Banyak Yang Marah Soal SWAB PCR, Dengar Dulu Alasan Gubernur
Connect with us

Lintas Kalbar

Banyak Yang Marah Soal SWAB PCR, Dengar Dulu Alasan Gubernur

Published

on

Banyak Yang Marah Soal SWAB PCR, Dengar Dulu Alasan Gubernur
Gubernur Sutarmidji memiliki alasan yang kuat, kenapa ia mempertahankan aturan ini. Menurutnya, SWAB PCR adalah satu-satunya perangkat tes yang paling mumpuni guna mendektsi virus corona. - Foto Adpi Prov Kalbar

Gencil News – Sebagian masyarakat mungkin banyak yang marah dan kesal dengan soal wajib negatif SWAB PCR untuk masuk ke wilayah Kalbar. Apa alasan Gubernur Sutarmidji memberlakukan aturan, yang menurut sebagian masyarakat terkesan memberatkan?

Mengacu pada Peraturan Gubernur Kalimantan Barat No. 30 Tahun 2021 dan SE Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Nomor 7 tahun 2021, bagi penumpang yang akan memasuki wilayah Kalimantan Barat harus mengikuti ketentuan sebagai berikut:

  • Bertanggung jawab atas kesehatan masing – masing, serta tunduk dan patuh terhadap syarat dan ketentuan yang berlaku
  • Penumpang wajib menunjukan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan, dan mengisi e-HAC Indonesia.
  • Selama masih berada di Kalimantan Barat wajib memiliki surat keterangan hasil negatif uji swab PCR dengan masa berlaku selama 7 hari sejak tanggal pemeriksaan.
  • Bagi penumpang dalam negeri yang berangkat dari Kalimantan Barat, surat keterangan hasil uji swab PCR yang masih berlaku dapat digunakan untuk perjalanan kembali ke Kalimantan Barat
  • Anak-anak dibawah usia 5 tahun tidak diwajibkan untuk menunjukkan hasil negatif uji swab berbasis PCR, uji Rapid Test Antigen ataupun uji Rapid Test Antibodi (tidak memerlukan surat keterangan bebas COVID-19)
  • Ketentuan yang sudah disebutkan di atas berlaku mulai 1 Maret – 23 Mei 2021.

Gubernur Sutarmidji memiliki alasan yang kuat, kenapa ia mempertahankan aturan ini. Menurutnya, SWAB PCR adalah satu-satunya perangkat tes yang paling mumpuni guna mendektsi virus corona.

Kenapa, Sutarmidji tidak ingin mengunakan rapid tes antigen? Menurutnya ini bisa digunakan, tetapi hasilnya tidak akurat seperti SWAB berbasis PCR. Antigen hanya bisa membaca sebagian Cycle Treshold (CT Value ) atau  jumlah siklus yang dihasilkan dalam mencari materi genetik virus dari sampel lendir atau hasil swab pasien COVID-19.

“Pakai Antigen, ini masih bisa lolos. Tentu ini sangat berbahaya. Sementar Genose boleh digunakan tetapi untuk yang bersifat massal, seperti pada anak sekolah dan lain-lain” jelas Gubernur.

Selanjutnya, menurut Gubernur SWAB PCR adalah golden standart atau standar tertinggi yang digunakan untuk mendeteksi virus corona dalam tubuh manusia.

“Kita jangan banyak basa-basilah. Kita semua sudah pada mengerti dan mengetahui, bahwasanya SWAB PCR adalah alat deteksi yang paling efektif. Kalau seseorang negatif ya sudah pasti negatif, begitu pula sebaliknya” tegas Sutarmidji

“Rapid antigen hanya bisa membaca CT value pada 5 – 29, selebihnya antigen tidak dapat membaca, apabila CTnya berada di 30-40.”

“Ini adalah masalah, Temuan kasus sebanyak 34 kasus positif yang berakhir dengan kematian, 23nya terpapar dari luar Kalbar, dengan jumlah kandungan virus yang sangat besar” paparnya

“Kemudian, Laboratorium Untan pernah kehilangan tiga dokter dalam 1 minggu, mereka terpapar Covid-19. Usai mengikuti seminar diluar Kalbar”

“Nah pada saat itu kita menggunakan antigen. Belajar dari kejadian ini, maka Provinsi Kalimantan Barat menetapkan penggunaan wajib SWAB PCR atau negatif PCR untuk memasuki wilayah Kalbar. Dengan dasar inilah penggunaan swab pcr adalah wajib. Dan bisa anda lihat, Kalbar mampu mengendalikan itu, liat hasilnya yang efektif” Kata Sutarmidji

Sebelum memutuskan, Ia mengaku pihaknya melakakukan serangkaian uji coba. Bahwa keterjangkitan bisa menjadi lebih tinggi, apabila tidak melewati tes swab PCR.

“Saya tidak mau banyak berteori, kita bicara real dan fakta saja. Saya mempertaruhkan kredibilitas untuk hal ini. Saya hanya ingin melindungi masyarkat Kalbar”

“Aturan soal PCR sudah jelas, berapa harinya. Cukup pakai surat hasil PCR sekali yang berlaku selama 7 hari. Saya tidak mau hanya untuk kepentingan segelintir orang, lalu malah mengorbankan jutaan warga Kalbar” tegasnya

“Tolong jangan lihat beratnya, tapi lihat apa yang coba kita selamatkan. Dan Orang yang bisa menumpang pesawat itu memiliki ekonomi menengah keatas. Kalau memang terasa berat, silahkan naik kapal laut saja, itu cukup pakai antigen” pungkas Sutarmidji

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Lintas Kalbar

Alasan Kalbar Masuk PPKM Mikro, Yang Nakal Akan Ditindak

Melalui laman Facebook, Gubernur Sutarmidji menegaskan bahwa aktivitas warkop, cafe akan dibatasi jam operasionalnya. Bahkan, jika ada yang bandel dapat dikenakan tindakan.

Published

on

Alasan Kalbar Masuk PPKM Mikro, Yang Nakal Akan Ditindak
Airlangga Hartarto dalam keterangan pers di YouTube. Mengatakan alasan penerapan PPKM Mikro ini berdasarkan pertimbangan paramater kasus aktif COVID-19.📸 Ilustrasi Dok

Gencil News – Pemerintah Pusat telah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro mulai besok hingga 3 Mei. Ada tambahan 5 provinsi, termasuk Provinsi Kalimantan Barat. Lalu apa alasan, Kalbar harus menerapkan PPKM skala mikro?

Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto dalam keterangan pers di YouTube. Mengatakan alasan penerapan PPKM Mikro ini berdasarkan pertimbangan paramater kasus aktif COVID-19.

“Berdasarkan parameter kasus aktif, maka ditambahkan 5 provinsi. Satu Sumbar, dua Jambi, tiga Bangka Belitung, empat Lampung, dan Kalimantan Barat,” ujar Airlangga.

“PPKM dan PPKM mikro yang diterapkan Januari sampai Februari telah berhasil mengendalikan penyebaran COVID, di mana rata-rata kasus aktif terus menurun. Januari 15,43 persen, Februari 13,57 persen, Maret 9,52 persen, dan April 7,23 persen. Kasus aktif mingguan, minggu ke-2 Februari 176.291 kasus, minggu ke-3 April menjadi 106.243 kasus per minggu,”jelas Airlangga.

Berdasarkan evaluasi tersebut, ujar Airlangga, pemerintah memutuskan untuk kembali memperpanjang dan memperluas cakupan PPKM Mikro. Perpanjangan dilakukan selama dua minggu, yaitu mulai tanggal 20 April sampai dengan 3 Mei 2021.

Data covid-19 Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar

Sementara itu melalui laman facebook, Gubernur Kalbar Sutarmidji juga telah menyampaikan pengumuman serupa.

Gubernur mengumumkan bahwa Provinsi Kalimantan Barat pada saat ini untuk angka keterjangkitan mengalami kenaikan. Serta angka kematian diketahui meningkat sebanyak dua kali lipat.

Untuk mengantisipasi lonjakan kenaikan kasus konfirmasi positif covid-19 pada saat bulan puasa. Sutarmidji mengimbau kepada masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Saya minta yg taraweh di masjid tetap jaga jarak dan pakai masker, yang punya penyakit bawaan lebih baik taraweh di rumah saja” pintanya.

Data Screen shoot Facebook Bang Midji

Dan selanjutnya akan ada pembatasan jam operasional untuk warung kopi atau cafe. Dan tindakan tegas menanti bagi yang melanggar.

“Warung kopi, cafe akan dibatasi jam operasinya. Mereka yang membandel dapat dikenakan tindakan” tegas Sutarmidji.

Klik gambar, anda akan menuju ke google play untuk download aplikasi GencilNews
Continue Reading

Lintas Kalbar

Kalbar Masuk Wilayah PPKM Mikro, Aktivitas Masyarakat Akan dibatasi

Published

on

Kalbar Masuk Wilayah PPKM Mikro, Aktivitas Masyarakat Akan dibatasi
Airlangga Hartarto Foto: dok. Screenshot

Gencil News – Provinsi Kalbar masuk kedalam wilayah PPKM Mikro, Kalbar masuk kedalam wilayah PPKM Mikro, setelah adanya pengumuman dari Pemerintah Pusat soal pembatasan kegiatan masyarakat dengan tambahan 5 (Lima) Provinsi yang akan diterapkan PPKM.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro mulai 20 april hingga 3 Mei 2021.

“Berdasarkan hasil evaluasi, melanjutkan perpanjangan PPKM mikro tahap 6 tanggal 20 April sampai 3 Mei 2021,” kata Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto melalui keterangan pers di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (19/4/2021).

Lima provinsi tambahan yang diterapkan  PPKM Mikro adalah Sumatera Barat, Jambi, Bangka Belitung, Lampung dan Kalimantan Barat. Pemberlakuan ini Ini berdasarkan pertimbangan paramater kasus aktif COVID-19.

“Berdasarkan parameter kasus aktif, maka ditambahkan 5 provinsi. Satu Sumbar, dua Jambi, tiga Bangka Belitung, empat Lampung, dan Kalimantan Barat,” ujar Airlangga.

