Raker Dekranasda Provinsi Kalbar Tahun 2021 – Gencil News
Connect with us

Lintas Kalbar

Raker Dekranasda Provinsi Kalbar Tahun 2021

Published

on

Raker Dekranasda Provinsi Kalbar Tahun 2021

Gencil News – Dekranasda Provinsi Kalimantan Barat menggelar rapat kerja (raker) yang dipimpin langsung ketuanya, Ny. Hj. Lismaryani Sutarmidji. Raker berlangsung di Sekretariat Dekranasda Provinsi Kalbar Jalan Ahmad Yani Pontianak, Selasa (12//1/2020).

Dalam raker tersebut dibahas rencana jadwal kegiatan dan program kerja yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2021. Ny. Hj. Lismaryani mengingatkan pandemi Covid19 belum berakhir dan sepanjang tahun 2020 lalu telah mengancam keselamatan banyak orang. Hal tersebut bahkan berimbas pada terbatasnya program kerja Dekranasda untuk kesejahteraan para perajin di Kalbar.

“Marilah bersama-sama kita doakan agar pandemi ini segera berakhir, sehingga kehidupan dapat normal kembali,” harapnya.

Dalam rapat tersebut Ny. Hj. Lismaryani berharap sinergi program dan kegiatan dapat tercipta, terutama yang mengangkat UKM kerajina di Kalbar. Sinergi program antar instansi, baik dari pemerintah, BUMN, Bank yang tergabung dalam kepengurusan Dekranasda Provinsi dapat berjalan baik sepanjang 2021 sesuai jadwal yang telah direncanakan oleh pengurus.

“Jika ada program seperti CSR dari BUMN atau Bank, dapat dikoordinasikan bersama. Seperti program pelatihan, pendampingan, pendataan, perlombaan, serta hal-hal yang berhubungan dengan pengembangan perajin, sehingga rancangan yang disusun Dekranasda Provinsi Kalbar dapat menjadi acuan untuk pelaksanaan kegiatan tahun 2021,” papar Ny. Hj. Lismaryani.

Kegiatan-kegiatan yang direncanakan akan dilaksanakan tahun 2021 di antaranya adalah latihan desain motif dan pola tenun Sidan di Kabupaten Kapuas Hulu, Kegiatan InaCraft 2021 di Jakarta pada Maret 2021, dan Pameran serta Fashion Show KriyaNusa 2021 di Jakarta bulan September 2021.

“Seperti kita ketahui bersama tenun Sidan adalah produk yang memiliki daya tari tersendiri dan menjadi perhatian dari Dekranas Pusat agar dapat dikembangkan dan terlindungi,” imbuh First Lady Kalimantan Barat.

Kegiatan lain adalah Pameran berskala Internasional ada ade Expo Indonesia(TEI) Tahun 2021 (Oktober 2021), workshop Capasity Building Development perajin melalui webinar dalam upaya peningkatan keahlian dan Updating perajin per 2 bulan, serta Workshop Standradisasi Produk perajin dalam upaya peningkatan kualitas produk yang terstandar DDS (Design Dispatch Service),terhadap produk tenun dan anyaman yang layak ekspor, dan lain-lain kegiatan yang dapat disinergikan.

Ny. Hj. Lismaryani meminta program kegiatan yang akan dilaksanakan di tahun 2021 tidak berjalan sendiri-sendiri. Demi pengembangan dan kemajuan kerajinan Kalbar, dia meminta saran dan masukan dari para anggota yang hadir di raker tersebut agar dapat membentuk tim kerja yang solid dan optimis.

“Program-program kegiatan tersebut dapat diagendakan bersama-sama, jenis kegiatan, waktu pelaksanaan maupun pendanaannya, sehingga pembinaan para perajin di Kalbar terpusat di Dekranasda Provinsi Kalbar dengan maksimal, terstruktur dan terukur,” pungkasnya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Lintas Kalbar

Gandeng Didit Maulana, Dekranasda Jadikan Tenun Sidan Jadi Primadona

Published

on

Gandeng Didit Maulana, Dekranasda Jadikan Tenun Sidan Jadi Primadona

Ketua Dekranasda Kalimantan Barat Lismaryani Sutarmidji, mendorong tenun Sidan menjadi usaha utama di Kalimantan Barat.

Untuk itu, Dekranasda Kalbar bekerja sama dengan desainer Didit Maulana untuk mengembangkan tenun sidan menjadi kerajinan andalan sekaligus membantu perajin di Kapuas Hulu.

“Dalam kesempatan ini, saya bermaksud menindaklanjuti pesan dari ibu ketua Harian Dekranas, Ibu Tito Karnavian, perihal ketertarikannya pada tenun Sidan dan mendorong agar tenun tesebut dapat dikembangkan,” ujar Lismaryani kepada desainer Didit Maulana melalui konferensi video, Rabu (20/1/2021).

Tenun Sidan merupakan kerajinan khas masyarakat Kapuas Hulu. Motif dan pola kain sudah turun temurun dibuat oleh para perajin, serta memiliki makna filosofis sesuai khazanah suku Dayak Iban. “Ukuran kain tenun ini paling lebar 150×60 cm dengan warna cerah dan rata-rata warna primer,” jelas dia.

Lismaryani menjelaskan dalam kerja sama pengembangan kerajinan tenun Sidan, Ketua Dekranasda Kapuas Hulu juga dilibatkan. Dengan demikian, segala informasi ketersediaan jumlah dan kualitas bahan, data perajin, sekaligus usia perajin yang diasumsikan dapat menerima pelatihan dari desainer dimaksud.

“Sesuai keterangan dari pengurus Dekranasda Kabupaten Kapuas Hulu, data perajin dari dua kecamatan, Kecamatan Puring Kencana sebanyak 88 orang dan Kecamatan Putussibau Utara sebanyak 11 orang,” paparnya.

Lebih lanjut Lismaryani menjelaskan perajin tenun Sidan rata-rata dikerjakan oleh perempuan berlatar belakang petani. Usia mereka antara 40 sampai dengan 60 tahun. “Adapun usia di bawah itu masih langka,” tambahnya.

Kepada desainer Didit Maulana, Lismaryani menjelaskah jumlah produksi rata-rata 20 helai per tahun. Sampai saat ini, tenun Sidan belum menjadi usaha utama yang artinya jika tidak sedang berladang, para petani ini menenun. Dia menambahkan jika sedang musimm panen, maka kegiatan menenun ini ditinggalkan.

Di sisi lain, desainer Didit Maulana mengatakan apabila daerah sudah menemukan semangat untuk menenun, maka permintaan dari berbagai perusahaan akan datang. Dia memiliki visi agar tenun Kalbar ini bisa menjadi primadona dan diapresiasi tidak hanya di Indonesia, akan tetapi juga dari luar negeri.

“Yang penting adalah data, agar kita bisa mengetahui apa yang dapat dilakukan terhadap perajin dan tenunnya. Yang terpenting adalah warna apa yang bisa menjadi ikon daerah,” tegas Didit.

Dikatakannya, ketakutan terhadap pemasaran adalah hal yang membuat perajin tidak mengutamakan pekerjaan menenun. Hal ini menjadi pekerjaan rumah, baik untuk Dekranasda Kabupaten Kapuas Hulu maupun Provinsi Kalimantan Barat. Oleh karenanya, hal ini harus dibenahi dari hulu ke hilirnya dengan memberikan semangat berupa pelatihan sampai ke persiapan platform penjualannya.

Mengenai domisili, Kabupaten Kapuas Hulu adalah kawasan perbukitan, sehingga lokasi perajin tenun Sidan memiliki jarak tempuh yang lumayan jauh dari ibu kota Kabupaten, yaitu Kota Putussibau. Waktu tempuh diperkirakan 4 sampai dengan 6 jam untuk sampai di kecamatan tersebut. Jarak tempuh ini juga dipengaruhi oleh kondisi jalan yang rusak, sehingga pemasaran tenun ini beragam.

“Ada yang langsung dijual perajin itu sendiri dan ada juga yang mengambil dalam jumlah banyak, pengepul. Ada juga yang online dan salah satunya dipasarkan oleh Dekranasda Kabupaten Kapuas Hulu sehingga penjualan tenun Sidan ini sampai ke luar (negeri),” pungkas Lismaryani.

Continue Reading

Lintas Kalbar

Sutarmidji Bubarkan Dinas ESDM Kalbar Karena Banyak Menganggur

Published

on

By

Sutarmidji Bubarkan Dinas ESDM Kalbar Karena Banyak Menganggur
Gubernur Kalimantan Barat H. Sutarmidji, S.H, M. Hum,

Gencil NewsGubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, menggabungkan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalbar dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan menjadi satu kesatuan.

