Connect with us

Kota Singkawang

Tjhai Chui Mie: Tumbuhkan Jiwa dan Semangat Kesetiakawanan Sosial

Published

on

Tjhai Chui Mie: Tumbuhkan Jiwa dan Semangat Kesetiakawanan Sosial

Tjhai Chui Mie: Tumbuhkan Jiwa dan Semangat Kesetiakawanan Sosial – Walikota Singkawang, tjhai chui mie buka bersama 100 Anak Yatim, 10 Hafidz dan 1 orang Ustadz di Masjid Agung Nurul Islam Singkawang, Sabtu (18/5/2019).

Tjhai Chui Mie: Tumbuhkan Jiwa dan Semangat Kesetiakawanan Sosial
Tjhai Chui Mie: Tumbuhkan Jiwa dan Semangat Kesetiakawanan Sosial


Hadir dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Kota Singkawang, Sumastro serta undangan lainnya.


Walikota Singkawang dalam sambutannya mengatakan bahwa melalui buka bersama ini dirasakan dapat lebih mengembangkan jalinan silaturahmi antar sesama


“Buka puasa bersama mengajarkan kita untuk saling berbagi dengan sesama, terutama yang membutuhkan uluran tangan sehingga dapat menumbuhkan jiwa dan semangat kesetiakawanan sosial,” kata tjhai chui mie

Continue Reading
Advertisement
Click to comment
0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Kota Singkawang

Singkawang Sering Mati Lampu, Ini Penyebabnya

Published

on

Singkawang Sering Mati Lampu, Ini Penyebabnya

GENCIL NEWSSingkawang sering mati lampu penyebabnya adalah  permainan layang-layang. Tentunya hal ini sangat berdampak serius terhadap distribusi listrik ke rumah warga di Kota Singkawang, Bengkayang dan Sambas lantaran kerap mengalami pemadaman listrik.

“Kota Singkawang, Bengkayang dan Sambas yang sering padam listrik disebabkan oleh layang-layang,” kata Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Singkawang, Robin Septavin.

Dia mengungkapkan, bahwa untuk menekan angka gangguan listrik akibat layangan, PLN telah berkoordinasi dengan aparat terkait. 

“PLN juga melakukan sosialisasi di beberapa lokasi Kantor Lurah dan pemukiman warga yang banyak pemain layang-layang,” ujarnya.

Khusus untuk patroli layang-layang, pihaknya lakukan secara rutin setiap sore hari, dengan menyasar titik-titik lokasi para pemain layangan. Bahkan hingga malam hari juga masih didapati masyarakat yang bermain layang-layang yang mana layang-layang yang ditemui menggunakan tali dari kawat. 

“Maka dari itu, perlu dukungan dan kerjasama aparat serta tokoh masyarakat untuk peduli dan ambil bagian dalam menertibkan pemain layang-layang. Agar keberadaannya tidak lagi mengganggu kita semua khususnya jaringan listrik PLN,” ungkapnya.

Namun yang terpenting adalah kepedulian masyarakat khususnya penggemar layang-layang untuk tidak bermain dekat jaringan PLN. Apalagi sampai menyentuh jaringan listrik karena hal ini juga dapat membahayakan jiwa mereka yang bermain. 

“Bisa saja terkena aliran listrik melalui benang layang-layang yang dimainkan,” jelasnya. 

Ketegasan instansi dan aparat terkait dalam menerapkan larangan bermain layangan di lokasi yang berbahaya sangat diperlukan.

“Saya mengimbau serta mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga seluruh aset kelistrikan agar masyarakat khususnya pelanggan PLN dapat menikmati listrik dengan aman dan nyaman,” ajaknya. (mc singkawang)

Continue Reading

Kota Singkawang

Ketua PHRI Singkawang Imbau Hotel Dan Restoran Terapkan Protokol

Published

on

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Seluruh Indonesia (PHRI) Kota Singkawang. Mulyadi Qamal

GENCIL NEWS – Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Seluruh Indonesia (PHRI) Kota Singkawang. Mulyadi Qamal mengimbau para pelaku perhotelan dan industri khususnya anggota PHRI untuk lebih mempersiapkan diri menghadapi new normal.

“Dengan munculnya fase new normal yang diinformasikan pemerintah membuat para pengusaha secara bertahap membuka kembali usahanya. Karena sudah kurang lebih dua bulan usaha mereka pada tutup karena Covid-19 ini,” ungkap Mulyadi Qamal, Minggu (21/6/2020).

Ketua PHRI Singkawang mengungkapkan pasca lebaran kemarin sudah ada berberapa hotel yang menunggu tamu-tamu mereka untuk datang menginap.

“Sudah ada yang menginap namun jumlahnya belum signifikasi.” katanya.

Mulyadi menyebutkan sejumlah strategi pengelolaan hotel yang disesuaikan dengan protokol kesehatan.

Dia menyebut ada kewajiban mendasar yang wajib diterapkan. Yakni, menjaga kebersihan karyawan, barang yang masuk ke hotel, kemudian barulah berfokus kepada tamu.

“Yang kita atur di dalam protokol itu pertama adalah untuk dan dari karyawan kita sendiri dulu. Yang kedua, barang-barang yang masuk, barang tamu maupun dari vendor, ketiga baru dari tamu,” ujar Mulyadi.

Setiap karyawan dan tamu yang masuk hotel wajib dilakukan pengecekan suhu tubuhnya.

Bila suhu badan lebih dari 37,5 derajat celcius maka karyawan dan tamu itu tidak diizinkan masuk hotel.

Karyawan dan tamu pun diwajibkan untuk mencuci tangan atau memakai hand sanitizer sebelum masuk ke hotel dan restoran di dalam hotel.

“Kita siapkan tempat cuci tangan, wajibkan pengunjung dan petugas gunakan masker, penyemprotan disinfektan, dan mempersiapkan alat cek suhu tubuh,” ungkapnya. (mcsingkawang)

Continue Reading

HEADLINE

Wali Kota Singkawang Jadi Narasumber “Kerukunan dan Solidaritas”

Published

on

webinar bersama Kementerian Agama dan Kementerian Dalam Negeri. Dengan tema “Memperkuat Kerukunan dan Solidaritas di Tengah Covid-19”, Senin (15/6/2020) di Telematics Control Management Room.

GENCIL NEWS – Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie menjadi salah satu narasumber. Pada sesi sharing dalam webinar bersama Kementerian Agama dan Kementerian Dalam Negeri. Dengan tema “Memperkuat Kerukunan dan Solidaritas di Tengah Covid-19”, Senin (15/6/2020) di Telematics Control Management Room.

Didalam webinar yang di moderator oleh Putri Presiden ke 4 Alissa Wahid. Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie menjelaskan setiap unsur berperan penting dalam menghadapi tantangan ditengah pandemi Covid-19. Yang tidak terlepas dari predikat kota Singkawang sebagai kota tertoleran di Indonesia berdasarkan penilaian dari setara institute.

“Kita diundang dalam webinar membagikan poin utama kota tertoleran, tantangan yang kita jalani adalah misalnya di masa-masa akibat pandemic tentu berdampak pada pelaksanaan ibadah seluruh agama,” katanya.

Tantangan yang muncul misalnya, adalah pelaksanaan ibadah yang tidak semudah dilaksanakan saat pandemic belum menyerang. 

“Namun sejauh ini kita telah melaluinya dengan baik,” katanya.

Hal ini kata Tjhai Chui Mie tidak bisa dilepaskan dari peran aktif seluruh stakeholder, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat dan unsur aparat keamanan dalam mengedukasi masyarakat.

“Ini tidak terlepas dari peran-peran tokoh agama pemuka masyarakat dalam memberikan pemahaman. Sehingga masyarakat dapat beribadah dengan tenang sesuai anjuran yang ada,” pungkasnya.

Selain Tjhai Chui Mie. Walikota yang juga mendapat kesempatan untuk memberikan sharing adalah Walikota Bogor, Bima Arya dan tentunya narasumber utama Menteri Agama Fachrul Razi.

Continue Reading

TRENDING

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x