Pembagian 6000 Sertifikat Tanah Untuk Masyarakat Kalbar

Pembagian sertifikat tanah sebanyak 6000 dibagikan secara simbolis kepada masyarakat Kalimantan Barat meliputi 14 Kabupaten/Kota yang ada.

Pembagian 6000 Sertifikat Tanah  Untuk Masyarakat Kalbar
Pembagian 6000 Sertifikat Tanah Untuk Masyarakat Kalbar


Pembagian sertifikat diserahkan langsung oleh Mentri Agraria di Rumah Radangk Kota Pontianak dan dihadiri oleh sekitar ribuan masyarakat Kalbar. 


Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil mengatakan jika konflik tanah sering terjadi ditahun sebelumnya sehingga Presiden RI, Joko Widodo menitahkan untuk menyelesaikan sertifikat diseluruh Indonesia.

“Pertama kali ditargetkan lima juta sertifikat tanah dan Agraria mampu melampaui lebih dari lima juta dengan dukungan seluruh instansi,” ungkap Sofyan Djalil disela-sela Penyerahan Sertifikat Tanah untuk Rakyat di Rumah Radangk, Pontianak, Kalbar, Rabu (24/4).

Tahun 2018, ia menjelaskan dari lima juta yang ditargetkan, Agraria berhasil menyelesaikan sertifikat menjadi 7juta sertifikat dengan target 9,3 juta sertifikat meski semua tidak berhasil dalam proses sertifikat karena sengketa, warisan, atau saat diukur orangnya tidak ditempat dan kendala lainnya.

Baca juga   BPJS Sasar ADD Se-Kalbar

“Target 2019 menjadi 9juta sertifikat dengan capaian 11 juta sertifikat dan sebelum 2025 tanah akan didaftarkan diseluruh Indonesia,” tegasnya. 


Beberapa kawasan seperti di Bali seluruh Provinsinya telah terdaftar, dan tahun ini seperti Magelang, Solo dan Jakarta akan segera lengkap terdaftar. “Tentu diimbangi dengan tindak lanjut terkait mafia tanah agar masyarakat terjamin dengan haknya,” urainya. 


Dengan adanya sertifikat selain dapat dengan mudah meminjam uang di Bank, tentu akan meningkatkan perekonomian rakyat yang akan mensejahterakan masyarakat luas.

“Sehingga masyarakat tidak perlu lagi ke rentenir karena sekarang masyarakat sudah bisa pinjam di Bank dengan menunjukkan sertifikat. Di Kalsel katanya kemarin pinjam direntenir dengan 48, artinya minjam 4juta bayarnya 8juta. Maka dengan sertifikat akan memudahkan masyarakat Indonesia,” paparnya. 


Gubernur Kalbar Sutarmidji mengakui sangat mendukung program pemerintah pusat meski terkendala karena e-Ktp. “Kedepan tentu seluruh pihak menjadi catatan dan harus dipermudah karena sisa dari mereka yang belum selesai karena e-Ktp,” kata Gubernur Kalbar.

Baca juga   Sutarmidji: Saya Berada di Masyarakat Beriringan Menjaga Keberagaman

Kegiatan ini menjadi perhatian sehingga lahan milik pemerintah harus digenahkan secara keseluruhan.

“Sertifikat tanah sejauh ini di Indonesia telah terbit sebanyak 46juta dan yang akan terbit sebanyak 26juta sertifikat dengan waktu 4tahun saja semenjak 2019 ini. Dan ini menjadi salah satu program nasional yang sangat sukses,” jelasnya. 


Program yang sangat menyentuh, diakui Gubernur Kalbar H. Sutarmidji dengan percepatan akses perekonomian maka kredit produktif yang akan dihadapi oleh bidang permodalan.

“Ini menjadi perhatian karena menjadi program nasional yang sangat menyentuh bagi masyarakat Kalbar dan Indonesia pada umumnya,” jelasnya lagi. 


Kakanwil Agraria Kalimantan Barat, Abdul A Samad menambahkan dari 140 bidang yang ada target mencapai 99,01 persen tercapai dan sisanya dikarenakan terkendala oleh e-Ktp. “Tentu di 2019 ini sisa yang terkendala akan terus kita perbaiki,” tuturnya.

Penulis : Gencil News
Editor : Gencil News
Sumber : Gencil News