Connect with us

Published

on

GENCIL NEWS – Papa Don NYC milik Diaspora asal Manado Indonesia, Donny Kairupan. Kerinduan akan martabak manis camilan favorit sewaktu kecil di Manado. Membuat Donny Kairupan bertekad belajar langsung membuat martabak di kampung halamannya.

Donny pun lantas merintis “Papa Don NYC” (baca: eN-Wai-Si) di Queens, New York. Baru beberapa bulan, pandemi Korona membatalkan berbagai acara pop up dimana Donny biasa menjual martabaknya.

Namun ini tak menyurutkan langkah Donny untuk tetap memperkenalkan martabak manis ke publik Amerika.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Bisnis

Bebek Boedjang, Rasa untuk Semua Kalangan

Published

on

GENCIL NEWS – Salah satu rumah makan ‘taste’ Jakarta yang ada di Pontianak yaitu Bebek Boedjang. Bebek Boedjang didirikan oleh Lukman yang sekaligus menjadi owner di rumah makan tersebut. Sebelum mendirikan rumah makan Bebek Boedjang, dirinya merintis sebuah usaha warung makan dan bakso.

Menurut Lukman, awal mula dari bisnis yang dijalan dengan nama Bebek Boedjang ini atas saran dari teman. “Kemudian ada teman yang memberikan saran, eh disini belum ada bebek lho, baru ada bebek yang belum lokal, akhirnya saya ambil,” ujar Lukman.

Berawal dari mencoba memulai bisnis dengan membuka warung makan bebek di tahun 2016, Lukman berhasil membuka 5 cabang warung makan bebek di beberapa wilayah di Pontianak. 5 diantaranya yaitu bebek Bejo, Bebek Boedjang dengan 3 cabang dan bebek bale-bale.

“Akhirnya saya ambil bebek, dan hasilnya lumayan dibandingkan dengan warung makan bakso dan mie ayam,” ujarnya.

Bebek Boedjang sendiri sebenarnya di awalnya dengan Bebek Bejo di Jalan Patimura Pontianak, kemudian membuka cabang di namun karena ketika mendaftarkan di “Ketika mau patenin nama bebek Bejo, tapi sudah ada yang daftar, dan kemungkinan yang diterima yang daftar duluan, akhirnya kita cari nama lain, dan akhirnya dapat nama Boedjang,” ujarnya.

Dengan nama Boedjang ini juga memiliki makna, bahwa yang merintis usaha Bebek Boedjang adalah para bujang (pemuda). Dirinya juga mengatakan dengan nama Boedjang ini akan membawa pengaruh positif untuk makin semangat dalam berbisnis. 

“Bebek Boedjang harapannya orang yang semangat, masih mudah masing semangat dan berenergi,” jelasnya.

Dengan 5 cabang yang dimilikinya Lukman mengaku bahwa usahanya ini dikelola sendiri oleh dirinya, namun ada cabang yang bekerja sama dengan investor. Maksudnya, modal yang dikeluarkan untuk usahanya dari dirinya, sedangkan tempat penjualan dari investor.

“Kita kelola sendiri, namun pemodalannya pakai mitra. Kaya di warung bale-bale modalnya dari kita, dan mitranya pemilik toko, sehingga kita tidak perlu bayar tempat sewa,” ujarnya.

Dengan tempat sewa ini, kemudian Lukman merenovasi dan memperbaharuinya, dan segala modal serta manajemen dari dirinya. Untuk pembagian hasil keuntungannya, ketika awal usahanya yaitu 70% untuk pemilik tempat, dan 30% untuk dirinya. Namun ketika modal dari pemilik sewa telah terpenuhi, maka pembagian hasil diganti untuk dirinya 70% dan untuk pemilik tempat 30%.

“Di awal usaha, kita 70% kasih ke investor, dan 30% untuk kita. Namun ketika modal dari investor telah kembali kita yang 70% dan investor 30%,” katanya.

