Singkawang dan Bengkayang Kerjasama Pilar Batas Utama
Connect with us

Kota Singkawang

Singkawang dan Bengkayang Kerjasama Pilar Batas Utama

Published

on

Singkawang dan Bengkayang Kerjasama Pilar Batas Utama
SINGKAWANG DAN BENGKAYANG SIAPKAN RENCANA AKSI BANGUN PILAR BATAS - Foto/Data : MC singkawang
Kementerian Dalam Negeri RI telah menerbitkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Permendagri) Nomor 90 tahun 2018 tentang batas daerah kabupaten Bengkayang dengan Kota Singkawang Provinsi Kalimantan Barat. Inisiasi pembangunan yang bersinergis dan berkesinambungan dapat mewujudkan dan meningkatkan derajat dan kesejahteraan masyarakat di masing-masing wilayah.

Gencil News – Sekda Kota Singkawang, Sumastro bersama Sekda kabupaten Bengkayang, Obaja menandatangani perjanjian kerjasama tentang pembangunan Pilar Batas Utama (PBU) dan Pilar Acuan Batas Utama (PABU) di Balairung Kantor Wali Kota Singkawang, Kamis (21/1/2021). Penandatanganan disaksikan Sekda Provinsi Kalimantan Barat, A.L Leysandri.

Diketahui, Pilar Batas Utama (PBU) merupakan pilar yang menandai batas antara provinsi atau kabupaten atau kota diletakkan tepat pada batas antar daerah provinsi atau kabupaten atau kota. Sedangkan Pilar Batas Acuan Utama (PABU), pilar yang menandai batas antar provinsi atau kabupaten atau kota diletakkan di sisi batas alam atau buatan yang berfungsi sebagai titik ikat garis batas antar daerah provinsi atau kabupaten atau kota.

Sekda Sumastro menyambut baik atas diterbitkannya permendagri ini. Ia berharap penganggaran dan pengerjaan PBU dan PABU ini bisa dikerjakan dengan baik dan cermat.

“Saya harap pembangunan PBU dan PABU ini bisa berjalan dengan baik dan cermat. Karena PBU dan PABU ini bisa menjadi acuan dalam menciptakan keteraturan dan mencegah terjadinya konfilk atau sengketa batas,” ungkap Sumastro.

Ia mengatakan Pemkot Singkawang dan Pemkab Bengkayang telah menyusun rencana aksi terkait dengan PBU dan PABU dengan merencanakan penganggaran pembangunan pilar batas pada APBD tahun 2020 atau selambat-lambatnya tahun anggaran 2022 dengan berpedoman Permendagri tersebut.

“Kemudian membangun PBU dan PABU sesuai dengan titik koordinat yang telah ditentukab,” katanya.

Rencana aksi lainnya yakni menganggarkan kegiatan sosialisasi dan edukasi pembangunan pilar batas kepada masyarakat dan pemilik tanah. Selain itu menyelenggarakan fasilitasi perubahan data administrasi kependudukan oleh Dinas Dukcapil terhadap masyarakat yang terdampak batas daerah Pemkab Bengkayang dan Pemkot Singkawang.

“Serta menginventarisir dan menganggarkan biaya pembaharuan data administrasi pertanahan masyarakat yang tidak mampu berupa SHM/SPT oleh perangkat daerah terkait,” ujarnya.

Sumastro berharap penandatanganan kerjasama ini dapat segera ditindaklanjuti dengan rencana aksi yang telah disusun bersama oleh Pemkab Bengkayang dan Pemkot Singkawang.

“Khusus OPD Singkawang agar segera menindaklanjuti langkah-langkah terkait pembangunan PBU dan PABU antara Kota Singkawang dan Kabupaten Bengkayang pada kesempatan pertama,” ujarnya

Sementara itu, Sekda Provinsi Kalimantan Barat A.L Leysandri mengatakan melalui momentum penandatanganan perjanjian kerja sama pembangunan PBU dan PABU, diharapkan dapat mendorong bentuk kerjasama di sektor-sektor lainnya.

Menurutnya, banyak manfaat dari perjanjian kerjasama ini. Diantaranya adalah manajemen konflik antar daerah, efisiensi dan standarisasi pelayanan, pengembangan ekonomi, serta pengelolaan lingkungan.

