di pasar tradisional ini merujuk Peraturan Wali Kota (Perwako) Nomor 37 tahun 2020 tentang penataan kehidupan menuju normal baru di bidang perdagangan dan jasa di Kota Singlawang.

Continue Reading

Kota Singkawang

Singkawang Sering Mati Lampu, Ini Penyebabnya

Published

on

Singkawang Sering Mati Lampu, Ini Penyebabnya

GENCIL NEWSSingkawang sering mati lampu penyebabnya adalah  permainan layang-layang. Tentunya hal ini sangat berdampak serius terhadap distribusi listrik ke rumah warga di Kota Singkawang, Bengkayang dan Sambas lantaran kerap mengalami pemadaman listrik.

“Kota Singkawang, Bengkayang dan Sambas yang sering padam listrik disebabkan oleh layang-layang,” kata Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Singkawang, Robin Septavin.

Dia mengungkapkan, bahwa untuk menekan angka gangguan listrik akibat layangan, PLN telah berkoordinasi dengan aparat terkait. 

“PLN juga melakukan sosialisasi di beberapa lokasi Kantor Lurah dan pemukiman warga yang banyak pemain layang-layang,” ujarnya.

Khusus untuk patroli layang-layang, pihaknya lakukan secara rutin setiap sore hari, dengan menyasar titik-titik lokasi para pemain layangan. Bahkan hingga malam hari juga masih didapati masyarakat yang bermain layang-layang yang mana layang-layang yang ditemui menggunakan tali dari kawat. 

“Maka dari itu, perlu dukungan dan kerjasama aparat serta tokoh masyarakat untuk peduli dan ambil bagian dalam menertibkan pemain layang-layang. Agar keberadaannya tidak lagi mengganggu kita semua khususnya jaringan listrik PLN,” ungkapnya.

Namun yang terpenting adalah kepedulian masyarakat khususnya penggemar layang-layang untuk tidak bermain dekat jaringan PLN. Apalagi sampai menyentuh jaringan listrik karena hal ini juga dapat membahayakan jiwa mereka yang bermain. 

“Bisa saja terkena aliran listrik melalui benang layang-layang yang dimainkan,” jelasnya. 

Ketegasan instansi dan aparat terkait dalam menerapkan larangan bermain layangan di lokasi yang berbahaya sangat diperlukan.

“Saya mengimbau serta mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga seluruh aset kelistrikan agar masyarakat khususnya pelanggan PLN dapat menikmati listrik dengan aman dan nyaman,” ajaknya. (mc singkawang)

Continue Reading

TRENDING