Kewirausahaan Berwawasan Lingkungan Bantu Atasi Kelaparan dan Pengangguran
Connect with us

Bisnis

Kewirausahaan Berwawasan Lingkungan Bantu Atasi Kelaparan dan Pengangguran

Published

on

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Bisnis

Sekarang Bayar Pajak Bisa Pakai Mobile Banking Bank Kalbar!

Published

on

Sekarang Bayar Pajak Bisa Pakai Mobile Banking Bank Kalbar!

Gencil News– Pajak merupakan salah satu sumber pendapatan negara yang terbesar. Dari iuran pajak negara mampu membangun serta mengembangkan fasilitas-fasilitas umum yang memadai.

Sebagai warga negara yang taat pajak, hendaknya kita membayar pajak sesuai dengan jumlah yang telah tertera dan tepat waktu. Mulai dari pajak penghasilan, PBB, maupun pajak yang lainnya.

Dengan demikian sebagai warga negara kita sudah menyelesaikan salah satu tugas dan kewajiban sebagai warga.

Bank Kalbar juga membantu masyarakat Kalimantan Barat dalam memudahkan urusan dalam pembayaran pajak tersebut.

Supaya lekas terwujud program dan perluasan digitalisasi daerah dalam pengoptimalisasi pendapatan asli daerah yang bersumber dari pajak daerah.

Baca juga   Kolaborasi Gugun Dan Emmy Tobing Di Single Tak Sempurna

Caranya melalui sistem pembayaran yang mudah dan efisien untuk membayar pajak daerah. Dengan transaksi melalui mobile banking Bank Kalbar.

pembayaran iuran pajak daerah tersebut mencakup PBB, BPHTB, Pajak Hotel, Pajak Perparkiran, Pajak Retribusi, Pajak Reklame.

Selanjutnya, Pajak Restoran, Pajak Hiburan, Pajak Pajak Mineral bukan Logam dan Batuan, Pajak Air Bawah Tanah dan Pajak Sarang Burung Walet.

Khusus untuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sudah terimplementasi pada 9 daerah di Kalimantan Barat yakni Kota Pontianak, Kubu Raya, Mempawah, Singkawang, Bengkayang, Sambas, Sintang, Landak dan Sekadau.

Sedangkan pembayaran untuk Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan 9 pajak daerah lainnya telah terimplementasi pada 3 daerah yakni Kubu Raya, Landak dan Sekadau.

Continue Reading

Bisnis

Menparekraf Dorong Pengembangan Potensi Ekonomi Kreatif Kuliner di Maros

Published

on

By

Menparekraf Dorong Pengembangan Potensi Ekonomi Kreatif Kuliner di Maros
Menparekraf Dorong Pengembangan Potensi Ekonomi Kreatif Kuliner di Maros

Gencil News – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong pelaku ekonomi kreatif khususnya subsektor kuliner di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), untuk mengembangkan dan meningkatkan potensi yang dimiliki.

Hal ini disampaikan Sandiaga saat menghadiri workshop Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif di Kantor Bupati Maros, Selasa (23/11/2021).

Sandiaga menyampaikan bahwa Maros memiliki potensi kuliner yang sangat kaya, seperti Jalangkote, olahan kepiting termasuk kerupuk, abon, dan roti Maros.

Sehingga, ia pun mendorong peningkatan pemasaran produk-produk ekonomi kreatif ini melalui pemanfaatan platform digital dan peningkatan desain kemasan produk. Serta dikolaborasikan dengan program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia.

“Tadi kemasannya sudah kita akan kerja samakan, kemasan-kemasan yang lebih rumahan, tradisional akan ditingkatkan melalui kolaborasi Rumah Kemasan dari Pemkab Maros dengan program-program Kemenparekraf seperti “Beda’kan” (Bedah Desain Kemasan Kuliner Nusantara) dan juga fasilitasi pendaftaran HKI (Hak Kekayaan Intelektual) harapannya untuk mendorong menggerakkan perekonomian masyarakat kita akan onboarding ke program gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia dengan stimulus Rp50 juta per merchant dan juga dengan voucher melalui belanja online nasional.

Baca juga   Rinni Wulandari Menikmati Moment Lewat ‘Takut Nanti Rindu’

Kami berharap ekspansi pasar ini bukan cuma lokal, tapi juga nasional,” kata Sandiaga.Selain itu, Sandiaga mengatakan potensi-potensi kuliner yang ada di Kabupaten Maros ini juga dapat mengikuti Program Indonesia Spice Up The World untuk dipasarkan ke diaspora Sulawesi Selatan di luar negeri.

“(Tujuannya) agar produk kreatif Maros ini bisa diekspor,” katanya.Sandiaga menjelaskan, workshop ini bertujuan untuk mendata para pelaku-pelaku ekonomi kreatif di Maros yang nantinya akan dibantu secara langsung melalui program-program yang tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu. Mulai dari pemasaran, pembiayaan, pelatihan, dan pendampingan sekaligus perizinan dan pelaporan keuangan.

Jadi ini bentuk pelaporan konkret kita. Kita akan menyiapkan menu mana saja yang dibutuhkan oleh UMKM,” katanya.

