Revitalisasi 2 Pasar di Singkawang Siap Pada Tahun 2021
Connect with us

Kota Singkawang

Revitalisasi 2 Pasar di Singkawang Siap Pada Tahun 2021

Published

on

Revitalisasi 2 Pasar di Singkawang Siap Pada Tahun 2021
Pemerintah Kota Singkawang telah menyiapkan Master Plan untuk rencana revitalisasi Pasar Beringin dan Pasar Turi Singkawang yang akan dimulai ditahun 2021. Foto/data : MC singkawang

 Gencil News – Kepala Disperindagkop dan UKM Singkawang Muslimin mengatakan revitalisasi 2 pasar di Singkawang siap pada Tahun 2021. Pemerintah Kota Singkawang telah menyiapkan Masterplan untuk rencana revitalisasi Pasar Beringin dan Pasar Turi Singkawang yang akan mulai pada tahun 2021.

Saat ini sedang dalam proses pengusulan sebanyak 7 persil sertifikat tanah dengan luas 1,5 hektare ke Kantor BPN Jakarta untuk dirubah statusnya menjadi HPL secara keseluruhan.

“Karena yang bisa dikerjasamakan dengan pihak ketiga adalah berbentuk sertifikat HPL bukan hak pakai,” kata Muslimin, Senin (16/11/2020). 

Muslimin menambahkan sejak tahun 2019 lalu sudah ada pembahasan-pembahasan detail dengan OPD-OPD yang terkait mengenai rencana revitalisasi Pasar Beringin dan Pasar Turi Singkawang.

“Hasil dari penjelasan pembahasan perpaduan antara program-program pada OPD masing-masing pada awal tahun 2020 kemarin.

Telah dibuatkan masterplan oleh staf khusus Wali Kota Singkawang yang memang dipilih dan ditunjuk oleh Wali Kota dalam rangka untuk merancang dan merencanakan Kota Singkawang menjadi lebih baik,” ujarnya.

Staf khusus ini terdiri dari beberapa orang yang semuanya memang belatar belakang Desain Arsitektur dan Planologi yang tergabung dalam Grup PHL Arsitec.

 Menurutnya, pada Februari 2020 mereka sebenarnya sudah mengeluarkan Masterplan terkait dengan Pasar Beringin dan Pasar Turi.

Dalam masterplan ini bahwa keseluruhan nanti, HPL maupun hak pakai Pemkot Singkawang. Yang berada di Pasar Beringin, Pasar Turi dan sekitarnya akan dibangun secara kompherensif. “Jadi tidak dilakukan secara parsial,” ujarnya.

Saat ini pembahasan terus berlanjut untuk mematangkan dari masterplan ini untuk menjadi Detail Engineering Design (DED).

Dengan adanya DED nanti akan lebih detail terkait dengan struktur bangunan, kapasitas sampai dengan kemampuan bangunan untuk menampung pedagang dan sebagainya.

Revitaliasi Pasar Beringin dan Pasar Turi Singkawang adalah merupakan program prioritas Wali Kota Singkawang. Sesuai dengan visi misi dalam rangka untuk menjadikan Pasar Beringin dan Pasar Turi Singkawang yang nantinya selain menjadi pusat perbelanjaan tapi juga akan menjadi destinasi wisata.

“Jadi penataan Pasar Beringin dan Pasar Turi Singkawang ini merupakan harmonisasi dari beberapa program yang lain, karena ketika terkait dengan program kegiatan ini memerlukan kajian dan kesinambungan dengan beberapa program yang ada di OPD. Salah satunya terkait dengan rencana normalisasi sungai. Yang mana sungainya nanti akan berfungsi lebih baik,” jelasnya.

Kedepannya tidak ada lagi pedagang yang berjualan daging ayam maupun sapi bahkan memotong atau membersihkan ayamnya di tepi sungai.

Sekitar sungai nantinya akan terpasang turap beton oleh PUPR. Sehingga orang yang akan berbelanja nanti akan menghadap dan berjalan di pinggir sungai.

Program revitaliasi Pasar Beringin dan Pasar Turi Singkawang juga nyambung dengan program penataan kawasan Kota Pusaka oleh Dinas Perkimta tahap dua.

Kemudian terkait dengan persoalan pengelolaan limbahnya. Dinas Lingkungan Hidup sudah merancang kajian-kajian Amdal dan struktur Ipalnya.

Pihak Perhubungan juga sedang merancang analisis dampak lalu lintas (andalalin). Termasuk urusan parkir. Sehingga kedua pasar itu terbebas dari kesemrawutan.

Dari rancangan dari awal, biaya untuk merevitalisasi Pasar Beringin dan Pasar Turi Singkawang akan menelan dana sebesar Rp26-30 Miliar.

“Ini perkiraan awal, tetapi masih belum kita matangkan. Karena selain pembangunan pasar. Terminal Bengkayang nanti menjadi dua fungsi yaitu selain menjadi terminal dan tempat parkir juga akan tersedia hotel. Tujuannya selain masyarakat luar bisa berbelanja dan berwisata, masyarakat juga bisa menginap,” tuturnya.

Muslimin menambahkan bentuk kerjasama Pemkot Singkawang dalam revitalisasi Pasar Beringin dan Pasar Turi Singkawang adalah sistem BGS (Bangun Guna Serah).

 “Artinya Pemkot Singkawang bekerjasama dengan pihak ketiga untuk membangun diatas tanah Pemkot. Jadi setelah mereka membangun, mereka memiliki kewenangan untuk mengelola pasar selama 30 tahun, setelah 30 tahun mereka kembalikan seluruh asetnya kepada Pemkot Singkawang,” ujarnya.

Menurutnya, hal ini sudah ada dalam Permendagri No.19 tahun 2016. Harapannya, selama mereka mengelola ada kewajiban-kewajiban pihak ketiga yaitu memberikan kontribusi kepada Pemkot Singkawang.

“Kontribusi yang itu seperti retribusi, pajak, BPHTB dan sebagainya,” ujarnya.


Dalam hal ini, Pemkot Singkawang masih untung karena asetnya sudah terbangun, sementaraPemkot Singkawang mendapatkan PAD dari pihak ketiga.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kota Singkawang

Setiap Hari, RSUD Abdul Aziz Singkawang Butuh 125 Tabung Oksigen

Published

on

By

Setiap Hari, RSUD Abdul Aziz Singkawang Butuh 125 Tabung Oksigen
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie saat meninjau ketersediaan tabung oksigen

Gencil News – Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSUD Abdul Aziz Singkawang, Ruchanihadi, mengatakan pihaknya butuh sedikitnya 125 tabung oksigen setiap harinya. Tabung tersebut untuk memenuhi kebutuhan menangani pasien COVID-19 yang mengalami sesak nafas.

“Alhamdulilah, setiap harinya masih mencukupi, dan ini akan terus kita evaluasi sesuai dengan penambahan pasien yang ada di rumah sakit ini,” kata Ruchanihadi di Singkawang, Senin (26/7/2021).

Dia menjelaskan, saat ini keterisian tempat tidur di ruang isolasi RSUD Abdul Aziz Singkawang sudah mencapai 74 persen. Kondisi pasien ada yang masih sesak nafas dan ada yang sudah membaik.

“Untuk di ruang IGD, sampai saat ini masih ada pasien dengan kondisi sesak nafas yang mengantri. Untuk jumlahnya fluktuatif. Meski demikian, tetap kita berikan oksigen,” tuturnya.

Berdasarkan update informasi Covid-19 di Kota Singkawang yang dirilis Dinas Kominfo, hingga hari ini kasus aktif sebanyak 1.428 orang. Per tanggal 18 Juli 2021 Kategori Resiko Kenaikan Kasus Covid-19 di Kota Singkawang berada di zona oranye yang artinya Zona Resiko Sedang.

Continue Reading

Kota Singkawang

Kasus Covid 19 Menurun, Singkawang tak lagi terapkan PPKM Darurat

Published

on

By

Kasus Covid 19 Menurun, Singkawang tak lagi terapkan PPKM Darurat

Gencil News- Saat lonjakan kasus Covid-19, Pemerintah melakukan pemberlakuan PPKM Darurat. Tak terkecuali Kota Singkawang yang semenjak tanggal 12 juli 2021 mulai berlaku PPKM Darurat.

Hal ini karena Kota Singkawang pada waktu itu ditetapkan pada zona merah. Namun semenjak pemberlakuan zona merah, Kota Singkawang terus berusaha agar bisa secepatnya keluar dari zona tersebut.

Kini Kota Singkawang sudah tidak pada zona merah lagi. Namun sudah masuk zona oranye. Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Singkawang tidak lagi memperpanjang penerapan PPKM Darurat pada Kota Singkawang.

“Untuk Singkawang kita tidak memperpanjang PPKM Darurat. Karena posisi Kota Singkawang sekarang sudah zona oranye,” kata Tjhai Chui Mie

Ia menjelaskan kepada awak media semuanya bahwa ia tidak akan menerapkan PPKM Darurat Kembali

“Apabila Kota Singkawang mampu bertahan di zona oranye atau bahkan ke zona kuning wilayah penyebaran Covid-19. Pemerintah tidak akan menerapkan PPKM Darurat,”ujarnya.

Akan tetapi Pemerintah tetap akan menerapkan PPKM Mikro, serta memastikan masyarakat Kota Singkawang patuh akan protokol kesehatan dan mentaati aturan Surat Keputusan Wali Kota Singkawang mengenai PPKM Mikro.

“Dengan PPKM Mikro, para pelaku usaha dapat membuka usahanya masing-masing, namun tetap patuh prokes yang sudah diatur Pemerintah,”pungkasnya.

Continue Reading

Kota Singkawang

KaKemenag Singkawang Lakukan Sosialiasi SE Kemenag RI

Published

on

By

KaKemenag Singkawang Lakukan Sosialiasi SE Kemenag RI

Gencil News- Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang, H. Azhari mengadakan sosialisasi atas Surat Edaran Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2021. Pada hari Kamis (15/7/2021).