“Dengan adanya forum ini maka dapat meningkatkan pemahaman dan toleransi, sehingga konflik antar daerah dapat diantisipasi. Dalam hal pelayanan, kerjasama ini mendukung penerapan efisiensi dan standarisasi pelayanan antar daerah,” jelasnya.

Selain itu, kerjasama ini akan mendorong terjadinya pengembangan ekonomi suatu daerah yang meningkatkan daya saing suatu daerah. Begitu pula halnya dengan pengelolaan lingkungan.

“Tanpa adanya kerjasama dan penanganan tidak akan berjalan sinergis dan menimbulkan permasalahan lingkungan. Hal-hal yang mungkin terjadi seperti kebakaran hutan, banjir, dan tanah longsor,” pungkasnya.

amerika Bank Kalbar belajar dari rumah berita kalbar bisnis china covid-19 dinas pendidikan dan kebudayaan provinsi kalimantan barat dinas pendidikan kalbar edi kamtono facebook Featured film gaya hidup gubernur kalbar indonesia jokowi Kalbar Kayong Utara Kemendikbud kemendikbud RI kesehatan kota pontianak kubu raya lirik lagu mahasiswa Midji-Norsan mimbar islam pemerintah Pemkot Pontianak pemprov kalbar pendidikan pendidikan di kalbar Pilgub Kalbar 2018 Pilkada Serentak pontianak presiden Jokowi resep masakan singkawang Sutarmidji trump Vaksin Covid-19 Videos Virus Corona Wali Kota Pontianak

Estimated reading time: 3 minutes

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kota Singkawang

Festival Cap Go Meh Di Singkawang Batal, Begini Alasannya

Published

on

By

Festival Cap Go Meh Di Singkawang Batal, Begini Alasannya
Hasil Kesepakatan Pembatalan Festival Cap Go Meh Di Singkawang

Gencil News – Pemerintah Kota Singkawang bataklan festival Cap Go Meh yang rencananya akan berlangsung pada 26 februari 2021.

Hal ini disampaikann Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie usai rapat bersama Pemkot Singkawang beserta pemangku kepentingan wilayah Kota Singkawang. Senin (22/02/2021)malam.

Pembatalan festival Cap Go Meh ini berdasarkan kesepakatan Kapolres Singkawang, Dandim 1202. Kemudian Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang, Kadis Pariwisata Pemuda dan Olahraga. Serta Ketua Panitia Pelaksana Imlek dan Cap Go Meh 2021 Kota Singkawang yang hadir pada rapat tersebut.

Tjhai Chui Mie menjelaskan pembatalan dan pelarangan sementara perayaan Cap Go Meh ini bertujuan untuk pengendalian penyebaran virus Covid-19. Mengingat saat ini Kota Singkawang masih berstatus zona orange.

Hasil kesepakatan tersebut mencakup lima poin penting, yaitu ;

  • Pertama, pada 26 Februari 2021 yang merupakan hari Cap Go Meh, Kota Singkawang tidak melaksanakan Festival Cap Go Meh. Sebagaimana tahun-tahun sebelum Covid-19 manjadi pendemi.
  • Kedua, Tidak adanya konvoi tatung, baga, barongsai, atau sejenisnya (yang membawa tandu, alat bunyi-bunyian, serta personel) yang mengundang keramaian.
  • Ketiga, ritual keagamaan tetap diizinkan untuk dilaksanakan para rohaniawan/tatung, khususnya mulai tanggal 25 Februari 2021/tanggal 14 bulan 1 tahun 2572 di Altar/Shin Than/Klenteng/Cetia/Vihara masing-masing dengan mematuhi protokol kesehatan (Prokes).
  • Keempat, pelaksanaan ritual pada hari CGM oleh para rohaniawan/tatung pada 26 Februari 2021 (tanggal 15 bulan 1 tahun 2572). Dilaksanakan di Altar Shin Than Klenteng Cetia, atau vihara masing-masing dengan mematuhi protokol kesehatan.
  • Kelima, menghimbau umat untuk berdoa di rumah dan wilayah masing-masing.

“Kesepakatan ini berlaku mulai 22 Februari 2021 hingga 26 Februari 2021. Umat dan para rohaniawan khususnya untuk dapat memaklumi kesepakatan ini,” terang Tjhai Chui Mie membacakan hasil kesepakatan bersama.


Continue Reading

Kota Singkawang

Perayaan dan Festival Cap Go Meh Singkawang Ditiadakan

Published

on

Perayaan dan Festival Cap Go Meh Singkawang Ditiadakan
Perayaan dan Festival Cap Go Meh Singkawang Ditiadakan (2013) - Foto istimewa

Gencil News SINGKAWANG – Hasil rapat bersama antara Wali Kota Singkawang dengan sejumlah pihak telah menetapkan bahwa perayaan dan festival cap go meh Kota Singkawang ditiadakan. Hasil keputusan bersama ini dilaksanakan pada senin (21/02/2021).

Rapat yang diselenggarakan pada kediaman Wali Kota Singkawang, melahirkan beberapa keputusan penting.

Keputusan untuk meniadakan acara ini berkaitan dengan kondisi pandemi covid-19. Dimana pada saat ini Pemkot Singkawang memberlakukan beberapa aturan ketat guna mencegah penyebaran virus corona.

Adapun hasil keputusan rapatnya adalah:

  1. Hari pelaksanaan Cap Go Meh jatuh pada tanggal 25 Februari 2021. Untuk itu Kota Singkawang meniadakan kegiatan perayaan dan festival Cap Go Meh seperti pada masa sebelum terjadinya pandemi Covid-19.
  2. Tidak ada kegiatan konvoi tatung, barongsai dsb. Yang dapat mengundang keramaian.
  3. Ritual keagamaan tetap diizinkan untuk dilaksanakan oleh para rohaniawan/tatung, khususnya mulai tanggal 25 Februari 2021/tanggal 14 bulan 1 tahun 2572 di Altar/Shin Than/Klenteng/Cetia/Vihara masing-masing dengan mematuhi protokol kesehatan (Prokes).
  4. Pelaksanaan Ritual pada hari Cap Go Meh oleh apra Rohaniawan/Tatung pada tanggal 26 Februari 2021/tanggal 15 bulan 1 tahun 2572 dilaksanakan di Altar/Shin Than/Klenteng/Cetia/Vihara masing-masing dengan mematuhi Prokes.
  5. Mengimbau kepada umat untuk melakukan doa dari rumah.

Wali Kota Singkawang juga mengajak masyarakat untuk dapat melakukan doa bersama, agar pandemi covid-19 cepat berakhir.

Continue Reading

Kota Singkawang

UPDATE Kebakaran Singkawang, 7 Ruko Jalan Ponegoro Ludes

Published

on

UPDATE Kebakaran Singkawang, 7 Ruko Jalan Ponegoro Ludes

Gencil News – Peristiwa kebakaran di Singkawang. Sejumlah ruko yang terletak pada jalan Pangeran Diponegoro Singkawang terbakar. Kabar terbaru yang redaksi dapatkan adalah, sebanyak 7 ruko ikut ludes terbakar api.

Sebelumnnya, dikabarkan bahwa api membakar sebanyak enam ruko. Namun seiring perkembangan informasi yang akan selalu kami perbarui. Peristiwa ini menghanguskan sebanyak tujuh ruko.

Seorang saksi mata bernama Wahyu bertugas sebagai petugas keamanan Bank BNI (BNI Lama Singkawang) ikut melihat kejadian tersebut.

“Saat kejadian saya sedang jaga malam dan melihat kabut, namunsetelah saya melihat salah satu pemilik ruko mengeluarkan motor, dari situ saya sadar terjadi kebakaran,” katanya.

Saat tersadar bahwa telah tejadi kebakaran, dirinya langsung meminta bantuan ke orang yang sedang berada di ATM.

“Saya minta bantuan kepada warga yang sedang berada di ATM. dan kurang lebih 5 menit pemadam kebakaran datang dan memadamkan api,” terangnya.

Sampai berita ini diturunkan penyebab kebakaran belum diketahui. Pihak kepolisian sedang berada di lokasi kebakaran untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Continue Reading

Advertisement

KORAN GENCIL NEWS

TRENDING