Connect with us

Lintas Kalbar

Gubernur Lantik Empat Pejabat Sementara Bupati

Published

on

Gubernur Lantik Empat Pejabat Sementara Bupati

Gencilnews – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) H. Sutarmidji S.H., M.Hum melantik empat Pejabat Sementara (Pjs) Bupati di Kalbar dalam rangka mengisi posisi jabatan bupati yang menggelar Pilkada.

Adapun nama-nama yang dilantik oleh Gubernur Kalbar:

Dr. Syarif Kamaruzaman sebagai Pjs Bupati Sambas,

Ir. Florentinus Anum sebagai Pjs Bupati Sintang

Dra. Hj. Linda Purnama sebagai Pjs Bupati Melawi dan

Dra. Hj. Sri Jumiadati sebagai Pjs Bupati Sekadau

Keempat Pejabat Sementara (Pjs) ini dilantik Sutarmidji di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Sabtu (26/9/2020).

Dalam sambutannya Sutarmidji memberikan perhatian khusus kepada empat Pejabat Sementara Bupati tersebut untuk tetap menjaga netralitas selama proses pilkada.

Dan menekan agar seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah untuk tidak memihak salah satu pasangan calon pilkada.

Dia meminta para Pjs yang dikukuhkan untuk dapat bertindak netral dalam Pilkada nanti. Gubernur juga minta agar para Pjs tidak berinteraksi dengan para tim sukses dari calon manapun.

Tugas Pjs adalah menjalankan pemerintahan dan memfasilitasi pelaksanaa Pilkada bukan memfasilitasi para bakal calon.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Lintas Kalbar

Anggaran 300 Miliar Untuk Infrastruktur di Kalimantan Barat

Published

on

By

Anggaran 300 Miliar Untuk Infrastruktur di Kalimantan Barat

Gencil News – Anggaran 300 Miliar disiapkan pada tahun 2021 untuk memperbaiki infrastruktur yang ada disetiap daerah Kalimantan Barat. Anggaran ini disiapkan pemerintah Kalimantan Barat untuk masyarakat yang membutuhkan akses jalan yang memadai.

Gubernur Kalimantan Barat mengungkapkan bahwa Pemprov Kalbar akan kembali memprioritaskan anggaran untuk pembenahan infrastruktur, khususnya jalan di tahun 2021.

” Untuk tahun ini, masih banyak jalan provinsi yang belum tersentuh pembangunan dan perbaikan karena dana yang ada dialokasikan untuk penanganan COVID-19 ” ujar Sutarmdji

Pembenahan infrastruktur juga sudah dimulai dengan pengerjaan trotoar yang bagus dari kantor gubernur sampai ke Museum Kalbar dan dari pendopo ke Digulis.

Sutarmidji menjelaskan untuk pembangunan trotoar tersebut, dari jalan Tanjung Sari ke Tugu Digulis dibangun dengan menggunakan APBD Kota Pontianak, sementara jalur trotoar lainnya menggunakan dana APBN.

Gubernur Kalimantan Barat ini juga menjelaskan untuk tahun depan rencananya jalur trotoar dilanjutkan hingga Polda dan dari Gembala baik ke kantor Gubernur. Sementara untuk daerah lain menyusul.

Mengenai anggaran Sutarmidji menjelaskan pendidikan (sekolah) negeri gratis membutuhkan dana  sebesar Rp200 miliar lebih, Sementara anggaran untuk mengganti mebeler sekolah sebesar Rp30 miliar.

Dan untuk anggaran bantuan kelengkapan sekolah Rp25 miliar dan pembangunan di tingkat desa lebih dari Rp300 miliar. Pencanangan anggaran untuk tahun 2021 telah disiapkan oleh pemerintah provinsi Kalimantan Barat untuk memperbaiki infrastruktur.

Sebelumnya Sutarmidji memaparkan jika pokok rancangan APBD Provinsi Kalbar tahun 2021 terdiri dari tiga hal. yaitu ;

Pertama, dari sisi pendapatan untuk tahun 2021, anggaran pendapatan sebesar Rp. 6.675.492.541.090 yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp. 2.861.425.252.09, Dana Transfer sebesar Rp. 3.810.754.877.000, Lain-lain Pendapatan Daerah yang sah sebesar Rp. 3.312.412.000.

Kedua, dari sisi belanja secara keseluruhan Alokasi Belanja Daerah pada APBD TA 2021 ini adalah sebesar Rp. 6.920.492.541.090 yang terdiri dari Belanja operasi sebesar Rp. 4.273.976.264.130, Belanja modal sebesar Rp. 1.147.074.989.432, Belanja tidak terduga sebesar Rp. 20.000.000.000 dan Belanja transfer sebesar Rp. 1.479.441.287.528.

Ketiga, dari sisi pembiayaan, penerimaan pembiayaan sebesar Rp. 300.000.000.000,00 yang bersumber dari sisa lebih penghitungan anggaran TA sebelumnya atau SiLPA tahun anggaran 2020, sedangkan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp. 55.000.000.000 untuk penyertaan modal PT. Bank Kalbar dari PT. Jamkrida.

Continue Reading

Lintas Kalbar

Vaksin Covid 19, Gubernur Kalbar Masih Menunggu Arahan Pemerintah

Published

on

By

Vaksin Covid 19, Gubernur Kalbar Masih Menunggu Arahan Pemerintah

Gencil News – Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menunggu arahan pemerintah pusat terkait vaksin Covid 19. Terkait sosialisasi vaksin Covid 19 Gubernur Kalbar juga masih menunggu kabar dari tim gugus tugas mengenai sistem pemberian vaksin.

” Seperti apa dan fokus pemberian vaksin, tentu sesuai dengan petunjuk Pemerintah Pusat ” Ujar Gubernur Kalbar Sutarmidji.

Sutarmidji juga menjelaskan bahwa baksin covid 19 merupakan pemberian dari pemerintah sehingga pemerintah daerah tinggal melaksanakan saja.

Terkait kelompok prioritas Gubernur kalbar juga masih mengikuti petunjuk pemerintah pusat. Apakah pemberian vaksin covid 19 tersebut by name by address atau tidak. Jika memang begitu pemberian vaksin covid 19 ini membutuhkan data dari Disdukcapil.

” Sudah ada database kependudukan, sehingga tidak akan sulit untuk menggunakan data tersebut ” katanya

Sembari menunggu arahan dan petunjuk dari pemerintah pusat. Gubernur Kalimantan Barat ini juga terus menghimbau masyarakat untuk menekan jumlah penyebaran covid 19. Himbauan untuk terus rajin mencuci tangan, menjaga jarak, mengenakan masker terus digawaikan pemerintah.

” kita berharap segera ada arahan dari Pemerintah Pusat terkait realisasi vaksin ” tuturnya

Ia juga meminta pada masyarakat agar tidak acuh terhadap wabah ini. Sebab akan sangat membahayakan bagi mereka yang juga memiliki penyakit bawaan. Patuh protokol kesehatan merupakan bentuk peduli terhadap diri sendiri dan orang lain.

Sebab menurut Gubernur Sutarmidji kasus covid 19 kini banyak yang tanpa gejala. Namun tak sedikit pula masyarakat yang harus dirawat di rumah sakit karena ada penyakit bawaan.

“Bagi yang mempunyai penyakit bawaan akan sangat berbahaya, imun tubuh mereka bisa ngedrop jika terjangkit virus corona ” ujarnya

Kepala Dinas Kesehatan Harisson menjelaskan bahwa pasien yang positif covid 19 yang dirawat di Rumah Sakit akhir-akhir ini cenderung mengalami gejala sedang sampai berat.

kasus berat dan bahkan fatal merupakan kasus yang terjadi pada pasien dengan komorbid seperti penyakit diabetes atau kencing manis,  penyakit jantung, penyakit ginjal, Hipertensi yang tidak terkontrol serta asma dan lain lain.

Penyakit Komorbid ini dapat menyebabkan masalah yang fatal bahkan kematian bagi yang positif covid 19.

” Bila masyarakat tidak kunjung sadar dan tidak terus berdisiplin  menjaga agar tidak tertular dari Covid-19 maka penularan akan terus berlangsung yang meyebabkan peningkatan kasus yang dirawat di rumah sakit ” Kata Harisson belum lama ini

Continue Reading

Lintas Kalbar

Proses Pemeriksaan Sampel Tes SWAB Alami Penurunan

Published

on

By

Pemerikasaan Sampel Tes SWAB Menurun, Begini Kata Harisson

Gencil News – Proses pemeriksaan sampel tes swab dalam beberapa hari kedepan akan mengalami penurunan. Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat Harisson karena beberapa petugas laboratorium terpapar covid 19.

Kendati Demikian Harisson memastikan bahwa penurunan proses pemeriksaan sampel tes swab ini tidak akan berlangsung lama. Karena pihaknya telah mengaktifkan petugas-petugas pendukung pemeriksaan sampel tes swab.

” Pihak kami telah mengaktifkan petugas-petugas pendukung agar proses pemeriksaan sampel tes swab yang menurun tidak berlangsung lama ” Kata Harisson

Selain itu pelayanan di RS UNTAN juga ditutup sementara, Sebab salah satu perawat di Rumah Sakit Tersebut meninggal dunia akibat Covid 19.

” Rektor Untan Garuda Wiko menerapkan kebijakan untuk menutup sementara RS Untan karena satu perawat di sana meninggal dunia akibat COVID-19 ” Ujar Harisson

Meskipun RS UNTAN ditutup sementara namun untuk pelayanan pemeriksaan di laboratorium UNTAN akan tetap dibuka namun dengan kapasitas yang lebih sedikit.

Harisson juga meminta agar penyemprotan disinfektan pada setiap ruangan di Rumah Sakit tersebut segera diselesaikan, Bahkan bila perlu meminta bantuak Dinas Kesehatan agar Rumah Sakit tersebut dapat berfungsi kembali.

Karena memang banyak sekali masyarakat yang masih membutuhkan pelayanan di Rumah Sakit tersebut. Menurutnya evaluasi terhadap pencegahan dan penanggulangan infeksi di Rumah Sakit tersebut perlu dilakukan sesegara mungkin.

Evaluasi tersebut bagi petugas Rumah Sakit, pasien, dan pengunjung.

‘ Pelaksanaan evaluasi ini harus dilaksanakan segera mungkin sehingga tidak perlu membutuhkan waktu yang terlalu terlalu lama ” Pungkasnya

Akibat adanya petugas yang terpapar covid 19 Rumah Sakit UNTAN petugas kesehatan di Rumah Sakit ini berkurang.

Untuk memenuhi hal tersebut Dinkes Kalbar menyarankan agar melakukan recrutment atau memanfaatkan relawan petugas kesehatan di Rumah Sakit tersebut.

Continue Reading

TRENDING