Surat Edaran tersebut membahas mengenai Pembatasan Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah.

Ia mengatakan bahwa saat ini pihaknya sudah melaksanakan monitoring. Sekaligus sosialisasi mengenai SE tersebut ke rumah-rumah ibadah yang ada pada Kota Singkawang.

“Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah. Dalam hal ini Kementerian Agama dalam mencegah, mengendalikan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” kata Azhari

Dari hasil sosialisasi ini ia berharap bisa menjalin kerjasama yang baik. Antar pemerintah dengan umat beragama yang ada di Kota Singkawang. Hal ini agar bisa bersama-sama dalam menuntaskan virus Covid-19 dengan cepat dan tepat dengan upaya pencegahan yang ada pada lingkup rumah ibadah.

“Mari kita berupaya bersama melakukan pencegahan secara tepat dan cepat untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 di Kota Singkawang,”ujarnya.

Azhari menjelaskan caranya adalah dengan kita menerapkan prokes 5M serta yang lainnya. Ia menegaskan bahwa untuk bisa terus menerapkan standar prokes ketika berada pada tempat ibadah saat atau selesai melaksanakan ritual ibadah.

“Kita harus mengutamakan keselamatan umat dengan memenuhi standar protokol kesehatan sehingga umat bisa beribadah dengan aman dan nyaman,”pungkasnya

Continue Reading

Kota Singkawang

Karorena Polda Kalbar Lakukan Pemantauan Covid-19 Di Singkawang

Published

on

By

Karorena Polda Kalbar Lakukan Pemantauan Covid-19 Di Singkawang

Gencil News- Karorena Polda Kalimantan Barat, Kombes Pol Deni Hermana melaksanakan rapat koordinasi bersama Wali Kota Singkawang serta jajaran terkait mengenai PPKM Mikro, pada hari kamis (8/7/2021).

Agenda ini merupakan pemantauan yang Satgas Covid-19 Kalimantan Barat lakukan terhadap implementasi PPKM Mikro pada Kota Singkawang.

Ia mengungkapkan kepada Satgas Covid-19 Kota Singkawang agar bisa terus berupaya untuk menurunkan status Zona Merah kota Singkawang.

Pemberian status zona ini berdasarkan klarifikasi warna ini sudah seiring terdengar dalam perbincangan mengenai peta sebaran Covid-19 pada suatu daerah. Seperti yang kita ketahui bahwa istilah zona yang berdasarkan warna tersebut, yakni zona hijau, zona kuning, zona orange serta zona merah.

Ia menjelaskan bahwa terdapat 15 indikator yang menjadikan suatu daerah itu dalam salah satu klasifikasi warna tersebut.

“Ada 15 indikator yang menentukan status zona suatu daerah.” kata Deni.

Ia mengutarakan salah satu penyebab Kota Singkawang bisa masuk zona merah adalah dengan terpakainya ketersediaan Bed Occupancy Rate (BOR) yang ada pada tiap rumah sakit.

“Dari 15 indikaror itu yang paling menonjol yaitu ketersediaan BOR. Terpakainya ketersediaan BOR ini mempengaruhi status zonasi kota Singkawang. Karena terjadi peningkatan kasus di kota Singkawang, sementara pasien terkonfirmasi sudah memenuhi ketersediaan BOR ini.” ujarnya.

Ia berpesan kepada Satgas Covid-19 kota Singkawang agar bisa terus mengoptimalkan posko-posko yang ada pada tingkat kelurahan atau desa dengan bentuk penerapan 3T.

“Harapan saya posko-posko pada tingkat kelurahan atau desa untuk bisa terus optimal dalam mendata testing, tracing, dan treatment. Dari data yang jelas tersebut, kita bisa tahu ketersediaan perangkat kesehatan, obat-obatan, sembako, peralatan vaksinasi, APD dan lain-lain. Kemudian percepatan vaksinasi harus menyediakan banyak titik-titik vaksinasi dan disosialisasi kepada masyarakat.” tuturnya.

Ia menilai bahwa antusiasme masyarakat kota Singkawang terhadap percepatan vaksinasi akan semakin meningkat dengan adanya penyediaan titik-titik vaksinasi pada lokasi yang berbeda.

“Sebenarnya masyarakat sangat antusias untuk mengikuti vaksin. Mungkin karena persoalan tempat yang terpusat, jadi masyarakat lebih was-was dan saling menjaga juga. Kalau lokasi vaksinasi terdapat pada beberapa tempat, saya pikir kita bisa lebih optimal memfasilitasi antusiasme masyarakat ini.” pungkasnya.

Harapan karorena Polda Kalbar

Ia berharap kepada masyarakat kota Singkawang agar menyadari situasi kota Singkawang yang saat ini tengah berada pada zona merah. Serta jangan lupa untuk bisa berpegang pada pedoman penerapan protokol kesehatan serta peraturan PPKM Mikro kota Singkawang.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING