Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Singkawang Sumastro menyampaikan pesan kepada warga Singkawang baik yang akan melaksanakan sembahyang kubur atau mereka yang sudah pulang ke Singkawang untuk melakukan ritual sembahyang kubur.

Dalam imbauan tersebut ada tiga hal yang disampaikan Seketaris Daerah Kota Singkawang.

Dimana sebelum menyampaikan imbauan tersebut, Sekda memulai dengan latar belakang kondisi saat ini.

  Sekda mengajak masyarakat untuk paham perkembangan saat ini dan dimana-dimana dalam keadaan sangat prihatin karena pandemic wabah virus corona-19 yang sangat berbahaya.

Saat ini Kota Singkawang telah diberlakukan Keadaan Luar Biasa (KLB) untuk waspada dan cegah penularan corona, sehingga Sekda atas nama kemanusiaan dan pertimbangan demi keselamatan, maka ia mengharapkan pemakluman bagi warga Singkawang yang berada di perantauan yang akan dan sudah melakukan sembahyang kubur di Singkawang.

Baca juga   Politisasi Agama Kental Dirasakan di Pemilu 2019, Akankah Berlanjut?

Dalam imbauan tersebut Sekda menyampaikan pertama agar putuskan tidak pulang kampung/balik ke Singkawang untuk sementara waktu selama status KLB ini untuk keperluan ritual sembahyang kubur bagi leluhur atau keperluan lainnya di Kota Singkawang.

Kedua, Ritual (Sembahyang kubur,red) itu sebaiknya diwakilkan saja kepada keluarga/kerabat yang tinggal di kota Singkawang dan dapat juga  dipermudah gunakan sarana IT (Video Call) dalam prosesi ritual bersama keluarganya secara langsung.

Ketiga, bagi saudara-saudara yang telah terlanjur pulang kampung dan ada di Singkawang saat ini berasal dari daerah zona merah Covid-19 agar patuhi ketentuan karantina mandiri (14 hari) dan lapor diri via WA ke Lurah/Camat setempat untuk proses pemeriksaan kesehatan lebih lanjut.

Baca juga   Pemkot Singkawang: Pasokan Sembako Aman dan Harga Relatif Normal

“Imbauan ini tentunya kita buat dengan mempertimbangkan banyak asapek dengan berbagai masukan dari tokoh agama, tokoh masyarakat dengan tentap menjunjung dan menghormati sakralitas peribadatan tersebut,” ungkap Sumastro, Senin (23/3/2020).

Tentunya, kata Sekda, besar harapan agar seluruh pihak untuk menjaga ketenangan, keselamatan, demi kebaikan bersama.”Kita minta masyarakat tidak panik namun waspada perlu dilakukan,”ujarnya. (mc singkawang)