Baca juga   Mudahkan Fasilator UMKM Lokal Mendaftar

Sandiaga juga mendorong agar para pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Maros untuk menerapkan protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental sustainability).

“Karena di era pandemi COVID-19 ini kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan keberlanjutan lingkungan ini yang diperlukan. Jadi kami juga memberikan fasilitasi agar produk-produk dari ekonomi kreatif ini juga disajikan dalam bingkai protokol kesehatan yang ketat dan disiplin,” ujar Sandiaga.

Kegiatan workshop di Kabupaten Maros akan diikuti oleh 35 pelaku ekonomi kreatif dari berbagai subsektor di antaranya dari subsektor kuliner, fesyen, dan kriya. Selain pemberian materi terkait peningkatan inovasi dan kewirausahaan, workshop ini juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab dengan pelaku ekonomi kreatif yang hadir dalam kegiatan ini.

Baca juga   Jangan Ketinggalan, Shopee Gelar New Year Sale Hingga Januari 2021

Workshop ini juga dihadiri oleh Staf Khusus Menparekraf Bidang Pengamanan Destinasi Wisata dan Isu-isu Strategis, Brigjen TNI Ario Prawiseso; Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Hariyanto; Direktur Poltekpar Makassar, M. Arifin; Bupati Maros, Andi Syafril Chaidir Syam; dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Maros, Ferdiansyah.

Continue Reading

Bisnis

Berikut Rincian Biaya Pembuatan Sertifikasi Halal Oleh Menteri Keuangan

Published

on

By

Berikut Rincian Biaya Pembuatan Sertifikasi Halal Oleh Menteri Keuangan

Gencil News- Menteri Keuangan Republik Indonesia mengeluarkan tarif dalam pembuatan sertifikasi halal. Aturan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 57/PMK.05/2021 tentang Tarif Layanan Badan Layanan Umum Badan Penyelenggaran Jaminan Produk Halal pada Kementerian Agama.

Untuk pembuatan sertifikasi produk halal di badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal buat berkisaran Rp300 ribu sampai dengan Rp5 juta.

Biaya itu untuk sertifikasi halal dengan proses reguler, perpanjangan sertifikat halal, penambahan varian atau jenis produk serta registrasi sertifikat halal luar negeri.

Biaya tersebut belum termasuk biaya pemeriksaan oleh Lembaga Pemeriksa Halal.

Baca juga   Singapore Airlines Sulap Pesawat A380 Menjadi Restoran Mewah

Pada pasal 7 ayat 3 aturan tersebut sudah jelas bahwa biaya pemeriksaan oleh Lembaga Pemeriksa Halal. Itu mengacu paada biaya yang telah kepala BPJPH tetapkan.

Untuk pelaku usaha besar biaya sertifikasi halal berbeda. Biaya sertifikasi halalnya bisa terkena 150 persen lebih tinggi dari tarif batas layanan.

Lalu untuk pelaku usaha mikro dan kecil, atau UMK. Tarif layanan pernyataan halal, tarif layanan perpanjangan sertifikat halal, dan tarif layanan penambahan varian atau jenis produk tarif Rp 0 atau bisa gratis.

Continue Reading

Bisnis

Bank Kalbar Berikan Bantuan CSR Kepada Kabupaten Sanggau

Published

on

By

Bank Kalbar Berikan Bantuan CSR Kepada Kabupaten Sanggau

Gencil News- Pada sebagian wilayah yang berada pada Kabupaten Sanggau masih diterjang oleh banjir. Hal ini membuat aktivitas warga masyarakat terganggu.

Dari hal inilah Bank Kalbar memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir. Yang mana bantuan itu berupa Corporate Social Responbility (CSR) yakni sembako kepada masyarakat Kabupaten Sanggau yang terkena banjir.

Bantuan ini langsung diserahkan kepada Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji bersamaan dengan penyerahan bantuan Presiden Republik Indonesia serta Pemerintah Provinsi. Pada hari Minggu (21/11/2021).

Direktur Umum Bank Kalbar, Rokidi mengatakan bahwa ini merupakan bentuk dari kepedulian Bank Kalbar terhadap masyarakat yang terdampak akibat banjir pada sebagian wilayah Kabupaten Sanggau.

“Saya harap dengan adanya bantuan CSR Bank Kalbar ini bisa bermanfaat untuk masyarakat
yang membutuhkan baik diposko maupun dirumah warga yang terdampak banjir,”kata Rokidi.

Baca juga   Bank Kalbar Berikan Bantuan CSR Kepada Kabupaten Sanggau

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menjelaskan bahwa untuk bantuan dari Presiden sebanyak 20 ribu paket sembako.

“Bantuan ini untuk masyarakat yang terdampak banjir pada wilayah Kalbar. Seperti Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu,”jelas Sutarmidji.

Ia menambahkan bahwa untuk bantuan sembako dari Presiden Republik Indonesia sebanyak 3 ribu paket pada masing-masing daerah.

“Yakni seperti Kabupaten Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu,
sedangkan 5 ribu paketnya akan diserahkan kepada Kabupaten yang sangat
membutuhkan,”pungkasnya.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING