Berita Kalbar

DPRD Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi Kalbar

GENCILNEWS Penjabat Gubernur Kalimantan Barat, belum lama ini melalui Rapat Paripurna telah menyampaikan laporan pertanggungjawaban hasil pembangunan dari segala aspek.

Salah satunya terkait pertumbuhan ekonomi yang meningkat, Kalbar mencapai 5,17 persen meski tak sampai dari angka yang ditargetkan yaitu 5,22 persen.

Anggota DPRD Kalbar, Markus Amit menanggapi hal tersebut. Menurutnya meski belum mencapai target namun Kalbar berhasil menaikkan angka pertumbuhan yang cukup baik.

“Meski tak mencapai target namun kita apresiasi naiknya pertumbuhan ekonomi Kalbar dengan angka 5,17 persen,” ungkapnya kepada wartawan, belum lama ini.

Menurutnya target di 2018, diakui Markus agar Pemprov Kalbar bisa menaikkan target pertumbuhan dengan angka yang sangat signifikan.

Baca juga   Sebelas Daerah di Kalbar Masuk Level 3, Tiga Lainnya Level 2

“Karena pertumbuhan penduduk akan berpengaruh pada tingkat kemiskinan yang menjadi perhatian penuh pemerintah pusat dan daerah,” tuturnya.

Meski ia mengakui bahwa meningkatkan perekonomian sebuah kawasan tidaklah mudah dan dengan kerja keras yang penuh, namun selaku wakil rakyat, ia yakin Pemprov Kalbar mampu untuk dapat meningkatkan pertumbuhan penduduk di tahun mendatang.

“Tahun depan harus lebih dari yang ditargetkan,” tegasnya.

Terkait pertumbuhan yang tidak memenuhi target, diakuinya pihak DPRD Kalbar akan membentuk Pansus untuk mengetahui hambatan serta permasalahan apa saja yang menjadi penyebab tidak tercapainya target yang telah ditetapkan tersebut.

“Sejauh ini kemungkinan harga-harga naik menjadi pengaruh akan pertumbuhan ekonomi Kalbar yang tidak mencapai target,” jelasnya.

Baca juga   Panglima TNI Dan Kapolri Harap Capaian Vaksin Kalbar Setara Nasional

Seperti yang terjadi pada masyarakat pedalaman, legislator Demokrat ini memberi contoh akan halnya harga karet yang menurun drastis sementara kebutuhan akan pupuk semakin tinggi.

“Sejauh ini yang merasakan dampakkan salah satunya petani karet, kemudian petani lada, harga jual sangat murah ketika mereka membeli bahan, harga sangat mahal,” pungkasnya. (dpw)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERPOPULER

To Top