Connect with us
Ayam Bakar Menu Andalan Sugeban, Terkenal Sejak Tahun 1992 Ayam Bakar Menu Andalan Sugeban, Terkenal Sejak Tahun 1992

Bisnis

Ayam Bakar Menu Andalan Sugeban, Terkenal Sejak Tahun 1992

Randy Tirtana Pengelola Kafe dan Resto Sugeban Pontianak

Published

on

GENCIL NEWS – Berdiri sejak tahun 1992, Ayam Bakar Sugeban  telah menjadi Brand Restoran terkenal di Kota Pontianak. Berbagai aneka menu pilihan terbaik dapat anda nikmati di sini bersama keluarga, rekan, atau orang tersayang.

Menu unggulan di sini yang musti Anda coba adalah Ayam Bakar yang dibuat bumbu rempah pilihan, kemudian diolah dengan proses pembakaran (arang). Ditambah rempah-rempah terbaik khas keluarga yang menjadikan Ayam Bakar Sugeban sangat terkenal dan banyak dinikmati oleh pelanggan.

Nama Sugeban terdiri dari dua suku kata. Suku kata pertama berasal dari Bahasa Jawa ‘sugih’ yang artinya kaya. Suku kata kedua yaitu ‘ban’, yang sifatnya berputar.

“Jadi kalau digabungkan kira-kira kekayaan atau kemakmuran yang terus menerus, Insya Allah,” ungkap Randy Tirtana Pengelola Kafe dan Resto Sugeban.

Kafe dan restoran yang dirintis pada tahun 1992 ini awalnya adalah bisnis rumahan yang menyajikan makanan rumahan. Salah satu menu yang terkenal di sini adalah Ayam Bakar Sugeban.

“Awalnya Sugeban ini adalah bisnis rumahan. Bumbu diracik sendiri oleh Ibu. Saya waktu itu masih SD. Jualnya juga door to door kepada keluarga yang kerja di Bank, tetangga-tetangga,”jelasnya.

Berjalan enam bulan Sugeban dibanjiri permintaan hingga akhirnya tercetus ide untuk membuka restoran demi melayani permintaan konsumen secara langsung.

“Dulu tidak semua orang punya telpon, kami jadi agak keteteran. Ketika ada permintaan banyak yang mendadak (datang langsung-red), karena kami pada saat itu tidak banyak menyiapkan pesanan. Lalu dari situ bapak dan ibu harus mencari tempat. Nah ini yang menjadi cikal bakal dari Sugeban. Awalnya tempat jualan kami ini seperti kantin, beratapkan daun dan tiang dari kayu, Alhamdulillah akhirnya sampai sekarang, Kami telah memiliki tempat yang layak untuk dikunjungi ” Kenang Randhy Tirtana.

Mampu eksis hingga dua puluh delapan tahun menjadi prestasi tersendiri bagi Sugeban. Terutama ketika bisnis kuliner menjamur di Pontianak. Kafe dan Resto Sugeban menyiapkan strategi untuk menjaga pelanggan setianya.

Menargetkan semua kalangan


Selain menu makanan yang ‘rumahan’ banget, keunikan Sugeban terletak pada konsep yang diusungnya yaitu Cafe Resto and celebration. Sugeban berharap kafe dan restorannya menjadi tempat perayaan bagi setiap orang.

Celebration ini ya memang segala macam keinginan orang mau ngerayain apa aja di sini, mau ulang tahun, pesta pernikahan, atau apapun itu acaranya, di Sugeban tempatnya,” ungkap Randhy Tirtana.


Jika anda berkunjung ke Sugeban di Jalan Alianyang. Pengunjung akan disuguhi tiga konsep dekorasi yang berbeda dalam satu kafe dan restoran.

“Kami menyediakan lounge. Ada sofa untuk mereka yang ingin bersantai, biasanya diisi oleh eksekutif muda. Ada pula lesehan untuk keluarga. Sedangkan yang garden cocok untuk remaja, karena Sugeban juga ada pertunjukan live music,” paparnya.

Sugeban tak hanya menargetkan pasar yang spesifik untuk bisnisnya. Semua segmen usia dibidik Sugeban.

