Wako Singkawang Akan Berikan Bantuan Sembako Pada Pasien Covid-19
Connect with us

Kota Singkawang

Wako Singkawang Akan Berikan Bantuan Sembako Pada Pasien Covid-19

Published

on

Wako Singkawang Akan Berikan Bantuan Sembako Pada Pasien Covid-19
Wali kota Singkawang Tjhai Chui Mie

Gencil News – Wali kota Singkawang sekaligus Ketua Satgas COVID-19 kota Singkawang, Tjhai Chui Mie menyambut baik kunjungan Kombes Pol Raden Petit. Kedatangannya dalam rangka meninjau dan memberikan masukan terkait percepatan penanganan COVID-19 di kota Singkawang.

Tjhai Chui Mie menyatakan bahwa saat ini Singkawang berada di zona kuning. Dengan hasil dari data yang terkumpul tren penyebaran COVID-19 di kota Singkawang cukup tinggi.

Tjhai Chui Mie menyampaikan berita yang membawa angin segar bahwa kota Singkawang akan mendapat bantuan vaksin dari Mabes Polri. Tjhai Chui Mie berharap percepatan penanganan COVID-19 di kota Singkawang segera terselesaikan dengan adanya vaksinasi.

Ia pun meminta kepada dinas terkait selaku Satgas COVID-19. Untuk mendata ASN, pelaku usaha, lansia, dan komunitas-komunitas atau perkumpulan-perkumpulan tertentu yang belum menjalani vaksinasi.

“Kami juga akan mendorong percepatan vaksinasi secara pribadi oleh pihak-pihak tertentu. Jika cakupan vaksinasi sudah menyeluruh, tentu akan sangat terbantu untuk memutuskan mata rantai penyebaran COVID-19 di kota Singkawang,” terang Tjhai Chui Mie

Ia juga memastikan dengan untuk menargetkan 40.000 penerima vaksin akan selesai dalam jangka waktu dua bulan.

“Nantinya, akan ada sekitar 4.000 vial yang kita dapatkan dan sekitar 40.000 target sasaran penerima vaksinasi. Kalau 1 hari bisa menyasar 600 orang berarti sekitar 2 bulan sudah terlaksana untuk keperluan vaksin.” ujarnya.

Bantuan sembako

Ia mengimbau kepada para pelaku usaha yang terkonfirmasi. Untuk tidak berjualan dan melakukan isolasi mandiri ataupun segera berobat ke rumah sakit rujukan COVID-19. Tjhai Chui Mie menyatakan akan menugaskan satgas COVID-19 kota Singkawang. Untuk mendata masyarakat yang berstatus kepala keluarga dan pekerja harian untuk diberikan bantuan sembako selama masa karantina.

“Wajib hukumnya, pelaku usaha yang terkonfirmasi untuk tidak berjualan di pasar. Supaya tidak terjadi penyebaran COVID-19 kepada yang pengjung atau pelaku usaha lainnya. Langsung melakukan isolasi mandiri ataupun segera berobat ke rumah sakit rujukan COVID-19 untuk mendapatkan penanganan,” tambahnya

Wako Singkawang ini juga berjanji akan mendata kepala keluarga yang berpenghasilan harian untuk mendapatkan bantuan sembako.

“Kami akan mendata dan mengusahakan supaya masyarakat yang merupakan kepala keluarga yang berpenghasilan harian. Untuk mendapat bantuan sembako dan suplemen selama masa karantina. Apabila anggota keluarganya yang terkonfirmasi, akan diberikan suplemen dan vitamin saja, karena kepala keluarga masih bisa bekerja.” ujarnya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kota Singkawang

Setiap Hari, RSUD Abdul Aziz Singkawang Butuh 125 Tabung Oksigen

Published

on

By

Setiap Hari, RSUD Abdul Aziz Singkawang Butuh 125 Tabung Oksigen
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie saat meninjau ketersediaan tabung oksigen

Gencil News – Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSUD Abdul Aziz Singkawang, Ruchanihadi, mengatakan pihaknya butuh sedikitnya 125 tabung oksigen setiap harinya. Tabung tersebut untuk memenuhi kebutuhan menangani pasien COVID-19 yang mengalami sesak nafas.

“Alhamdulilah, setiap harinya masih mencukupi, dan ini akan terus kita evaluasi sesuai dengan penambahan pasien yang ada di rumah sakit ini,” kata Ruchanihadi di Singkawang, Senin (26/7/2021).

Dia menjelaskan, saat ini keterisian tempat tidur di ruang isolasi RSUD Abdul Aziz Singkawang sudah mencapai 74 persen. Kondisi pasien ada yang masih sesak nafas dan ada yang sudah membaik.

“Untuk di ruang IGD, sampai saat ini masih ada pasien dengan kondisi sesak nafas yang mengantri. Untuk jumlahnya fluktuatif. Meski demikian, tetap kita berikan oksigen,” tuturnya.

Berdasarkan update informasi Covid-19 di Kota Singkawang yang dirilis Dinas Kominfo, hingga hari ini kasus aktif sebanyak 1.428 orang. Per tanggal 18 Juli 2021 Kategori Resiko Kenaikan Kasus Covid-19 di Kota Singkawang berada di zona oranye yang artinya Zona Resiko Sedang.

Continue Reading

Kota Singkawang

Kasus Covid 19 Menurun, Singkawang tak lagi terapkan PPKM Darurat

Published

on

By

Kasus Covid 19 Menurun, Singkawang tak lagi terapkan PPKM Darurat

Gencil News- Saat lonjakan kasus Covid-19, Pemerintah melakukan pemberlakuan PPKM Darurat. Tak terkecuali Kota Singkawang yang semenjak tanggal 12 juli 2021 mulai berlaku PPKM Darurat.

Hal ini karena Kota Singkawang pada waktu itu ditetapkan pada zona merah. Namun semenjak pemberlakuan zona merah, Kota Singkawang terus berusaha agar bisa secepatnya keluar dari zona tersebut.

Kini Kota Singkawang sudah tidak pada zona merah lagi. Namun sudah masuk zona oranye. Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Singkawang tidak lagi memperpanjang penerapan PPKM Darurat pada Kota Singkawang.

“Untuk Singkawang kita tidak memperpanjang PPKM Darurat. Karena posisi Kota Singkawang sekarang sudah zona oranye,” kata Tjhai Chui Mie

Ia menjelaskan kepada awak media semuanya bahwa ia tidak akan menerapkan PPKM Darurat Kembali

“Apabila Kota Singkawang mampu bertahan di zona oranye atau bahkan ke zona kuning wilayah penyebaran Covid-19. Pemerintah tidak akan menerapkan PPKM Darurat,”ujarnya.

Akan tetapi Pemerintah tetap akan menerapkan PPKM Mikro, serta memastikan masyarakat Kota Singkawang patuh akan protokol kesehatan dan mentaati aturan Surat Keputusan Wali Kota Singkawang mengenai PPKM Mikro.

“Dengan PPKM Mikro, para pelaku usaha dapat membuka usahanya masing-masing, namun tetap patuh prokes yang sudah diatur Pemerintah,”pungkasnya.

Continue Reading

Kota Singkawang

KaKemenag Singkawang Lakukan Sosialiasi SE Kemenag RI

Published

on

By

KaKemenag Singkawang Lakukan Sosialiasi SE Kemenag RI

Gencil News- Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang, H. Azhari mengadakan sosialisasi atas Surat Edaran Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2021. Pada hari Kamis (15/7/2021).

Surat Edaran tersebut membahas mengenai Pembatasan Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah.

Ia mengatakan bahwa saat ini pihaknya sudah melaksanakan monitoring. Sekaligus sosialisasi mengenai SE tersebut ke rumah-rumah ibadah yang ada pada Kota Singkawang.

“Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah. Dalam hal ini Kementerian Agama dalam mencegah, mengendalikan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” kata Azhari

Dari hasil sosialisasi ini ia berharap bisa menjalin kerjasama yang baik. Antar pemerintah dengan umat beragama yang ada di Kota Singkawang. Hal ini agar bisa bersama-sama dalam menuntaskan virus Covid-19 dengan cepat dan tepat dengan upaya pencegahan yang ada pada lingkup rumah ibadah.

“Mari kita berupaya bersama melakukan pencegahan secara tepat dan cepat untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 di Kota Singkawang,”ujarnya.

Azhari menjelaskan caranya adalah dengan kita menerapkan prokes 5M serta yang lainnya. Ia menegaskan bahwa untuk bisa terus menerapkan standar prokes ketika berada pada tempat ibadah saat atau selesai melaksanakan ritual ibadah.

“Kita harus mengutamakan keselamatan umat dengan memenuhi standar protokol kesehatan sehingga umat bisa beribadah dengan aman dan nyaman,”pungkasnya

Continue Reading

Kota Singkawang

Karorena Polda Kalbar Lakukan Pemantauan Covid-19 Di Singkawang

Published

on

By

Karorena Polda Kalbar Lakukan Pemantauan Covid-19 Di Singkawang

Gencil News- Karorena Polda Kalimantan Barat, Kombes Pol Deni Hermana melaksanakan rapat koordinasi bersama Wali Kota Singkawang serta jajaran terkait mengenai PPKM Mikro, pada hari kamis (8/7/2021).

Agenda ini merupakan pemantauan yang Satgas Covid-19 Kalimantan Barat lakukan terhadap implementasi PPKM Mikro pada Kota Singkawang.

Ia mengungkapkan kepada Satgas Covid-19 Kota Singkawang agar bisa terus berupaya untuk menurunkan status Zona Merah kota Singkawang.

Pemberian status zona ini berdasarkan klarifikasi warna ini sudah seiring terdengar dalam perbincangan mengenai peta sebaran Covid-19 pada suatu daerah. Seperti yang kita ketahui bahwa istilah zona yang berdasarkan warna tersebut, yakni zona hijau, zona kuning, zona orange serta zona merah.

Ia menjelaskan bahwa terdapat 15 indikator yang menjadikan suatu daerah itu dalam salah satu klasifikasi warna tersebut.

“Ada 15 indikator yang menentukan status zona suatu daerah.” kata Deni.

Ia mengutarakan salah satu penyebab Kota Singkawang bisa masuk zona merah adalah dengan terpakainya ketersediaan Bed Occupancy Rate (BOR) yang ada pada tiap rumah sakit.

“Dari 15 indikaror itu yang paling menonjol yaitu ketersediaan BOR. Terpakainya ketersediaan BOR ini mempengaruhi status zonasi kota Singkawang. Karena terjadi peningkatan kasus di kota Singkawang, sementara pasien terkonfirmasi sudah memenuhi ketersediaan BOR ini.” ujarnya.

Ia berpesan kepada Satgas Covid-19 kota Singkawang agar bisa terus mengoptimalkan posko-posko yang ada pada tingkat kelurahan atau desa dengan bentuk penerapan 3T.

“Harapan saya posko-posko pada tingkat kelurahan atau desa untuk bisa terus optimal dalam mendata testing, tracing, dan treatment. Dari data yang jelas tersebut, kita bisa tahu ketersediaan perangkat kesehatan, obat-obatan, sembako, peralatan vaksinasi, APD dan lain-lain. Kemudian percepatan vaksinasi harus menyediakan banyak titik-titik vaksinasi dan disosialisasi kepada masyarakat.” tuturnya.

Ia menilai bahwa antusiasme masyarakat kota Singkawang terhadap percepatan vaksinasi akan semakin meningkat dengan adanya penyediaan titik-titik vaksinasi pada lokasi yang berbeda.

“Sebenarnya masyarakat sangat antusias untuk mengikuti vaksin. Mungkin karena persoalan tempat yang terpusat, jadi masyarakat lebih was-was dan saling menjaga juga. Kalau lokasi vaksinasi terdapat pada beberapa tempat, saya pikir kita bisa lebih optimal memfasilitasi antusiasme masyarakat ini.” pungkasnya.

Harapan karorena Polda Kalbar

Ia berharap kepada masyarakat kota Singkawang agar menyadari situasi kota Singkawang yang saat ini tengah berada pada zona merah. Serta jangan lupa untuk bisa berpegang pada pedoman penerapan protokol kesehatan serta peraturan PPKM Mikro kota Singkawang.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING