Connect with us

Lintas Kalbar

Wagub Kalbar Terima Laporan Grand Design tentang Kependudukan

Published

on

Wagub Kalbar Terima Laporan Grand Design tentang Kependudukan
Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), H. Ria Norsan, menerima audiensi Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat terkait penyusunan buku Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK).

 Gencil News – Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), H. Ria Norsan, menerima audiensi Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat terkait penyusunan buku Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK).

Wagub Kalbar menjelaskan tujuan dari BKKBN Prov. Kalbar berkunjung untuk menyerahkan hasil laporan grand design tentang kependudukan.

“BKKBN datang hanya menyerahkan hasil laporan grand design tentang kependudukan, kemudian masyarakat yang ber-KB, masyarakat yang menggunakan kontrasepsi. Tujuannya membuat satu grand design kependudukan (data-data tentang kependudukan).,” Jelas Wagub di Ruang Kerja, Selasa (15/09/2020).

H. Ria Norsan juga menjelaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sendiri akan mempunyai satu data yang sudah di-Pergub-kan oleh Gubernur Kalbar.

“Nanti kita punya satu data yang bisa diakses untuk seluruhnya, sebagai contoh data tentang pertanian, berapa cadangan beras di Bulog, kemudian lahan pertanian berapa luasnya, hasilnya berapa,” jelas Wagub Kalbar.

Wagub mengungkapkan grand design ini diperlukan, apabila akan membuat sebuah perencanaan kedepannya, maka data ini harus solid dan valid.

“Sehingga dengan data yang solid ini, kita bisa membuat perencanaan yang matang dan hasil yang maksimal,” ungkap Wagub Kalbar.

Kepala Perwakilan BKKBN Prov. Kalbar, Tenny Calvenny Soriton, ditempat yang sama mengatakan, grand design bisa digunakan untuk bahan menentukan kebijakan di Kalbar terutama masalah kependudukan di Kalbar.

“Penyusunan grand design ini tidak hanya dilakukan oleh BKKBN tapi melibatkan instansi terkait seperti BPS, Diskes, Dukcapil, Bappeda, mitra lainnya dan serta organisasi yang terkait dengan kependudukan,” ungkapnya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Lintas Kalbar

Hasil Swab Gubernur Kalbar Negatif, Ketahui Fakta-Faktanya

Published

on

Hasil Swab Gubernur Kalbar Negatif, Ketahui Fakta-Faktanya
Gubernur Kalimantan Barat H.Sutarmidji, SH, M.hum - Foto 29 juli 2018 (dok)

Gencil News – Hasil Swab terhadap Gubernur Kalbar dipastikan negatif berdasarkan hasil pengujian sampel yang dilakukan di laboratorium Untan Pontianak.

Hasil swab Gubernur Kalbar dipastikan negatif, diperkuat pernyataan dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson.

Dari hasil pengujian sampel swab berdasarkan pemeriksaan pada tanggal 23 dan 24 September 2020, telah ditemukan hasil pengujian swab, yaitu 34 orang terkonfirmasi positif covid-19.

Adapun rinciannya pasien terkonfirmasi ini adalah, sbb:

  • Singkawang = 8
  • Pontianak = 8
  • Mempawah = 5
  • Kubu Raya = 7
  • Landak = 5
  • Melawi = 1

Untuk tempat pengujian swab adalah :

  • Laboratorium Untan
  • TCM Soedarso
  • RSUD Abdul Aziz
  • Mobile PCR Sintan

Ajudan Gubernur Kalbar Terkonfirmasi Positif Covid-19

Dari 34 yang dinyatakan terkonfirmasi positif covid-19, satu diantaranya adalah Ajudan Gubernur Kalimantan Barat. Dari hasil tracing orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan Ajudan Gubernur, dilakukan uji swab.

Lokasi pengujian adalah di Laboratorium Untan Pontianak. Dan dari hasil pengujian ditemukan hasil positif Covid-19.

Tindakan Gubernur Kalbar

Setelah mendapatkan kabar bahwa ajudannya terkonfirmasi positif Covid-19. Sutarmidji memerintah agar semua orang yang pernah kontak dengan ajudan untuk diperiksa kesehatannya.

Yang kemudian dilakukan untuk isolasi mandiri. Dan kondisi mereka akan terus diawasi oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar.

Sutarmidji mengintrusikan agar seluruh personel di lingkungan Kantor Gubernur Kalimantan Barat untuk melakukan uji usap. Termasuk personel di ruang Data Analytic Room.

Dinas Kesehatan telah melakukan penyemprotan disinfektan diseluruh ruangan di Kantor Gubernur. Sebagai tindakan untuk mensterilkan ruangan yang setiap harinya menjadi lalu lintas orang yang dinyatakan positif covid-19.

Gubernur Bersikeras Lakukan Uji Swab, Dirinya beserta keluarga

Sutarmidji minta Dinas Kesehatan untuk melakukan uji usap kepada dirinya dan keluarga. Hal ini dilakukan sebagai tindakan untuk mendiagnosis keberadaan virus covid, apakah menjangkiti atau tidak.

Berdasarkan pernyataan dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, dr Harisson mengatakan.

Dari hasil pemeriksaan pertama kepada Sutarmidji dan Keluarga hasilnya adalah negatif.

Tak puas dengan 1 kali pengujian, Gubernur meminta kembali agar dirinya dan keluarga di uji usap ulang.

Dari hasil pengujian kedua yang dilakukan di Laboratorium Untan, diketahui dan dipastikan hasilnya adalah negatif.

“Pak Gubernur ingin meyakinkan bahwa hasil swab benar negatif. Jadi kami ulang lagi test swab Pak Gubernur dan kita masukan lagi di Lab Untan dan ternyata hasilnya negatif ,” ungkap Harisson.

Harisson juga mengatakan bahwa apa yang dilakukan Gubernur dalam menerapkan protokol kesehatan patut ditiru masyarakat.

Ia mengatakan bahwa Gubernur telah melakukan serangkai usaha pencegahan, seperti menggunakan masker, sarung tangan dan menjaga jarak.

“Kalau saya perhatikan wajar hasil pemeriksaan Gubernur Kalbar negatif karena Pak Gubernur sangat taat dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan ,” pungkasnya.

Continue Reading

Lintas Kalbar

Wagub Kalbar Sebut Penyakit Rabies Dapat Dicegah

Published

on

Wagub Kalbar Sebut Penyakit Rabies Dapat Dicegah

Gencil News – Wagub Kalbar Sebut Penyakit Rabies Dapat Dicegah . Wagub Kalbar Ria Norsan menyebutkan rabies merupakan penyakit infeksi akut pada sistem syaraf yang disebabkan oleh virus rabies.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), H. Ria Norsan yang menghadiri Webinar Komunikasi, Informasi dan Edukasi Zoonosis (KIE Zoonosis) dalam rangka Peringatan Hari Rabies Sedunia Tahun 2020.

“Rabies merupakan penyakit yang sangat mematikan/berbahaya dan bersifat zoonosis yaitu dapat menular dari hewan ke manusia,” ujar Wagub Kalbar.

Untuk Kalbar pada tahun 2019 tercatat 44,07 persen terjadi pada anak usia dibawah 15 tahun, anak-anak lebih berisiko menjadi korban gigitan, karena anak-anak sering bermain dengan hewan,” jelas Wagub Kalbar.

H. Ria Norsan juga mengungkapkan bahwa penyakit rabies ini dapat dicegah apabila seseorang terkena gigitan hewan rabies.

“Penyakit rabies ini dapat dicegah jika terkena atau terluka gigitan hewan gila atau rabies, mencuci bekas luka atau air sabun, harus dengan air yang mengalir selama 15 menit, kemudian dibawa ke rumah sakit setempat atau puskesmas supaya diberikan vaksin anti rabies” ungkap H. Ria Norsan di Ruang Data Analityc, Kamis (24/09/2020).

Wagub Kalbar juga berpesan kepada masyarakat atau pemilik hewan khususnya anjing, dapat memelihara anjingnya dengan sebaik-baiknya.

“Jangan lupa memberikan vaksin kepada anjing tersebut supaya bebas dari penyakit rabies,” pesan Wagub Kalbar.

Wagub Kalbar juga menambahkan. Berdasarkan data dari WHO, sebagian besar korban kasus rabies sekitar 30-60 persen adalah anak-anak usia dibawah 15 tahun.

Continue Reading

Lintas Kalbar

Gubernur Kalbar Umumkan Hasil Swab Dirinya, Ajudan Terpaksa Diisolasi

Published

on

Gubernur Kalbar Umumkan Hasil Swab Dirinya, Ajudan Terpaksa Diisolasi

Gencil News – Gubernur Kalbar Umumkan Hasil Swab Dirinya, Ajudan Terpaksa Diisolasi. Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji umumkan hasil pemeriksaan swab dirinya dan ajudan. Dari hasil pemeriksaan uji usap telah diketahui, bahwa ajudan dari Gubernur Kalbar dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

“Ada ajudan juga yang positif, dalam kandungan hasil swab mereka ada virus, tapi masih rendah, seperti ada yang 7, 15, 70, tapi ada diatas 500 copies virus,”ujar Sutarmidji.

Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa ajudannya Gubernur Kalbar terkonfirmasi positif tanpa gejala. Sutarmidji langsung memerintahkan ajudannya untuk melakukan isolasi secara mandiri.

“Kandungan virusnya kecil biasanyakan ada yang mencapai jutaan virus. Meskipun kandungan virusnya kecil, jadi mereka saya suruh isolasi,” ujarnya.

Dalam kesempatannya yang sama. Gubernur Kalbar pun mengumumkan hasil swab dirinya. Dari dua kali uji swab diketahui bahwa hasilnya adalah negatif.

“Kalau saya sudah 2x swab Alhamdulillah hasilnya negatif,” ucap Midji.

Untuk itu Sutarmidji mengingatkan agar masyarakat jangan lengah, tetap menjaga diri dan keluarga. Dengan menjalani perilaku hidup sehat, mencuci tangan dan jaga jarak.

Gubernur Kalbar mengatakan bahwa dengan pola hidup sehat dan taat protokol kesehatan adalah cara ampuh untuk melindungi dari terjangkit virus corona.

Continue Reading

TRENDING