Sekjen Kemenkes Oscar Primadi: RSUD Soedarso Menjadi RS Tipe A
Connect with us

Lintas Kalbar

Sekjen Kemenkes Oscar Primadi: RSUD Soedarso Menjadi RS Tipe A

Published

on

Sekjen Kemenkes Oscar Primadi: RSUD Soedarso Menjadi RS Tipe A

Gencil News – Sekjen Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, Oscar Primadi mengatakan perkembangan pembangunan gedung RSUD Dr Soedarso cukup bagus. Sekjen Kemenkes Oscar Primadi saat ini tengah menyiapkan apa yang akan menjadi kebutuhan dari RSUD Soedarso.


“Bagus, saya lihat ada progress yang cukup bagus. Kami tentunya dari Kemenkes sudah menyiapkan apa yang dibutuhkan oleh Rumah Sakit Soedarso melalui pak Gubernur dan sudah banyak yang sudah kita alokasikan sesuai dengan kebutuhan,” ucapnya.

Sekjen Kemenkes Oscar Primadi berharap kedepannya RSUD Dr Soedarso dapat memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Kalimantan Barat.


“Tentunya kita berharap dapat segera merealisasikan, agar segera dapat melayani masyarakat Kalbar. Ini luar biasa artinya dari sisi fisik bangunan saya rasa ini yang terbaik dan telah melewati proses pengkajian yang tepat. Melihat pembangunan ini, saya yakin dapat memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat Kalbar,” harapnya.

Untuk meningkatkan pelayanan bagi masyarakat. Saat ini RSUD Soedarso sudah melakukan kerjasama dengan rumah sakit besar untuk meningkatkan kompetensi tenaga profesionalnya.


“Dari sisi perlengkapan sarana dan prasarana kita dukung. Dari sisi manajemen tentunya direktur sudah melakukan kerja sama dengan rumah sakit besar di Jawa dalam rangka upaya membangun kompetensi para tenaga-tenaga profesional disini. Itu saya dengar sudah ada kerja sama untuk itu,”

Sekjen Kemenkes Oscar Primadi juga menerangkan. Kedepannya RSUD Soedarso akan naik tingkatannya menjadi Rumah Sakit Tipe A.


“Sebentar lagi rumah sakit ini akan menjadi kelas A.Tentunya dengan perlakuan-perlakuan yang begitu khusus. Kemudian juga ada Fakultas Kedokteran, dan ini yang paling penting. Biar bagaimana pun rumah sakit bukan hanya sebagai pelayanan, rumah sakit juga bisa jadi menjadi pusat riset, center development untuk mengentaskan permasalahan kesehatan masyarakat kalbar’ pungkasnya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Lintas Kalbar

Tak Punya Aplikasi eHAC, Maskapai Dan Penumpang Dilarang Terbang

Published

on

By

Tak Punya Aplikasi eHAC, Maskapai Dan Penumpang Dilarang Terbang
Penumpang pesawat yang akan keluar masuk Kalbar wajib menunjukkan aplikasi eHAC

Gencil News – Pemerintah Kalimantan Barat mewajibkan penumpang pesawat yang keluar masuk Kalbar menunjukkan aplikasi eHAC. Aplikasi eHAC ini merupakan validasi persyaratan negatif PCR yang dapat anda unduh melalui playstore.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harisson mengungkapkan hal ini dalam rangka mengantisipasi pemalsuan surat keterangan hasil pemeriksaan Swab PCR negatif.

“eHAC ini yang memvalidasi persyaratan Swab PCR. Hal ini sebenarnya dalam rangka mengantisipasi pemalsuan surat keterangan pemeriksaan negatif Swab PCR,” ujar Harisson.

Ia menegaskan, saat ini menunjukan hasil negatif PCR melalui aplikasi eHAC menjadi syarat utama penerbangan ke Kalbar.

Hal ini karena pada aplikasi eHAC sudah tercantum lokasi mana saja tempat pemeriksaan yang sudah direkomendasikan oleh Dinas Kesehatan setempat.

“Jadi labooratorium-laboratorium yang ada di eHAC ini adalah laboratium yang benar-benar valid atau handal, bukan laboratorium yang abal-abal,” kata Harisson.

Dengan itu, Harisson meminta agar maskapai penerbangan dapat ketat dalam menyeleksi penumpang yang ingin berangkat menuju Kalimantan Barat.

“Jadi penting sekali maskapai penerbangan melakukan pemeriksaan terhadap penumpang yang akan berangkat di Bandara keberangkatan tentang persyaratan negatif PCR di aplikasi eHAC masing-masing penumpang,” jelasnya.

Harisson juga menegaskan agar pihak maskapai tidak sembarangan dalam membawa penumpang.

“Jadi ini diseleksi di Bandara keberangkatan, jangan sampai mereka menerbangkan orang yang tidak membawa atau bisa menunjukan negatif Swab PCR dengan aplikasi tersebut,” paparnya.

Kemudian jika terdapat penumpang yang tiba di Kalbar tidak memenuhi persyaratan penerbangan. Maka, pihak maskapai dikenai sanksi tidak boleh membawa penumpang dalam kurun waktu tertentu.

“Kami akan stop (maskapai penerbangan) membawa penumpang dan kami akan memberlakukan denda bagi maskapai-maskapai yang lalai memeriksa persyaratan negatif PCR melalui aplikasi eHAC,” tegas Harisson.

Continue Reading

Lintas Kalbar

Cegah Virus Corona B117, Satgas Covid Kalbar Perketat Pintu Masuk

Published

on

Cegah Virus Corona B117, Satgas Covid Kalbar Perketat Pintu Masuk

Gencil News – Satgas Covid-19 Kalbar akan semakin memperketat pintu masuk ke Provinsi Kalbar, guna mencegah virus corona B117. Pintu masuk yang masih dianggap rawan adalah jalur kedatangan dari laut.

Kadiskes Prov Kalbar, Harisson menegaskan bahwa, untuk masuk ke Kalbar melalui jalur laut. Masih memiliki risiko yang tinggi. Berbeda dengan jalur udara, dimana sudah diberlakukan syaratnya adalah negatif PCR.

Penumpang yang menggunakan kapal laut, memiliki risiko yang tinggi. Karena hanya menggunakan rapid tes antigen.

Untuk saat ini muncul situasi yang dilematis, terkait masalah untuk penerapan swab pcr kepada penumpang kapal laut, dirasakan sangat memberatkan.

Harga untuk tes swab PCR, berdasarkan keputusan Kemenkes RI masih berkisar pada Rp900 ribu. Jika ini diterapkan kepada penumpang kapal laut, tentu akan memberatkan penumpang.

Untuk selanjutnya, Satgas Covid-19 Kalbar hanya melakukan tes swab berbasis pcr secara acak kepada penumpang kapal laut tujuan masuk pelabuhan utama dan kecil di Pontianak.

Sedangkan jalur darat, untuk PMI (Pekerja Migran Indonesia) yang akan melintasi PLBN (Pos Lintas Batas Negara), para PMI yang datang dari negara Malaysia, akan tetap diberlakukan tes swab pcr secara acak, walaupun mereka sudah mengantongi surat keterangan bebas corona (negatif PCR).

Harisson juga mengatakan, varian dari virus corona B117 ini unik dan memiliki sensitivitas terhadap vaksin yang ada pada saat ini. Maka daripada itu, pihaknya akan terus memperketat pemeriksaan untuk masuk ke Kalbar, melalui jalur darat, laut dan udara.

“Untuk itu, Satgas Kabupaten dan Kota harus meningkatkan tracing. Paling tidak tindakan tracing bisa dilakukan kepada lima puluh kontak dari tiap kasus konfirmasi positif” jelas Harisson.

Continue Reading

Lintas Kalbar

Kalbar Perpanjang Syarat Swab PCR Negatif Bagi Penumpang Pesawat

Published

on

By

Kalbar Perpanjang Syarat Swab PCR Negatif Bagi Penumpang Pesawat
Satgas Covid-19 Kalbar perpanjang syarat swab PCR negatif bagi penumpang pesawat hingga Idul Fitri 2021

Gencil News – Aturan syarat swab negatif bagi penumpanng pesawat yang keluar masuk Kalbar kembali diperpanjang. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kalbar Perpanjang persyaratan ini mulai dari 1 Maret hingga 23 Mei 2021.

Sebelumnya Gubernur Kalimantan Barat mengeluarkan Pergub nomor 7 tahun 2021 tercantum bahwa syarat wajib PCR negatif. Penumpang udara yang akan masuk wilayah Kalbar telah diberlakukan dari 9 Januari sampai 28 Februari 2021.

Kemudian kebijakan tersebut di perpanjang dari 1 Maret sampai 23 Mei 2021 yang tertuang dalam Pergub nomor 30 tahun 2021. Tentang perubahan ketiga atas Pergub nomor 110 tahun 2020 tentang Penerapan disiplin dan penegakan hukum prokes sebagai upaya pencegahan covid-19.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harisson menegaskan bahwa penumpang pesawat udara dari Wilayah Luar Kalbar wajib menunjukan hasil negatif uji swab berbasis PCR.

Swab PCR tersebut sebagai syarat terbang yang berlaku selama 7×24 jam sejak tanggal pemeriksaan. Yang kemudian melalui proses validasi secara digital melalui eHac di Bandara Keberangatan sebagai syarat dalam melakukan perjalanan,” ujarnya.

Harisson menegaskan pernyataan hasil swab test negatif harus melalui aplikasi eHac dan menunjukkannya pada saat keberangkatan. Ketentuan ini berlaku dari 1 Maret sampai 23 Mei 2021.

“Satgas juga mensyaratkan bahwa syarat pemberlakukan dalam peraturan ini sudah memuat bahwa anak kurang dari 5 tahun tidak wajib melakukan rapid test antigen maupun PCR,” pungkasnya



Continue Reading

Advertisement

KORAN GENCIL NEWS

TRENDING