Menparekraf Pastikan Kesiapan Bali Terima Wisman 14 Oktober
Connect with us

Bisnis

Menparekraf Pastikan Kesiapan Bali Terima Wisman 14 Oktober

Pemerintah telah memutuskan untuk membuka Bali bagi wisatawan asing pada 14 Oktober ini. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menjanjikan penerapan protokol kesehatan tanpa kompromi.

Published

on

Menparekraf Pastikan Kesiapan Bali Terima Wisman 14 Oktober
Matahari pagi menyinari Pura Ulun Danu Bratan, yang dibangun di pulau-pulau kecil di Danau Bratan, dekat Desa Candikuning di Bali Tengah. (Foto: REUTERS/Bob Strong)

Gencil News – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno secara khusus membahas kesiapan Bali menerika kembali wisatawan asing, dalam pertemuan rutin bersama media, Senin (11/10). Sandi meyakinkan publik, bahwa Bali telah siap.

“Kesiapannya sudah memasuki tahap akhir, boleh kami menyebut 90 persen. Tinggal untuk kepastian dari penerapan, pertama protokol end to end CHSE yang harus kita pastikan. Kedua, negara asal wisatawan, dan terakhir bentuk visa. Ini yang masih kita godok dan harapan kita, dalam beberapa waktu ke depan bisa kita finalkan,” kata Sandi.

Syarat Bagi Wisatawan

Sementara ini, pemerintah menyebut enam negara asal wisatawan yang masuk dalam daftar meski belum final. Mereka adalah China, Korea Selatan, Jepang, Uni Emirat Arab , Arab Saudi dan Selandia Baru. Kemenparekaf sendiri, kata Sandi, mengusulkan sejumlah negara tambahan dalam daftar itu, seperti Rusia, Ukraina dan sejumah negara di Eropa Barat.

Sejumlah persyaratan telah ditetapkan. Wisatawan harus datang dari negara yang memiliki risiko rendah COVID-19. Mereka harus memiliki hasil negatif tes COVID-19 dengan sampel PCR yang diambil maksimal 3×24 jam sebelum tiba. Wisatawan juga harus membawa bukti vaksinasi lengkap dan memiliki asuransi kesehatan dengan nilai pertanggungan minimal $100 ribu. Mereka juga harus mengunduh dan menginstal aplikasi Pedulilindugi, yang terintegrasi dengan beberapa aplikasi sejenis dari negara asal wisatawan.

Turis berjalan di pantai saat pemerintah memperpanjang pembatasan untuk mengekang penyebaran COVID-19 di Badung, Bali, 9 September 2021. (Foto: Antara/Nyoman Hendra Wibowo via REUTERS)
Turis berjalan di pantai saat pemerintah memperpanjang pembatasan untuk mengekang penyebaran COVID-19 di Badung, Bali, 9 September 2021. (Foto: Antara/Nyoman Hendra Wibowo via REUTERS)

Ada juga tes PCR saat kedatangan. Jika hasilnya negatif, wisatawan melakukan karantina. Jika positif dan tanpa gejala, dia harus isolasi di tempat penginapan. Jika wisatawan positif dan bergejala, dia akan dikarantina di fasilitas kesehatan terdekat.

Baca juga   5 Cara Mudah Aktivasi Mobile Banking Bank Kalbar

“Pelaku perjalanan yang positif, dapat melakukan tes PCR kembali di hari kelima. Dan seandainya negatif, silahkan melakukan aktifitas luar ruangan. Jika masih positif, perlu mengulang siklus karantina tersebut,” kata Sandi.

Pemerintah memiliki wacana karantina selama lima hari, meski keputusan final belum ditetapkan. Keputusan karantina ini, lanjut Sansi, disetujui dan didukung oleh data yang dikumpulkan oleh para ahli epidemiogi yang ada di Indonesia maupun luar negeri. Tim dari Kementerian Kesehatan menentukan durasi karantina, berdasar perkembanga data terakhir, salah satunya terkait masa inkubasi.

“Kami tidak segan bertindak tegas. Kepatuhan protokol kesehatan kepada wisatawan mancanegara yang masuk adalah nonnegotiable. Ada pelanggaran, kita beri tahapan penindakan, dan ujungnya deportasi wisatawan tersebut. Kita tidak akan main-main dalam penerapan protokol kesehatan,” ujar Sandi yang juga menyebut, telah ada 35 hotel untuk fasilitas karantina.

Ketegasan Menjadi Kunci

Pengamat pariwisata dari Sekolah Vokasi UGM, Ghifari Yuristiadi, percaya sikap tegas pemerintah dalam menerapkan aturan protokol kesehatan, akan berbuah manis bagi sektor pariwisata.

“Sebetulnya untuk saat ini, karena situasi Indonesia juga belum seratus persen aman, justru dengan kontrol yang baik, akan memunculkan kepercayaan. Berarti Bali yang juga representasi Indonesia ini benar-benar hati-hati, tidak sembarangan asal membuka sektor pariwisatanya,” kata Ghifari ketika dihubungi VOA.

Dia juga menilai, pengalaman selama pandemi, harus membentuk cara pandang baru khususnya bagi pemerintah. Pengetatan yang sudah diterapkan, tidak serta merta dihilangkan ketika sektor wisata akan dibuka.

Baca juga   Jadwal dan Harga Tiket NAM AIR Pontianak-Ketapang PP
Ikan-ikan berenang di taman terumbu karang di Nusa Dua, Bali, 28 Mei 2021. (Foto: Nyimas Laula/Reuters)
Ikan-ikan berenang di taman terumbu karang di Nusa Dua, Bali, 28 Mei 2021. (Foto: Nyimas Laula/Reuters)

Kebijakan masyarakat lokal berupa sikap eling lan waspodo, atau selalu ingat dan waspada nampaknya relevan diterapkan. Pariwisata, kata Ghifari, adalah sektor yang penting, khususnya bagi Bali. Namun disisi lain, kesehatan juga hal pokok yang tidak boleh dikesampingkan. Potensi wisata balas dendam, atau revenge tourism yang mulai menggejala, patut diwaspadai.

Sebagai pulau terpisah, Bali cukup diuntungkan karena memudahkan pengawasan aktivitas wisata. Penerbangan dan penyeberangan dapat dipantau dengan lebih ketata. Tetapi, peran semua pihak tetap memegang kunci.

“Pengelola wisata, pemerintah dan wisatawan harus sama-sama memegang kehati-hatian. Itu prinsipnya,” tambah Ghifari.

Ghifari menilai kondisi negara-negara asal wisatawan yang akan diijinkan masuk memang baik menjadi pertimbangan. Namun, kondisi setiap wisatawan sendiri tetap harus menjadi perhatian utama. Situasi COVID-19 di Indonesia memang sudah melandai, tetapi kondisi kesehatan wisatawan tetap harus menjadi perhatian. Meski Ghifari tidak memungkiri, sejumlah negara sudah melonggarkan kebijakan, misalnya penghapusan proses karantina bagi pelaku perjalanan.

Made Mohon, Manajer Operasional Sangeh Monkey Forest, memberi makan kera dengan kacang tanah di Sangeh, Bali, Rabu, 1 September 2021. (Foto: AP/Firdia Lisnawati)
Made Mohon, Manajer Operasional Sangeh Monkey Forest, memberi makan kera dengan kacang tanah di Sangeh, Bali, Rabu, 1 September 2021. (Foto: AP/Firdia Lisnawati)

Di sisi lain, Ghifari juga memandang Bali tidak bisa diposisikan sebagai indikator untuk destinasi wisata lain di Indonesia. Kesiapan setiap daerah tetap menjadi kunci utama untuk menentukan kebijakan yang akan diterapkan. Secara umum, Bali dan Jawa sebagai pusat populasi memang menjadi kunci penanganan COVID-19. Jika dua pulau ini tidak bisa dikontrol dengan baik, resikonya akan diterima Indonesia secara umum.

“Bali tidak bisa mejadi patokan seratus persen. Tetapi semoga dengan dibukanya Bali, menjadi pembelajaran kesiapan stakeholder pariwisata di tempat-tempat lain. Terutama di destinasi super prioritas, yang pastinya akan menyusul dibuka juga, seiring upaya pemerintah mempercepat proses pemulihan ekonomi,”pungkasnya.

Baca juga   Kemudahan Bertransaksi Melalui Mobile Banking Bank Kalbar
Seorang perempuan menunggu para wisatawan di Pura Puseh, Desa Batuan, Gianyar, Bali, 5 Februari 2020. (Foto: Reuters)
Seorang perempuan menunggu para wisatawan di Pura Puseh, Desa Batuan, Gianyar, Bali, 5 Februari 2020. (Foto: Reuters)

Persiapan Dilakukan Maksimal

Dalam keterangan resminya, Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, Novie Riyanto, memaparkan kesiapan Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

“Inspektur di masing-masing direktorat dan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Bali sedang melakukan monitoring pemeriksaan dan pengecekan kesiapan fasilitas di bandara, agar saat penerbangan internasional dibuka, semuanya sudah siap dengan baik,” ujarnya.

Novie Riyanto memastikan fasilitas pelayanan sudah tersedia di terminal kedatangan internasional. Fasilitas itu misalnya tempat pemeriksaan penumpang bersuhu lebih 38 derajat celcius, tempat pemeriksaan dokumen kesehatan, dan 20 bilik untuk pengambilan sampel tes PCR. Ada juga tempat pemeriksaan keimigrasian, Baggage Handling System, alat pengatur suhu ruangan, tempat pemeriksaan kepabeanan dan holding area, sebagai ruang tunggu hasil swab PCR. Tempat duduk juga diberi jarak mengikuti protokol kesehatan yang berlaku.

Warga Australia diperiksa satpam saat keberangkatan di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, Rabu, 18 Agustus 2021. (Foto: AP)
Warga Australia diperiksa satpam saat keberangkatan di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, Rabu, 18 Agustus 2021. (Foto: AP)

Soal persiapan memang menjadi perhatian besar Presiden Joko Widodo. Dalam pengarahan kepada pemerintah daerah di Bali, 8 Oktober lalu, Jokowi punya pesan khusus terkait upaya ini.

“Kita tunjukkan bahwa kita mampu mengelola, mampu mengendalikan dengan manajemen yang ada di lapangan,” ujarnya seperti dikutip dari rilis Sekretariat Presiden.

Bali memang mengalami penurunan sebesar 97 persen dalam jumlah wisatawan, dan 27 persen dalam jumlag wisatawan nusantara, sementara tingkat hunian kamar hotel di bawah 20 persen selama pandemi.

Jokowi berharap, upaya vaksinasi yang maksimal dilakukan, bisa menjadi kunci keberhasilan. Hingga 8 Oktober 2021, vaksinasi di Provinsi Bali telah mencapai 98 persen untuk dosis pertama danlebih dari 80 persen untuk dosis kedua.

“Intinya, kita harus menyiapkan infrastrukturnya. Infrastruktur kesehatannya. Dan tanggal 14 Oktober itu betul-betul dibuka, siap betul. Kalau dari sisi vaksinasi sudah enggak ada masalah,” imbuh Jokowi.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Bisnis

Kemenparekraf Dukung Gelaran ICAD XI, Tingkatkan Gairah Sektor Ekonomi Kreatif

Published

on

Kemenparekraf Dukung Gelaran ICAD XI, Tingkatkan Gairah Sektor Ekonomi Kreatif

Gencil News – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendukung gelaran Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD) XI sebagai upaya meningkatkan kembali gairah sektor ekonomi kreatif di tengah pandemi COVID-19. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendukung gelaran Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD) XI  yang diselenggarakan di Grand Kemang, Jakarta pada 21 Oktober - 28 November 2021.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendukung gelaran Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD) XI yang diselenggarakan di Grand Kemang, Jakarta pada 21 Oktober – 28 November 2021.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, dalam sambutannya lewat video yang diputar di acara pembukaan ICAD XI, Kamis (21/10/2021), mengatakan, pihaknya terus mendukung setiap pelaksanaan event yang memberikan ruang bagi perkembangan desain dan seni sehingga dapat memperkaya daya tarik wisata dan menggerakan perekonomian daerah.

“ICAD menjadi sumber inspirasi dan wawasan bagi kita semua, saya berharap melalui acara ini para pelaku ekonomi kreatif di Indonesia dapat melihat lebih dekat serta mengapresiasi kekayaan seni dan desain nusantara. Mari manfaatkan platform seperti ICAD ini untuk memajukan sektor ekraf di Indonesia, lantaran sektor ini potensial untuk didukung dan berkembang, sehingga mampu memberikan manfaat dengan terbukanya lapangan kerja seluas-luasnya dan mampu mensejahterakan masyarakat,” ujar Menparekraf Sandiaga Uno.

Baca juga   Boeing Selesaikan Pembuatan Dreamliner 787-10

ICAD merupakan pameran pertama dan satu-satunya yang menginisiasi kolaborasi industri desain, seni, teknologi, hiburan, dan perhotelan; melibatkan desainer interior, desainer grafis, fotografer, videografer, scenographers, pelukis, pematung, sutradara film, dan banyak kreator lainnya.

Pameran yang dilaksanakan pada tanggal 21 Oktober-28 November 2021 di GrandKemang Jakarta, bisa diakses juga secara daring melalui website resmi https://www.arturaicad.com.

Diselenggarakan pertama kali pada tahun 2009, pameran yang kali ini mengusung tema “publik” telah menjadi pameran berskala besar yang mempromosikan desain dan seni kontemporer di Indonesia.

Pagelaran ICAD tidak hanya akan berlangsung di venue utama (grandkemang Hotel Jakarta) tetapi juga berbagai venue dan brand yang dikurasi di #KEMANG12730 untuk merayakan desain dan seni yang unik dan khas Jakarta Selatan.

Juga akan menampilkan berbagai kegiatan publik, baik secara fisik maupun virtual sebagai upaya untuk memperkuat pengalaman ini.ICAD merupakan pameran pertama dan satu-satunya yang menginisiasi kolaborasi industri desain, seni, teknologi, hiburan, dan perhotelan.

Baca juga   DPR Desak Pemerintah Dapat Menekan Harga Tiket Pesawat

ICAD merupakan pameran pertama dan satu-satunya yang menginisiasi kolaborasi industri desain, seni, teknologi, hiburan, dan perhotelan.

ICAD XI juga memperluas koneksinya melalui kemitraan dinamis dengan lembaga-lembaga budaya lokal dan internasional, pers, dan berbagai bisnis terkait gaya hidup.

Pameran sendiri akan dikonsentrasikan ke dalam beberapa kategori, yaitu In Focus (seniman dan desainer terkemuka dari Indonesia yang diundang), Artis Tamu (seniman dan desainer internasional yang diundang), Next Gen (seniman muda inovatif yang diundang), dan Open Submission.

Dalam upaya bersama untuk mencapai hal ini, ICAD telah membangun pondasinya dengan menawarkan pameran dan program yang dikurasi, menyoroti berbagai kreasi dan inovasi yang sesuai dengan perkembangan zaman.

ICAD juga bermitra dengan platform internasional bergengsi, seperti Milan SuperDesign Show, La Biennale di Venezia, dan London Design Biennale, dalam hal kurasi dan menampilkan seni dan desain Indonesia kepada dunia.

Steering Committee ICAD XI, Diana Nazir, mengatakan, pandemi telah berdampak besar bagi kehidupan masyarakat dalam menjalani kehidupan. Kita dihadapkan pada tantangan dan dipaksa untuk beradaptasi dan berubah. Dalam Pembukaan ICAD di GrandKemang Jakarta, hadir Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil; Komisaris Utama Holding BUMN Pariwisata, Triawan Munaf; Komisaris Utama ITDC, Ricky Pesik; Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Roslan Perkasa Roeslani; serta Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Kemenparekraf, Yuana Rochma Astuti.

Baca juga   Qatar Keluar dari OPEC, Pakar Ingatkan ‘Keretakan’ di Teluk

Dalam Pembukaan ICAD di GrandKemang Jakarta, hadir Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil; Komisaris Utama Holding BUMN Pariwisata, Triawan Munaf; Komisaris Utama ITDC, Ricky Pesik; Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Roslan Perkasa Roeslani; serta Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Kemenparekraf, Yuana Rochma Astuti.

“Cara kita bekerja, berkomunikasi, membuat pilihan, dan mencari informasi telah berubah, sebagian besar karena kesediaan kita untuk mengadopsi berbagai alat dan layanan digital baru. Di masa yang akan datang, COVID-19 tidak akan menghilangkan nilai dari pameran tatap muka; melainkan menimbulkan berbagai cara baru untuk mempresentasikannya dengan lebih kreatif,” katanya.

Dalam Pembukaan ICAD di GrandKemang Jakarta, hadir Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil; Komisaris Utama Holding BUMN Pariwisata, Triawan Munaf; Komisaris Utama ITDC, Ricky Pesik; Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Roslan Perkasa Roeslani; serta Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Kemenparekraf, Yuana Rochma Astuti.

Continue Reading

Katalog Promo

Semarakan HUT ke 250 Kota Pontianak, Takasimura Diskon 23 Persen

Published

on

Takasimura Diskon 23 Persen

Gencil News – Semarakan HUT 250 Kota Pontianak, Takasimura memberikan diskon hingga 23 persen.

Takasimura adalah  Takasimura adalah Japanese Street Resto yang tepat untuk anda dan keluarga.

Takasimura menyediakan menu-menu terbaik, mulai Sushi, Fransico Roll, Sosesji Roll, Kani hingga American Roll.

Dalam rangka ulang tahun ke 250 Kota Pontianak, Takasimura memberikan diskon sebesar 23 persen untuk semua menu.

Tentunya diskon ini juga berlaku untuk anda yang ingin makan di tempat dan yang memesan melalui aplikasi Gofood.

Takasimura diskon 23 persen, berlaku mulai 23-24 oktober 2021. Jadi, tunggu apalagi, Segera kunjungi Takasimura Japanesse Street Food, jalan Putri Candra Midi (Podomoro) Pontianak, atau satu lokasi dengan Kafe Aming.

Baca juga   Uang Kertas Dolar Amerika Yang Datang Dari China Akan Di Karantina

Lokasinya terjangkau, parkir yang luas, tempat yang bersih dan yang pasti protokol kesehatan dan citarasanya terjamin.

Untuk info pemesanan silakan hubungi 08115622868

Lokasi Takasimura Pontianak

Continue Reading

Bisnis

Berikut Ini Daftar Gaji Karyawan PLN Terbaru Lengkap

Published

on

By

Berikut Ini Daftar Gaji Karyawan PLN Terbaru Lengkap

Gencil News- Bekerja di perusahaan BUMN, salah satunya di PT PLN menjadi incaran bagi banyak orang. Hal ini karena gaji karyawan PLN yang tinggi. Yang mana untuk masuk ke perusahaan ini harus melewati seleksi yang cukup ketat.

Adapun gaji karyawan PLN terbaru pada tahun 2021 lengkap dari jabatan tertingi setingkat Deputi Manager hingga lainnya beserta tunjangannya :

Sejumlah informasi menyebutkan fresh graduate yang diterima sebagai karyawan PLN akan mendapatkan gaji sekitar Rp7 juta per bulan.

Gaji tersebut akan meningkat serta menyesuaikan dengan perjalanan karier dan sistem penggajian berdasarkan merit system.

Berikut ini gaji pegawai PLN berdasarkan beberapa posisi yang dirangkum dari Job-like.

– Deputy Manager: Rp12 – 17,5 juta.

– Area Manager: Rp13 – 15 juta.

– IT Auditor: Rp12 – 15 juta.

Baca juga   Jadwal dan Harga Tiket NAM AIR Pontianak-Ketapang PP

– Manager: Rp8,5 – 25 juta.

– Engineering IT: Rp11 – 13 juta.

– Supervisor Keuangan: Rp9 – 11 juta.

– Legal Officer: Rp9 – 11 juta.

– System Information Analyst: Rp9 – 11 juta.

– Customer Service Supervisor: Rp9 – 11 juta.

– Analyst Akuntansi: Rp9 – 11 juta.

– Assistant Manager: Rp6 – 12 juta.

– Commissioner Staff: Rp7 – 9 juta.

– Account Executive: Rp7 – 9 juta.

– Asisten Analis Akuntansi: Rp 7 – 9 juta.

– Accounting Supervisor: Rp 7 – 9 juta.

– IT Supervisor: Rp7 – 9 juta.

– Financial Analyst: Rp7 – 9 juta.

Tidak hanya itu, jika bekerja di PLN juga mendapatkan sejumlah jaminan serta fasilitas bagi karyawannya

Baca juga   Pencairan insentif Kartu Prakerja Akan Lanjut Kembali Setelah Lebaran

Yang mana selain BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan. Benefit lainnya yang didapatkan bisa lebih lengkap lagi.

Yang mana benefit itu datang dari beberapa tunjangan umum serta fasilitas yang bisa diberikan setiap bulan serta tahunnya. Seperti :

  • Adanya cuti tahunan, di mana jatah cuti yang diberikan terbilang lebih besar jika dibandingkan pegawai pada sektor swasta.
  • Adanya beberapa jenis bonus yang diberikan, seperti Bonus Pay for Performance (P3) atau yang dikenal dengan istilah semesteran, bonus tahunan, dan bonus setiap windu.

