Tidak Ada Dinas ESDM Lagi di Provinsi Kalbar – Gencil News
Connect with us

Lintas Kalbar

Tidak Ada Dinas ESDM Lagi di Provinsi Kalbar

Published

on

Tidak Ada Dinas ESDM Lagi di Provinsi Kalbar

Gencil News – Wakil Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, mengatakan ada dua perangkat daerah yang berubah nomenklatur sesuai dengan rancangan peraturan daerah.

Tentang perubahan kedua atas Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi Kalimantan Barat.

Dua perangkat daerah tersebut adalah Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral serta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman.

“Sesuai dengan Nomenklatur yang ada dari Pusat, disampaikan ke kita bahwa Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu dihapuskan menjadi wewenang pusat, sehingga nanti kita di Provinsi itu tidak ada ESDM lagi, dan disesuaikan kembali tugas pokok dan fungsinya, serta dialihkan ke bidang yang menangani urusan perindustrian dan perdagangan. Jadi nanti untuk urus pertambangan langsung ke Pusat,” tegas Wakil Gubernur di Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Selasa (12/1/2021).

Ditambahkannya, bahwa akan ada tambahan urusan pertanahan pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman.

“Karena ada penambahan penyelenggaraan urusan pertanahan, maka tugas dan fungsi pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman nanti juga ada penambahan,” jelas Ria Norsan.

Wakil Gubernur Ria Norsan bersama jajarna Kepala Perangkat Daerah Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat hadir mendengarkan penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Provinsi Kalimantan Barat atas penjelasan Gubernur Kalimantan Barat terhadap perubahan kedua Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi Kalbar.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM), bahwa pemerintah daerah diwajibkan untuk memprioritaskan urusan pemerintahan wajib yang terkait dengan pelayanan dasar.

Di dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah telah diatur bahwa ada enam urusan wajib pemerintah daerah yang terkait dengan pelayanan dasar dengan menerapkan SPM. Keenam urusan tersebut adalah pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat dan kawasan permukiman, ketentaraman dan ketertiban, serta perlindungan masyarakat dan urusan sosial.

Berdasarkan pertimbangan hal tersebut, maka pemerintah provinsi memandang perlu untuk melakukan penataan ulang terhadap tugas dan fungsi perangkat daerah guna mewujudkan otonomi daerah. Dalam pandangannya setiap fraksi menyatakan perlu dilakukannya perubahan kedua atas Perda Nomor 8 Tahun 2016 tersebut.

Wakil Gubernur mengatakan pemerintah provinsi siap untuk memberikan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Provinsi Kalbar esok Rabu, 13 Januari 2021.

“Besok jawaban kita (13/01/2021) , setelah itu mereka bentuk Pansus, baru kemudian pendapat akhir,” pungkasnya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Lintas Kalbar

Gubernur: “Kalau Dilihat Masyarakat Untuk Swab Saja Masih Malas”

Published

on

Gubernur: "Kalau Dilihat Masyarakat Untuk Swab Saja Masih Malas"
Sosialisasi Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Kalimantan Barat secara virtual. Dalam kegiatan ini, turut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kalbar, Ir. Sukaliman, M.T., dan Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, dr. Harisson, M.Kes.

Gencil News – Gubernur Kalbar Sutarmidji dalam acara sosialiasi pelaksanaan Vaksinasi Covid-19, menyentil masyarakat yang masih ragu dengan adanya vaksin covid-19. Menurut Gubernur, keraguan yang timbul itu akibat masyarakat yang belum mendapatkan informasi yang benar.

“Kalau dilihat masyarakat Kalbar yang datang untuk swab saja masih malas, apalagi untuk melakukan vaksinasi. Saya berharap sosialisasi ini terus dilakukan karena pemerintah tidak mungkin ingin mencelakakan masyarakatnya. Semua ini dilakukan untuk kebaikan bersama,” ucap Gubernur.

Kemudian Gubernur menyampaikan soal pentingnya vaksin, dengan tujuan  melindungi masyarakat dari Covid-19 agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi.

“Vaksinasi diperlukan untuk membuat masyarakat kita kuat atau kebal dan bisa menangkal keterjangkitan Virus Corona tersebut. Kalau masyarakat imunitasnya sudah kuat dan sudah punya antibody virus, maka pasti interaksi satu dengan yang lainnya akan lebih leluasa. Kalau lebih leluasa maka akan ada pertumbuhan atau perkembangan dari bidang ekonomi maupun sosial,” jelas Gubernur Kalbar.

Mantan Wali Kota Pontianak dua periode ini juga menjelaskan kepada seluruh tenaga yang berada pada garda depan untuk mempersiapkan diri mendapatkan vaksin.

“Saya berharap tenaga kesehatan harus mempersiapkan diri karena nakes merupakan tulang punggung untuk merawat yang terpapar virus. Setelah itu TNI/Polri karena bagian penegakan dalam mendisiplinkan masyarakat,” pungkasnya.

Continue Reading

Lintas Kalbar

Sutarmidji Sayangkan Mempawah Dan KKU Tak Kirim Sampel SWAB

Published

on

By

Sutarmidji Sayangkan Mempawah Dan KKU Tak Kirim Sampel SWAB
Gubernur Kalimantan Barat H. Sutarmidji, S.H, M. Hum, wanti-wanti Mempawah dan Kayong Utara Karena Tak Kirim Sampel Swab

Gencil NewsGubernur Kalimantan Barat Sutarmidji angkat bicara terkait kasus Covid-19 di daerahnya yang belum mereda.

Dia menilai beberapa daerah yang kekinian mulai kendor mengirimkan sampel swab ke Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar. Hal itu mempengaruhi upaya penanganan Covid-19.

Padahal dengan mengirimkan sampel swab warga untuk mengetahui keterjangkitan akan virus corona.

Ia menyoroti Kabupaten Kayong Utara (KKU) dan Mempawah yang dianggap pengiriman sampel swabnya menurun drastis.

Sementara di Kabupaten Bengkayang, dia menyebut terjadi penurunan kasus Covid-19 selama lima hari terakhir.

“Karena mengirim 100 sampel dan dari sample tersebut terdapat keterjangkitan tak sampai 10 persen di Bengkayang daan Sambas juga. Kalau Kabupaten Kayong Utara (KKU) tidak bisa prediksi karena Swab untuk Covid tidak ada,” ungkap Gubernur Kalbar Sutarmidji saat menjadi Pembicara Seminar Outlook Ekonomi 2021 di Hotel Mercure, Kamis (21/1/2021).

Ia meminta Kabupaten Mempawah untuk berhati-hati akan kasus Covid-19 yang terjadi.

“Mempawah juga tu, bahaya karena tidak melakukan Swab, seperti Landak saat ini turun,” tegasnya

Sutarmidji menegaskan penanganan penting untuk dilakukan demi memutus penularan Covid-19

“Jika infeksi maka memerlukan biaya yang besar untuk satu orang dalam penanganan hingga pasien tersebut negatif,” jelasnya

Menurutnya perkembangan Covid-19 daerah Kalbar, jika nilai viral load jutaan maka harus melihat dari mana dan berinteraksi dari luar Kalbar sehingga tau polanya.

“Mengetahui kasus jika seseorang memiliki viral load tinggi dari mana dan berinteraksi dengan orang luar Kalbar itu yang harus dipantau. Lebih dari separuh yang meninggal di Kalbar kasus virusnya berasal dari luar,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sutarmidji menyesalkan masih banyak orang yang meremehkan virus Covid-19.

“Jangan meremehkan Covid-19, kemarin ditangani BPJS, satu orang klaimnya bisa mencapai Rp475 juta. Jika orang flu terlihat namun jika ada virus tidak terlihat karena OTG namun jika menjangkit ke orang yang Comorbid itu yang bahaya,” pungkasnya.

Continue Reading

Lintas Kalbar

Sutarmidji: “Jangan Percaya Orang Tak Jelas Yang Menawarkan Jasa”

Published

on

Sutarmidji Jangan Percaya

Gencil News – Gubernur Kalbar Sutarmidji saat penyerahan empat jenazah SJ182 kepada keluarga, mengingatkan kepada keluarga korban. Untuk tidak percaya, jika ada oknum atau siapapun yang tidak jelas keberadaannya menawarkan jasa untuk membantu.

Sutarmidji menekankan bahwa untuk urusan pengurusan kepulangan hingga pemakaman jenazah dari kecelakaan SJ182, pihaknya dan Pemda Setempat akan membantu dan mengawal sampai proses selesai.

“Perlu saya ingatkan, jangan berhubungan dengan orang-orang yang ingin memberikan jasa, tapi tidak jelas. Seluruh hak dan kepentingan korban, serta ahli warisnya, sudah ada aturan yang mengaturnya. Jadi, jangan percaya orang yang ingin memberikan jasa tapi tidak jelas,” ingatnya.

Gubernur Kalbar juga mengingatkan kepada keluarga korban, jika membutuhkan bantuan silahkan untuk menghubungi Pemda setempat. Bahkan ia juga menawarkan bantuan dari Pemprov Kalbar.

“Kalau memang dibutuhkan ke provinsi, boleh ke provinsi,” tegas Sutarmidji.

Kamis (21/1/2021) bertempat pada halaman VIP Pemda Provinsi Kalbar, Bandara Supadio Kubu Raya. Badan SAR Nasional Pontianak menyerahkan sebanyak empat jenazah SJ182 .  Selanjutnya Gubernur Kalbar menyerahkannya kepada pihak keluarga.

 Keempatnya atas nama Almarhum Kolisun asal Kabupaten Sambas, Almarhum Mulyadi asal Kabupaten Sintang, Almarhum Shinta asal Kota Pontianak, dan Almarhum Andi Syifa Kamila asal Kota Pontianak.

Kemudian sebanyak empat jenazah tersebut akan menuju ke rumah duka, dan akan menjalani proses pemakaman pada daerah masing-masing.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, saya sampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban agar tetap tabah,” ungkap H. Sutarmidji.

Estimated reading time: 2 minutes

Continue Reading

TRENDING