ISPO dan Masa Depan Sawit Indonesia di Pasar Dunia
Connect with us

Bisnis

ISPO dan Masa Depan Sawit Indonesia di Pasar Dunia

Sektor sawit Indonesia masih berkutat dengan tekanan Eropa. Di dalam negeri, upaya perbaikan tata kelola dilakukan melalui Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Semua pihak diharapkan peduli.

Published

on

ISPO dan Masa Depan Sawit Indonesia di Pasar Dunia

Gencil News – VOA – Uni Eropa telah mengeluarkan regulasi turunan Pedoman Energi Terbarukan yang dikenal sebagai RED II (Renewable Energy Directive II). Kebijakan ini memasukkan kelapa sawit sebagai komoditas berisiko tinggi terhadap perusakan hutan atau deforestasi.

Uni Eropa juga meyakini impor biodiesel dari Indonesia menjadi ancaman bagi industri biodisel berbahan nabati lain, seperti kedelai.

Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan, Josep Borrell, dalam kunjungan ke Jakarta beberapa hari lalu menyebut, persoalan keberlanjutan atau sustainability industri kelapa sawit terutama terkait lingkungan, harus diselesaikan bersama terlebih dahulu. Indonesia, melalui Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, meminta Uni Eropa bersikap lebih adil.

Sebagai produsen sawit global, Indonesia harus memahami bahwa konsumen saat ini telah menetapkan standar bagi produk yang dihasilkan. Emil Satria, Direktur Industri Hasil Hutan dan Perkebunan, Kementrian Perindustrian menegaskan, standar itu berlaku di industri hulu maupun hilir.

“Konsumen produk industri hilir minyak sawit global semakin sadar akan pentingnya aspek keberlanjutan. Sehingga sustainability palm oil product ini akan menjadi determine value untuk memenangkan pasar kita di masa yang akan datang,” kata Emil.

Paparan itu dia sampaikan dalam diskusi Masa Depan ISPO: Menuju Pengakuan Internasional yang diselenggarakan lembaga ekonomi INDEF, Senin (7/6).

Di sektor hulu, Indonesia sudah memiliki Peraturan Pemerintah nomor 44 tahun 2020 dan Peraturan Menteri Pertanian nomor 38 tahun 2020. Sedangkan untuk industri hilir sawit, ISPO baru akan dirancang dalam bentuk peraturan menteri perindustrian. Selama ini, sawit di sektor hilir digunakan sebagai bahan baku industri makanan, bahan bakar, kimia dan fiber.

ISPO Menjadi Jawaban

Diah Suriadiredja, dari Yayasan Kehati juga mengakui, Indonesia menghadapi tekanan global dari berbagai pihak, mulai dari Lembaga Swadaya Masyarakat hingga negara-negara konsumen terutama Uni Eropa, terkait sawit.

“Tekanan ini kalau dilihat dari Kehati, sebagai civil society, saya pikir ini sebuah tekanan yang membuat kita bersama-sama bangkit, membenahi sawit yang memang sudah menjadi potensi Indonesia,” kata Diah.

Satu hal yang cukup menggembirakan adalah bahwa Indonesia menanggapi tekanan tersebut melalui ISPO. Presiden sendiri langsung mengeluarkan peraturan yang memungkinkan sebuah sistem verifikasi yang menjadi sebuah tanggung jawab lintas kementerian dan lembaga.

Ada lima area yang diperbaiki melalui ISPO ini. Pertama, menurut Diah, adalah pengambilan keputusan dan penerbitan sertifikat yang dilakukan pihak ketiga yang independen. Strategi ini menjawab keraguan mengenai independensi dan transparansi. Kedua, kompetensi auditor yang melakukan tugas diukur melalui sertifikat kompetensi. Area ketiga adalah bahwa ISPO diberlakukan tidak hanya bagi perusahaan perkebunan besar, tetapi juga pekebun kecil.

“Ada komitmen bahwa sertifikasi bagi pekebun ini akan diberi waktu lima tahun,” kata Diah.

Area keempat perbaikan juga dilakukan dengan pelibatan masyarakat sipil dalam kelembagaan ISPO, dan yang terakhir sistem ini telah menerapkan mekanisme keluhan yang lebih jelas. Sedangkan tantangannya, kata Diah, adalah bagaimana menerapkan ISPO bagi petani atau pekebun swadaya. Selain itu, ada juga masalah lahan-lahan sawit yang masuk ke area hutan, dan harus diselesaikan oleh Indonesia.

Sertifikasi Masih Minim

Tantangan yang disampaikan Diah diamini oleh Rusman Heriawan, penasihat Forum Rencana Aksi Nasional Kelapa Sawit Berkelanjutan.

