PPNI Kapuas Hulu Dukung Program Vaksinasi Covid-19
Connect with us

Lintas Kalbar

PPNI Kapuas Hulu Dukung Program Vaksinasi Covid-19

Published

on

PPNI Kapuas Hulu Dukung Program Vaksinasi Covid-19

Gencil News – Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Kapuas Hulu mendukung penuh program vaksinasi Corona yang digalakkan pemerintah.

PPNI memastikan pihaknya bersama organisasi profesi kesehatan lain dan berbagai organisasi masyarakat mendukung penuh program vaksin untuk mempercepat penyelesaian pandemi.

Hal ini disampaikan langsung Joni Cahyadi Ketua DPD PPNI Kabupaten Kapuas Hulu. Menurutnya di masa pandemi ini, salah satu upaya untuk menanggulangi pandemi adalah melalui program vaksinasi.

“Dimana program vaksinasi ini saya kira menjadi harapan besar bagi kita semua, bukan hanya bagi petugas kesehatan dalam hal ini terkhusus perawat saja tapi juga untuk seluruh lapisan masyarakat agar terjadi perlindungan maksimal,” katanya, Selasa (11/1 ). 

Joni mengungkapkan, untuk gelombang pertama yang diprioritaskan mendapatkan vaksinasi adalah tenaga kesehatan yang tujuannya memberikan kekebalan dan keamanan diri dalam melayani masyarakat.

” Tenaga kesehatan terutama perawat adalah garda terdepan, kami bertugas dilingkungan yg sangat rentan terpapar oleh karena itu tenaga kesehatan harus terlebih dahulu aman, sehingga aman pula dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya. 

Lanjut Joni, perang melawan Covid-19 belum usai, bahkan bisa jadi semakin panjang dan tidak ada kepastian, oleh karena itu dirinya mengajak bersama-sama, bergotong royong saling bahu membahu serius menangani ini terutama para pemangku kebijakan sehingga dapat segera menyelesaikan permasalahan dilapangan.

“Tentunya melindungi tenaga kesehatan serta meningkatkan kualitas pelayanan sarana dan prasarana, fasilitas ruangan sesuai standar penanganan pasien Covid-19 sehingga tidak ada lagi tenaga kesehatan yang terpapar atau meninggal dunia,” ajak Joni.

Untuk itu Joni berharap tidak ada keraguan dan penolakan dari masyarakat terutama para pemangku kebijakan dan pejabat lainnya untuk di vaksin, sehingga mereka bisa menjadi contoh dalam rangka meminimalisir angka kesakitan, kecacatan, terpapar dan kematian akibat Covid-19

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Lintas Kalbar

Tak Punya Aplikasi eHAC, Maskapai Dan Penumpang Dilarang Terbang

Published

on

By

Tak Punya Aplikasi eHAC, Maskapai Dan Penumpang Dilarang Terbang
Penumpang pesawat yang akan keluar masuk Kalbar wajib menunjukkan aplikasi eHAC

Gencil News – Pemerintah Kalimantan Barat mewajibkan penumpang pesawat yang keluar masuk Kalbar menunjukkan aplikasi eHAC. Aplikasi eHAC ini merupakan validasi persyaratan negatif PCR yang dapat anda unduh melalui playstore.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harisson mengungkapkan hal ini dalam rangka mengantisipasi pemalsuan surat keterangan hasil pemeriksaan Swab PCR negatif.

“eHAC ini yang memvalidasi persyaratan Swab PCR. Hal ini sebenarnya dalam rangka mengantisipasi pemalsuan surat keterangan pemeriksaan negatif Swab PCR,” ujar Harisson.

Ia menegaskan, saat ini menunjukan hasil negatif PCR melalui aplikasi eHAC menjadi syarat utama penerbangan ke Kalbar.

Hal ini karena pada aplikasi eHAC sudah tercantum lokasi mana saja tempat pemeriksaan yang sudah direkomendasikan oleh Dinas Kesehatan setempat.

“Jadi labooratorium-laboratorium yang ada di eHAC ini adalah laboratium yang benar-benar valid atau handal, bukan laboratorium yang abal-abal,” kata Harisson.

Dengan itu, Harisson meminta agar maskapai penerbangan dapat ketat dalam menyeleksi penumpang yang ingin berangkat menuju Kalimantan Barat.

“Jadi penting sekali maskapai penerbangan melakukan pemeriksaan terhadap penumpang yang akan berangkat di Bandara keberangkatan tentang persyaratan negatif PCR di aplikasi eHAC masing-masing penumpang,” jelasnya.

Harisson juga menegaskan agar pihak maskapai tidak sembarangan dalam membawa penumpang.

“Jadi ini diseleksi di Bandara keberangkatan, jangan sampai mereka menerbangkan orang yang tidak membawa atau bisa menunjukan negatif Swab PCR dengan aplikasi tersebut,” paparnya.

Kemudian jika terdapat penumpang yang tiba di Kalbar tidak memenuhi persyaratan penerbangan. Maka, pihak maskapai dikenai sanksi tidak boleh membawa penumpang dalam kurun waktu tertentu.

“Kami akan stop (maskapai penerbangan) membawa penumpang dan kami akan memberlakukan denda bagi maskapai-maskapai yang lalai memeriksa persyaratan negatif PCR melalui aplikasi eHAC,” tegas Harisson.

Continue Reading

Lintas Kalbar

Cegah Virus Corona B117, Satgas Covid Kalbar Perketat Pintu Masuk

Published

on

Cegah Virus Corona B117, Satgas Covid Kalbar Perketat Pintu Masuk

Gencil News – Satgas Covid-19 Kalbar akan semakin memperketat pintu masuk ke Provinsi Kalbar, guna mencegah virus corona B117. Pintu masuk yang masih dianggap rawan adalah jalur kedatangan dari laut.

Kadiskes Prov Kalbar, Harisson menegaskan bahwa, untuk masuk ke Kalbar melalui jalur laut. Masih memiliki risiko yang tinggi. Berbeda dengan jalur udara, dimana sudah diberlakukan syaratnya adalah negatif PCR.

Penumpang yang menggunakan kapal laut, memiliki risiko yang tinggi. Karena hanya menggunakan rapid tes antigen.

Untuk saat ini muncul situasi yang dilematis, terkait masalah untuk penerapan swab pcr kepada penumpang kapal laut, dirasakan sangat memberatkan.

Harga untuk tes swab PCR, berdasarkan keputusan Kemenkes RI masih berkisar pada Rp900 ribu. Jika ini diterapkan kepada penumpang kapal laut, tentu akan memberatkan penumpang.

Untuk selanjutnya, Satgas Covid-19 Kalbar hanya melakukan tes swab berbasis pcr secara acak kepada penumpang kapal laut tujuan masuk pelabuhan utama dan kecil di Pontianak.

Sedangkan jalur darat, untuk PMI (Pekerja Migran Indonesia) yang akan melintasi PLBN (Pos Lintas Batas Negara), para PMI yang datang dari negara Malaysia, akan tetap diberlakukan tes swab pcr secara acak, walaupun mereka sudah mengantongi surat keterangan bebas corona (negatif PCR).

Harisson juga mengatakan, varian dari virus corona B117 ini unik dan memiliki sensitivitas terhadap vaksin yang ada pada saat ini. Maka daripada itu, pihaknya akan terus memperketat pemeriksaan untuk masuk ke Kalbar, melalui jalur darat, laut dan udara.

“Untuk itu, Satgas Kabupaten dan Kota harus meningkatkan tracing. Paling tidak tindakan tracing bisa dilakukan kepada lima puluh kontak dari tiap kasus konfirmasi positif” jelas Harisson.

Continue Reading

Lintas Kalbar

Kalbar Perpanjang Syarat Swab PCR Negatif Bagi Penumpang Pesawat

Published

on

By

Kalbar Perpanjang Syarat Swab PCR Negatif Bagi Penumpang Pesawat
Satgas Covid-19 Kalbar perpanjang syarat swab PCR negatif bagi penumpang pesawat hingga Idul Fitri 2021

Gencil News – Aturan syarat swab negatif bagi penumpanng pesawat yang keluar masuk Kalbar kembali diperpanjang. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kalbar Perpanjang persyaratan ini mulai dari 1 Maret hingga 23 Mei 2021.

Sebelumnya Gubernur Kalimantan Barat mengeluarkan Pergub nomor 7 tahun 2021 tercantum bahwa syarat wajib PCR negatif. Penumpang udara yang akan masuk wilayah Kalbar telah diberlakukan dari 9 Januari sampai 28 Februari 2021.

Kemudian kebijakan tersebut di perpanjang dari 1 Maret sampai 23 Mei 2021 yang tertuang dalam Pergub nomor 30 tahun 2021. Tentang perubahan ketiga atas Pergub nomor 110 tahun 2020 tentang Penerapan disiplin dan penegakan hukum prokes sebagai upaya pencegahan covid-19.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harisson menegaskan bahwa penumpang pesawat udara dari Wilayah Luar Kalbar wajib menunjukan hasil negatif uji swab berbasis PCR.

Swab PCR tersebut sebagai syarat terbang yang berlaku selama 7×24 jam sejak tanggal pemeriksaan. Yang kemudian melalui proses validasi secara digital melalui eHac di Bandara Keberangatan sebagai syarat dalam melakukan perjalanan,” ujarnya.

Harisson menegaskan pernyataan hasil swab test negatif harus melalui aplikasi eHac dan menunjukkannya pada saat keberangkatan. Ketentuan ini berlaku dari 1 Maret sampai 23 Mei 2021.

“Satgas juga mensyaratkan bahwa syarat pemberlakukan dalam peraturan ini sudah memuat bahwa anak kurang dari 5 tahun tidak wajib melakukan rapid test antigen maupun PCR,” pungkasnya



Continue Reading

Advertisement

KORAN GENCIL NEWS

TRENDING