Literasi Media Untuk Menangkal Dampak Negatif dari TV Dan Radio

Literasi Media Untuk Menangkal Dampak Negatif  dari TV Dan Radio
Literasi Media Untuk Menangkal Dampak Negatif dari TV Dan Radio

Literasi Media Untuk Menangkal Dampak Negatif dari TV Dan Radio -Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat melalui Bidang Komunikasi Publik menyelenggarakan Literasi Media Bijak Memilih Siaran Yang Sehat di pontianak, Rabu (14/8/2019).

Kegiatan ini diikuti oleh peserta yang terdiri dari ‌Pimpinan Lembaga Penyiaran Televisi dan Radio, OPD Lingkungan Pemprov Kalbar serta Pelajar dan Guru dari beberapa SMA.

Tujuannya agar masyarakat lebih cerdas dalam memilih dan memilah teknologi media komunikasi yang berisikan muatan/konten yang sesuai dengan kebutuhan dan dapat memberikan manfaat, berpengetahuan dan mampu untuk berpendapat secara kritis atas informasi atau pesan media yang didapat.

Dibuka oleh Asisten Administrasi dan Umum Setda Prov. Kalbar, Dra. Marlyna, M.Si, literasi ini mendatangkan narasumber dari Lembaga Pengembangan Sumber Daya Manusia, Dr.Chairul Fuad,M.Kes  dan Komisi Penyiaran Indoensia Daerah, Liu Yulianti, S,SN.

Baca juga   Midji: Perlu Penghematan dan Pengarahan Anggaran Yang Terarah

“Saya berharap nantinya, masyarakat dapat memilih dan memilah muatan media penyiaran yang sesuai dengan kebutuhan dan memang memberikan manfaat, karena pada hakikatnya, frekuensi yang digunakan untuk siaran adalah ranah publik yang seharusnya dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kepentingan publik” ujar Asisten Administrasi dan Umum Setda Prov. Kalbar, Dra. Marlyna, M.Si saat membuka pelaksanaan literasi.

Marlyna menyampaikan, penetrasi media TV yang semakin gencar dan semakin bebas harus dapat diimbangi dengan literasi media untuk dapat menangkal dampak negatif yang bertujuan melindungi konsumen dari dampak media, baik TV maupun Radio.

Ia berharap masyarakat dapat memilih dan memilah muatan media penyiaran yang sesuai dengan kebutuhan dan memang memberikan manfaat, karena pada hakikatnya, frekuensi yang digunakan untuk siaran adalah ranah publik yang seharusnya dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kepentingan publik

Baca juga   Midji Minta Kepala Daerah Prioritaskan Penyelesaian Batas Antar Daerah

“Sekalipun Penyiaran merupakan kegiatan bisnis, tetap saja harus muncul keseimbangan orientasi antara sosial dan profit” jelasnya.

Direktur Lembaga Pengembangan Sumber Daya Manusia Dr.Chairul Fuad,M.Kes, saat diwawancara, berpesan kepada masyarakat untuk cerdas dalam pemanfaatan media, karena banyak berita-berita mungkin yang tidak bertanggungjawab, banyak konten-konten yang mungkin tidak layak kita tonton.

“Bila kita cerdas, kita akan mampu melakukan filtrasi dan menyeleksi mana yang harus kita adopsi, mana yang kita jadikan panutan, mana yang harus kita jadikan, katakanlah pegangan dalam kehidupan kita” ungkapnya.


Penulis : se
Editor : Gencil News
Sumber : pemprov kalbar