“Sampai akhir tahun 2020, sertifikasi ISPO di hulu, yaitu di perkebunan, catatan yang ada baru diterbitkan 682 sertifikat. Dengan luasan 5,8 juta hektar yang sudah bersertifikat, dari 16,38 juta hektar. Artinya, baru kurang lebih 35 persen luasan kebun sawit yang sudah ber-ISPO dibandingkan total luasannya, yang 16,38 juta hektar itu,” kata Rusman.

Data dari Rusman, total luas kebun sawit di Indonesia adalah 16,38 juta hektar. Dari jumlah itu 8,68 juta hektar dikelola perusahaan sawit swasta. Sedangkan 6,72 juta hektar dikelola oleh petani sawit, baik plasma atau yang terikat pada perusahaan maupun yang swadaya. Sementara sisanya, kurang dari 1 juta hektar adalah kebun sawit milik negara.

Terkait sertifikasi ISPO, sebagai upaya memenuhi tuntutan pasar global, perusahaan sawit swasta paling giat melakukan sertifikasi. Dari lahan 8,68 juga hektar, sudah 63 persen yang bersertifikat. Perkebunan milik negara, yang totalnya sekitar 1 juta hektar sudah menerima sertifikat ISPO seluas 32,5 persennya.

“Yang menyedihkan sebenarnya adalah perkebunan rakyat. Baik itu plasma maupun swadaya, itu hanya 0,19 persen yang sudah bersertifikat dari total luasan mereka yang 6,72 juta hektar,” kata Rusman.

Karena itulah, meski menyambut baik penerapan ISPO sebagai prestasi baru dalam sektor sawit, Rusman melihat ketidakseimbangan sertifikasi harus mendapat perhatian. Tidak mungkin untuk memberikan kelonggaran aturan terutama bagi petani kecil plasma maupun swadaya, dan seluruh proses ini merupakan tanggung jawab bersama.

Industri Butuh Dukungan

Meski bertujuan baik, industri membutuhkan dukungan lebih dari pemerintah terkait penerapan ISPO ini. Haskarlianus Pasang, Deputi Direktur Sinar Mas, yang juga berbicara dalam diskusi ini mengatakan, pasar dalam negeri harus lebih dahulu dipahamkan mengenai ISPO.

“Bagaimana dukungan kongkret dari pemerintah dan industri menerima ISPO terlebih dahulu. Karena kalau kita bicara terlalu kencang diluar, dan ini kami alami ketika menawarkan produk, pertanyaannya adalah, apakah di dalam negeri ada yang beli produk ISPO,” kata Pasang.

Untuk meningkatkan kredibilitas produk bersertifikat ISPO agar menjadi pilihan, Pasang menilai pemerintah perlu menggagas insentif yang lebih nyata, misalnya terkait produksi bahan bakar B30 sebagai pengganti solar. Pasar dalam negeri harus diyakinkan untuk terlebih dahulu memilih produk B30 yang sudah memiliki sertifikat ISPO, dibanding yang tidak. Begitu pula dengan produk lain seperti minyak goreng curah.

“Kalau fanatisme muncul dari pasar dalam negeri, percaya saja pihak luar tidak akan ragu-ragu, bahwa produk ini dicintai di negerinya sendiri, sebelum kita bicara diluar,” tambah Pasang.

Pemerintah juga harus mengkampanyekan dampak baik penerapan ISPO bagi pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Sehingga fokusnya tidak hanya pada upaya sertifikasi, tetapi berlanjut pada terciptanya dampak yang diinginkan.

ISPO juga harus bisa diterima sebagai sertifikasi tingkat dunia. Indonesia harus meyakinkan dunia internasional, terkait peran sawit yang positif. Dicontohkan Pasang, isu yang bisa digaungkan misalnya adalah bahwa minyak sawit membantu memenuhi kebutuhan pangan dunia dan perannya dalam dekarbonisasi sektor transportasi. 

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Bisnis

Dapatkan 10 Potong Ayam KFC, Harga Spesial Setiap Hari Kamis

Published

on

By

Dapatkan 10 Potong Ayam KFC, Harga Spesial Setiap Hari Kamis

Gencil News – Dapatkan 10 Potong Ayam KFC, Harga Spesial Setiap Hari Kamis, hanya dengan Rp90ribu anda sudah bisa membawa pulang, 10 potong ayam dari KFC.

Promo dari KFC ini mesti anda manfaatkan sesegera mungkin, karena kesempatannya hanya satu hari, yaitu hari kamis.

Harga 10 potong ayam dengan harga spesial dari KFC, ini bisa anda dapatkan di seluruh KFC di Indonesia, kecuali Bandara Soekarno-Hatta dan KFC catering⁠.

Promo THE BEST THURSDAY hadir lagi KFC Lovers!. Buruan beli 10 potong ayam favoritmu dengan harga 90 ribu aja sekarang daripada harus nunggu hari Kamis minggu depan datang lagi!⁠

Syarat dan ketentuan:⁠

– Berlaku HANYA SATU HARI yaitu hari Kamis.

– Berlaku untuk Dine-in, take away, Home Delivery, Drive-thru, Ojek Online dan KFC Box⁠
– Tidak berlaku di seluruh store Bandara Soekarno-Hatta dan KFC catering⁠
– Harga sebelum pajak dan dapat berbeda di tiap wilayah⁠
– Take away dikenakan biaya tambahan⁠
– Juga berlaku pembelian menggunakan e-voucher GiftN⁠ dengan keterangan NEW⁠
– Berlaku kelipatan dan tidak ada batasan pembelian⁠

Continue Reading

Bisnis

Hanya Tiga Hari, Dapatkan Harga Spesial dari Promo Indomaret Pontianak

Published

on

By

Hanya Tiga Hari, Dapatkan Harga Spesial dari Promo Indomaret

Gencil News- Hanya Tiga Hari, Dapatkan Harga Spesial dari Promo Indomaret. Promo Indomaret berlangsung dari 18-20 Juni 2021. Hanya tiga hari saja, anda bisa mendapatkan harga spesial dari Indomaret Pontianak.

Promo Indomaret hanya tiga hari dari 18-20 juni 2021. Disini, para pelanggan setia dari Indomaret Pontianak, akan mendapatkan harga yang istimewa.

Jadi tunggu apa lagi, segera ke Indomaret terdekat di Kota Pontianak dan Kota-kota di Kalimantan Barat.

Continue Reading

Bisnis

Promo Alfamart Pontianak, Saatnya PROMO JSM 18 -20 Juni 2021

Published

on

By

Promo Alfamart Pontianak, Saatnya PROMO JSM 18 -20 Juni 2021

Gencil News – TERBARU PROMO JSM ALFAMART Pontianak, 18 -20 Juni 2021. Dapatkan harga terbaik dari PROMO JSM ALFAMART PONTIANAK. Belanja semakin untung, diskonnya melimpah.

Akhirnya, Promo terbaru JSM dari Alfamart datang lagi untuk pelanggan setia Alfamart. Ayo buruan, kesempatan belanja hemat hanya ada di Promo JSM Alfamart, mulai dari 18-20 juni 2021.

Continue Reading

Bisnis

Mobile Banking Bank Kalbar Mudahkan Nasabah Bertransaksi

Published

on

Mobile Banking Bank Kalbar Mudahkan Nasabah Bertransaksi

Gencil News– Sudah saatnya bertransaksi secara efisien yang menghemat waktu dengan menggunakan mobile banking dari Bank kalbar.

Fitur yang tersedia dari Mobile banking Bank Kalbar atau m-banking adalah penyempurnaan teknologi perbankan di era digital.

M-Banking merupakan layanan yang memungkinkan nasabah bank melakukan transaksi perbankan melalui ponsel atau smartphone.

Layanan unggulan dari Bank Kalbar ini memiliki banyak keunggulan dan lebih mudah. dengan menggunakan menu yang sudah tersedia melalui aplikasi.

Bank Kalbar berusaha meningkatkan kepuasan nasabah dan ingin lebih dekat menjangkau para nasabah.

Selain itu, dengan penggunaan aplikasi dari mobile banking nasabah bisa secara real time melakukan transaksi apa saja.

M-banking Bank kalbar memberikan kemudahan bagi para nasabah perbankan. Itu sebabnya berbagai kelebihannya bisa nasabah nikmati, anatara lain;

  • Akses yang mudah kapanpun
  • Jangkauan koneksi lebih luas.
  • Lengkap dengan fitur yang sederhana dan mudah dimengerti semua kalangan.
  • Biaya yang dikenakan umumnya lebih rendah dibanding internet banking.
  • Aman dan dapat dapat meminimalkan risiko penipuan.
  • Dapat menghemat waktu dan biaya karena nasabah tak perlu datang ke bank atau ATM jika ingin melakukan transaksi keuangan.
  • Lebih efisien dan tak perlu mengantre. Cukup dengan smartphone, nasabah bisa melakukan transaksi selama memiliki jaringan internet.
  • Nasabah dapat melakukan jadwal transaksi keuangan dalam satu waktu sekaligus.

Teknologi yang hadir dari Bank Kalbar untuk selalu meningkatkan kualitas layanan yang ada.

Bank Kalbar membuat transaksi lebih Praktis, Aman dan Efisien.
Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING