Pita Penggaduh Yang Bikin Gubernur Kalbar Diprotes Ibu-ibu Hamil
Connect with us

Lintas Kalbar

Pita Penggaduh Yang Bikin Gubernur Kalbar Diprotes Ibu-ibu Hamil

Published

on

Pita Penggaduh Yang Bikin Gubernur Kalbar Diprotes Ibu-ibu Hamil
Pita penggaduh yang tertanam pada jalan Ahmad Yani Pontianak, menurut masyarakat justru bisa membahayakan para pengemudi dan dapat merusak kendaraan mereka. - Foto Ilustrasi

Gencil News – Keberadaan pita penggaduh yang memiliki fungsi untuk membuat pengemudi lebih meningkatkan kewaspadaan menjelang suatu bahaya ternyata menimbulkan polemik pada masyarakat. Pita penggaduh yang tertanam pada jalan Ahmad Yani Pontianak, menurut masyarakat justru bisa membahayakan para pengemudi dan dapat merusak kendaraan mereka.

Garis pengurang kecepatan atau speed trap itu tersebut terpasang mulai dari depan Kantor Kejaksaan Tinggi Kalbar, hingga persimpangan Jalan Palapa.

Tertanamnya pita penggaduh di jalan Ahmad Yani itu juga membuat orang nomor satu di Kalbar, Sutarmidji yang akrab disapa bang Midji, diprotes oleh ibu-ibu hamil.

“Kemarin ada ibu-ibu yang protes kepada saya soal pita penggaduh. Karena ibu tersebut sedang hamil sembilan bulan. Ibu tersebut takut untuk melewati jalan Ahmad Yani karena ada pita penggaduh. Akhirnya, ibu hamil itu harus mutar lewat jalan Imam Bonjol, untuk menuju rumahnya di Untan” jelas Sutarmidji.

Sutarmidji yang mengikuti pemberitaan soal keluhan masyarakat dan menjelaskan tentang alasan pembuatannya.

” Keputusan pemasangan pita penggaduh di jalan Ahmad Yani, karena sering digunakan oleh pembalap liar” tulis Sutarmidji pada laman facebooknya.

Midji juga mengatakan bahwa ia juga merespon keluhan masyarakat. Gubernur Kalbar ini sudah memerintahkan kepada Balai Jalan Nasional (Kementrian PUPR) untuk dapat merendahkannya.

“Saya minta juga kalau sudah direndahkan jangan lagi ada balapan liar di jalan Ayani” pinta Midji.

Mantan Wali Kota Pontianak dua periode ini juga mengatakan, bahwa pihaknya (Pemprov Kalbar) akan memasang CCTV yang dapat memantau kecepatan kendaraan yang melintasi jalan Ahmad Yani Pontianak.

“Kita akan rekam lewat CCTV dan kecepatan yang melebihi 40 km per/jam maksimum 60 km/jam akan ditilang” tegasnya.

Gubernur juga menjelaskan, bahwa jalan Ahmad Yani merupakan adalah jalan milik nasional. Dimana yang membuat adalah Balai Jalan Nasional.

“Pita penggaduh di Jalan Ayani yang statusnya jalan milik Nasional. Yang membuat pita tersebut adalah Balai Jalan Nasiona artinya yang mengatur jalan itu Kementrian PUPR” pungkas Midji.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Lintas Kalbar

Kebakaran Melahap 500 Hektar Lahan Konsesi, Midji Lapor ke Presiden

Published

on

Kebakaran Melahap 500 Hektar Lahan Konsesi, Midji Lapor ke Presiden

Gencil News – Kebakaran telah melahap lebih dari 500 hektar lahan konsesi perusahaan pada wilayah Kalbar. Selanjutnya Gubernur Sutarmidji akan membawa masalah ini ke Presiden Joko Widodo.

Menurut Gubernur Sutarmidji lahan konsesi perusahaan tersebut diyakininya dibakar secara sengaja. Dan Sutarmidji perusahaan tersebut memiliki koneksi yang luas.

“Ini termasuk perusahaan besar. Mereka pikir saya takut. Mereka (perusahaan) punya koneksi ke mana-mana, tapi (saya) tidak ada urusan dengan itu,” ucap Sutarmidji.

Dengan tidak menyebut nama perusahaan. Sutarmidji menyampaikan pada wilayah Kabupaten Mempawah ada tiga lahan perusahaan yang mengalami kebakaran yang besar.

“Ini pasti dibakar. Kalau misal kabupaten tegas dengan perusahaan itu, tentu tidak kayak gini,” ujar Sutarmidji.

Gubernur Sutarmidji juga menyampaikan bahwa pihaknya saat ini kerepotan menghadapi kebakaran ini. Dan akan melaporkan kepada Presiden Joko Widodo.

“Perusahaan yang membakar lahan secara luas, saya akan lapor ke presiden. Jangan macam-macam. Kita capek mengangani karhutla, tahu-tahu mereka berulah,” kata Sutarmidji di Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Senin (1/3/2021).

Continue Reading

Lintas Kalbar

Syarat Wajib Negatif SWAB PCR Diperpanjang Sampai Idul Fitri 2021

Published

on

Syarat Wajib Negatif SWAB PCR Diperpanjang Sampai Idul Fitri 2021

Gencil News – Setiap penumpang pesawat memiliki syarat wajib yaitu negatif swab pcr apabila ingin masuk ke provinsi Kalbar. Syarat wajib negatif pcr ini diperpanjang sampai hari raya Idul Fitri 2021.

Kebijakan syarat wajib negatif swab pcr ini dimulai pada tanggal 1 maret 2021 sampai dengan 23 mei 2021. Kebijakan ini tertuang pada Pergub Gubernur Kalbar no 30 tahun 2021 tentang perubahan Pergub no 110 tahun 2020.

Kadiskes Prov Kalbar Harisson menegaskan dengan adanya kebijakan ini, maka seluruh penumpang pesawat dari luar Kalbar wajib menunjukan hasil negatif berdasarkan tes swab pcr. Yang divalidasi oleh aplikasi e-hac.

Swab PCR menjadi syarat wajib bagi yang ingin masuk ke Kalbar, yang juga divalidasi secara digital oleh Aplikasi E-Hac pada bandara keberangkatan” jelas Harisson.

Dalam ketentuan ini juga, mensyaratkan bagi penumpang yang berusia 5 tahun tidak diwajibkan untuk menjalani rapid tes antigen dan Swab PCR.

Continue Reading

Lintas Kalbar

Kabar Duka Mantan Wagub Kalbar LH Kadir Tutup Usia

Published

on

Kabar Duka Mantan Wagub Kalbar LH Kadir Tutup Usia

Gencil News – Mantan Wagub (Wakil Gubernur) Kalbar periode 2003-2008 Laurentius Herman Kadir tutup usia. LH Kadir tutup usia di Rumah Sakit Antonius Pontianak pada usia 79 tahun.

LH Kadir menjalani perawatan di RS Antonius sejak Senin,  22 Februari 2021, karena mengalami gangguan fungsi syaraf di bagian otak.

Laurentius Herman Kadir lahir di Embaloh Hulu pada 28 mei 1941. LH Kadir adalah adalah Wakil Gubernur Kalimantan Barat masa bakti 2003–2008 mendampingi Gubernur Usman Ja’far.

Saat jadi Wakil Gubernur Kalimantan Barat,  LH. Kadir merupakan salah satu pendiri Program Studi Ilmu Pemerintahan kerjasama dengan Universitas Tanjungpura. LH Kadir juga salah satu pendiri Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura.

Dari aspek pemantapan jaringan infrastruktur kebudayaan Dayak,  LH kadir meninggalkan produk literasi yang tidak ternilai harganya dari karya anthropologis, yaitu Kamus Suku Dayak Kantuk – Indonesia,  dan Lwgenda.

Adat dan Budaya Kantuk serta Sejarah Singkat Kebangkitan Dayak Kalimantan Barat terbitan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Barat tahun 2018.

Continue Reading

Advertisement

KORAN GENCIL NEWS

TRENDING