Connect with us

Bisnis

Menyoroti Perkembangan Bisnis Milenial Yang Beralih Ke Platform Digital

Published

on

Menyoroti Perkembangan Bisnis Milenial Yang Beralih Ke Platform Digital

Gencil News- Menyoroti perkembangan bisnis milenial yang beralih ke platform digital. Tidak heran bila kaum milenial beralih ke platform digital saat ini. Dengan  populasi sekitar 260 juta jiwa, pengguna perangkat pintar di Indonesia sudah mencapai 355 juta. Plus pengguna internet mencapai 150 juta, yang pertumbuhannya tiga kali lebih cepat dari rata-rata pertumbuhan global.

Menyoroti perkembangan bisnis milenial yang beralih ke platform digital. Pandemi Covid 19 memang telah mengubah kebiasaan masyarakat di sebagian besar negara di dunia dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Kaum milenial sendiri adalah sebutan untuk kelompok demografis atau generasi Y (gen Y) yang lahir setelah generasi X.

Sebutan milenial (millenials) untuk generasi Y ini mulai dipakai pada editorial koran besar Amerika Serikat pada Agustus 1993 karena diperkirakan individu pada generasi ini akan mencapai dewasa sekitar pergantian abad ke-21 atau atau pergantian era milenium (masa atau jangka waktu seribu tahun).

istilah ini sendiri berasal dari millennials yang diciptakan oleh dua pakar sejarah dan penulis Amerika, William Strauss dan Neil Howe dalam beberapa bukunya.  Millennial generation atau generasi Y juga akrab disebut generation me atau echo boomers.

Menurut  laporan Global Web Index, terdapat lebih dari 76% pengguna Internet berusia 16 – 64 tahun yang menghabiskan waktunya untuk menggunakan smartphone untuk mengakses berbagai platform digital selama social distancing diberlakukan. Angka ini lebih tinggi dibandingkan sebelum pandemi berlangsung

Akibat digitalisasi cepat tersebut sekitar dua pertiga komunikasi produk didorong karena keinginan konsumen. Padahal sepuluh tahun lalu dua pertiga komunikasi didorong oleh produk sendiri. 

Saat ini ada empat platform yang menjadi acuan bagi beberapa kalangan yaitu Youtube, Facebook, Google Search, sampai Instagram.

Bahkan youtube sudah mulai menggeser dominasi Facebook dalam hal digunakan publik mencari sesuatu secara online. Untuk menghadapi perubahan zaman yang terjadi sangat cepat, menuntut generasi milenial untuk memiliki keterampilan yang unggul, berinovasi dan tampil di atas rata-rata.

Kekuatan ide-ide kreatif ini harus dimiliki generasi milenial dalam mengembangkan bisnis untuk mampu bersaing dengan negara maju dan berkembang di dunia untuk menjadi generasi dengan sumber daya yang siap menghadapi dunia kerja.

Bahkan semenjak awal tahun 2020 ada beberapa sektor yang terdampak akibat pandemi virus Corona Sehingga membuat pelaku usaha baik itu para milenial dan generasi x yang harus ekstra memutar otak agar bisnisnya tetep bisa bertahan di tengah pandemi.

Memanfaatkan teknologi dan jeli melihat kesempatan adalah beberapa kunci agar bisnis bisa terus bertahan selama pandemi COVID-19.

Dengan hadirnya media digital dan platform yang sudah tersedia kegiatan memasarkan produk sudah dipermudah. Berbagai usaha dipasarkan tanpa harus berinteraksi langsung dengan konsumen. Bisnis yang sudah dibangun oleh generasi milenial saat ini sudah hadir dengan berbagai ide kreatif.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Bisnis

ATM Bank Kalbar Terdekat, Berikut Fitur dan Syarat Ketentuannya

Published

on

ATM Bank Kalbar Terdekat, Berikut Fitur dan Syarat Ketentuannya

Gencil News – Saat ini Bank Kalbar telah memiliki 237 unit mesin ATM Bank Kalbar Terdekat dengan anda.  Kartu ATM Bank Kalbar juga telah dapat digunakan sebagai kartu debit di semua mesin EDC di berbagai merchant yang berlogo Prima Debit dan tentunya terdekat dengan tempat tinggal, kantor dan usaha anda.

237 unit ATM Bank Kalbar tersebar di seluruh wilayah Kalimantan Barat dan Jakarta. Jaringan ATM Bank Kalbar juga telah terintegrasi dengan jaringan ATM Bersama, ATM MEPS (Malaysian Electonic Payment System) dan ATM Club yang memberikan kemudahan kepada nasabah Bank Kalbar untuk bertransaksi menggunakan kartu ATM Bank Kalbar di seluruh Indonesia dan di Malaysia.

 ATM Bank Kalbar juga telah terkoneksi dengan jaringan ATM Prima, sehingga kartu ATM Bank Kalbar dapat digunakan di seluruh terminal ATM Bank yang berlogo Prima termasuk ATM Prima BCA. Selain itu, kartu ATM Bank Kalbar juga telah dapat digunakan sebagai kartu debit di semua mesin EDC di berbagai merchant yang berlogo Prima Debit.

Fitur-Fitur

•   Cek saldo, penarikan tunai dan transfer melalui terminal ATM Bank Kalbar.
   •   Cek saldo, penarikan tunai dan transfer melalui terminal ATM Bank berlogo ATM Bersama.
   •   Cek saldo, penarikan tunai dan transfer melalui terminal ATM Bank berlogo Prima.
   •   Penarikan tunai melalui terminal ATM Bank di Malaysia yang berlogo BankCard/MEPS.
   •   Dapat digunakan sebagai Kartu Debit di mesin-mesin EDC yang berlogo Prima Debit.
   •   Bebas biaya bertransaksi melalui ATM Bank Kalbar.
   •   Kemudahan dalam melakukan pembayaran dan pembelian melalui transaksi multibiller :
       –   Pembayaran rekening listrik, telepon, asuransi dan TV berlangganan.
       –   Pembayaran tagihan HP (kartu pasca bayar).
       –   Pembelian voucher HP (pulsa kartu pra bayar).

Syarat & Ketentuan

•   Memiliki rekening tabungan Bank Kalbar.
   •   Mengisi formulir penerbitan kartu ATM.
   •   Melampirkan fotokopi identitas diri yang masih berlaku (KTP/SIM).
   •   Batas maksimum penarikan tunai per hari :
        –   Rp10.000.000,- melalui terminal ATM Bank Kalbar.
        –   Rp5.000.000,- melalui terminal ATM Bersama.
        –   Rp5.000.000,- melalui terminal ATM Prima.
   •   Batas maksimum transfer per hari :
        –   Rp25.000.000,- melalui terminal ATM Bank Kalbar.
        –   Rp25.000.000,- melalui terminal ATM Bersama.
        –   Rp25.000.000,- melalui terminal ATM Prima.
   •   Debit maksimum per hari Rp5.000.000,- melalui mesin EDC berlogo Prima Debit.

Untuk anda yang ingin mengetahui lokasi ATM Bank Kalbar Terdekat, Silahkan klik tautan berikut ini:

Atm Bank Kalbar terdekat

Continue Reading

Bisnis

Pemerintah Klaim Ekonomi Indonesia Mulai Pulih

Published

on

Pemerintah Klaim Ekonomi Indonesia Mulai Pulih

Gencil News – VOA – Menteri Keuangan Sri Mulyani melihat perlahan namun pasti, perekonomian Indonesia mulai membaik. Hal tersebut, kata Ani terlihat dari berbagai indikator ekonomi seperti naiknya tingkat konsumsi masyarakat dan pemerintah.

“Proyeksi ekonomi Indonesia 2020, adalah sesuai dengan tren dunia yang mengalami perbaikan di kuartal-III, masing-masing mungkin memiliki speed yang berbeda. Namun kita lihat di kuartal-II 2020 beberapa perbaikan dalam indikator ekonomi terutama dari sisi agregat demand kita,” ujarnya dalam telekonferensi pers APBN Kita, di Jakarta, Senin (19/10).

Perempuan yang akrab disapa Ani ini menjelaskan pada kuartal-III konsumsi pemerintah naik 18,8 persen, yang menurutnya bisa mengangkat perekonomian Indonesia menuju 0 persen atau bahkan menuju zona positif. Dengan begitu, menurutnya, indikator lain seperti investasi dan ekspor akan mulai bergerak ke arah yang positif. Konsumsi listrik, kata Ani juga mulai menunjukkan perbaikan di mana secara tahunan positif 2,1 persen.

Mobilitas masyarakat juga diprediksi akan semakin meningkat pasca pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat yang kembali menjadi PSBB transisi sehingga roda perekonomian bisa berjalan dengan baik

“Ini yang menggambarkan bahwa aktivitas dari keseluruhan, dari mulai rumah tangga, bisnis, industri, sosial, dan pemerintahan sudah mulai menunjukkan suatu tren yang sesuai dengan harapan yaitu menuju kepada pemulihan,” jelasnya.

Indonesia Resesi, Menkeu Klaim Ekonomi Indonesia Masih Lebih Baik dari Negara Lain

Walaupun diklaim membaik, pemerintah memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini masih akan tumbuh negatif di kisaran minus 0,6 persen hingga minus 1,7 persen. Meski begitu, jika dibandingkan dengan negara-negara di Eropa, perekonomian Indonesia jauh lebih baik. Ia mencontohkan, perekonomian Spanyol pada kuartal III diperkirakan tumbuh minus 12,3 persen, Inggris minus 10 persen, Perancis minus 19 persen, Italia minus 9,7 persen. Sementara negara tetangga seperti Malaysia perekonomiannya pada kuartal-III diperkirakan akan menyentuh minus 4,5 persen, Filipina minus 6,3 persen, Singapura minus 6,0 persen.

“Semua negara baik di barat, timur, utara, selatan, maju maupun emerging maupun developing country, semuanya mengalami tekanan yang luar biasa, kita melihat mungkin magnitude dari tekanannya saja yang berbeda. Dan mereka melakukan berbagai tindakan untuk mengurangi penurunan ekonominya, mereka juga melakukan apa yang disebut countercyclical . Kalau kita lihat countercyclical-nya di berbagai negara juga cukup dalam,” kata Ani.

Ekonom INDEF Bhima Yudistira Adhinegara kepada VOA mengatakan perekonomian Indonesia belum pulih secara signifikan. Bahkan ia menyebut, perekonomian Indonesia baru bisa tumbuh positif pada kuartal-II atau kuartal-III 2021 dengan asumsi tidak terjadi gelombang dua perebakan virus corona.

“Pemerintah sering mengklaim bahwa Indonesia ekonominya relatif bagus, dibandingkan negara di ASEAN dan negara G20, padahal pada faktanya, Vietnam sudah tumbuh positif bahkan sejak kuartal-II, tumbuh positif 0,3 persen, kuartal-III positif 2,62 persen,” ungkap Bhima.

Menurutnya, hal tersebut bisa terjadi karena penanganan pandemi di Vietnam jauh lebih serius dibandingkan dengan di Indonesia. Dengan kasus baru corona harian yang masih bertambah di atas 4.000 kasus setiap hari ditambah kegaduhan UU Cipta Kerja, akan sulit rasanya untuk menarik minat investor untuk menanamkan modalnya di tanah air. Ia menambahkan, dari sisi industri manufaktur juga masih berjalan sangat lambat, hal ini terlihat dari skor purchasing managing index (PMI) yang masih berada di bawah angka 50.

Utang Menumpuk Karena Pandemi

Dalam kesempatan ini, Ani mengakui utang Indonesia terus membengkak khususnya akibat terjadinya pandemi. Namun, ia menyatakan, bahwa hal serupa tidak terjadi di Indonesia saja, namun di seluruh dunia. Peningkatan jumlah utang, ujarnya, pasti akan terjadi karena tingginya kebutuhan stimulus fiskal untuk menopang penurunan ekonomi alias countercyclical.

Ia mencontohkan, rasio utang Amerika Serikat terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mendekati 131 persen, Perancis 111 persen, Kanada 114 persen, Jepang 266 persen, Tiongkok 61 persen, Thailand 50 persen, Filipina 48 persen. Sedangkan rasio utang Indonesia saat ini menyentuh level 38,5 persen.

“Indonesia sendiri dengan proyeksi defisit anggaran 6,34 persen dan rasio utang 38 persen, kita sudah lihat potensi pemulihan ekonomi. Kita sudah lakukan konsolidasi fiskal dengan hati-hati dan penuh kalkulasi agar ekonomi bisa membaik,” tekannya.

Sementara itu, Bhima mengingatkan pemerintah agar memperhatikan bunga utang yang terus meningkat seiring penambahan beban utang. Bunga utang bisa memakan 20 persen dari total belanja pemerintah pusat.

Selama ini, kata Bhima, pemerintah hanya memperhatikan rasio utang terhadap PDB. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bagaimana kemampuan pemerintah membayar utang, khususnya utang luar negeri.

“Indikator yang mungkin pemerintah tidak menyampaikan, yaitu debt to service ratio (DSR). DSR ini jadi indikator penting, kalau utangnya pakai dolar atau valas, maka ngebalikin nya juga harus pakai valas. Kalau terjadi mismatch gak sehat, DSR kita di kuartal-II 2020 itu sudah di atas 29 persen, makin meningkat, jadi ini kemampuan bayar utang luar negeri. Pemerintah ngelihatnya cuma debt ratio to GDP, padahal indikator kesehatan utang banyak,” katanya.

Bila dibiarkan menumpuk, kata Bhima, pemerintahan Jokowi-Ma’ruf akan mewariskan begitu banyak utang kepada generasi dan pemerintahan selanjutnya, apalagi ada utang pemerintah yang jatuh tempo pada 2050.

Ia menyarankan pemerintah merestruktur utang agar jumlah utang tidak terlalu membengkak nantinya.

“Jadi restrukturisasi ini termasuk negosiasi kembali kepada kreditur-kreditur multilateral maupun bilateral. Jadi, kaya ngomong ke Bank Dunia, kita mau produksi vaksin, mau memulihkan ekonomi, itu harusnya bisa menjadi pengurang utang, pengurang pokok utangnya. Jadi utang kita bisa dikurangi dengan cara-cara debt swap atau menukar utang dengan program,” paparnya. 

Continue Reading

Bisnis

Fotografer Bantu Bisnis Kecil di Tengah Pandemi

Published

on

Fotografer Bantu Bisnis Kecil di Tengah Pandemi

Di masa pandemi banyak usaha kecil terganggu operasional. Saling bantu sesama pengusaha kecil dan profesional juga berjalan di luar kelaziman yang ada, salah satunya upaya fotografer yang membantu bisnis kecil.

Continue Reading

TRENDING