Upaya Pemkot Singkawang Angkat Guru Honorer Jadi PNS
Connect with us

Kota Singkawang

Upaya Pemkot Singkawang Angkat Guru Honorer Jadi PNS

Published

on

Upaya Pemkot Singkawang Angkat Guru Honorer Jadi PNS
Masjid Raya Singkawang adalah salah satu masjid tertua di Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia, tepatnya di Kota Singkawang. Masjid ini menjadi kebanggaan masyarakat Muslim Singkawang.- Foto Wikiwand

Gencil News – Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang mengirim surat permohonan ke Pemerintah Pusat. Upaya Pemkot Singkawang ini untuk mengangkat guru honorer menjadi Pegawai negeri sipil (PNS) sesuai tuntutan mereka.

Guru Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori rentang usia 35 tahun keatas (GTKHNK 35+) jumlahnya mencapai ratusan. Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan, surat tersebut juga untuk Presiden RI.

Guna adanya penetapan Keputusan Presiden (Kepres). Tidak lain agar para guru yang tergabung dalam GTKHNK 35+ tersebut cepat menjadi PNS.

“Kami telah membuat berita acara/surat pernyataan secara resmi. Perwakilan GTKHNK 35+ menyaksikan penandatanganan surat tersebut usai beraudiensi dengan saya,” ujar Chui Mie, Senin (16/11/2020) Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Singkawang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, HM Nadjib dan Dewan Pendidikan Kota Singkawang, Helmi Fauzi turut hadir pada kesempatan tersebut.

Isi surat tersebut menyatakan bahwa ia mendukung perjuangan GTKHNK 35+ Kota Singkawang dan memohon kepada Presiden RI untuk mengabulkan tuntutan mereka berdasarkan hasil Rakornas 35+ pada tanggal 20 Februari 2020.

“Saya sudah memohon kebijakan Bapak Presiden RI berkenan kiranya menetapkan Kepres yang terkait dengan pengangkatan PNS. Yaitu bagi Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Non Katagori. Dengan rentang usia 35 Tahun keatas tanpa melalui proses seleksi CPNS,” terangnya kepada awak media

Selain itu, Chui Mie memohon kepada pemerintah untuk memberikan penghasilan sesuai UMK. Kepada Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Non Katagori sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku.

Penyampaian surat tersebut ke Pemerintah Pusat melalui Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Dan Gubernur Kalimantan Barat.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kota Singkawang

Setiap Hari, RSUD Abdul Aziz Singkawang Butuh 125 Tabung Oksigen

Published

on

By

Setiap Hari, RSUD Abdul Aziz Singkawang Butuh 125 Tabung Oksigen
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie saat meninjau ketersediaan tabung oksigen

Gencil News – Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSUD Abdul Aziz Singkawang, Ruchanihadi, mengatakan pihaknya butuh sedikitnya 125 tabung oksigen setiap harinya. Tabung tersebut untuk memenuhi kebutuhan menangani pasien COVID-19 yang mengalami sesak nafas.

“Alhamdulilah, setiap harinya masih mencukupi, dan ini akan terus kita evaluasi sesuai dengan penambahan pasien yang ada di rumah sakit ini,” kata Ruchanihadi di Singkawang, Senin (26/7/2021).

Dia menjelaskan, saat ini keterisian tempat tidur di ruang isolasi RSUD Abdul Aziz Singkawang sudah mencapai 74 persen. Kondisi pasien ada yang masih sesak nafas dan ada yang sudah membaik.

“Untuk di ruang IGD, sampai saat ini masih ada pasien dengan kondisi sesak nafas yang mengantri. Untuk jumlahnya fluktuatif. Meski demikian, tetap kita berikan oksigen,” tuturnya.

Berdasarkan update informasi Covid-19 di Kota Singkawang yang dirilis Dinas Kominfo, hingga hari ini kasus aktif sebanyak 1.428 orang. Per tanggal 18 Juli 2021 Kategori Resiko Kenaikan Kasus Covid-19 di Kota Singkawang berada di zona oranye yang artinya Zona Resiko Sedang.

Continue Reading

Kota Singkawang

Kasus Covid 19 Menurun, Singkawang tak lagi terapkan PPKM Darurat

Published

on

By

Kasus Covid 19 Menurun, Singkawang tak lagi terapkan PPKM Darurat

Gencil News- Saat lonjakan kasus Covid-19, Pemerintah melakukan pemberlakuan PPKM Darurat. Tak terkecuali Kota Singkawang yang semenjak tanggal 12 juli 2021 mulai berlaku PPKM Darurat.

Hal ini karena Kota Singkawang pada waktu itu ditetapkan pada zona merah. Namun semenjak pemberlakuan zona merah, Kota Singkawang terus berusaha agar bisa secepatnya keluar dari zona tersebut.

Kini Kota Singkawang sudah tidak pada zona merah lagi. Namun sudah masuk zona oranye. Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Singkawang tidak lagi memperpanjang penerapan PPKM Darurat pada Kota Singkawang.

“Untuk Singkawang kita tidak memperpanjang PPKM Darurat. Karena posisi Kota Singkawang sekarang sudah zona oranye,” kata Tjhai Chui Mie

Ia menjelaskan kepada awak media semuanya bahwa ia tidak akan menerapkan PPKM Darurat Kembali

“Apabila Kota Singkawang mampu bertahan di zona oranye atau bahkan ke zona kuning wilayah penyebaran Covid-19. Pemerintah tidak akan menerapkan PPKM Darurat,”ujarnya.

Akan tetapi Pemerintah tetap akan menerapkan PPKM Mikro, serta memastikan masyarakat Kota Singkawang patuh akan protokol kesehatan dan mentaati aturan Surat Keputusan Wali Kota Singkawang mengenai PPKM Mikro.

“Dengan PPKM Mikro, para pelaku usaha dapat membuka usahanya masing-masing, namun tetap patuh prokes yang sudah diatur Pemerintah,”pungkasnya.

Continue Reading

Kota Singkawang

KaKemenag Singkawang Lakukan Sosialiasi SE Kemenag RI

Published

on

By

KaKemenag Singkawang Lakukan Sosialiasi SE Kemenag RI

Gencil News- Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang, H. Azhari mengadakan sosialisasi atas Surat Edaran Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2021. Pada hari Kamis (15/7/2021).

Surat Edaran tersebut membahas mengenai Pembatasan Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah.

Ia mengatakan bahwa saat ini pihaknya sudah melaksanakan monitoring. Sekaligus sosialisasi mengenai SE tersebut ke rumah-rumah ibadah yang ada pada Kota Singkawang.

“Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah. Dalam hal ini Kementerian Agama dalam mencegah, mengendalikan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” kata Azhari

Dari hasil sosialisasi ini ia berharap bisa menjalin kerjasama yang baik. Antar pemerintah dengan umat beragama yang ada di Kota Singkawang. Hal ini agar bisa bersama-sama dalam menuntaskan virus Covid-19 dengan cepat dan tepat dengan upaya pencegahan yang ada pada lingkup rumah ibadah.

“Mari kita berupaya bersama melakukan pencegahan secara tepat dan cepat untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 di Kota Singkawang,”ujarnya.

Azhari menjelaskan caranya adalah dengan kita menerapkan prokes 5M serta yang lainnya. Ia menegaskan bahwa untuk bisa terus menerapkan standar prokes ketika berada pada tempat ibadah saat atau selesai melaksanakan ritual ibadah.

“Kita harus mengutamakan keselamatan umat dengan memenuhi standar protokol kesehatan sehingga umat bisa beribadah dengan aman dan nyaman,”pungkasnya

Continue Reading

Kota Singkawang

Karorena Polda Kalbar Lakukan Pemantauan Covid-19 Di Singkawang

Published

on

By

Karorena Polda Kalbar Lakukan Pemantauan Covid-19 Di Singkawang

Gencil News- Karorena Polda Kalimantan Barat, Kombes Pol Deni Hermana melaksanakan rapat koordinasi bersama Wali Kota Singkawang serta jajaran terkait mengenai PPKM Mikro, pada hari kamis (8/7/2021).

Agenda ini merupakan pemantauan yang Satgas Covid-19 Kalimantan Barat lakukan terhadap implementasi PPKM Mikro pada Kota Singkawang.

Ia mengungkapkan kepada Satgas Covid-19 Kota Singkawang agar bisa terus berupaya untuk menurunkan status Zona Merah kota Singkawang.

Pemberian status zona ini berdasarkan klarifikasi warna ini sudah seiring terdengar dalam perbincangan mengenai peta sebaran Covid-19 pada suatu daerah. Seperti yang kita ketahui bahwa istilah zona yang berdasarkan warna tersebut, yakni zona hijau, zona kuning, zona orange serta zona merah.

Ia menjelaskan bahwa terdapat 15 indikator yang menjadikan suatu daerah itu dalam salah satu klasifikasi warna tersebut.

“Ada 15 indikator yang menentukan status zona suatu daerah.” kata Deni.

Ia mengutarakan salah satu penyebab Kota Singkawang bisa masuk zona merah adalah dengan terpakainya ketersediaan Bed Occupancy Rate (BOR) yang ada pada tiap rumah sakit.

“Dari 15 indikaror itu yang paling menonjol yaitu ketersediaan BOR. Terpakainya ketersediaan BOR ini mempengaruhi status zonasi kota Singkawang. Karena terjadi peningkatan kasus di kota Singkawang, sementara pasien terkonfirmasi sudah memenuhi ketersediaan BOR ini.” ujarnya.

Ia berpesan kepada Satgas Covid-19 kota Singkawang agar bisa terus mengoptimalkan posko-posko yang ada pada tingkat kelurahan atau desa dengan bentuk penerapan 3T.

“Harapan saya posko-posko pada tingkat kelurahan atau desa untuk bisa terus optimal dalam mendata testing, tracing, dan treatment. Dari data yang jelas tersebut, kita bisa tahu ketersediaan perangkat kesehatan, obat-obatan, sembako, peralatan vaksinasi, APD dan lain-lain. Kemudian percepatan vaksinasi harus menyediakan banyak titik-titik vaksinasi dan disosialisasi kepada masyarakat.” tuturnya.

Ia menilai bahwa antusiasme masyarakat kota Singkawang terhadap percepatan vaksinasi akan semakin meningkat dengan adanya penyediaan titik-titik vaksinasi pada lokasi yang berbeda.

“Sebenarnya masyarakat sangat antusias untuk mengikuti vaksin. Mungkin karena persoalan tempat yang terpusat, jadi masyarakat lebih was-was dan saling menjaga juga. Kalau lokasi vaksinasi terdapat pada beberapa tempat, saya pikir kita bisa lebih optimal memfasilitasi antusiasme masyarakat ini.” pungkasnya.

Harapan karorena Polda Kalbar

Ia berharap kepada masyarakat kota Singkawang agar menyadari situasi kota Singkawang yang saat ini tengah berada pada zona merah. Serta jangan lupa untuk bisa berpegang pada pedoman penerapan protokol kesehatan serta peraturan PPKM Mikro kota Singkawang.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING