Lintas Kalbar

Capaian Vaksinasi PMK 35 Persen, Kalbar Tak Bisa Impor Sapi

Capaian Vaksinasi PMK 35 Persen, Kalbar Tak Bisa Impor Sapi
Bimbingan Teknis (Bimtek) Fasilitator Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (21/9/2022). (Foto: Adpim Prov Kalbar)

Gencil News – Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Barat (Kalbar), Harrison mengungkapkan jika vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kalbar masih 35 persen.

Hal ini karena terkendala kurangnya tenaga vaksinasi. Tak hanya itu, sejumlah pemilik ternak juga beberapa menolak untuk di vaksinasi. Sehingga dampaknya Kalbar tidak bisa mengimpor bibit sapi untuk diternakkan.

“Perlu adanya bantuan dan kerjasama agar vaksinasi sapi bisa mencapai 70 persen, kalau dibawah 70 persen maka tidak bisa mengimpor bibit sapi untuk diternakkan. Ini penting sekali karena kalau masih dibawah 70 persen hanya boleh mengimpor sapi dari zona merah ke zona merah misalnya dari Kabupaten Sragen dibawa kesini dan itupun harus langsung dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) atau dari zona hijau kesini dan langsung dipotong paling lama 2 Minggu. Hal ini akan terjadi terus menerus kalau capaian vaksinasi PMK kita tidak lebih 70 persen,” ungkap Harisson saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Fasilitator Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (21/9/2022).

Baca juga   11 Tewas Berdesakan dalam Konser Fally Ipupa di Kongo

Menangani hal ini, ia berharap adanya dukungan masyarakat dan juga TNI/Polri agar vaksinasi PMK bisa mencapai 70 persen.

“Ini perlu kita waspadai, untuk itu kita perlu bantuan semua masyarakat termasuk TNI/ Polri dalam rangka vaksinasi PMK ini agar bisa segera mencapai 70 persen,” harapnya.

Sekda mengajak agar masyarakat dan perangkat daerah bahu membahu menangani wabah ini.

“Mari bersama bahu membahu untuk penanganan penyakit PMK ini. Jadi memang perlu keseriusan baik dari Pemerintah Daerah, dengan dibantu oleh TNI, Polri dan masyarakat untuk penanggulangan PMK ini. Kalau kita tidak serius harga daging ini akan terus naik,” jelas Harisson.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERPOPULER

To Top