Kota Singkawang

Tercatat 60 Kasus Karhutla Selama Januari Sampai Maret 2022 di Kalbar

Tercatat 60 Kasus Karhutla Selama Januari Sampai Maret 2022 di Kalbar
Polres Singkawang menggelar apel gelar pasukan Operasi Bina Karuna Kapuas 2022 di halaman mapolres, Selasa (8/3/2022). Apel yang dipimpin oleh Kapolres Singkawang ini digelar dalam rangka pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kota Singkawang.

Gencil News – Kapolsek Singkawang Prasetiyo Adhi Wibowo mengatakan terjadi 60 kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah Kalbar pada kuartal awal tahun 2022.

Ia menambahkan, asap kebakaran hutan dan lahan dapat mempengaruhi pertumbuhan. Mobilitas dan aktivitas kesehatan masyarakat, seperti gangguan pernapasan dan kerusakan saraf otak. 

“Pada tahun 2022, selama bulan Januari hingga bulan Maret telah terjadi 60 kasus karhutla di sejumlah daerah di Kalimantan Barat. Kabut asap akibat karhutla ini menimbulkan dampak pada keberlangsungan hidup seperti terhambatnya pertumbuhan ekonomi. Gangguan pernafasan, menghambat lalu lintas transportasi darat, laut dan udara,” ujarnya.

Data luas kebakaran hutan dan lahan di Kalbar mengalami peningkatan setiap tahun selama lima tahun terakhir. Kebakaran hutan tahun 2019 adalah yang terburuk dalam catatan, dengan 151,07 hektar hutan terbakar dan lahan terbakar.

Baca juga   LSP-P1 Singkawang Ciptakan Tenaga Pendidikan Produktif Dan Inovatif

Maka dari itu, kata kapolres mengambil langkah preemtif antara lain pemetaan lokasi titik panas api (hotspot), deteksi dini. Melakukan himbauan dan sosialisasi kepada pihak perusahaan dan masyarakat, berkoordinasi dengan berbagai instansi lainnya. Selain itu, mendorong pemberdayaan peran dan tupoksi pemerintah daerah, Bhabinkamtibmas, Bhabinsa, stakeholder terkait serta peran tokoh masyarakat.

Unit Bina Karuna Kapuas 2022 diinstruksikan untuk melakukan patroli bersama, mengunjungi titik api. Serta mengajak perusahaan dan masyarakat untuk melakukan tindakan pencegahan untuk memprediksi kebakaran hutan dan lahan. Penegakan hukum kemudian menjadi upaya terakhir untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan yang ada.

“Jika ditemukan titik api, segera dipadamkan. Laksanakan patroli terpadu TNI/Polri, Manggala Agni dan Masyarakat Peduli Api serta mapping desa-desa yang berpotensi terjadinya karhutla. Saya mengajak seluruh peserta gelar pasukan dan semua elemen masyarakat untuk bersinergi memberikan solusi bagi permasalahan karhutla di Kalimantan Barat,” ujarnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERPOPULER

To Top