Jemput bola


Promosi menjadi aktivitas terpenting dalam sebuah bisnis, termasuk kuliner. Sugeban awalnya gencar berpromosi melalui brosur, kini kehadiran internet dan media sosial juga dimanfaatkannya.

Komentar dari tamu yang langsung hadir di restoran maupun dari pengunjung di media sosial. Ini menjadi masukan berarti bagi Restoran Sugeban. Restoran dan Kafe Sugeban juga menginformasikan promo-promo kepada pengunjung lewat pesan singkat di hape dan media sosial.


“Misalnya ada menu-menu promo dari Sugeban, kita akan menginformasikan kepada pengunjung yang pernah datang, dan dari media sosial kami pun, anda bisa mengetahui promo dari kami” jelas Randhy.

Sugeban juga menyediakan kartu member yang persyaratannya yaitu mencantumkan tempat tanggal lahir. Melalui kartu member inilah Sugeban menarik konsumennya jadi pelanggan setia.

“Kita jemput bola. Sebelum hari H ulang tahun, sebulan atau dua minggu sebelumnya, sudah kami hubungi. Sugeban menyediakan makan gratis dan diskon khusus bagi yang berulang tahun. Biasanya kalau orang ulang tahun kan bingung mau makan apa dan di mana. Nah, dengan adanya pelanggan yang telah menuliskan informasi yang bisa dihubungi, maka kami akan menghubungi mereka,” jelas Randhy.

Ia mengakui strategi promosi tersebut sangat berpengaruh terhadap kenaikan jumlah tamu, meskipun tak dipungkiri setiap bisnis ada kalanya pasang surut.

Buat standardisasi


Selain dengan promosi jemput bola, hal yang tak kalah penting lagi yaitu kesiapan restoran untuk menerima tamu. Dalam sehari Sugeban menerima tamu dengan berbagai macam karakter. Tentunya kesiapan layanan dari para staf sangat penting.

“Ketika tamu datang kita harus siap. Dalam artian karyawan kami siap melayani para tamu yang datang dengan berbagai karakter. Jadi, kita harus punya satu standar. Seperti apapun tamu yang datang, kami selalu maksimal melayani,” paparnya.

Tak hanya kesiapan staf, kualitas dan ketersediaan makanan juga perlu diperhatikan. Randhy mengakui terkadang tak mudah bagi sebuah bisnis kuliner untuk mempertahankan kualitas makanan yang konsisten. Namun Sugeban selalu berusaha menjaga kualitas makanan dengan membuat standardisasi pengelolaan dapur.

“Di dapur juga kita punya standardisasi. Untuk menciptakan makanan yang baik, hal-hal dasar seperti cara memotong, memerlakukan bahan makanan ada standarnya. Contoh, ikan jika sudah dalam keadaan beku lalu kita rendam sebelum diolah, itu cara yang salah. Rasa ikan sudah beda. Ada cara untuk mempertahankan rasa ikan, tapi enggak dengan cara seperti itu,” ujarnya.

Tantangan masa kini


Setiap bisnis pasti punya tantangannya masing-masing. Diakui Randhy tantangan yang kerap dihadapi bisnisnya adalah persoalan SDM dari segi kualitas yang sangat berbeda dibanding dulu. Tantangan lainnya adalah ketika harga bahan pangan naik.

“Ketika harga naik, kita harus ambil karena butuh. Ketika harga turun, kita juga harus ambil karena tukang ayam minta dibantu menghabiskan stok,” jelasnya.

Soal persaingan dengan bisnis kuliner lainnya yang tengah menjamur di Pontianak, Randhy menganggap hal yang lumrah jika berbagi konsumen dengan yang lainnya. Baginya yang terpenting adalah mempertahankan kualitas.

Menutup sesi wawancara, Randhy mengatakan jika ingin berbisnis tak perlu takut. “Yang pertama kita harus tahu, apa yang jadi kelebihan kita. Fokus saja disitu. Dengan kita tahu apa kelebihan kita, itu kita sudah dua langkah di depan orang lain. Dan kita diciptakan dengan kelebihan, cuma kitanya yang kadang-kadang belum tahu,” tutupnya.

So, jangan lupa untuk berkunjung ke kafe dan Resto Sugeban. Jalan Alianyang nomor 36 Pontianak. Telpon (0561) 767-128 buka setiap hari dari jam sembilan pagi. Sugeban juga melayani pembelian “take away” di outlet jalan Teuku Umar dan Jalan Purnama, Pontianak. (cus)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Bisnis

Presiden Buka Opsi Gabungkan BUMN Pariwisata dan Penerbangan

Published

on

Presiden Buka Opsi Gabungkan BUMN Pariwisata dan Penerbangan
Presiden Jokowi wacanakan opsi penggabungan BUMN Pariwisata dan Penerbangan dalam Rapat Terbatas, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (6/8) (Setpres RI).

GENCIL NEWS – Presiden Joko Widodo buka opsi untuk menggabungkan BUMN sektor Pariwisata dan Penerbangan. Presiden Joko Widodo melihat sektor pariwisata dan penerbangan merupakan sektor yang terkoreksi paling dalam.

Menurut Presiden  jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke tanah air pada triwulan kedua hanya mencapai 482.000 saja, anjlok 87 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Jokowi mengatakan momentum ini seharusnya bisa dijadikan ajang perbaikan dan transformasi, termasuk merealisasikan opsi membentuk holding dan super holding pada kedua sektor ini.

Holding BUMN pada dasarnya adalah BUMN yang berfungsi sebagai perusahaan induk dari perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bisnis yang sama.

Perusahaan induk ini memiliki saham di perusahaan-perusahaan yang menjadi anaknya, dan bertanggung jawab meningkatkan kinerja mereka sehingga memiliki nilai pasar. Super holding merupakan gabungan dari holding-holding BUMN itu.

“Juga kemungkinan penggabungan BUMN penerbangan dan pariwisata sehingga arahnya menjadi semakin kelihatan. Sehingga next pandemic, fondasi ekonomi di sektor pariwisata dan transportasi akan semakin kokoh dan semakin baik dan bisa berlari lebih cepat lagi ,” ungkap Jokowi dalam Rapat Terbatas, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (6/8).

Jumlah Bandara di Indonesia Terlalu Banyak

Dalam kesempatan ini Jokowi juga menyinggung jumlah bandara yang terlalu banyak, dan juga tidak merata. Saat ini, Indonesia memiliki 30 bandara internasional, namun lalu lintas penerbangan hanya terpusat di empat bandara internasional saja.

“Apakah diperlukan sebanyak ini? Negara-negara lain saya kira nggak melakukan ini. Coba dilihat dan sembilan persen lalu lintas terpusat hanya di empat bandara artinya kuncinya ada di empat bandara ini di Soekarno-Hatta di Jakarta, Ngurah Rai di Bali, Juanda di Jawa Timur dan Kualanamu di Sumatera Utara,” jelasnya.

Jokowi mengatakan ke depan pihak terkait harus menentukan bandara internasional mana saja yang berpotensi menjadi internasional hub, yang sesuai dengan fungsi, posisi geografis dan karakteristik wilayahnya.

“Ada delapan bandara internasional yang berpotensi menjadi hub dan superhub. Kembali lagi Ngurah Rai, Soekarno-Hatta, Yogyakarta, Balikpapan, Hasanuddin, Sam Ratulangi dan Juanda di Surabaya,” imbuhnya.

Harus Ada Lompatan Besar di Sektor Pariwisata dan Penerbangan

Agar bisa bertahan, baik sektor pariwisata maupun penerbangan harus melakukan perbaikan besar-besaran.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyebut ekosistem pariwisata dan penerbangan harus didesain dengan manajemen yang lebih terintergrasi. Ia mengatakan, perlu adanya konsolidasi dari hulu sampai ke hilir.

“Mulai dari airline management, bandaranya, manajemen layanan penerbangannya yang tersambung tentu saja dengan manajemen destinasi tersambung dengan manajemen hotel dan perjalanan dan bahkan sampai kepada manajemen dari produk-produk lokal dan industri kreatif yang kita miliki,” jelasnya.

Holding BUMN Pariwisata dan Penerbangan Dinilai Tidak Tepat

Pengamat penerbangan Alvin Lie mengatakan wacana Jokowi untuk menggabungkan BUMN pariwisata dan penerbangan kurang tepat.

Alvin mengatakan kedua sektor tersebut mempunyai ekosistem dan stakeholder yang berbeda-beda.

“Jadi terlalu sempit kalau hanya melihat aspek pariwisata dengan penerbangan. Dan pariwisata ini tidak hanya penerbangan. Pariwisata ini kan juga banyak, termasuk juga aspek budaya, tradisi, aspek pelestarian alam. Ini kan saya melihat terlalu simplistic kalau menggabungkan antara pariwisata dan penerbangan. Termasuk penerbangan ini kan ada kargo dan sebagainya, yang juga selalu berurusan dengan pariwisata. Dan pariwisata juga tidak hanya penerbangan,” ujar Alvin.

Menurutnya jika ingin menggabungkan kedua sektor tersebut Jokowi haruslah mengkaji opsi itu secara komprehensif. Upaya perbaikan kedua sektor ini, kata Alvin, tidak selalu dengan menggabungkan BUMN.

“Karena BUMN itu kan ada visi, misi, politik dan misi bisnis. Kalau BUMN wisata dicampur dengan penerbangan apa iya cocok? Kemudian misalnya Garuda punya anak perusahaan yang berkaitan dengan pariwisata, ya baik-baik saja, kemudian pariwisata berkembang ada travel agensi ya baik-baik saja, tapi kalau misalnya digabungkan, itu perlu kajian bisnis yang lebih komprehensif lagi,” jelasnya.

Pemerintah Harus Realistis

Lebih jauh, Alvin menilai bahwa pemerintah harus lebih realistis dalam keadaan yang sulit ini. Menurutnya, sektor pariwisata dan penerbangan membutuhkan waktu yang lama untuk bisa bangkit. Jadi, untuk bisa menggenjot perekonomian tanah air, pemerintah tidak bisa mengandalkan kedua sektor ini dalam kurun waktu yang cukup lama.

Pemerintah, kata Alvin bisa memaksimalkan sektor lain yang tidak terlalu berdampak terhadap pandemi untuk bisa menggerakan perekonomian Tanah Air seperti sektor pelayanan kesehatan dan sektor kebutuhan pangan.

“Apakah realistis dalam kondisi seperti ini, berharap ada pariwisata domestik, ketika sebagian besar masyarakat kita ini masih berperang terhadap Covid-19, menahan diri tidak keluar rumah, bahkan untuk naik pesawat masih khawatir. Fokusnya adalah pada pemulihan daya beli, mereka yang dirumahkan, atau yang mengalami penurunan penghasilan,” jelasnya.

“Sekarang ini fokusnya adalah memulihkan kondisi ekonomi keluarganya dulu. Mood atau suasana kebatinan masyarakat kita ini belum memikirkan pariwisata. Dan kalau kita memang mau menggalakkan wisata kita harus mampu mengatasi kekhawatiran masyarakat tentang kesehatannya bagaimana,” imbuhnya. 

Continue Reading

Bisnis

Restoran Mewah Milik Diaspora Indonesia di Tengah Pandemi di Amerika

Published

on

Restoran Mewah Milik Diaspora Indonesia di Tengah Pandemi di Amerika

GENCIL NEWS – VOA – Imbas pandemi COVID-19 dirasakan lebih keras pada restoran kelas atas yang mengandalkan pelanggan untuk datang dan menikmati sajian mewah.

Dua diaspora Indonesia, pemilik restoran di Amerika, menghadapi imbas tersebut secara berbeda.

Pandemi COVID-19 menghancurkan industri restoran. Padahal, industri tersebut mempekerjakan lebih dari 15 juta karyawan dan diproyeksikan menghasilkan sekitar $899 miliar tahun ini, menurut data National Restaurant Association, asosiasi restoran Amerika.

Yono Purnomo adalah pemilik sekaligus executive chef di Yono’s, restoran kelas atas di Albany, ibukota negara bagian New York.

Ketika negara bagian New York harus menjalani Pembatasan Sosial Berskala Besar, Yono terpaksa menutup restorannya mulai 16 Maret.

“Terus saya pikir, kita mau jadi apa nih? Kita nggak bisa to-go karena kita fine-dining kan? To-go gak lucu.”

Yono, koki lulusan NHI Bandung, kemudian mengubah bisnis restorannya menjadi Feed Albany. Bekerja sama dengan para pemilik restoran lainnya, badan amal itu menyediakan makanan kepada warga yang mebutuhkan.

Dalam sehari, organisasi nirlaba itu bisa menyiapkan sampai 1.500 porsi. Mereka melakukan itu tiga hari seminggu. Dana operasional didapat dari sumbangan yang berdatangan dari berbagai sumber.

Oscar Setiawan, membuka Rickshaw Republic, restoran Indonesia di Chicago, delapan tahun lalu. Ia menanggapi tantangan semasa pandemi ini secara berbeda.

Jumlah pelanggan yang berkurang secara drastis memaksanya menutup restorannya pada awal Juli.

William Wongso, chef dan pakar kuliner Indonesia, mengakui pandemi ini pukulan yang luar biasa keras bagi dunia restoran, dan sangat tidak terduga.

Pandemi tidak banyak memberi peluang kepada pengusaha restoran menggunakan kreatifitas dalam industri kuliner.

“Sekarang ini realita. Bukan soal kreatif. Kalau sudah nggak bisa kemana-mana, kembali kalau urusan makanan, orang akan kembali ke comfort food. Dia akan mau makan makanan yang dia familiar, makanan sehari-hari, bukan makanan fancy.”

Sejauh ini, Yono bertahan dengan “Feed Albany.” Walaupun pasrah, ia tetap optimistis. “Ini usaha kita, dan ini adalah our life. Jadi kita harus berusaha dan berdoa.”

William Wongso mengingatkan, banyak perubahan yang harus diterapkan dalam bisnis restoran kelas atas. Tetapi ia tidak bisa memperkirakan seperti apa situasinya pasca pandemi. “Prinsipnya, ekonomi harus jalan. Risk tetap ada, tinggal persentasinya masing-masing jaga-jaga.”

Tidak bisa dihindari kenyataan bahwa pandemi akan mengubah total cara orang menikmati makanan di restoran. Namun, yang pasti, keinginan orang menyantap bervariasi makanan tanpa harus repot masak sendiri, tidak akan hilang.

Continue Reading

Bisnis

Ongkos Ibadah Umrah Diperkirakan Naik, Pemerintah Tunggu Kepastian

Published

on

Ongkos Ibadah Umrah Diperkirakan Naik, Pemerintah Tunggu Kepastian
Sebagian jemaah haji melakukan Tawaf (mengelilingi Ka'bah) di Mekkah, Arab Saudi (foto: dok). Dalam ibadah haji 28 Juli-2 Agustus kemarin, pemerintah Saudi hanya menerima 1.000 jemaah.

GENCIL NEWS – VOA – Ongkos untuk ibadah Umrah diperkirakan akan naik. Dan asosiasi penyelenggara ibadah umrah meramalkan ongkos ibadah umrah akan naik untuk tahun mendatang.

Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Indonesia (AMPHURI). Joko Asmoro, menyatakan ada 4 skenario umrah di tengah pandemi.

Skenario ini adalah; pertama, umrah terbuka namun dengan protokol kesehatan; kedua, umrah dengan kuota terbatas; ketiga, umrah dengan kuota terbatas per negara; atau keempat, umrah ditunda setahun.

“Empat kemungkinan option ini kita harus siap. Umrohnya sendiri belum tahu kapan,” terangnya Joko Asmoro.

Yang pasti, kata Joko, ongkos umrah diperkirakan naik. Hal ini utamanya terkait kapasitas maskapai penerbangan dan akomodasi yang harus mengikuti protokol kesehatan.

“Kalau maskapai hanya mampu mengangkut 60-70 persen saja, tentunya harga tiket juga akan naik. Mengkondisikan menjadi protokol itu ada penambahan biaya. Yang tadinya kamar berempat bisa bertiga, bagaimana nanti? Saat ini saja haji 1 kamar 1 orang, apakah umrah diperbolehkan berdua?” ungkap Joko.

Sementara itu, tambah Joko, resesi di sejumlah negara juga akan berdampak pada nilai tukar Rupiah. Sehingga ia meminta anggotanya menjual paket umrah yang fleksibel.

“Nggak ada salahnya teman-teman menjual paket umrah tapi dengan kondisi tidak bergantung dengan tanggal. Atau ada ketentuan bahwa nanti ada perubahan dan lain sebagainya,” imbuhnya.

AMPHURI mencatat. Indonesia memiliki 61.519 jemaah umrah yang seharusnya berangkat pada 27 Februari 2020. Namun batal karena COVID-19. Para jemaah ini juga perlu mendapatkan jadwal pengganti.

Indonesia Tunggu Saudi soal Kepastian Umrah

Konsul Haji RI di Jeddah, Dr. Endang Jumali, mengatakan mulai berkomunikasi dengan otoritas Arab Saudi terkait pelaksanaan umrah. Dia meminta berbagai peraturan dan penyesuaian terkait COVID-19 segera diberikan kepada pemerintah Indonesia.

“Paling tidak ada informasi awal. Semalam juga saya sudah kontak-kontak ke bagian teknis di Kementerian Haji (Arab Saudi) untuk bisa kita rapat bersama dalam kaitan umrah ke depan seperti apa,” ungkapnya dalam sebuah diskusi, Senin (3/8) sore.

Endang mengatakan, ibadah umrah akan berpatokan pada ibadah haji yang baru saja digelar dengan menerapkan protokol kesehatan.

Ibadah umrah pada prinsipnya mirip dengan ibadah haji, namun dapat dilaksanakan sepanjang tahun. Sementara haji dilaksanakan pada bulan ke-12 dalam kalender Islam atau bulan Zulhijah.

Dalam ibadah haji yang jatuh pada 28 Juli-2 Agustus kemarin, pemerintah Arab Saudi hanya menerima 1.000 jemaah.

Itu pun orang-orang yang sudah berada di wilayah negara tersebut. Padahal biasanya ibadah haji dapat diikuti 2 juta orang dari seluruh dunia.

Terkait ibadah umrah, Endang menyatakan optimis akan segera dibuka. Apalagi, kata dia, jumlah kasus COVID-19 di Arab Saudi terus turun.

“Per tanggal 25 itu tercatat kasus 2.200 terus menurun sampai kemarin di tanggal 2 Agustus itu 1.357. Jika hal ini terus menunjukkan angka yang positif kan memungkinkan, ketika nanti penerbangan internasional dibuka, umroh juga dibuka,” tambahnya.

Meski begitu, ujarnya, umrah tetap dapat dipengaruhi oleh keadaan COVID-19 di negara asal jemaah. Apalagi kata dia, kasus di Indonesia terus naik.

“Kan tidak menutup kemungkinan pemerintah Arab Saudi juga menysaratkan bagi (negara) pengirim jemaah umroh, syarat-syarat yang sangat ketat,” tandasnya

Maskapai Tunggu Otoritas Berwenang

Andri Bermawi dari Saudi Arabian Airlines mengatakan berencana kembali membuka penerbangan ke Indonesia dengan jadwal terbatas. Pihaknya merencanakan ada 13 jadwal penerbangan selama bulan September. Namun ia masih menunggu keputusan pihak berwenang sebelum membuka kembali jadwal tersebut.

“Jadwal bulan Oktober masih agak lebih banyak. Tapi kami juga masih belum tahu apakah jadwal ini masih tetap dan akan dioperasionalkan,”jelasnya, seraya mengatakan jadwal yang dipersiapkan untuk bulan Agustus tidak jadi dilaksanakan.

Sementara itu, pihaknya mulai mengembalikan uang tiket penerbangan (refund) kepada jemaah asal Indonesia, berdasarkan perintah kantor pusat.

“Alhamdulillah kami bisa menyalurkan refund dari bapak ibu sekalian, meski pun sedikit ada pending atau ada waktu proses, karena maklum banyak sekali,” papar Andri.

Berdasarkan catatan AMPHURI, baru Saudi Airlines yang melakukan pengembalikan atau refund tiket. 

Continue Reading

TRENDING