Gubernur: Singkawang Harus Lakukan Penghematan Anggaran
Connect with us

Kota Singkawang

Gubernur: Singkawang Harus Lakukan Penghematan Anggaran

Published

on

Singkawang Harus Lakukan Penghematan Anggaran
adpim_provkalbar SINGKAWANG - Gubernur Kalimantan Barat H. Sutarmidji, S.H., M.Hum., memimpin Rapat dalam Rangka Upaya Sinkronisasi Program dan Anggaran antara Pemerintah Provinsi Kalbar dan Pemerintah Kota Singkawang untuk Penyusunan RKPD 2022 dan Program Penanganan Covid-19.

Gencil News – Gubernur Kalbar mengatakan Pemerintah Kota Singkawang harus melakukan penghematan anggaran dari belanja modal untuk menghindari pengemplang pajak.


“Contoh Singkawang ini kalau mau mengintensifkan pajak yang sudah ada, seperti BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan). Kota itu sumber pendapatannya BPHTB. Selain PBB dan BPHTB itu harus didekatkan dengan NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) yang Riil 80 persen dari daerahnya dan untuk menghindari transaksi-transaksi yang menyimpang,” ungkapnya di Ruang Balairung Kantor Walikota Singkawang, Senin (5/4/2021).

Gubernur menceritakan sewaktu menjabat sebagai Walikota Pontianak telah menemukan transaksi menyimpang sebanyak 2.000 kasus transaksi. Kasus seperti ini membuat negara sangat dirugikan.

“Misalnya harga jual beli mereka sebetulnya 500 juta, dibuat 200 juta harga. Semua itu untuk menghindari BPHTB, nah itu yang harus dibenahi. Selain itu lakukan efisiensi-efisiensi dalam mensinergikan program pembangunan oleh Provinsi, Pusat, dan Kab/Kota,” jelasnya.

Selain itu, Gubernur Kalbar berharap dalam penanganan Covid-19, Pemkot Singkawang diharapkan tidak lengah dalam menjaga masyarakat dari wabah Virus Corona tersebut.

“Jangan sampai lengah dan tetap terus menangani. Jangan pernah lelah untuk berjuang menjaga masyarakat kita dari ancaman Covid-19. Untuk membuat kasus Covid-19 menjadi nol bukanlah hal yang gampang, tapi membuat dampak virus itu tidak fatal itu bisa dilakukan,” harapnya.

Dia berpesan kepada masyarakat agar selalu mematuhi protokol kesehatan. Dengan begitu tidak terjadi hal-hal yang merugikan diri sendiri nantinya, karena pandemi ini belum berakhir. Masyarakat yang belum divaksin nantinya akan mendapat giliran dari pemerintah daerah masing-masing.

“Masyarakat harus disiplin, jaga jarak, pakai masker, dan menghindari kerumunan. Kalau vaksin ini tergantung dengan yang dikirim, harusnya vaksin itu cepat, karena momentumnya masyarakat sekarang ini mau jika divaksin. Di Kalbar ini lebih dari 30 persen masyarakat menunggu giliran divaksin, dan momen ini jangan sampai hilang,” tutupnya.


Di kesempatan yang sama, Walikota Singkawang meminta arahan dari Pemerintah Provinsi, bagaimana meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan penanganan Covid-19.

“Nanti kita Pemerintah Singkawang akan segera menindaklanjuti. Dalam hal PAD kita bisa mengukur sampai 6 bulan ke depan berapa kenaikan BPHTP, sehingga kita akan mengundang para notaris untuk menyampaikan seberapa banyak jual beli rumah, tanah dan sebagainya,” jelasnya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kota Singkawang

Waterfront Kuala Singkawang Didorong Jadi Pusat Oleh-Oleh Olahan Laut

Published

on

By

Waterfront Kuala Singkawang Didorong Jadi Pusat Oleh-Oleh Olahan Laut
Waterfront Kuala Singkawang

Gencil News – Pemerintah Kota Singkawang siap mendorong warga sekitar Waterfront di Kelurahan Kuala, Kecamatan Singkawang Barat, Kota Singkawang Kalimantan Barat. Untuk mengembangkan usaha pada area waterfront.

Atas rampungnya pembangunan waterfront tersebut Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie berharap kehadiran waterfront kuala Singkawang tersebu. Semakin menambah daya tari wisatawan.

“Gunakan dan manfaatkan dengan sebaik-baiknya kesempatan ini, sehingga bisa meningkatkan perekonomian kita,” kata Wali Kota Singkawang kepada wartawan, (18/04/2021).

Menurutnya, warga sekitar juga dapat memanfaatkan ini untuk meningkatkan perekonomian dengan memanfaatkan hasil produksi warga. Mengingat Kelurahan Kuala terkenal dengan hasil produksi olahan lautnya yang bisa dijadikan sebagai oleh-oleh.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Singkawang, Muslimin menyatakan, sebagai wujud nyata dukungan Pemerintah kepada masyarakat. Pihaknya akan mengusulkan pengadaan gerobak bagi warga di sekitar waterfront melalui perubahan APBD tahun 2021.