Pada nominal bonus yang akan diberikan disesuaikan dengan posisi serta kriteria dari masing-masing pegawai

  • Sama seperti perusahaan lainnya, para pegawai PLN pun akan diberikan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.
  • Selain tersedianya BPJS Ketenagakerjaan, PLN pun turut memberikan dana pensiun seperti halnya pada perusahaan BUMN umumnya.
  • Dana pensiun tersebut diberikan dalam bentuk DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan). Dana ini diberikan sebagai jaminan pensiun di hari tua nanti.
Baca juga   Qatar Keluar dari OPEC, Pakar Ingatkan ‘Keretakan’ di Teluk

Adapun untuk jaminan tersebut sudah diatur secara otomatis oleh manajemen PLN.

  • Pemberian fasilitas dan akses kesehatan pun terbilang lengkap. Bahkan, keluarga pun turut mendapatkan proteksi atas fasilitas ini.
  • Car Ownership Program (COP) untuk pegawai yang sudah memenuhi kriteria dan persyaratan tertentu.
  • Kesempatan untuk meningkatkan pendidikan dan edukasi baik formal dan nonformal melalui sekolah dan pelatihan-pelatihan khusus.
Continue Reading

Bisnis

Harga CPO Melonjak, Petani Sawit Dikekang Tengkulak

Published

on

Harga CPO Melonjak, Petani Sawit Dikekang Tengkulak
Seorang pekerja perkebunan kelapa sawit menunjukkan buah kelapa sawit di Meulaboh, Aceh, 28 Maret 2019. Indonesia adalah produsen utama minyak sawit, bahan baku berbagai produk, mulai dari minyak goreng, kosmetik, hingga biodiesel. (Foto: AFP).

Gencil News – VOA – Harga sawit dunia merangkak naik. Namun petani di Indonesia belum ikut menikmati secara wajar. Skema perdagangan sawit dinilai menjadi salah satu sebab.

Puluhan tahun sudah Kanisius Tereng menjadi petani sawit di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Sejak tiga bulan terakhir, dia mengaku harga sawit bergerak naik. Sayangnya, mereka yang berkebun setiap hari dan memanen tandan sawit, tak mampu merasakan manisnya tren dunia itu. Pasalnya, mereka tak bisa menolak peran tengkulak dalam sistem perdagangan sawit.

“Petani tidak berhubungan langsung sama pabrik. Jadi harga yang terkesan lumayan besar ini bukan harga pabrik. Ada oknum tertentu saja yang menikmati. Kalau petani, karena tidak berhubungan sama pabrik, jadi tetap harga ini masih diatur sama tengkulak,” kata Tereng ketika dihubungi VOA.

Di kalangan petani sawit Kalimantan Timur, dikenal istilah loding. Loding ini terdiri dari sejumlahtengkulak, yang memiliki akses menjual sawit ke pabrik pengolahan. Menurut Tereng, harga beli yang ditetapkan masing-masing loding memang berbeda. Petani bisa memilih ke loding mana, sawit hasil kebunnya akan dijual.

Saat ini, harga perkilo Tandan Buah Segar (TBS) ada di kisaran Rp 3 ribu. Jauh lebih baik dari harga di masa lalu, yang bahkan bisa menyentuh di bawah Rp 1.000. Tetapi, Tereng yakin loding-lodingini sudah punya kesepakatan harga, berapa akan mereka naikkan atau turunkan. Jadi, sebenarnya, mau dijual kemana saja, petani tetap tidak memiliki posisi tawar yang memadai. “Harga yang menentukan mereka, kapan saja mereka mau naik, kapan mau turun, itu tengkulak yang punya urusan. Karena tengkulak sudah punya kerja sama dengan pabrik,” tambahnya.

Tangki penyimpanan minyak sawit di pabrik penyulingan berbasis minyak sawit milik Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMART) di Marunda, Jawa Barat 30 Maret 2011. (Foto: REUTERS/Enny Nuraheni)
Tangki penyimpanan minyak sawit di pabrik penyulingan berbasis minyak sawit milik Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMART) di Marunda, Jawa Barat 30 Maret 2011. (Foto: REUTERS/Enny Nuraheni)

Tereng pernah mencoba menekan peran tengkulak, dengan mendirikan koperasi dan meminta jalur kerja sama kemitraan dengan pabrik. Memang ada kesempatan, tetapi satu persyaratan tidak bisa dipenuhi, dan syarat ini sebenarnya ada di tangan pemerintah.

“Saya pernah coba mengajukan kemitraan, tetapi kurang syarat Surat Tanda Daftar Budidaya. Tetapi itu tidak bisa, sementara surat ini tanggung jawab pemerintah. Ada peran pemerintah bagaimana untuk bisa menjalin kerja sama itu,” kata Tereng.

Baca juga   Konsumsi Rokok Tinggi Selama Pandemi, Cukai Rokok Diminta Naik

Sampai sekarang, upaya bermitra dengan pabrik itu belum berhasil. Petani sawit masih harus menjual hasil panennya, melalui tengkulak. Padahal ada selisih harga yang lumayan besar. Jika setiap kilogram harga pabrik dan harga petani berbeda Rp 500 saja, maka Tereng yang sebulan bisa menjual hingga 10 ton sawit, kehilangan potensi pendapatan Rp 5 juga perbulan.

Harga Pangan Naik

Kondisi yang mendorong naiknya harga sawit, antara lain adalah kenaikan harga pangan dunia. Organisasi Pangan dan Pertanian PBB, FAO menyatakan, kenaikan harga pangan global pada September 2021 mencapai 32,8 persen, tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Kenaikan terjadi pada gandum, beras, jagung, dan kedelai serta beragam serealia. Karena bahan baku minyak nabati naik, sawit sebagai pengganti menerima dampak positif.

Data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), ekspor CPO Agustus 2021 tercatat 4,42 miliar dolar Amerika Serikat. Angka itu mengalami kenaikan 1,6 miliar dolar, jika dibandingkan bulan sebelumnya. Salah satu negara dengan lonjakan impor besar adalah India, yang membutuhkan lebih dari 950 ribu ton CPO, padahal pada Juli mereka hanya membeli sekitar 231 ribu ton CPO dari Indonesia. Selain itu, Cina juga mengalami peningkatan besar dalam konsumsi CPO, dari sekitar 520 ribu ton pada Juli, menjadi lebih 800 ribu ton pada Agustus.

Pekerja memasang pipa untuk memompa minyak sawit mentah (CPO) ke kapal tanker di pelabuhan Belawan di Provinsi Sumatera Utara, 21 Februari 2013. (Foto: REUTERS/Roni Bintang)
Pekerja memasang pipa untuk memompa minyak sawit mentah (CPO) ke kapal tanker di pelabuhan Belawan di Provinsi Sumatera Utara, 21 Februari 2013. (Foto: REUTERS/Roni Bintang)

Harga CPO di Bursa Malaysia yang menjadi patokan, pekan ini bertahan pada kisaran 5 ribu Ringgit Malaysia per ton. Jika dihitung, harga ini mengalami kenaikan lebih 30 persen dari harga awal tahun lalu. Harga CPO naik, selain karena kebutuhan, juga terkait kebijakan sejumlah negara. India, misalnya, sejak Juni lalu menurunkan bea masuk impor CPO.

Dampak Kecil ke Petani

Kecilnya dampak kenaikan harga CPO dunia ke petani sawit juga dibenarkan Sekretaris Jenderal Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), Mansuetus Darto. Sebagaimana pernyataan Tereng di atas, Darto juga mengakui, mayoritas petani sawit skala kecil, tergantung pada tengkulak.

Baca juga   Polres Kubu Raya Lakukan Patroli Skala Besar Bersama Jajaran
Mansuetus Darto, perwakilan dari SPKS (dok. VOA/Yudha)
Mansuetus Darto, perwakilan dari SPKS (dok. VOA/Yudha)

“Delapan puluh tiga persen petani dengan lahan di bawah 8 hektar itu menjual sawitnya ke tengkulak, dengan selisih harga yang cukup besar, dengan harga penetapan pemerintah. Ini, poin 83 persen ini diambil dari hasil riset yang kami miliki tahun 2018,” kata Darto dalam diskusi terkait sawit, Selasa (19/10).

Meski saat ini harga sawit tinggi, tidak ada jaminan bahwa petani akan sejahtera. Masalahnya, harga TBS sawit memang berubah dari waktu ke waktu. Saat ini, dengan harga ada di kisaran Rp 3 ribu perkilogram TBS sawit, petani cukup terbantu. Namun ada sejumlah hal lain yang menentukan tingkat kesejahteraan petani sawit dalam jangka panjang.

“Poin penting adalah aspek kemitraan. Kalau misalnya para petani kecil tadi bermitra dengan korporasi sawit, tentunya lost income yang 20-30 persen itu tidak akan terjadi,” tambah Darto.

Untuk menutup selisih harga yang muncul, antara penetapan harga pemerintah dan kenyataan yang diterima petani, perbaikan perlu dilakukan di level pabrik. Kondisi yang saat ini, kata Darto, harus diubah agar memberi keuntungan lebih ke petani kecil.

“Para petani menjual ke tengkulak. Rantai suplainya terlalu panjang. Sistem ini memang perlu diubah agar ada kemitraan yang lebih baik. Di sini membutuhkan peran tiap perusahaan untuk melakukan pemberdayaan bagi petani sawit skala kecil di daerah,” tandasnya.

Namun, ada sejumlah fakta lain, yang menurut catatan SPKS, menjadi faktor bagi tingkat kesejahteraan petani. Data menunjukkan, mayoritas lahan petani kurang dari empat hektar dan produktivitasnya rendah. Selain itu, hanya sekitar 30 persen petani sawit kecil itu, yang memiliki lahan lain untuk tanaman pangan. Kondisi ini rentan, ketika harga sawit jatuh, petani tidak memiliki sumber pangan mandiri, yang menolong mereka.

Karena sejumlah fakta itulah, kata Darto, sebenarnya ketergatungan petani sawit terhadap harga sawit, masih cukup tinggi.

Baca juga   Jadwal dan Harga Tiket NAM AIR Pontianak-Ketapang PP
Seorang gadis mendorong gerobak saat bekerja di areal perkebunan kelapa sawit di Pelalawan, Provinsi Riau, 16 September 2015 (Foto: AFP/Adek Berry)
Seorang gadis mendorong gerobak saat bekerja di areal perkebunan kelapa sawit di Pelalawan, Provinsi Riau, 16 September 2015 (Foto: AFP/Adek Berry)

Untuk menjamin kesejahteraan petani sawit, menurut Darto faktor luas lahan akan sangat menentukan. Selain itu, harga TBS tidak boleh ada di bawah Rp.1.200 perkilogram di tingkat petani. Petani sawit juga harus didorong untuk memiliki lahan pangan atau cross commodity dan memiliki maksimal dua anak.

Pada sisi lain, kemitraan yang adil antara petani dan korporasi harus dibentuk. Produktivitas sawit juga harus meningkat, hingga di atas 14 ton per hektar per tahun, jika lahan petani kurang dari 8 hektar.

Komitmen Pemerintah

Pekan lalu, pemerintah kembali menegaskan komitmennya terhadap kesejahteraan petani, khususnya melalui skema kemitraan. Setidaknya, itu dapat dibaca dari pernyataan Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam pernyataan resmi kementerian Rabu (13/10).

Airlangga mengatakan, pengembangan pola-pola kemitraan perlu dilakukan untuk menjawab persoalan lemahnya posisi tawar petani pekebun dalam rantai tata niaga kelapa sawit.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (foto: Humas)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (foto: Humas)

“Pola kemitraan tersebut juga bisa dilakukan di antaranya dengan mengembangkan inkubasi berbahan dasar sawit,” kata Airlangga.

Dia juga menegaskan, kemitraan perkebunan kelapa sawit dibangun untuk mensinergikan petani dengan korporasi, baik BUMN maupun swasta. Langkah itu untuk terus mendorong pertumbuhan dan pemerataan kesempatan ekonomi sawit, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dalam skema baru ini, petani sawit skala kecil dimitrakan dengan korporasi terkait produksi biodisel.

“Sebagai negara produsen terbesar yang menguasai sekitar 55 persen pangsa pasar minyak sawit dunia, serta memanfaatkan tidak lebih dari 10 persen dari total global land bank for vegetable oil, Indonesia mampu menghasilkan 40 persen dari total minyak nabati dunia,” tambah Airlangga.

Pemerintah juga berkomitmen melakukan peremajaan atau replanting 540.000 ribu hektar kebun kelapa sawit milik petani, sampai tahun 2024.

“Terutama untuk meningkatkan produktivitas kebun sawit rakyat yang sebelumnya kurang dari 3-4 ton per hektar, tentunya diharapkan dengan adanya replanting bisa mendekati produktivitas perkebunan swasta,” ujarnya lagi.

Continue Reading

Advertisement

DOWNLOAD APLIKASI GENCILNEWS

Advertisement

TRENDING