Dan untuk mengembalikan modal awal yang diberikan investor ini, dirinya hanya memerlukan waktu yang sebentar yaitu kisaran bulan. “Beda-beda warung, ada yang 4 bulan ada yang 8 bulan,” ungkapnya.

Selama kerja sama yang dilakukan dengan investor ini, dirinya mengaku tidak pernah mengalami kendala. Bahkan keuntungan dan kerugian bukan menjadi permasalahan. Hal tersebut karena investor yang bekerja sama dengan dirinya baik dan mudah diajak kerja sama.

“Udah sepakat kita usaha bersama jadi ya kita nggak ngitung rugi. Untung yang bersama, rugi yang bersama,” jelasnya.

Untuk kendala yang sering dialaminya, hanya dari karyawan, karena sering terjadi pergantian karyawan yang baru. Namun hal ini terjadi pada karyawan yang baru, sedangkan karyawan yang lama tetap. “Untuk karyawan lama, sudah nyaman jadi tidak mudah ganti. Tapi yang baru sering berganti, misalnya baru seminggu keluar atau baru sehari keluar,” jelasnya.

Dan setelah berkembang dengan 5 cabang, Bebek Boedjang telah memiliki karyawan sekitar 68 orang. Untuk merekrut karyawan, bisanya di sebar melalui media online. Setelah pendaftaran bisanya akan diwawancarai dan kemudian bisa masuk. Dan jika ada yang mendaftar lebih ai yang dibutuhkan maka yang lainnya menjadi cadangan.

“Misalnya kita buka lowongan 2, kita posting di FB, kita wawancara yag kira-kira orangnya bisa kerja sama kita terima, yang lainnya jadi cadangan,” ungkapnya.

Sedangkan dalam hal pengelolaan masakan dirinya tidak menggunakan chef, karena bumbu spesialnya diracik oleh kakaknya sendiri.

“Bumbu ungkep bebek yang menjadi ciri khusus diracik oleh kakak saya sendiri,” kata Lukman.

Bumbu spesial yang dimilikinya ini hanya diketahui oleh beberapa karyawan terpercaya, dan tak semua karyawan mengetahuinya.

“Bumbu hanya diketahui beberapa karyawan terpercaya, berapa takarannya hanya diketahui kakak saya,” katanya.

Untuk harga menunya, Lukman memberikan harga menu pada Bebek Boedjang dengan harga silang, sehingga dapat dijangkau untuk semua kalangan, baik kalangan menengah ke atas maupun menengah ke bawah.

Meskipun begitu, harga setiap menu di beberapa cabang Bebek Boedjang berbeda-beda, namun dengan nama cabang yang sama, harga menunya juga sama. “Yang namanya sama, harganya sama,” ujarnya.

Kelebihan dari Bebek Boedjang adalah masakan yang disajikan memiliki rasa yang enak dan unik, dan bila ada rasa yang kurang enak, maka pengunjung bisa mengembalikan dan menukarkan masakannya kembali. “Biasnya kan bebek memiliki rasa yang amis, bebek tu bau, bebek tu bau, kita beda disini kendala itu kita hilangin, dengan bebeknya empuk, rasanya lebih enak, harganya juga tidak mahal,” katanya. 

Untuk mempromosikan warung makan Bebek Boedjang, Lukman hanya mengandalkan media online yang salah satunya menggunakan Facebook Ads, dan biaya yang dikeluarkan untuk membuat iklan tersebut hanya 500 ribu per bulan. “Kita nggak pakai media promosi lain, misalnya media cetak, televisi, radio, kita tidak pakai itu. Karen pakai media online saja sudah banyak pelanggan,” jelasnya.

Promosi yang dilakukan ini juga hanya beberapa bulan sekali, hanya ketika ada promo khusus. “Misalnya bulan ini ada, promo Boedjang week, jadi selama seminggu kita gratiskan semua sambel,” ujar Lukman.

Dengan perjalanan bisnis yang dilakukan ini, dirinya memberikan tips untuk pebisnis yang ingin mulai bisnis, yaitu jangan takut memulai usaha karena ada banyak usaha yang bisa dilakukan dengan mencari investor. “Jadi jangan takut usaha kalau belum punya modal. Paling tidak kita punya usaha, kita tawarkan konsep. Jadi jangan jadikan modal untuk menjadi kendala dalam melalui usaha,” pungkasnya.

Continue Reading

Bisnis

Bisnis Barang Bekas Yang Mendulang Untung

Published

on

Memakai barang bekas sering dipandang sebelah mata. Namun bisnis barang-barang bekas bermerek atau preloved branded items makin naik daun di Indonesia.

Banyak pria pusing tujuh keliling manakala istrinya menjadi pehobi belanja. Apalagi jika barang yang dibeli adalah barang mewah seperti tas Chanel, Hermès atau Louis Vuitton yang harganya tak jarang membelalakan mata.

Namun, Rina Reynold, 40 tahun, justru mendapatkan dukungan dari sang suami untuk memuaskan hobi belanja barang-barang bermerek itu. Alasannya pasti tidak terbatas barang itu untuk menunjang hobi bergaya atau sekadar retail therapy. Rina dengan mahir mendulang cuan dari hobinya itu.

Jika dia merasa bosan dengan barang koleksinya, Rina menjualnya di akun media sosial, seperti Facebook dan Instagram. Lama-kelamaan, banyak teman-teman yang menitip barang bekas bermerek untuk dijual oleh Rina. Dari situlah, dia mendapatkan keuntungan.

“Saya beli tas Chanel ini dengan harga Rp40 juta pada 2012. Sekarang, kalau saya jual harganya bisa sampai Rp55 juta. Untung banget, kan?” ujar Rina sambil memperlihatkan tas kecil Chanel medium caviar seri 14, berwarna krem kulit caviar dengan tali rantai berwarna emas.

“Jadi, suami saya sangat mendukung bisnis saya,” kata Rina sambil tergelak ketika ditemui saat mengikuti bazar barang-barang preloved branded, beberapa waktu lalu, di Jakarta.

Beberapa tahun belakangan, bisnis barang preloved dari merek-merek terkenal makin marak di Indonesia. Berbeda dengan garage sale, barang-barang preloved adalah barang bermerek dan biasanya belum pernah dipakai sama sekali, atau hanya dipakai sekali. Barang-barang ini rata-rata dijual dengan harga di bawah harga barang baru.

Kehadiran barang-barang bekas bermerek tampak menjawab kebutuhan kelas menengah Indonesia akan produk-produk berkualitas dengan harga terjangkau. Menurut data Bank Dunia, saat ini satu dari lima orang Indonesia masuk dalam kelompok kelas menengah atau sekitar 52 juta orang. Mereka berkontribusi sebanyak 43 persen dari total konsumsi rumah tangga.

Kezia Debora, Marketing Partnership Carousell Indonesia, aplikasi online jual-beli barang-barang preloved branded yang berbasis di Singapura, mengatakan pelanggan aplikasi Carousell kebanyakan berusia 18-25 tahun yang baru mulai bekerja dan ingin tampil gaya.

“Membeli barang preloved adalah salah satu cara untuk tampil keren, tanpa harus membayar penuh harga barang bermerek baru,” kata Kezia Debora dalam wawancara melalui telepon. Harga barang-barang preloved bisa lebih murah antara 50-80 persen tergantung merek dan kondisi barang, kata Kezia menambahkan.

Gaya Hidup vs Anggaran

Marisa Tumbuan, pendiri Irresistible Bazaar, bazar barang-barang prelovedbranded, mengatakan bisnis ini makin marak dan lumrah karena menjadi cara pintar menyiasati gaya hidup, baik bagi pembeli maupun penjual.

“Mungkin dulu belum banyak yang menjual atau menjualnya sembunyi-sembunyi karena takut dibilang BU (butuh uang) atau bokek,” kata Marisa yang ditemui di sela-sela bazar beberapa waktu lalu.

“Untuk membeli juga, dulu orang beli diam-diam. Sekarang, beramai-ramai bersama keluarga dan teman-teman,” ujar Marisa.

Seperti halnya Rina Reynold, Marisa juga mendapat dukungan penuh dari sang suami, Aditya Tumbuan, untuk menjalankan hobi yang berkembang menjadi ladang bisnis.

Aditya mengakui sang istri sejak muda memang senang membeli barang-barang bermerek, termasuk karya-karya dari merek tertentu dengan desain orisinal.

Passion yang sangat besar terlihat ketika dia masuk ke dunia ‘preloved sellers,’ kata Aditya melalui pesan singkat.“Dia (Marisa) tidak hanya puas menjadi ‘trusted seller’ dengan pertumbuhan followers yang signifikan, tetapi juga punya keinginan kuat untuk mengembangkan komunitas preloved branded,” ujar Aditya, yang juga ikut menjalankan Irresistible Bazaar.

Promo Media Sosial

Media sosial terbukti menjadi alat promosi yang ampuh untuk mempopulerkan produk-produk preloved branded. Tren mode dan gaya hidup terbaru terus bergulir dengan cepat melalui media sosial. Para penggemar mode pun berusaha mengikuti tren gaya hidup dengan membeli tas, baju, sepatu, atau kosmetik terbaru.

Linkedin dalam survei ‘State of Sales 2016’ mencatat 70 persen dari para penjual profesional menggunakan media sosial, termasuk LinkedIn, Twitter dan Facebook, untuk membantu penjualan produk-produk mereka. Berbagai media sosial tersebut menjadi teknologi promosi penjualan yang paling banyak digunakan.

Tidak ada data nasional mengenai berapa nilai transaksi penjualan barang-barang preloved branded, baik yang dijual online maupun langsung di Indonesia. Namun pertumbuhan bisnis tersebut bisa dilihat dari jumlah pengunjung bazar dan jumlah barang-barang yang dijual online.

Carousell, misalnya, sejak masuk di Indonesia pada 2014, menyediakan hampir 14 juta barang pada platform tersebut dan 75 persen dari barang yang tersedia adalah barang preloved, kata Kezia.

“Kalau kita cari dengan tagar preloved branded di Instagram, akan muncul sekitar 1 juta barang,” ujar Kezia.Fesyen adalah salah satu dari tiga kategori paling populer dengan merek-merek seperti Zara, H&M dan Converse menduduki peringkat atas pencarian pada platform Carousell.

Secara global, Carousell menyediakan total 144 juta barang sejak berdiri pada 2012 dan sudah ada di 6 negara, yaitu Singapura, Malaysia, Taiwan, Hong Kong, Filipina dan Australia.

Sedangkan Irresistible Bazaar, yang rutin mengadakan bazar preloved branded sejak 2015, mencatat kenaikan jumlah pengunjung rata-rata 20-30 persen pada setiap bazar yang digelar sekali dalam empat bulan.

Pada bazar yang diadakan 24-29 April, Irresistible Bazar didatangi 24 ribu pengunjung, naik dari hanya 6 ribu pengunjung pada awal penyelenggaraan di 2015. Jumlah penjual yang meramaikan bazar pun melonjak dari hanya 20 penjual pada 2015, menjadi 76 penjual pada bazar ke-10 yang digelar awal Maret 2018. Bahkan sempat diikuti 101 penjual pada akhir 2017.

Preloved branded items sudah mendunia karena sama kerennya dengan (barang-barang) yang dijual di butik-butik lain,” kata Marisa, yang juga memiliki toko online dan butik offline preloved branded. “Kondisi barang masih bagus dan tidak out of fashion (ketinggalan zaman),” kata Marisa menambahkan

Investasi Preloved Branded

Barang-barang yang diburu oleh pecinta preloved branded tidak terbatas pada barang sehari-hari. Barang-barang desainer dari berbagai label dunia, seperti Chanel, Hermès dan Louis Vuitton juga menjadi incaran para penggemar preloved. Peluang itu juga ditangkap oleh beberapa pebisnis preloved branded menjadi investasi.

Menurut Rina Reynold, harga barang-barang preloved branded terutama tas dari label-label klasik seperti Hermès, Chanel dan Louis Vuitton bisa dijual dengan harga 12-14 persen lebih tinggi dari harga pembelian. Sebagai perbandingan, harga properti meningkat rata-rata kurang dari 4 persen per tahun, menurut data Bank Indonesia.

Barang preloved branded jenis tersebut bisa berharga lebih tinggi tentunya dengan beberapa catatan, antara lain, penjualan kembali sekitar 2-5 tahun lebih ke atas, kata Rina. Selain itu, bila tas preloved branded dari merek klasik dijual pada saat kurs mata uang asing menguat, otomatis harganya pun naik, ujar Rina, yang sudah menggeluti bisnis itu sejak 2010.

Faktor lainya adalah karena barang yang ingin dibeli sudah tidak diproduksi atau harga barang baru masih mahal, papar Rina. Nilai jual barang-barang preloved branded juga bisa masih tinggi bila dirawat dan masih disimpan kelengkapan seperti bon pembelian, kotak, dan kartu garansi, ujarnya.

Namun tak serta merta semua preloved branded mewah bisa jadi investasi.

Rina menjelaskan barang preloved branded mewah yang nilai jualnya tinggi adalah tas-tas yang diproduksi oleh rumah mode yang tidak pernah mendiskon barang-barangnya, misalnya koleksi tas seri Birkin dan Kelly dari Hermès, Chanel dan Louis Vuitton.

Selain itu, barang-barang buatan Eropa juga bernilai jual lebih tinggi dibanding buatan Amerika, kata Rina menambahkan.

“Memakai barang preloved branded ada kepuasan tersendiri. Walau barang seken, tapi asli,” kata Rina.

Continue Reading

Bisnis

Tiga Laporan Keuangan Kemenkeu Raih WTP Hasil Audit BPK

Published

on

Tiga Laporan Keuangan Kemenkeu Raih WTP Hasil Audit BPK

GENCIL NEWS – Tiga Laporan Keuangan (LK) yang dikelola oleh Kementerian Keuangan, yaitu LK Bagian Anggaran 015, LK Bendahara Umum Negara (BUN), dan pengelolaan program dana hibah Indonesia Infrastructure Finance Development (IIFD) 2019 memperoleh hasil audit yang baik dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). ⁣



Selama 9 tahun berturut-turut LK BA 015 telah mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan 4 tahun berturut-turut untuk LK BUN mendapat opini WTP.⁣



Sri Mulyani menyampaikan bahwa ia sangat menghargai dan mengapresiasi kerja keras jajaran Kementerian Keuangan yang telah berhasil menyajikan laporan keuangan secara maksimal dengan upaya yang sangat maksimal mengikuti kaidah ketentuan perundang-undangan.⁣



Dalam suasana pandemi Covid-19 ini Kementria Keuangan merasakan sekali bahwa menjaga tata kelola dan kepatuhan terhadap aturan versus kecepatan merupakan tantangan yang luar biasa. ⁣


Seluruh jajaran Kementerian Keuangan berkomitmen untuk menindaklanjuti rekomendasi BPK dan temuan-temuan yang telah disampaikan sehingga kami dapat terus mengelola keuangan negara dan semakin baik kualitasnya.⁣



Sri Mulyani juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas kerja sama serta bimbingan BPK sebagai mitra kerja yang telah terjalin baik dan akan terus dijaga. ⁣

Continue Reading

Kumpulan Resep Masakan Enak

TRENDING