“Usulan dan proposal sudah kami terima berberapa waktu lalu. Paling tidak memerlukan 10 gerobak atau kios berjualan bagi warga sekitar,” ujarnya




Continue Reading

Kota Singkawang

Kota Singkawang Sambut Ramadhan Dengan 1.442 Obor Menghiasi Jalan

Published

on

By

Kota Singkawang Sambut Ramadhan Dengan 1.442 Obor Menghiasi Jalan
Suasana Kota Singkawang dengan hiasan obor disepanjang jalan

Gencil News – Pemerintah Kota Singkawang mulai menghias kota Singkawang dengan 1.442 obor dalam rangka menyambut dan menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1442 Hijriah atau tahun 2021 Masehi.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie menegaskan kepada panitia untuk menyelesaikannya sebelum masuk bulan suci Ramadhan. Agar semarak bulan suci Ramadhan meriah.

“Saat ini panitia sudah mulai bekerja untuk menghias Kota Singkawang. Saya tekankan kepada panitia, pekerjaan menghias kota untuk menargetkan selesai sebelum masuk bulan suci Ramadhan,” kata Tjhai Chui Mie, Minggu (11/4/2021)

Tjhai Chui Mie memaparkan beberapa titik yang menjadi sasaran hiasan obor di kota Singkawang. Seperti Bundaran 1001 Sakok, median Jalan Diponegoro, segi tiga simpang VIT, Tugu Tangan Roban dan Beringin Corner.

“Selain obor, juga ada replika pohon kurma, gerbang dan lain-lain. Yang jelas akan kelihatan indah nantinya,” katanya.

Namun, kata Wali Kota, yang terpenting dalam menyambut bulan suci Ramadhan adalah rasa kebersamaan, bahagia dan senang meskipun saat ini masih dalam pandemi COVID-19.

“Kepada masyarakat Kota Singkawang saya imbau untuk tetap memerhatikan protokol kesehatan. Itu yang paling penting dalam menyambut bulan suci Ramadan. Saya berharap umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya,” kata Tjhai Chui Mie.

Continue Reading

Kota Singkawang

MIdji Bilang Merampot Soal Pemberitaan Masuk Singkawang Wajib PCR

Published

on

MIdji Bilang Merampot Soal Pemberitaan Masuk Singkawang Wajib PCR
Lewat media sosial facebook, Sutarmidji mengklarifikasi pemberitaan soal dirinya mengatakan bahwa wisatawan ke Singkawang diwajibkan PCR

Gencil News- Gubernur Sutarmidji membantah pemberitaan yang menyatakan bahwa dirinya mewajibkan para wisatawan yang ke Singkawang wajib kantongi negatif SWAB berbasis PCR.

Lewat media sosial facebook, Sutarmidji mengklarifikasi pemberitaan soal dirinya mengatakan bahwa wisatawan ke Singkawang diwajibkan PCR

“Assalamu’alaikum wr wb, Saya perlu meluruskan berita, tidak pernah saya katakan wisatawan ke Singkawang diwajibkan PCR” tulis Gubernur.

Menurut Gubernur berita tersebut tidak benar. Yang benar adalah untuk masuk Kalbar wajib menggunakan swab berbasis PCR.

“Itu berita ngarang-ngarang atau ngerampot. Yang benar itu kalau masuk Kalbar tetap dengan PCR iya, Kalau ke Singkawang tidak, apalagi Singkawang zona kuning” jelas Midji.

tangkapan layar : Facebook Bang Midji ( Dikutip pada 19:20 wib) (09/04/2021)

Banyak Yang Marah Soal SWAB PCR, Dengar Dulu Alasan Gubernur

Sebagian masyarakat mungkin banyak yang marah dan kesal dengan soal wajib negatif SWAB PCR untuk masuk ke wilayah Kalbar. Apa alasan Gubernur Sutarmidji memberlakukan aturan, yang menurut sebagian masyarakat terkesan memberatkan?

Mengacu pada Peraturan Gubernur Kalimantan Barat No. 30 Tahun 2021 dan SE Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Nomor 7 tahun 2021, bagi penumpang yang akan memasuki wilayah Kalimantan Barat harus mengikuti ketentuan sebagai berikut:

  • Bertanggung jawab atas kesehatan masing – masing, serta tunduk dan patuh terhadap syarat dan ketentuan yang berlaku
  • Penumpang wajib menunjukan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan, dan mengisi e-HAC Indonesia.
  • Selama masih berada di Kalimantan Barat wajib memiliki surat keterangan hasil negatif uji swab PCR dengan masa berlaku selama 7 hari sejak tanggal pemeriksaan.
  • Bagi penumpang dalam negeri yang berangkat dari Kalimantan Barat, surat keterangan hasil uji swab PCR yang masih berlaku dapat digunakan untuk perjalanan kembali ke Kalimantan Barat
  • Anak-anak dibawah usia 5 tahun tidak diwajibkan untuk menunjukkan hasil negatif uji swab berbasis PCR, uji Rapid Test Antigen ataupun uji Rapid Test Antibodi (tidak memerlukan surat keterangan bebas COVID-19)
  • Ketentuan yang sudah disebutkan di atas berlaku mulai 1 Maret – 23 Mei 2021.

Gubernur Sutarmidji memiliki alasan yang kuat, kenapa ia mempertahankan aturan ini. Menurutnya, SWAB PCR adalah satu-satunya perangkat tes yang paling mumpuni guna mendektsi virus corona.

Kenapa, Sutarmidji tidak ingin mengunakan rapid tes antigen? Menurutnya ini bisa digunakan, tetapi hasilnya tidak akurat seperti SWAB berbasis PCR. Antigen hanya bisa membaca sebagian Cycle Treshold (CT Value ) atau  jumlah siklus yang dihasilkan dalam mencari materi genetik virus dari sampel lendir atau hasil swab pasien COVID-19.

“Pakai Antigen, ini masih bisa lolos. Tentu ini sangat berbahaya. Sementar Genose boleh digunakan tetapi untuk yang bersifat massal, seperti pada anak sekolah dan lain-lain” jelas Gubernur.

Selanjutnya, menurut Gubernur SWAB PCR adalah golden standart atau standar tertinggi yang digunakan untuk mendeteksi virus corona dalam tubuh manusia.

“Kita jangan banyak basa-basilah. Kita semua sudah pada mengerti dan mengetahui, bahwasanya SWAB PCR adalah alat deteksi yang paling efektif. Kalau seseorang negatif ya sudah pasti negatif, begitu pula sebaliknya” tegas Sutarmidji

“Rapid antigen hanya bisa membaca CT value pada 5 – 29, selebihnya antigen tidak dapat membaca, apabila CTnya berada di 30-40.”

“Ini adalah masalah, Temuan kasus sebanyak 34 kasus positif yang berakhir dengan kematian, 23nya terpapar dari luar Kalbar, dengan jumlah kandungan virus yang sangat besar” paparnya

“Kemudian, Laboratorium Untan pernah kehilangan tiga dokter dalam 1 minggu, mereka terpapar Covid-19. Usai mengikuti seminar diluar Kalbar”

“Nah pada saat itu kita menggunakan antigen. Belajar dari kejadian ini, maka Provinsi Kalimantan Barat menetapkan penggunaan wajib SWAB PCR atau negatif PCR untuk memasuki wilayah Kalbar. Dengan dasar inilah penggunaan swab pcr adalah wajib. Dan bisa anda lihat, Kalbar mampu mengendalikan itu, liat hasilnya yang efektif” Kata Sutarmidji

Sebelum memutuskan, Ia mengaku pihaknya melakakukan serangkaian uji coba. Bahwa keterjangkitan bisa menjadi lebih tinggi, apabila tidak melewati tes swab PCR.

“Saya tidak mau banyak berteori, kita bicara real dan fakta saja. Saya mempertaruhkan kredibilitas untuk hal ini. Saya hanya ingin melindungi masyarkat Kalbar”

“Aturan soal PCR sudah jelas, berapa harinya. Cukup pakai surat hasil PCR sekali yang berlaku selama 7 hari. Saya tidak mau hanya untuk kepentingan segelintir orang, lalu malah mengorbankan jutaan warga Kalbar” tegasnya

“Tolong jangan lihat beratnya, tapi lihat apa yang coba kita selamatkan. Dan Orang yang bisa menumpang pesawat itu memiliki ekonomi menengah keatas. Kalau memang terasa berat, silahkan naik kapal laut saja, itu cukup pakai antigen” pungkas Sutarmidji

Continue Reading

Kota Singkawang

Siswa dan Guru SMKN IV SPP-SPMA Singkawang Positif Covid-19

Published

on

Siswa dan Guru SMKN IV SPP-SPMA Singkawang Positif Covid-19

Gencil News – Sebanyak 39 siswa, 2 guru dan 2 staf SMKN IV SPP- SPMA Singkawang terkonfirmasi positif covid-19. Kadiskes Pemko Singkawang, Barita Ompusunggu mengatakan kondisi dari semuanya baik-baik saja.

“Semua baik-baik saja” ujar Barita kepada media (08/04/2021).

Barita mengatakan semuanya masuk kedalam kateogori, orang tanpa gejala (OTG). Untuk para siswa yang terkonfirmasi positif, saat ini sedang menjalani isolasi pada satu asrama.

Sementara untuk guru dan staf SMKN IV SPP-SPMA Singkawang yang terkonfirmasi positif, menjalani isolasi mandiri pada rumah masing-masing.

“Sampai tanggal 16 april 2021, semua siswa yang menjalani isolasi tidak diperbolehkan keluar dari komplek” kata Barita

Saat ini pihak Dinkes Singkawang tengah menelusuri awal dari penyebaran kepada siswa dan guru Siswa dan Guru SMKN IV SPP-SPMA Singkawang. Dugaan awal penyebaran, berasal dari siswa kepada siswa.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

TRENDING