“PPKM dan PPKM mikro yang diterapkan Januari sampai Februari telah berhasil mengendalikan penyebaran COVID, di mana rata-rata kasus aktif terus menurun. Januari 15,43 persen, Februari 13,57 persen, Maret 9,52 persen, dan April 7,23 persen. Kasus aktif mingguan, minggu ke-2 Februari 176.291 kasus, minggu ke-3 April menjadi 106.243 kasus per minggu,” ujarnya.

Sementara itu Gubernur Sutarmidji mengumumkan hal tersebut melalui laman facebooknya. Dan Gubernur mengabarkan beberapa ketentuan yang akan dijalani masyarakat.

“Sesuai dgn Keputusan Satgas Covid 19 pusat, Kalbar ditetapkan sbg wilayah PPKM, ini disebabkan meningkatnya angka keterjangkitan Covid. Angka kematian di Kalbar meningkat 2 kali” tulis Sutarmidji.

“Saya minta yg taraweh di masjid tetap jaga jarak dan pakai masker, yang punya penyakit bawaan lbh baik taraweh di rumah saja.”

Dalam pelaksanaan PPKM Mikro di Kalimantan Barat, Sutarmidji akan bertindak tegas kepada masyarakat yang tidak mematuhi aturan ini.

“Warung kopi, cafe akan dibatasi jam operasinya. Mereka yang membandel dapat dikenakan tindakan” Pungkasnya

Continue Reading

Lintas Kalbar

Disporapar Kalbar Terima Audiensi PMKRI Cabang Pontianak

Published

on

By

Disporapar Kalbar Terima Audiensi PMKRI Cabang Pontianak
Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Kadisporapar) Kalbar, Windy Prihastari bersama pengurus PMKRI Cabang Pontianak

Gencil News – Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Kadisporapar) Kalbar, Windy Prihastari, menerima audiensi dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik (PMKRI) Cabang Pontianak.

“Audiensi ini sebagai bentuk silaturahmi dan perkenalan setelah pergantian pengurus Organisasi PMKRI Cabang Pontianak,” kata Windy Prihastari

Kadisporapar Kalbar ini menerangkan bahwa PMKRI Cabang Pontianak yang diwakili oleh presidium pendidikan dan kaderisasi, dan Presedium Hubungan Perguruan Tinggi

“Jadi audiensi ini PMK cabang Pontianak ingin berpartisipasi dalam kegiatan Disporapar Kalbar,” ujarnya

Ia mengatakan, selain untuk silaturahmi, PMKRI Cabang Pontianak dalam audiensi ini. Mengutarakan keinginan anggota PMKRI yang ingin sekali berpartisipasi dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh Disporapar Provinsi Kalbar.

Ia juga sangat mengapresiasi semangat dan keinginan PMKRI Cabang Pontianak ini. Dengan harapan kedepannya dapat bekerjasama, bersinergi program dan kegiatan.

Selain itu juga agar dapat menjalin silaturahmi untuk mewujudkan pemuda yang unggul dan berprestasi di Provinsi Kalimantan Barat.

Continue Reading

Lintas Kalbar

Lasarus Sampaikan Ungkapan Belasungkawa atas Berpulangnya Ibunda Sutarmidji

Published

on

Lasarus Sampaikan Ungkapan Belasungkawa atas Berpulangnya Ibunda Sutarmidji

Gencil News – Lasarus Sampaikan Ungkapan Belasungkawa atas Berpulangnya Ibunda Sutarmidji. Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat Lasarus menyampaikan ungkapan belasungkawa atas wafatnya ibunda Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, Hj. Djaedah binti Said Lajim. Ungkapan duka tersebut disampaikan Lasarus dalam keterangan pers yang dibagikannya kepada awak media, Sabtu (17/4/2021).

“Mewakili seluruh kader, pengurus, simpatisan dan segenap keluarga besar PDI Perjuangan, saya menyampaikan turut berbelasungkawa atas meninggalnya ibunda Gubernur Kalimantan Barat, almarhumah Hj. Djaedah binti Said Lijam. Semoga mendiang ibunda Pak Gubernur ditempatkan di sisi-Nya yang paling baik serta diampuni segala kesalahannya selama di dunia,” ungkap Lasarus dalam keterangan pers yang dibagikannya, Sabtu (17/21).

Lasarus melanjutkan, segenap keluarga besar PDI Perjuangan Kalimantan Barat juga mendoakan keluarga yang ditinggalkan. Semoga, kata dia, keluarga besar Sutarmidji diberi keikhlasan dan ketabahan.

“Kepada Pak Gubernur dan seluruh keluarga besarnya, kiranya diberi ketabahan atas kehilangan ini,” harap Ketua Komisi V DPR RI tersebut.

Mendiang Hj. Djaedah wafat pada usia 85 tahun. Sebelum dimakamkan di TPU Jalan Merdeka, Gang Merak 1, Kelurahan Mariana, Kecamatan Pontianak Kota, almarhumah terlebih dahulu disemayamkan di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

TRENDING