Lintas Kalbar

Komitmen Pemprov Kalbar Jauhkan Narkotika Dari Generasi Muda

Komitmen Pemprov Kalbar Jauhkan Narkotika Dari Generasi Muda
Sekda Kalbar Harisson saat membuka Sosialisasi Program Rehabilitasi Napza Gratis pada Selasa (2/8/2022).

Gencil News – Sebagai wilayah yang berbatasan dengen negara tetangga, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) harus menghadapi tantangan mengentaskan peredaran Narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA).

Sekda Kalbar, Harisson menerangkan penyalahgunaan NAPZA saat ini sudah menjadi masalah global yang mengakibatkan dampak buruk dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat dan bangsa, meliputi aspek kesehatan, pendidikan, pekerjaan, kehidupan sosial, dan keamanan.

Menurutnya, perlu adanya penanganan yang komprehensif agar masyarakat terhindar dari penyalahgunaan NAPZA karena melihat dari semakin meningkatnya korban dan peredaran gelap NAPZA. Penanganan korban penyalahgunaan NAPZA melalui rehabilitasi penting dilakukan.

“Mereka harus dipulihkan sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya di masyarakat. Untuk memaksimalkan pelaksanaan tersebut, fungsi dan peran para praktisi rehabilitasi sosial harus diperkuat”, ungkap Harisson saat membuka Sosialisasi Program Rehabilitasi Napza Gratis pada Selasa (2/8/2022).

Baca juga   Perekonomian China Dan Amerika Membaik, Harga Karet Di Kalbar Naik

Ia mengatakan pemprov Kalbar mengeluarkan beberapa regulasi yang mengatur pencegahan dan penanggulangan NAPZA di Provinsi Kalbar.

“Pemprov Kalbar telah mengeluarkan beberapa regulasi berupa Peraturan Gubernur maupun Peraturan Daerah yang dapat dijadikan sebagai payung hukum dalam mengatur pencegahan dan penanggulangan NAPZA di Provinsi Kalbar, diantaranya membuat Perda No. 3 Tahun 2021 Tentang Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GNPN), Pergub No. 2 Tahun 2022 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Perda No. 3 Tahun 2022 Tentang Fasilitasi P4GNPN hingga Membentuk Tim Pelaksana dan Pendukung P4GN-PN Provinsi Kalbar & Menyusun RAD P4GN-PN,” paparnya.

Harisson menyebut hal ini sulit terwujud jika tidak adanya kerja sama dan saling mendukung.

Baca juga   Kemenhub Dinilai Tak Adil, Lebih Pentingkan Bali Daripada Kalbar

“Upaya-upaya ini akan sangat sulit berhasil jika kita tidak bekerja sama dan saling mendukung, sehingga mereka dapat kembali produktif menyongsong dan menjalani kehidupan normal bersama masyarakat kedepannya,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

TERPOPULER

To Top