Alasan Kalbar Masuk PPKM Mikro, Yang Nakal Akan Ditindak
Connect with us

Lintas Kalbar

Alasan Kalbar Masuk PPKM Mikro, Yang Nakal Akan Ditindak

Melalui laman Facebook, Gubernur Sutarmidji menegaskan bahwa aktivitas warkop, cafe akan dibatasi jam operasionalnya. Bahkan, jika ada yang bandel dapat dikenakan tindakan.

Published

on

Alasan Kalbar Masuk PPKM Mikro, Yang Nakal Akan Ditindak
Airlangga Hartarto dalam keterangan pers di YouTube. Mengatakan alasan penerapan PPKM Mikro ini berdasarkan pertimbangan paramater kasus aktif COVID-19.📸 Ilustrasi Dok

Gencil News – Pemerintah Pusat telah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro mulai besok hingga 3 Mei. Ada tambahan 5 provinsi, termasuk Provinsi Kalimantan Barat. Lalu apa alasan, Kalbar harus menerapkan PPKM skala mikro?

Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto dalam keterangan pers di YouTube. Mengatakan alasan penerapan PPKM Mikro ini berdasarkan pertimbangan paramater kasus aktif COVID-19.

“Berdasarkan parameter kasus aktif, maka ditambahkan 5 provinsi. Satu Sumbar, dua Jambi, tiga Bangka Belitung, empat Lampung, dan Kalimantan Barat,” ujar Airlangga.

“PPKM dan PPKM mikro yang diterapkan Januari sampai Februari telah berhasil mengendalikan penyebaran COVID, di mana rata-rata kasus aktif terus menurun. Januari 15,43 persen, Februari 13,57 persen, Maret 9,52 persen, dan April 7,23 persen. Kasus aktif mingguan, minggu ke-2 Februari 176.291 kasus, minggu ke-3 April menjadi 106.243 kasus per minggu,”jelas Airlangga.

Berdasarkan evaluasi tersebut, ujar Airlangga, pemerintah memutuskan untuk kembali memperpanjang dan memperluas cakupan PPKM Mikro. Perpanjangan dilakukan selama dua minggu, yaitu mulai tanggal 20 April sampai dengan 3 Mei 2021.

Data covid-19 Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar

Sementara itu melalui laman facebook, Gubernur Kalbar Sutarmidji juga telah menyampaikan pengumuman serupa.

Gubernur mengumumkan bahwa Provinsi Kalimantan Barat pada saat ini untuk angka keterjangkitan mengalami kenaikan. Serta angka kematian diketahui meningkat sebanyak dua kali lipat.

Untuk mengantisipasi lonjakan kenaikan kasus konfirmasi positif covid-19 pada saat bulan puasa. Sutarmidji mengimbau kepada masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Saya minta yg taraweh di masjid tetap jaga jarak dan pakai masker, yang punya penyakit bawaan lebih baik taraweh di rumah saja” pintanya.

Data Screen shoot Facebook Bang Midji

Dan selanjutnya akan ada pembatasan jam operasional untuk warung kopi atau cafe. Dan tindakan tegas menanti bagi yang melanggar.

“Warung kopi, cafe akan dibatasi jam operasinya. Mereka yang membandel dapat dikenakan tindakan” tegas Sutarmidji.

Klik gambar, anda akan menuju ke google play untuk download aplikasi GencilNews
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Lintas Kalbar

Kit Reagen Kalbar Menipis, Gubernur Antisipasi PMI Yang Masuk

Published

on

By

Kit Reagen Kalbar Menipis, Gubernur Antisipasi PMI Yang Masuk
Rapat Koordinasi Evaluasi Pelaksanaan PPKM, Kebijakan Peniadaan Mudik, dan Penanganan Pemasukan Pekerja Migran Indonesia (PMI) bersama Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Republik Indonesia, Airlangga Hartanto, melalui konferensi video. Sabtu (8/5/2021).

Gencil News – Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji melaporkan kepada Menko Ekonomi RI terkait perkembangan penanganan pemasukan PMI melalui dua pintu, yakni PLBN Aruk Sambas dan PLBN Entikong Sanggau.

Hal ini ia sampaikan saat Rapat Koordinasi Evaluasi Pelaksanaan PPKM, Kebijakan Peniadaan Mudik, dan Penanganan Pemasukan Pekerja Migran Indonesia (PMI) bersama Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Republik Indonesia, Airlangga Hartanto, melalui konferensi video. Sabtu (8/5/2021).

Gubernur Kalbar memaparkan bahwa pemprov Kalbar telah membuat kebijakan bersama jajarannya. Untuk mengkarantina PMI yang berasal dari luar Kalbar, sebelum pulang ke daerah asal masing-masing.

“Kami pemprov Kalbar juga menyiapkan 700 tempat tidur di tempat karantina,” kata Sutarmidji

Ia mengungkapkan telah bekerjasama dengan Pangdam XII Tanjungpura untuk membawa PMI yang berasal dari luar Kalbar untuk menjalani karantina di Pontianak.

“Saat ini, sebanyak 112 orang yang menjalani karantina dengan terkonfirmasi positif sebanyak 21 orang,” jelasnya

Menurutnya, saat ini sudah tidak ada lagi PMI yang menjalani karantina di PLBN Entikong. Namun sejumlah 15 orang PMI yang masuk dari PLBN Entikong, terkonfirmasi positif.

Sedangkan di PLBN Aruk Sambas, Sutarmidji menerangkan masih ada 64 PMI yang dikarantina.

“Sisanya untuk PMI asal Kalbar, langsung dipulangkan ke kabupaten/kota masing-masing untuk dikarantina, agar psikologisnya lebih baik,” ujarnya

Lebih lanjut Gubernur Kalbar, Sutarmidji menjelaskan bahwa PMI yang terkonfirmasi positif di Kalbar memiliki viral load yang rendah. Dalam hal pemantauan perkembangan kesehatan para PMI yang terkonfirmasi positif, dia mengatakan terus berkoordinasi dengan tenaga kesehatan.

“Insyaallah saya rasa seminggu atau sepuluh hari mereka akan sembuh. Kemudian saya selalu berkoordinasi dengan Nakes untuk mengetahui perkembangan mereka,” jelas Gubernur Kalbar.

Selaku Gubernur Kalbar, H. Sutarmidji memohon kepada Pemerintah Pusat, agar dapat mengirim reagen secepatnya. Saat ini, persediaan test kit tersebut sudah mulai terbatas.

“Persediaan kita (reagen) tinggal dua minggu lagi. Nah, yang dikhawatirkan PMI yang akan datang setelah lebaran, tetapi reagen kita tidak tersedia,” pungkasnya

Continue Reading

Lintas Kalbar

Disporapar Kalbar Buka Destinasi Wisata Dengan Prokes Saat Lebaran

Published

on

By

Disporapar Kalbar Buka Destinasi Wisata Dengan Prokes Saat Lebaran
Mangrove Park Mempawah

Gencil News – Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Kalbar Windy Prihastari mengatakan tetap membuka destinasi wisata saat libur Idul Fitri 2021.

Kendati demikian kegiatan wisata tetap dengan  pengawasan Satgas Penanganan Covid-19. Windy menegaskan bahwa akan ada razia rutin dan pengawasan ketat pada tiap destinasi wisata di Kalbar.

“Kami tetap membuka aktivitas pengelolaan wisata. Namun tetap berada dalam nauangan pengawasan Satgas COVID-19 , TNI dan Polri. Kami juga akan melakukan razia rutin dan pengawasan secara ketat,” katanya, Minggu (09/05/2021)

Untuk mengantisipasi masyarakat lokal agar tidak mudik, Disporapar hanya membuka beberapa tempat wisata tertentu saja. Ia juga bekerjasama dengan pihak kabupaten/kota untuk monitoring tempat-tempat wisata yang beroperasi pada waktu libur lebaran.

“Beroperasinya tempat wisata juga tetap mengacu pada Surat Edaran Gubernur Kalbar Nomor 443.1/0111 Tahun 2021 tentang pembatasan kegiatan masyarakat dan penerapan disiplin penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan penanganan Covid-19,” terangnya

Ia mengatakan, hal tersebut sebagai edukasi kepada masyarakat terkait kebijakan tersebut.

“Setiap destinasi wajib memasang pemberitahuan mengenai surat edaran gubernur Kalbar tersebut baik berupa baliho, banner, dan lain sebagainya,” kata dia.

Masih kata Windy, pemerintah melaksanakan uji sertifikasi Cleanliness, Health, Safety, Environment (CHSE). Untuk pelaku usaha pariwisata baik perhotelan, restoran, kafe maupun destinasi pariwisata sejak Januari 2021.

Hal ini bertujuan agar usaha jasa pariwisata benar-benar menjaga protokol kesehatan.

Selain itu, ia mengatakan pihaknya juga telah melakukan vaksinasi kepada pelaku usaha dan memasuki vaksinasi tahap kedua.

“Kami juga melakukan vaksinasi bagi pelaku wisata dan masyarakat umum, untuk pelaku wisata di Kalbar sudah vaksinasi pada tahap kedua,” pungkasnya

Continue Reading

Lintas Kalbar

Utin Kusumawati Mantan Kadispora Prov Kalbar Tutup Usia

Published

on

Utin Kusumawati Mantan Kadispora Tutup Usia


Gencil News – Dra. Hj. Utin Kusumawati, M.Si., tutup usia pada Sabtu, 8 Mei 2021 pukul 13.50 WIB di Rumah Santo Antonius Pontianak. Almarhumah meninggal pada usia 66 tahun.

