Connect with us

Lintas Kalbar

Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Kalbar, Simak Penjelasan Pertamina

Published

on

Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Kalbar, Simak Penjelasan Pertamina

GENCIL NEWS – Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Kalimantan barat membuat sulit masyarakat untuk mendapatkan elpiji ukuran 3 kg di pasaran . Warga harus berkeliling, mencari penjual gas yang masih memiliki stok meski jauh dari tempat tinggalnya.

Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menanggapi kelangkaan elpiji 3 kg yaitu dengan meminta Pertamina untuk serius dan cepat mengatasi kelangkaan ini.

Sutarmidji mengatakan bahwa Pertamina setiap ada masalah kelangkaan, selalu mengklaim bahwa ketersediaan Gas 3 kilo cukup bahkan lebih.

“Pertamina juga harusnya menjelaskan yang sebenarnya jangan sampai saat ini adanya pandemi Covid-19 orang mengantre dan sebagainya itu dibiarkan kayak gitu. Inilah yang saya harapkan harus diperbaiki,” ujar Gubernur

Sutarmidji mengatakan bahwa untuk izin distributor dan agen untuk kewenangannya ada di wali kota dan bupati bukan pada Gubernur.

“Saya kalau boleh cabut sudah saya cabut kalau kewenangan pada saya. Sayang kewenangan pada bupati dan wali kota. Kalau bisa cabut saja distributornya dan izin yang lain. Kita jangan pelihara pengusaha yang nakal kayak gitu kasian masyarakatnya,”

Gubernur juga minta kepada Pertamina untuk tegas dalam mengatasi kelangkaan ini, yaitu dengan membuat efek jera.

“Sekarang tata niaganya, dari agen ke pangkalan, lalu pengecer. Ini semua bisa diatur. Kalau terjadi kelangkaan, agen yang harus bertanggung jawab. Agen yang nakal-nakal berhentikan saja,” harap Sutarmidji.

Upaya Pertamina dalam kelangkaan LPG 3 KG di Kalbar

Sementara itu Sales Area Manager Pertamina Kalbar, Wedy Surya Windrawan menyampaikan bahwa Pertamina sudah melakukan berbagai upaya dalam menyikapi kelangkaan gas LPG 3 Kg yang terjadi di kalbar.

“Inikan mulai terjadi mulai dua sampai tiga minggu terakhir ini. Nah kalau kita lihat berdasarkan hasil pantauan, kemudian dari sidak ke tempat-tempat badan usaha bersama diskumindag kubu raya, itu ternyata sudah mulai banyak tempat-tempat usaha yang justru menggunakan tabung 3 kg,” ujar Wedy.

Berdasarkan aduan dari masyarakat diketemukan berbagi macam laporan, diantaranya penjualan diatas HET. Ada pula laporan melayani pengecer. Bahkan ada agen yang mengangkut LPG ke tempat yang tidak memiliki identitas.

“Kami belum tau masalah permainan atau apa, tetapi yang jelas ketika ada pengaduan bahwa masyarakat melihat dan ada foto dokumentasi bahwa ada pangkalan yang melakukan pelanggaran akan kita langsung tindak,” ujar Wedy.

Wedy juga menyampaikan bahwa Pertamina tidak pernah melalukan tindakan yaitu pengurangan volume LPG 3 Kg.

“Jadi selama tiga minggu ini, saya sendiri sudah mengeluarkan sanksi sekitar lebih dari 10 usaha. Tetapi kami lihat kok sepertinya kok trennya (pengantrian) tidak turun. Kami berikan sanksi, efek jeranya masih kurang,” sambung Wedy.

Wedy juga menambahkan, sesuai dengan APBN tahun 2020. Pemerintah telah menambah hingga 7.5 juta metrik ton secara keseluruhan. Dibandingkan dengan pada tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 7 juta metrik ton.

Untuk pengawasan pihak Pertamina mengaku sudah melakukan kerjasama dengan Pemerintah Daerah setempat. Pihak Pertamina Kalbar bersama Pemda melakukan operasi pasar.

“Nah untuk pengawasannya sendiri memang diserahkan ke dirjen migas dalam hal ini bekerjasama dengan pemda. Jadi saya bekerjasama dengan pemda setempat, seperti contoh hari selasa kemarin kita ada acara operasi pasar salah satunya, kemudian pengaturan aturan untuk pelayanan konsumen melalui pangkalan-pangkalan,” katanya.

Pihak Pertamina Kalbar mengatakan sudah melakukan berbagai upaya maksimal agar Gas LPG tepat sasaran kepada masyarakat.

“Intinya pertamina sudah melakukan upaya secara maksimal, betul-betul lpg ini tepat sasaran kepada masyarakat,” pungkas Sales Area Manager Pertamina Kalbar, Wedy Surya Windrawan.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Lintas Kalbar

Target Pendapatan Daerah Kalbar Tahun 2021 Sebesar Rp. 6,68 Triliun

Published

on

Target Pendapatan Daerah Kalbar Tahun 2021 Sebesar Rp. 6,68 Triliun

GENCIL NEWS – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menargetkan pendapatan anggaran tahun 2021 mendatang sebesar Rp. 6,68 Triliun.

Target pendapatan anggaran tersebut disampaikan oleh Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) H. Sutarmidji saat menyampaikan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Platfon Anggan Sementara (PPAS) Provinsi Kalbar Tahun 2021, di Balairung Sari Kantor DPRD Provinsi Kalbar, Senin (3/8/2020).

“Target Pendapatan anggaran Kalbar Tahun 2021 sebesar Rp. 6,68 Triliun, PAD sebesar Rp. 2,861 Triliun yang bersumber dari Pajak Daerah Rp. 2,203 Triliun, Retribusi Daerah Rp. 41 Miliar, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan sebesar Rp. 92 Miliar, Pendapatan Transfer dari Pemerintah Pusat sebesar Rp. 3,8 Triliun, serta Lain-lain PAD yang Sah sebesar Rp. 524 Miliar,” ungkap Gubernur Kalbar Saat sambutan.

Selain itu, Gubernur Kalbar H. Sutarmidji juga akan memperioritaskan pembebasan lahan Jembatan Kapuas III, Infrastuktur jalan dan pusat sertifikasi bagi masyarakat.

“Ini sebetulnya (Jembatan Kapuas III,red) sudah menjadi prioritas bagi Pemerintah Provinsi Kalbar sejak tahun 2014. Jadi kalo ada bilang itu kan pembebasan lahan karena ada punya lahan gubernur, ini sudah kewajiban sejak 2014 yang lalu tiap tahun di anggarkan tapi tidak dibelikan dan dialihkan kegiatan pembangunan lain, saya maunya tahun sudah mulai tuntas pembebasan lahan itu, Insya Allah tidak ada tanah saya disitu,” tegasnya.

Dirinya pun optimis untuk APBD Provinsi Kalbar tahun 2021 akan tumbuh dibandingkan dengan tahun 2020 ini dengan adanya pandemi Covid-19.

Sedangkan alokasi Belanja ditargetkan Rp. 6,9 Triliun dengan rincian Belanja Operasi sebesar Rp. 4,222 Triliun, Belanja Modal sebesar Rp. 1,725 Triliun, Belanja Tidak Terduga sebesar Rp. 20 Miliar dan Belanja Transfer sebesar Rp. 969,3 Miliar.

Continue Reading

Lintas Kalbar

3 Guru Positif Covid-19, Gubernur Batalkan Masuk Sekolah

Published

on

Upaya Kabupaten Bogor Konsisten Terapkan Protokol Covid-19

GENCIL NEWS – 3 guru dipastikan positif covid-19 setelah Dinkes Kalbar melakukan uji swab. Dengan adanya 3 guru positif ini. Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji membatalkan kegiatan belajar-mengajar secara tatap muka di Kalbar yang sebelumnya akan direncanakan masuk pada awal aagustus 2020.

“Saya belum berani mengambil risiko untuk masuk sekolah, bahkan PAUD dan TK  sampai akhir tahun jangan dulu masuk sekolah sampai benar-benar aman,” katanya.

Gubernur rencananya akan memanggil kepala sekolah yang daerahnya masuk zona hijau, guna koordinasi persiapan pembukaan kembali kegiatan belajar secara tatap muka.

Untuk daerah yang masih dalam kategori kuning, oranye dan merah. Tidak diperbolehkan memulai kegiatan belajar di sekolah.

“Kalau untuk kelas 1-2  jangan dulu masuk juga tidak apa-apa bahkan hingga September dan Oktober nanti. Itupun yang masuk untuk zona hijau, selain itu tidak boleh, anak-anak ini rentan apalagi SD, kalau SMP dan SMA mungkin imunitas sudah baik,” jelas Midji

Sutarmidji juga menjelaskan sekolah yang yang dapat memulai kegiatan belajar secara tatap muka adalah sekolah yang berada di zona hijau.

Tetapi walaupun zona hijau, midji juga meminta kepala sekolah harus menerapkan protokol kesehatan di sekolah masing-masing.

Untuk kebijakan kapan akan dimulainya sekolah, semua keputusan dan kebijakan berada di Kepala Daerah masing-masing.

Pemprov Kalimantan Barat hanya memiliki kebijakan untuk sekolah SMA/SMK.

“Kita harus jamin bahwa anak-anak ini aman dan tidak terjangkit dan tidak boleh coba-coba dengan penanganan Covid-19 ini,” ujar Mantan Wali Kota Pontianak dua periode ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harisson mengatakan, hasil konfirmasi COVID-19 pada guru tersebut menjadi pertimbangan Pemprov untuk menunda kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah.

Dinkes Kalbar dan Dinkes kabupaten kota telah melaksanakan pengambilan swab kepada guru dan rapid test terhadap murid di beberapa sekolah. Lalu kita periksa metode PCR di RS Untan, dari beberapa sekolah ini ada guru yang terkonfirmasi COVID-19. Ini mungkin yang menjadi salah satu bahan pertimbangan kita untuk belum melakukan sekolah secara tatap muka,” kata Harisson, Minggu (2/8).

Continue Reading

Lintas Kalbar

Permintaan di Kalbar Tinggi , Pertamina Tambahkan 149.160 Tabung

Published

on

Permintaan di Kalbar Tinggi , Pertamina Tambahkan 149.160 Tabung
Permintaan di Kalbar Tinggi , Pertamina Tambahkan 149.160 Tabung

GENCIL NEWS – Permintaan Gas 3Kg di Kalbar Tinggi jelang dan pasca hari raya Idul Adha 2020.Untuk mengantisipasi permintaan yang tinggi di Kalbar. Pertamina melakukan penambahan stok LPG 3 Kg sebanyak 149.160 tabung yang disalurkan secara bertahap mulai dari 30 Juli hingga 5 Agustus 2020.

Penambahan cadangan stok LPG 3 Kg. Ini mengacu pada rata-rata konsumsi harian bulan Juli 2020 meningkat sebanyak 5,7 % atau 133.966 tabung/hari dari rata-rata konsumsi harian 126.769 Tabung/hari.

Pada bulan Agustus. Diprediksi bahwa konsumsi LPG 3 Kg di Kalimantan Barat meningkat sebanyak 3.6 % dari rata-rata harian normal atau sebanyak 127.025 tabung/hari menjadi 131.574 tabung/hari.

Roberth M.V. Dumatubun Region Manager Comm, Rel & CSR Kalimantan menjelaskan bahwa Pertamina tentu berkomitmen untuk dapat memenuhi kebutuhan akan LPG subsidi di tengah masyarakat. Namun hal ini harus didukung juga oleh masyarakat.

“ Kami berharap bahwa penggunaan akan LPG subsidi ini benar-benar bagi mereka yang berhak. Bagi mereka yang mampu. Segeralah beralih ke LPG nonsubsidi. Yaitu produk Bright Gas dengan varian 220 gram, 5.5 kg, dan 12 kg.”

Pertamina menyalurkan LPG 3 Kg melalui lembaga penyalur resmi yaitu pangkalan-pangkalan. Untuk mencegah adanya masyarakat yang membeli tidak sesuai peruntukannya apalagi cenderung ke panic buying. Pertamina telah melakukan sistem pembelian satu tabung/KK.

Lebih lanjut Roberth menambahkan,” Untuk mencegah adanya penjualan LPG di atas HET di tingkat pengecer. Kami imbau untuk membeli LPG di pangkalan resmi. Di mana di Kalimantan Barat, pangkalan PSO sebanyak 2.767 pangkalan “

Masyarakat juga dapat berperan aktif dalam pengawasan distribusi LPG. Untuk meningkatkan pelayanan dari Pertamina. Masyarakat dapat melaporkan ke Call Centre 135 dan ke email pcc@pertamina.com

Continue Reading

Kumpulan Resep Masakan Enak

TRENDING