Terkait perubahan tersebut, Sutarmidji menjelaskan karena pada bidang pertambangan pada Dinas ESDM hampir semua urusan sudah di tarik pusat.

“Jadi tidak ada lagi yang kita kerjakan di provinsi dan rumpun tambang itu tinggal pada produksi menjadi bahan jadi,dan setengah jadi atau industri. Jadi rumpunnya bisa masuk ke Disperindag. Sebenarnya lebih pas di situ karena membidangi untuk perdagangan dan industrinya,” ujar Sutarmidji kemarin.

Ia mengatakan masalahnya pada pertambangan saat ini di daerah tidak bisa apa-apa, karena mengikuti keputusan DPR dan Pusat.

“Mereka harus lebih dalam pengawasannya dan proteksinya karena kita tidak bisa apa-apa. Sekarang saja penambangan emas tanpa izin sudah pakai buldoser yang sudah gila- gila bisa mengakibatkan banjir , giliran kita minta izin wilayah pertambangan rakyat (WPR) susah sekali,” jelasnya.

Ia mengatakan kalau ada WPR bisa terkordinir oleh wilayah dan melakukan pengontrolan.

“Kalau ada WPR bisa kita kordinir pada wilayah dan terkontrol kalau sekarang tidak bisa di kontrol mau kemana-mana pakai buldoser. Bahkan lebih banyak buldusernya,” jelasnya.

Ia mengatakan terkait ASN pada Dinas ESDM akan ia pindahkan sesuai kebutuhan.

Karena memang Dinas ESDM sudah tidak ada lagi.

“Kalau semuanya sudah ke pusat dari pada banyak yang menganggur bagus di bubarkan karena yang diurus itu kecil saja akhirnya gabung ke Diperindag yang penting fungsi di kita berjalan,” tegasnya.

Ia mengatakan tidak tau dampak nantinya PP dari UU Minerba sekarang daerah tinggal menerima dampaknya saja.

“Bayangkan bouksit kuota 20 juta ton pertahun, berarti ada 20 juta lahan turun semeter. Kalau 10 juta berarti ambil dua meter. Kalau tidak direklamasi jadi masalah, tapi jaminan reklamasi kecil tidak sebesar itu mana ada lahan digali bisa ditanam lagi,” pungkasnya.



Continue Reading

Lintas Kalbar

Dinkes Minta 50 Nakes Disuntik Vaksin Pada Setiap Failitas Kesehatan

Published

on

By

Dinkes Minta 50 Nakes Disuntik Vaksin Pada Setiap Failitas Kesehatan
Ilustrasi : Dinkes Targetkan Vaksinasi Tahap Pertama Selesai Pada Februari 2021

Gencil News – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Barat, Harrison minta vaksinator yang ada pada setiap fasilitas kesehatan (faskes). Untuk mempercepat proses vaksinasi. Hal ini untuk menyelesaikan target vaksinasi tahap pertama di Kalbar.

Hal tersebut karena menurut prediksi harusnya pelaksanaan vaksinator dapat melakukan vaksinasi terhadap 50 nakes. Namun saat ini di lapangan baru 10 hingga 15 nakes perhari.

“Memang kita perlu percepatan pelaksanaan vaksinasi terhadap nakes, karena sekarang rata rata mereka (faskes) bisa 10-15 orang dalam sehari. Sehingga kita harapkan kedepan bisa 50 orang perhari, sementara untuk tingkat rumah sakit seharusnya ada 200 orang yang harus mendapatkan vaksin. Sehingga saat ini jumlah yang telah melakukan vaksinasi masih terlalu sedikit,” ujar Harisson

Permintaan percepatan vaksinasi tahap pertama terhadap tenaga kesehatan, agar cepat terselesaikan karena penyelesaian vaksinasi targetnya selesai pada akhir Februari 2021.

“Percepatan ini untuk menyelesaikan vaksinasi tahap pertama terhadap tenaga kesehatan yang rencananya selesai pada Februari 2021,” ujarnya.

Untuk itu, perlu percepatan vaksinasi agar penyelesaian vaksinasi tahap pertama dapat selesai dengan cepat, sehingga bisa melakukan vaksinasi tahap kedua.

Sebelumnya Pemerintah Daerah memprioritaskan vaksinasi tahap pertama untuk 8.651 tenaga kesehatan Kalbar

Continue Reading

TRENDING