Semasa hidup beliau dikenal aktif di pelbagai organisasi, baik itu organisasi kewanitaan, olahraga, dan organisasi profesi Perhimpunan dan Pemerhati Administrasi Indonesia (Persadi).

Perempuan kelahiran Ngabang, 16 Juli 1955 mengawali karier di pemerintahan sebagai Kepala Kantor Camat Sungai Kunyit di tahun 1979.

Sebagai lulusan Ilmu Pemerintahan APDN Tahun 1978, Utin sapaan akrabnya, dipercaya duduk sebagai Pj. Kasubbag Pendidikan dan Pengajaran APDN Pontianak selepas menjadi Camat Sei. Kunyit tahun 1983. Kiprahnya dalam membangun APDN Pontianak berjalan sampai tahun 1994.

Di tahun tersebut, Utin mulai berkiprah di bidang pemuda, olahraga, dan peranan wanita sebagai Kepala Sub Bagian.

Di tahun 2005 Utin menduduki eselon II sebagai Kepala Badan Pemuda, Olahraga, dan Pemberdayaan Perempuan. Selama mengurus bidang pemuda, olahraga, dan pemberdayaan perempuan, nama Utin kian berkibar. Kepeduliannya terhadap perempuan, membuatnya akrab di semua organisasi perempuan.

Selamat jalan Ibu Utin, beristirahatlah dengan tenang di tempat terindah di sisi Allah SWT. Innalillahi wa inna ilaihi roji’un…

Continue Reading

Lintas Kalbar

Gubernur Sutarmidji Akui Persediaan Test Kit Menipis

Published

on

Gubernur Sutarmidji Akui Persediaan Test Kit Menipis

Gencil News – Gubernur Sutarmidji mengikuti Rapat Koordinasi Evaluasi Pelaksanaan PPKM, Kebijakan Peniadaan Mudik, dan Penanganan Pemasukan Pekerja Migran Indonesia (PMI) bersama Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Republik Indonesia, Airlangga Hartanto, melalui konferensi video, di Ruang Data Analisis Kantor Gubernur Kalbar, Sabtu (8/5/2021).

Sebagai provinsi yang memiliki Pos Lintas Perbatasan Negara (PLBN), Gubernur Kalbar melaporkan kepada Menko Ekonomi RI terkait perkembangan penanganan pemasukan PMI melalui dua pintu, yakni PLBN Aruk Sambas dan PLBN Entikong Sanggau.

Pada kesempatan ini, Gubernur didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, dr, Harisson, M.Kes., dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Drs. H. Manto, M.Si.

Gubernur Kalbar menyatakan telah membuat kebijakan bersama jajarannya untuk mengkarantina PMI yang berasal dari luar Kalbar, sebelum mereka dipulangkan ke daerah asal masing-masing. Pemerintah Provinsi Kalbar juga menyiapkan 700 tempat tidur di tempat karantina.

“Bersama Pangdam XII Tanjungpura, kami sepakat membuat kebijakan bagi PMI yang berasal dari luar Kalbar akan langsung dibawa ke Pontianak untuk dikarantina. Kami sudah siapkan 700 tempat tidur. Saat ini, sebanyak 112 orang dikarantina dengan terkonfirmasi positif sebanyak 21 orang,” jelas H. Sutarmidji.

Dikatakannya, saat ini sudah tidak ada lagi PMI yang dikarantina di PLBN Entikong. Namun sejumlah 15 orang PMI yang masuk dari PLBN Entikong, terkonfirmasi positif.

Sedangkan di PLBN Aruk Sambas, imbuh Sutarmidji, masih ada 64 PMI yang dikarantina. “Sisanya untuk PMI asal Kalbar, langsung dipulangkan ke kabupaten/kota masing-masing untuk dikarantina, agar psikologisnya lebih baik,” ujar dia.

Lebih lanjut Sutarmidji mengutarakan, PMI yang terkonfirmasi positif di Kalbar memiliki viral load yang rendah. Dalam hal pemantauan perkembangan kesehatan para PMI yang terkonfirmasi positif, dia mengatakan terus berkoordinasi dengan tenaga kesehatan.

“Insyaallah saya rasa seminggu atau sepuluh hari mereka akan sembuh. Kemudian saya selalu berkoordinasi dengan Nakes untuk mengetahui perkembangan mereka,” jelas Gubernur Kalbar.

Selaku Gubernur Kalbar Sutarmidji memohon kepada Pemerintah Pusat, agar dapat mengirim reagen secepatnya. Saat ini, persediaan test kit tersebut sudah mulai terbatas.

“Persediaan kita (reagen) tinggal dua minggu lagi. Nah, yang dikhawatirkan PMI yang akan datang setelah lebaran, tetapi reagen kita tidak tersedia,” tutup Sutarmidji dalam paparannya.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING